
Setelah selesai makan siang kini aku duduk berdua dengan ibu , ya hanya berdua di tempat yang sedikit menjauh dari ayah juga Aulia tapi masih bisa ku lihat dengan jelas raut Aulia yang tengah tertawa mungkin Ayah sedang menggodanya.
Aku diam bingung dengan apa yang ibu lakukan, mengajak kita makan bersama lalu sekarang justru ibu membawa ku menjadi dari tepat duduk keluarga.
" Kak?"
Suara ibu terdengar lembut di samping ku gendang telinga ku seakan tengah mendengar suara malaikat sakit begitu lembutnya.
Aku menoleh dan ku lihat begitu teduh pupil ibu saat menatap ku.
" Kak ! Ibu ingin sedikit berbicara dengan mu."
Suasana terasa menegang saat ibu berucap demikian.
Aku terheran dengan semua suka yang ibu berikan.
" Mungkin kini telat ! Tapi bukan berarti ibu menutupi semuanya . Ini hanya soal waktu yang mungkin dulu kamu belum bisa mengerti."
Kata ibu sembari meremas kedua tangannya.
Aku tak berkomentar! Aku hanya diam dan mendengar lalu mengalihkan pandangan saat ibu berusaha mengunci pandangan ku.
__ADS_1
" Mungkin kamu dulu sering mendengar jika sosok ayah tiri adalah manusia yang paling mengerti setelah ibu tiri. Tapi ibu tidak memaksa mu untuk mempercayai itu semua jika memang kamu belum bisa sepenuhnya menerima ayah mu sekarang! ."
" Kau tau kenapa ibu memilih pergi dari ayah mu dulu?".
Ibu bertanya sekaligus menjelaskan .
" Ada sesuatu yang tidak bisa ibu ceritakan dulu saat tangan Ayah mu sering kali menyentuh pipi ibu hingga memerah . Saat kau bertanya Kenapa apa kamu masih mengingatnya?"
Deg
Jantung terasa ingin meledak! Suhu tubuh ku seketika tinggi hingga terasa begitu gerah padahal hari ini angin cukup kencang walau dengan cuaca yang sedikit hangat.
Kata-kata ibu mengingatkan kembali saat ibu masih sering menggunakan make up di setiap aktifitasnya.
" Jangan dijelaskan Bu, sekarang Angel mengerti."
Aku tak tega saat ibu benar-benar merasa sakit yang tak bisa dijelaskan, aku tak mau tau karena itu pasti akan menambah beban terutama untuk ibu.
" Kau tetap harus menghormatinya sayang! Dia Ayah mu dan kau harus menjadi anak yang berbakti."
Di sela cerita bagaimana sakitnya ibu , ibu masih bisa mengingatkan ku untuk tetap hormat kepadanya.
__ADS_1
" Angel m ngerti Bu."
Ibu mengangguk dengan bibir tersenyum.
" Dan untuk Aulia! Ibu tau Angel merasa ibu tidak memperhatikan Angel seperti dulu tapi , bukan maksud ibu begitu sayang! Ibu sangat menyayangi kalian semua hanya saja perbedaan umur kalian yang cukup jauh membuat Angel begitu terasa saat perhatian ibu cukup bnyak untuk adik mu."
" Tapi Bu! Sekedar berbagi perhatian apa ibu tidak bisa melakukan dengan adil?".
Aku beranikan diri untuk meminta sebuah jawaban.
" Maafkan ibu sayang ibu akan berusaha menjadi ibu yang adil untuk anak-anak ibu . Tolong terima dia sebagai saudari mu dan tolong terima dia sebagai Ayah mu!".
Ibu berbicara sedikit memohon pada ku .
" Akan ku coba Bu."
Hanya itu yang bisa ku ucapkan dan ku lihat bagaimana hangatnya Aya dan anak yang tengah menikmati waktu di ujung sana. Apa aku bisa seperti itu? Apa aku bisa melakukan itu dengannya? Banyak pikiran yang m menggelantung namun belum ada jawaban dari semua pertanyaan itu.
Aku menghela nafas dalam dan ini menjadi satu jawaban kenapa ibu membawa ku kemari , mungkin kita hanya butuh waktu berdua untuk sekedar mengutarakan semua yang ada di benak masing-masing , namun sayangnya kita tidak bisa melakukan itu sebelumnya . Padahal ini akan semakin baik jika kita sama-sama berani untuk terbuka dan mungkin kita akan tetap bahagia walau dengan ayah kedua ku.
" Ayah! Apa benar yang ibu katakan jika Ayah juga menyayangi ku?"
__ADS_1
Satu pertanyaan yang masih ku simpan dalam hati.