
Berisik kantin sekolah sudah menjadi hal biasa saat jam istirahat berlangsung saling berebut antrian juga botol saus kecap menjadi pemandangan yang cukup wajar untuk kita.
Aku berdiri tak jauh dari kantin sembari menunggu pesanan ku datang bersama mereka sahabat ku tentunya. Berdiri sembari membicarakan setiap siswa yang lewat didepan kita dan entah bagaimana bisa ada saja obrolan untuk membahas mengenai apa yang di pakai atau sifat dari siswa yang berjalan melewati kita .
Dari ujung kelas bisa ku lihat laki-laki yang berjalan dengan langkah lebarnya , punggung tegap serta dada bidang sudah terliha dari bangku sekolah menengah pertama . Kalian bisa bayangkan bagaimana postur sempurna itu ya , pantas saja gadis dengan wajah donat itu menggilainya dan menghilangkan sedikit urat malunya demi mendapat cinta yang belum tersampaikan.
" Bakso 6 ! Angel?? ".
Panggil nyaring bibi kantin menyebut nama ku dan dengan cepat aku datang dengan bantuan mereka , membawa nampan yang sebelumnya sudah meminta izin untuk membawa mangkuk dengan jumlah 6 menuju tempat lain.
" Des tu minuman udah belom?"
Indah ikut menyela dan meminta adek juga Okta untuk mengecek jika pesanan sudah siap.
" Ya udah kalian ke pos dulu aja entar kita nyusul bawain tu minuman."
Okta memberi saran dan aku kita semua setuju.
" Yuk kita kesana dulu biar ni mang Ujang bisa makan duluan ."
Aku berjalan lebih dulu membawa serta satu nampan dengan tiga mangkuk di kedua tangan ku serta tiga mangkuk lagi berada di nampan yang di bawa indah sedangkan Dian bertugas membawa mangkuk sambal juga saus kecap di nampan kecil.
" Hai mang?"
__ADS_1
Aku menyapa laki-laki yang tengah mengibas-ngibaskan topi kearah wajahnya .
" Eh neng Angel? loh loh lohhh!!! apa ini ?"
Katanya lalu menggeser duduk dan memberi ruang untuk tiga nampan di atas meja.
" Wah neng Angel nyogok ya?"
Ahahaaa
Tawa ku beradu dengan nyaring, bibir melengkuk sempurna saat mang Ujang mengetakan hal demikian.
" Ita nih mang ! Angel keseringan mepet ya?"
" Tunggu ya mang ni minumannya belum dateng masih di ambil sama Ades sama Okta juga! "
Ucap ku lalu duduk dengan berjejer pada kursi kayu panjang yang cukup untuk enam orang, sedang kan mang Ujang duduk pada Kurdi dengan sandaran tepat di ujung dinding pos.
Singka waktu semua sudah datang semua sudah tertata beserta minumannya , aku mengaduk kuah bakso dengan gerakan tak sabar begitu juga dengan yang lain.
" Wahh segerrr!".
Bibir mang Ujang monyong lucu saat kuah bakso pedas masuk membasahi tenggorokan nya.
__ADS_1
Aku tersenyum bahagia rasanya bisa membuat seseorang tertawa dan menyimpan syukur atas apa yang kita beri walau hanya sedikit tapi cukup membuat mereka senang.
Kita menikmati hingga kuah terakhir sebelum datangnya wanita yang lagi-lagi datang seperti hantu siang hari.
" Ohh jadi sekarang tongkrongan mereka disini! Awas loh mang Ujang entar ketularan hawa tak baik dari malaikat hitam di sebelah mang Ujang loh!"
Sindi dengan bibir nyinyir ya berbicara tanpa penyaring . Aku tidak terima lalu menggebrak meja pos lalu berdiri dengan mata melotot tajam.
" Mulut mu mau di sumpal pakek kulit kerupuk apa pakek botol saos hah!".Intonasi ku semudah di atas rata-rata , semua yang berada disana seketika meringsut tak terkecuali mang Ujang yang mungkin beru pertama kali melihat kucing liar sedang bertarung .
" Ngel Ngel? Udah Ngel jangan ladenin mereka ya kamu tau kan nenek sihir sama dayang nya udah enggak punya urat malu ."
Kata Indah berusaha melerai emosi yang memuncak bersama rasa pedas yang bersatu di bibir ku.
" Neng Sindi ngapain sih ganggu neng Angel! Lagian apa salahnya mereka makan disini toh bebas tidak ada larangan kalau siswa duduk di bangku pos! ".
Mang Ujang sedikit membela dan kita membenarkan ucapannya.
" Jangan mudah terhasut mang dia itu suka ngerebut pacar orang! Mamang tau kan kalau ibunya udah nikah dua kali berarti emang bener udah turunan bibit yang tidak berkualitas ."
Bruukk
Plakkk!!
__ADS_1