AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 49


__ADS_3

Suasana malam penuh kehangatan , jarang sekali aku merasakan bagaimana rasa hangat dalam hubungan sebuah keluarga.


Aku berbaring di atas kasur buku yang di gelar di atas lantai , berbaring berdua dengan Aulia sembari menonton sebuah acara keluarga juga setoples kacang yang menjadi teman nonton malam ini.


Ibu duduk berdampingan dengan Ayah, tertawa bersama saat adegan yang dipertontonkan membuat gelitik dalam perut.


" Lihat Lia! Kamu akan jadi seperti itu kalau kamu suka makan !".


Ahahahaa


" Kakak!! Lia tidak gendut tau! "


Katanya merajuk saat aku menyamakan tubuh kecilnya dengan kartun dengan pipi tebal.


" Kenapa marah? Kan kakak hanya bilang . Jadi kamu harus berbagi makanan dengan kakak supaya kamu tidak seperti dia!."


Kata ku memberi saran dan mencari keuntungan dari acara nonton malam ini.


Aku mendongak sejenak dan ku lihat ibu tengah tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat dua putrinya tengah berdiskusi.


Hangat sekali bukan? Hujan dimalam hari serta berkumpul di ruang keluarga dengan tawa riang membuat siapa saja akan berpikir jika tidak ada perselisihan di sepanjang hari.


" Kak?"


Ibu memanggil dan aku mendongak kembali.

__ADS_1


" Rencana akhir bulan ini kita akan berkunjung kerumah Oma."


Deg


Dada ku berdenyut kencang saat gendang telinga mendengar kata Oma dan sudah pasti itu adalah orang tua dari laki-laki yang duduk di samping ibu yang tidak lain Ayah kedua ku .


" Nenek dengan kakek juga ikut , jadi kita akan berlibur bersama disana."


Katanya lagi dan aku semakin terdiam.


" Apa semua harus ikut?"


" Emmm ,, maksud Angel apa tidak apa jika Angel ikut kesana!".


" Oma ibu Ayah dan Ayah suami ibu ! Jadi kamu juga cucunya . Tidak ada alasan untuk menolak mu Angel!".


Ibu kembali berbicara dan tanpa sepatah kata keluar dari mulut Ayah , mungkin semua sudah dipasrahkan pada ibu untuk mengatur semuanya.


Aku tak bisa menolak dan mengangguk tanda setuju walau rasanya sedikit berat untuk menerima tapi aku tak punya alasan tepat jika harus menolak.


Malam berjalan cepat suasana ruang tamu sudah tak lagi terlihat tanda kehidupan . Ternyata aku tertidur di depan tv yang masih menyala dan rasanya bukan aku yang menonton tapi tv yang tengah menonton ku dai balik layar kaca.


klik


Aku mematikannya lalu berjalan sempoyongan menuju kamar , brukk

__ADS_1


" Aaaaaaa!!"


Aku berteriak cukup nyaring dan dengan seketika rasa kantuk menghilang entah kemana.


Aku berjingkrak , bukan karena senang tapi merasakan sakit yang berdenyut di ujung jati kelingking kaki kanan ku.


" Kamprett!! "


Aku mengumpat penuh penekanan sembari memegang erat ujung kelingking seelah ber tab rakan dengan ujung ranjang yang tertutup selimut.


Aku berguling masih dengan tangan membelai manja kelingking malang yang kini sudah memerah .


" Aku rasa aku harus tidur tanpa ranjang!"


Kata ku menyalakan ranjang yang diam tak berkutik yang sebenarnya itu salah ku , dan mana mungkin benda mati patut disalahkan ! Aku bukan anak kecil yang menangis karena tersandung dan kerikil yang di salahkan.


Cukup lama menenangkan jari dan sekarang aku tak merasa ingin tidur .


" Astaga! Kenapa jadi sudah tidur!! Ayolah Angel ini sudah sangat malam."


Kata ku saat jarum jam sudah bertengger di angka satu.


Aku menggulingkan tubuh kesana kemari mencari posisi pas agar aku bisa segera tertidur, ya itu harapan ku saat ini.


" Yang menjaga tubuh kita itu ya diri kita sendiri dan orang lain hanya mengingatkan! Dan jangan pula kita menyalahkan sesuatu yang tak bisa bergerak hanya karena kita terluka karenanya! Jadi berhati-hatilah dalam melakukan segala hal ♥️."

__ADS_1


__ADS_2