
Aku kembali setelah pergi dengan tiba-tiba akal ku bermain saat ibu mengatakan mereka menghadiri sebuah acara ulang tahun saudara Ayah kedua ku , jujur saja ada rasa iri yang lagi-lagi menggerogoti perasaan ku yang entah kenapa ibu tak pernah menyadarinya atau memang berpura-pura tak menyadari sikap yang kerap berubah dari diri ku.
Ku parkir kan asal motor kesayangan ku dan sialnya Ayah datang bersamaan dengan ku. Aku tak perduli ! Tidak menengok apa lagi menyapanya lalu aku masuk dengan membawa serta kantung kresek yang sengaja ku tarus di atas meja.
Ku lihat Aulia masih belum meminum obatnya dan ibu terlihat sudah pasrah dengan anak bungsunya.
" Apa itu kak?"
Ibu bertanya dengan penasaran.
" Penyegar tenggorokan Bu ! Rasanya Angel sudah lama sekali tidak memakannya.
Aku berbicara tanpa menawari semua yang ada di sana . Termasuk Ayah yang baru datang beriringan dengan ku.
Biarlah ! Hari ini biar menjadi hari sial untuk adik kecil ku.
" Mas?"
Panggil ibu ku pada laki-laki yang menjadi suaminya.
" Ayahh!! Aulia tidak mau minum obat rasanya itu tidak enak Ayah!!"
Rengek gadis kecil itu pada Ayah nya .
Pemandangan yang cukup menyentil ingatan ku saat hal yang sama ku lontarkan pada Ayah sewaktu dulu.
__ADS_1
Hahh! Rasanya aku rindu pada laki-laki yang sudah lama tak ku lihat dan kini mereka sama-sama telah menjalin kehidupan yang berbeda dan memiliki buah hati dari masing-masing pasangan baru mereka , sama-sama menyandang status orang tua dari anak sambungnya.
Tak ku pikirkan lagi dan kini ku buka bungkus plastik dengan cairan berkeringat keluar dari bungkusnya.
Glekk
Ku perlihatkan bagaimana nikmatnya lelehan coklat dari ice krim bergagang yang sengaja ku nikmati dengan penuh rasa . Wajah Aulia seketika berbinar berharap aku mau berbagi dengannya .
" Kakak? Aulia mau!"
Katanya dan ibu menengok ke arah ku dengan nafas beratnya.
Aku menyadari arti nafas yang ibu hembuskan tapi aku mencoba tak menggubrisnya. Begitu juga Ayah sambung ku yang menatap ku tak suka.
" Kakaka?"
" Ini punya kakak! Bukan kah ibu sudah memberi mu ice krim lebih dari dua untuk mu kemari ? Lihatlah hidung mu saja sekarang penuh lendir Aulia!"
Aku berbicara seolah tengah memarahnya .
Hhuuuuaa!!!
Tangisnya anak kecil itu kembali meledak saat ku gigit coklat yang dingin dari ujung stik itu .
" Angel !! Jangan menggoda adik mu!"
__ADS_1
Ibu mulai tersulut saat aku sengaja memamerkan nikmatnya ice di tangan ku .
" Cepat minum obat mu Aulia nanti ayah belikan yang jauh lebih enak dari pada itu!"
Kata Dani Ayah kedua ku dengan suara tertahan seolah tengah menahan emosi.
" Tapi Yah !! Aulia mau yang seperti kakak! lihatlah ice krim kakak ada dua tapi kakak tidak mau membaginya untuk ku."
Rengek nya lagi dan aku menjulurkan lidah ku seolah aku sedang mengejeknya.
Hhuuuaaaa
" IBBUUU!!!!"
Teriak semakin kencang anak kecil itu dan aku berlari menuju kamar ku membawa serta ice yang masih terbungkus sempurna itu .
" Angel!!"
Ku lihat Ibu yang menatap ku sedikit tajam.
" Minum obat mu Aulia! Mintalah pada Ayah mu untuk membelikannya setelah kau sembuh ! Kau dengarkan kan tadi kau dijanjikan untuk di belikan ice krim yang lebih enak dari ini !"
Kata ku seakan tau tatapan apa yang sedang ibu berikan pada ku.
Tatapan yang meminta ku untuk tak lagi menggoda putri kecilnya dan bisa ku lihat juga tubuh Ayah kedua ku yang menegang menahan mulutnya agar tak mengeluarkan kata-kata yang mungkin akan menjadi bumerang untuk ku juga untuknya , dan sudah pasti ibu yang harus menasehati ku dengan durasi panjang.
__ADS_1
Hayo! Siapa disini yang suka ngeledekin adiknya seperti Angel? Atau malah kalian sendiri yang menjadi korban seperti Aulia dari keusilan kakaknya?