AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 13


__ADS_3

Suasana dalam kelas riuh seperti biasa , aku duduk bersandar dinding dengan permen bertangkai yang ku kulum sembari mengamati mereka yang tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Lima menit lagi guru akan masuk dan tentu saja semua sudah berada didalam kelas walau masih dengan kebisingan yang luar biasa.


" Gimana kemaren?"


Tanya Indah menggoda ku .


" Iya nih enggak cerita lagi . Eh kalian jadian ya?"


" Wahh! Malaikat jadian sama siapa ?"


Kata Dian memasang telinga lebar-lebar.


" Makanya kemaren ikut ketinggalan berita kan!"


Mulut Ades berucap dengan bibir yang di buat manyun duduk di kursi yang berdekatan dengan meja mereka.


" Ayolah Angel! cerita dong penasaran nih kita."


Paksa Indah yang tak sabar pada ku dengan kejadian sepulang dari rumahnya yang di antar oleh laki-laki bernama Rio , kakak kelas mereka yang jelas tidak ada yang tidak mengenalnya.


" Iya iya aku ceritain."


" Jadi gini."


Aku mulai bersuara dan dengan sikap siap mereka siap mendengar cerita ku.


" Ekkhhemm ! selamat pagi anak-anak ?"


" Yahhhh!!"


Desah mereka saat guru masuk dan menghentikan ku untuk menceritakan bagaimana hari itu.


" Bukan aku yang tak mau cerita ya?"

__ADS_1


Bibir ku melengkung sempurna sembari mengangkat kedua tangan batas dada dan dengan cepat mematahkan gagang lolipop dan menyembunyikan permen bulat itu kedalam mulut ku .


" Ganggu aja ni bapak bapak!"


Bibir Ades maju dua Senti melebihi bibir ikan lohan.


" Setelah jam istirahat kamu harus menceritakan semuanya Angel! kita tidak mau tau!".


Desak Okta lalu semua duduk dengan rapih dan kita memulai pelajaran pertama di hari Senin setelah berpanas-panas saat upacara bendera berlangsung.


Satu jam setengah sudah terlewatkan apada akhirnya bel sekolah berbunyi tanda pelajaran oetama telah usai, tanpa memberi aba-aba segerombolan orang yang sedari tadi mengintai ku duduk dengan menggeser cepat kursi agar kita semakin dekat setelah guru keluar dari kelas.


" Busett!! Aku bukan tahanan loh ya!"


Ucap ku saat mereka sudah duduk memutari meja dan tanpa menyuruh ku untuk sejenak mengisi perut .


" Udah buruan ceritain dulu Napa! Gimana kemarin?"


Kata Okta dengan binar mata yang terlihat jelas.


Sepuluh menit aku menceritakan perjalanan dari rumah Indah menuju rumah ku , dan berakhir pada gang yang akan membawa ku pada sebuah rumah dengan pohon jambu rindang .


Suara Ades laki-laki yang hobi ngerumpi bareng kita.


" Apa kata ibu sama Ayah kalau mereka ta aku diantar laki-laki hah!"


Aku berbicara dengan mata dibuat melotot.


Padahal aku sedikit merasa kecewa saat tiba dirumah tak ku dapati mereka disana dan pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu.


" Iya juga ya ! apa kata mereka nanti."


" Udah ya guys aku laper nih kita ngantin dulu yuk?"


Ajak ku bangkit dari kursi dan.

__ADS_1


Bbrrakkk


" Mana Angel?"


Suara pintu kayu yang di gebrak dari arah luar sontak membuat ku dan teman-teman berdiri dan menoleh kearah sumber suara.


" Oh ini ya yang suka ngerebut gebetan orang? Kalian hati-hati ya sama dia pacar kalian bisa diembat sama dia."


Bibir Sindi berkata dengan lantang dan.


Pletakk!


Ku lempar kotak pensil kearahnya dan seketika bibir tipis itu terdiam karena terkejut.


" Sorry!! Tapi maaf ya sebelumnya disini aku yang ngerebut atau kamu yang gak menarik?"


Serang ku tak terima dengan kata yang di lontarkan wanita dengan bedak bayi yang terlihat seperti gula halus di atas donat .


" Jangan ya mulut mu! Jelas-jelas kemarin kita mau jalan tapi gara-gara kamu Rio ngebatalin semuanya ! Dasar malaikat maut!"


Sindi terus menerobos dengan melontarkan kata yang menggelitik perasaannya.


" Ohhh malaikat maut! kamu ma tau bagaimana malaikat mau bekerja hmm?"


Aku tak mau kalah menggeser kursi yang diduduki Ades lalu be jalan kearah gadis itu.


" Ngel ? udah lah gak usah diurusin nenek lampir kayak dia capek capekin badan aja tau gak sih!."


Kata Dian yang menahan pergelangan tangan ku.


Ku tatap satu persatu wajah sahabat ku yang terlihat begitu tegang lalu ku hela nafas pendek dan kembali menatap Sindi yang diam tak bergeming , sudah bisa ku pastikan dia tengah menyembunyikan rasa waspada meskipun kedua tangan yang berkecak pinggang seperti menantang saat lirikan ku lebih tajam dari pada sebelumnya.


" Ngantin yuk , aku laper dari pada entar aku makan orang mending kita makan siomay."


Ucap ku dan waja tegang mereka berubah dengan seketika

__ADS_1


_____


Hayo siapa yang dulunya suka dibilang ngerebut gebetan orang? Hayo ngaku ! 🀭


__ADS_2