
Kaki ku terasa berat saat melangkah tepat di depan pintu rumah yang ku buka dengan gerakan cepat dan lihat ini , baju ku sudah begitu berantakan dengan aroma matahari yang tercium dari keringat di tubuh ku .
" Angel?".
Panggil ibu saat aku masuk dan menghempaskan tubuh di atas kursi juga tas yang ku letakkan di atas lantai dengan sedikit membantingnya.
Diletakkannya barang di atas meja dari tangan ibu dan mendekat kearah ku dengan mata tak lepas dari wajah ku .
" Kau berkelahi kak?"
Wajah ibu sedikit panik saat lebam di ujung bibir ku terlihat cukup jelas .
" Tidak!"
Aku menjawab dengan malas.
" Jawab ibu Angel! Untuk apa kau berkelahi sampai seperti ini Hem?"
" Urusan anak muda Bu , ibu tidak perlu khawatir!"
Aku berniat tak membahas bagaimana permasalah ini bermula , tak ini. membuat wanita yang begitu lembut pada ku punya luka.
__ADS_1
Lembut? ya ibu begitu lembut walau sekarang lebih sering meninggalkan ku sendiri tanpa permisi .
" Angel capek Bu mau istirahat dulu dikamar!."
Aku menyela ucapan ibu dan menghindar dari tatapan yang menyimpan kekhawatiran.
" Angel? Jawab itu dulu nak! kenapa wajah mu bisa sampai membiru begitu!".
Ibu terus saja bertanya sampai pada akhirnya laki-laki dewasa itu keluar dari kamarnya.
" Ada apa?".
Tanya Dani yang mungkin hanya melihat punggung ku saja.
Nada ibu terdengar lesu.
" Anak itu memang selalu membuat ulah !"
Deg
Jantung ku seakan berhenti berdetak saat gendang telinga ku mendengar jelas, bagaimana bisa orag asing yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupan ku berucap sedemikian rupa tanpa tau kenapa aku bisa begini! Tidakkah dia tau aku begitu untuk membela nama baiknya? Hah! Kehidupan macam apa yang aku jalani ini? Tuhan coba be i sedikit gambar agar aku bisa berpikir lebih terbuka.
__ADS_1
Brakk
Ku tutup pintu yang sebenarnya masih memiliki celah , membanting sedikit kencang hingga tangisan Aulia terdengar di telinga ku.
" Angel? ".
Mungkin itu yang bisa ku dengar lirih saat pintu berhasil tertutup sempurna.
Aku menangis sejadinya , menumpahkan semua pada bantal yang dengan cepat basah akibat ulah air mata yang meluncur dengan deras. Aku mencoba membisukan suara ku membekap kencang wajah agar tak ada sedikitpun raungan sakit hati yang sekarang tengah menggerogoti perasaan ku.
" Menyedihkan sekali hidup Angel? apa tidak ada kehidupan layak yang seindah nama mu? apa ibu salah memberi arti dari nama yang di selipkan untuk ku? Apa tidak ada nama lain agar aku tak menjadi malaikat menyedihkan seperti sekarang?"
Aku bertanya pada diri ku sendiri bertanya dengan keras namun tak ada jawaban yang bisa ku dengar! Hanya rasa sakit yang bertambah setiap harinya.
" Bu apa aku kurang mengalah untuk kalian? apa aku kurang menjadi baik saat aku menginginkan sesuatu dan aku harus menahannya? "
" Bu ? Coba katakan aku harus menjadi seperti apa agar perhatian mu kembali utuh seperti dulu!".
Lagi-lagi aku menyeka air mata yang membasahi guling saat bantal kepala sudah banjir dengan air mata .
Aku ingin berteriak ! Aku ingin marah! Tapi bagaimana cara ku untuk melakukan itu semua?.
__ADS_1
Aku hanya bisa menangis tanpa suara dan itu sangat-sangat menyakiti! Aku tidak bisa membuang beban yang ada di otak ku.
Cukup lama aku menangis hingga tanpa sadar aku tertidur setah puas menumpahkan air mata setelah hampir dua jam aku meraung dalam diam.