AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 25


__ADS_3

Aku menatap seluruh hamparan rumput dengan mata berbinar menikmati angin yang berhembus menabrak wajah ku. Aku berdiri menantang angin yang terus meliukkan anak rambut yang ku cepol ke atas.


Tak berapa lama Tante Mira datang sembari membawakan minuman dingin dan meletakkan di atas meja kayu dengan dinding bilik-bilik renggang juga atap dari ilalang yang di anyam dengan rapih.


" Minum dulu Angel! Kau juga bisa menikmati alam dari sini."


Kata Tante Mira dan aku mendekat ke arahnya.


" Aku belum pernah melihat tempat yang begitu menenagkan ! Apa ini pertama kali untuk Tante mengunjungi tempat ini juga?"


Aku bertanya lalu menyesap minuman dingin berwarna merah.


" Tidak! Tante sudah tau sejak lama Tante juga sering datang kemari sekedar untuk m lepas penat kalau-kalau sedang tidak merasa nyaman seperti mu!"


Mimik wajah Tante seolah tengah menertawakan ku menertawakan dirinya dan kini kita tertawa bersama-sama.


Suasana panas tak membuat ku bosan berada di sini , sebuah tempat rekreasi yang terlihat seperti bukit dengan pohon-pohon tinggi juga pemandangan alam yang jarang sekali ku lihat dan mungkin hampir tidak pernah . Panas matahari membuat kesan hangat aku dengan Tante Mira , sama-sama tertawa lepas juga sesekali kita ikut bernyanyi saat salah satu vokalis mendendangkan lagu dari panggung kecil yang terlihat begitu indah .


" Kau ingin mencobanya?"

__ADS_1


Tanya Tante beberapa saat lagu dinyanyikan.


Aku menggeleng dengan rasa malu.


" Kenapa?"


" Biar Tante mendengar untuk pertama kali tanpa mereka yang kau kenal!"


Tante terus membujuk ku hingga uluran tangan kanan Tante memberitahukan jika aku ingin bergabung bersama mereka . Ya mereka bertiga dan dua diantaranya memegang alat musik.


" Tante ! Angel malu."


" Kau sering melakukannya di sekolah bukan? Kau anggap saja ini sebagai latihan untuk acara bulan bahasa mu!".


Tante Mira terus memberi semangat dan akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba bernyanyi didepan umum toh benar kata Tante Mira tak ada satu orangpun yang mengenali ku kecuali dirinya.


" Tante yakin kau pasti biasa!".


Semangat Tante ikut masuk kedalam tubuh ku semangat yang tak pernah diberikan orang tua ku , mungkin mereka terlalu sibuk dengan kegiatan dan kehidupan masing-masing sehingga aku harus menjadi penengah dalam ego ku sendiri.

__ADS_1


Aku berjalan menuju panggung dengan dua orang yang memegang alat musik serta satu vokalis yang tersenyum hangat saat menyapa ku. Aku menerima uluran mikrofon dari laki-laki yang mengenakan kemeja hitam dengan satu kancing bagian atas terbuka.


Aku berbisik berdiskusi sejenak mencari judul lagu serta nada yang pas untuk suara ku .


" Kak ? Tolong bantu aku kalau-kalau aku lupa nada ya."


Pinta ku ramah pada pria itu.


Aku duduk dengan tegap menikmati alunan musik sebelum datang nada dimana aku bisa mulai bersuara. Hembusan angin di cuaca panas cukup baik saat lagu yang ku pilih dengan tempo nada tak terlalu cepat.


Ku lihat Tante Mira duduk dan menunggu suara ku terdengar beradu merdu dengan musik yang tengah melantun . Dia tersenyum hangat dengan tatap mata teduh memandang ke arah ku , bibirnya terus melengkung dan sesekali kamera ponsel Tante Mira mengarah ke arah ku dan seketika pipi ku merona malu karena tingkah Tante Mira yang mungkin ini kali pertama ku menunjukkan bakat didepan keluarga ku .


" Lagu ini untuk dia yang sedang berjuang dengan batinnya ! Aku berharap dia hidup dengan bahagia tanpa menutupi lagi luka yang ada dalam hatinya ."


" Bahagia lah wahai wanita hebat yang selalu tersenyum tanpa mengeluh ."


Bibir ku melengkung menatap pada sorot teduh Tante Mira dan saat itu aku mulai masuk dalam lirik pertama.


Beberapa pengunjung nampak asik menikmati makan siangnya, beberapa diantara mereka juga menatap ku dengan bibir yang ikut bernyanyi walau tak terdengar suaranya.

__ADS_1


Hingga pada lirik terakhir ku lihat bagaimana pupil milik Tante Mira menahan sesuatu yang hendak terjatuh namun sebisa mungkin di seka agar tak jatuh mengotori pipi diwaktu hangat dengan langit cerah dan aku berharap dia maupun aku hidup seperti langit yang tak tersentuh awan gelap.


__ADS_2