AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 29


__ADS_3

" Dimana Angel? kenapa jam segini belum sampai rumah ya?"


Riska mondar mandi dihalaman rumah menunggu anak gadis yang belum pulang hingga pukul lima sore , berjalan kesana-kemari keluar masuk pintu rumah saat deru mesin motor terdengar dan sayangnya bukan putri sulungnya melainkan hanya kendaraan yang berlalu lalang di jalan depan rumah.


" Kenapa Ris?"


Tanya Dani setelah sepuluh menit ia datang tapi gelagat sang istri cukup membuatnya pusing .


" Angel kemana ya mas? kenapa jam segini belum pulang juga! biasanya tidak seperti ini!".


Riska terus berjalan kesana-kemari sembari menggigit ujung kuku pada jari telunjuknya.


" Tunggu sebentar lagi mungkin ada les atau ekskul tambahan."


" Tapi dia tidak memberitahu itu sama sekali mas!"


Riska semakin panik saat senja semakin datang , rengek Aulia semakin membuat pikirannya kacau.


" Bu ? Aku lapar!"


" Astaga sayang maafkan ibu , ibu lupa belum menyuapi mu! Ayo kita makan didalam."


Riska membawa Aulia masuk lalu mengambil makanan dan mulai menyuapi gadis kecil itu namun tidak dipungkiri otaknya terus berkelana memikirkan masih anak sulung yang belum juga sampai.

__ADS_1


Deru mesin berhenti tepat di depan rumah dengan cepat Riska datang bersama Dani lalu berdiri diambang pintu seolah siap memberi pelajaran untuk putri pertamanya.


Klekk


Standar motor ku turunkan lalu melenggang berjalan menuju pintu dengan penampilan yang sudah begitu kacau.


" Angel?".


Suara ibu terdengar berat tertahan di tenggorokan , aku mendongak dan ya , wajah ibu sudah memerah dengan tangan yang hampir melayang menyentuh pipi ku.


" Dari mana saja kamu Angel ? Kamu berkelahi lagi hah? Kenapa kau semakin kacau Angel!!".


Ibu menggeram nadanya tetdengar begitu tinggi namun aku tak menjawab sepatah katapun aku tetap diam sembari memejamkan mata menikmati setiap kalimat yang keluar dari bibir wanita yang melahirkan ku.


" Ris! Jaga nada mu ! Biarkan Angel menjelaskan terlebih dahulu ."


Jujur saja aku tertegun dengan perlakuannya bukankah seharusnya dia mencaci ku juga ? Bahkan seharusnya lebih parah.


" Angel!! Untuk apa kau berkelahi? Mau jadi apa hidup ku Angel! Untuk apa ibu memberi mu pendidikan tapi."


" Stopp ibu!!"


Aku berteriak pengang di telinga ku semakin menjadi saat bibir ibu tak berhenti meneriaki ku walau laki-laki disampingnya berbicara begitu lirih.

__ADS_1


" Kecilkan suara mu Angel! Kau menakuti adik mu!".


Ibu melotot saat nada ku lebih tinggi darinya dan benar Aulia kini diam sembari menggigit ujung baju yang dikenakannya dengan bulir yang sudah membanjiri pipinya.


Nafas yang sama-sama terengah dan akhirnya aku berbicara beradu dengan suara tangis Aulia begitu aku menjerit.


" Ibu tidak bertanya kenapa Angel begini? Ibu tidak bertanya kenapa Angel bisa senakal ini? Apa ibu pernah bertanya bagaimana keadaan Angel sehari-hari? Apa ibu pernah bertanya juga apakah aku sering membela nama ibu di depan mereka yang berusaha menjatuhkan harga diri ibu , harga diri laki-laki yang sekarang ku panggil Ayah bu ! Apa pernah Bu? Jawab Bu ! Jawab!!!"


Hhhiikksss


" Angel banyak luka Bu, Angel sakit hati Angel berusaha untuk diam tapi maaf Angel tidak bisa ! Apa ibu pernah bertanya apa Angel sehat atau sedang sakit Bu ?".


Aku terus menerocos menghabiskan semua yang menjanggal dari diri ku tapi rasanya ini masih kurang puas


" Angel lelah jika harus selalu mengalah dengan dia!"


Jari ku menunjuk pada gadis yang tengah meringsut takut saat aku berbicara , bersembunyi di balik kursi yang berada di ruang tamu.


" Angel?"


Suara Ayah terdengar lembut seolah tau bagaimana kacaunya aku saat ini , berusaha menggapai tangan ku namaun segera ku tepis.


" Jangan sentuh aku! Salahkan saja aku salahkan Bu!! Maki aku juga Ayah! Cepat maki Angel !!! Aaaaaaaaaa!!!!"

__ADS_1


Aku meremas kuat pangkal rambut ku lalu melayangkan sebuah pukulan tepat di dada ku entahlah nyeri dari pukulan itu rasanya tak sebanding dengan apa yang menggerogoti perasaan ku.


Aku lelah lalu masuk tak menggubris bagaimana sepasang suami istri itu akan bereaksi ,tak ku gubris pula bagaimana raungan Aulia yang terdengar semakin menjadi.


__ADS_2