
Hhoooaammmm
Aku menguap dengan kepala yang menempel di atas meja kelas , sial ! karena air mata aku meninggalkan makan malam ku dan berujung pada tidur dadakan yang membangunkan ku tengah malam dan akhirnya tak tidur setelah makan malam kemalaman dan harus mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa ku salin dari buka teman-teman ku .
" Pagiii?"
" Haii semua?"
" Hallo? Eh pagi Angel Bebeb?"
Kata Ades yang sudah biasa menyapa ramah semua penduduk laki-laki maupun perempuan di kelas ini.
" Hmmm!".
Aku bergumam membalas sapaan hangat sahabat laki-lakinya.
" Idi gile ! Kenapa tu mata? kena lem apa gimana!"
Suaranya terdengar saat aku mendongak dan melihat bagaimana aku menahan kantuk di pelupuk mata .
" Gara-gara Pak Andre aku gak tidur !"
" Whatt?"
Teriak dari ambang pintu dan itu suara Okta melengking di gendang telinga.
" Okta bisa kau pelan kan suara cempreng mu itu? ."
Bibir ku terangkat dan kedua tangan menutup daun telinga.
" Kenapa bisa gak tidur ? Apa pak Andre datang kerumah mu dan."
Pletakk!
" Auuuuu!!"
Okta meringis saat Ades melempar spidol tepat pada dahi yang tak tertutup poni.
" Mau ngomong apa kamu ? ."
" Ehehee!"
__ADS_1
Cengengesan Okta dan tiba-tiba menggaruk rambut yang sedikit keriting dan sudah pasti itu gerakan refleks dari tubuhnya.
" Emang kalian enggak ngerjain tugasnya?"
Bibir ku lagi-lagi berucap malas .
" Tugas apa woii?"
Indah datang dan menyela obrolan.
" Tugas pak Andre ! kau udah bikin?"
Okta menyahuti gadis yang berjalan dengan cepat.
" Satu soal lagi ! Pusing ini dari semalem."
" Astaga!".
Sambung Indah saat aku tersenyum dengan rambut berantakan.
" Korban Pr pak Andre."
" Turut prihatin ya Ngel!"
Kata indah miris.
" Ada apa ini? kenapa malaikat ku? ."
Suara panik datang dari bibir Dian yang datang paling akhir.
" Pr udah?"
Tanya Okta pada Dian.
" Ehehehe!"
Tawa Dian dengan deretan gigi terlihat sempurna dan pandangan semua menaruh curiga.
" Eeesssttt!! Tenang saudara-saudara aku sudah menyelesaikannya semua!"
Gaya Dian dengan tangan terentang sempurna dengan penuh bangga.
__ADS_1
" Liat dong! Satu nomor lagi gak bisa nih!"
Indah menarik paksa tas yang masih berada di punggung Dian.
" Buset dah!"
Kata Dian terkejut namun dia tak marah karena kita memang seperti ini. Saling menukar jawaban dan untungnya Dian adalah salah satu sahabat paling dermawan kerena hampir selalu menyelesaikan tugas dengan baik dari pada kita .
Jarum jam sudah berada di angka sembilan pelajaran tengah berlangsung dan aku dengan buku cetak di atas meja sengaja ku tata sedemikian rupa agar bisa mencuri waktu untuk bisa mengambil kesempatan walau hanya sebentar .
Tok tok tokkk
Ketukan pintu dari luar saat jam pelajaran berlangsung , petugas piket dari siswa kelas tujuh terdengar pelan.
" Permisi pak ada pesan dari ibu Izmi kak Angel untuk datang ke ruang BK setelah jam pelajaran pertama selesai."
Katanya dengan takut dan anggukan kepala pak Andre menjadi jawabannya.
" Terima kasih pak , permisi."
Ucapnya sebelum keluar dari kelas delapan B.
Pak Andre menatap ke arah ku dan saat nama ku disebut aku cepat menyadarkan nyawa yang hampir melayang karena kantuk luar biasa.
" Kau dengan Angel?"
Kata pa Andre yang mungkin sudah hafal bagaimana perangai ku.
" Iya pak!"
Jawab ku singkat yang sebenarnya sangat malas.
Okta , Ades juga Indah menatap heran kearah ku, mata mereka menyimpan penuh tanya kecuali Dian yang memang saat itu ada disana saat aku beradu mulut juga otot dengan Sindi. Tebakan ku mengarah kesana dan tidak mungkin jika ada masalah lain yang aku lupakan.
" Kamu bikin masalah apa?"
Bisik Indah begitu lirih .
" Ntar aku ceritain ."
Janji ku pada Indah dan ku jawab tatap mereka yang pasti ingin tau masalah apa yang sedang ku hadapi .
__ADS_1