
Cuitan terdengar merdu dari atas pohon jambu yang beberapa bunganya mulai menjadi buah-buah kecil . Anak burung bergerombolan hinggap dengan membunyikan paruhnya , udara pagi disambut hangat bersama mentari pagi yang menyembul dari ufuk timur suara benda-benda dapur juga sudah terdengar bersama aroma khas masakan yang sudah pasti ibu yang mengolahnya.
Suara gaduh tiba-tiba terdengar setelah deru mesin mobil berhenti tepat didepan pekarangan rumah ku.
" Nenek ?"
panggil histeris Aulia saat wanita dengan rambut hampir memutih semua datang dan membawa beberapa barang di tangannya.
" Halo cucu nenek ? walah kamu tambah cantik nduk."
Kata nenek yang terdengar di gendang telinga ku.
Tebakan ku benar ! Hari libur di Minggu terakhir pada ujung bulan nenek selalu datang berkunjung menemui anak cucunya. Bedanya sekarang anak kecil yang dulu sering disapa terlebih dahulu kini hanya menjadi patung yang dapat bergerak.
Aku seolah tak terlihat dan setelah beberapa menit barulah menyadari jika aku tak ada di ruang tamu bergabung bersama mereka saat oleh-oleh sudah berada dalam pelukan gadis itu.
" Dimana Angel ? ibu tidak melihatnya!"
Tanya nenek Retno pada Riska.
" Ada didalam kamar Bu mungkin ada pekerjaan rumah yang belum diselesaikan !"
kata ibu menjawab nenek.
" sepagi ini? ini masih jam 8 pagi ka? ".
" Iya Bu , Angel sekarang lebih suka didalam kamar ! mungkin agar tidak diganggu adiknya.".Jawaban ibu yang terdengar santai tapi terasa menusuk dalam batinku.
Aku duduk di depan pintu yang sengaja ketutup rapat , hanay suara canda yang kudengar dari semua orang yang ada disana termasuk Dani ! Ayah kedua ku.
__ADS_1
Aneh bukan saat aku sebagai anaknya todak pernah ada pertanyaan mengenai kanapa aku lebih suka menghabiskan waktu untuk mengurung diri! menurut ku apa hanya orang tua ku atau memang mereka yang sudah tak perduli ?.
" Halo? Oh ok tunggu ya!"
Ucap ku saat ponsel ku menyala terang dan menggeser layar itu hingga suaraku terdengar melalui telfon singkat.
'' Jangan bersedih Angel! kau masih punya para sahabat mu bukan!"
Ucap ku lalu menyambar jaket kulit juga sweater yang ku gunakan kemarin.
Ceklekk.
pintu kamar ku terbuka dan semua pandangan tertuju pada ku.
" Eh ada nenek ! dimana kakek?".
Tanya ku basa-basi degan bibir yang kutarik keatas hingga lekukan pipi terlihat manis.
Tanya nenek Retno menyadari pakaian ku yang sudah rapih.
" mau ngerjain tugas nek , itu Angel sudah di tunggu !".
Kata ku beralasan sebuah tugas yang paling ampuh .
" Tidak sarapan dulu kak?".
Kini ibu ikut menyahut.
" Tidak usah Bu , nanti Angel beli saja diluar tidak enak sama merek."
__ADS_1
" Ya sudah hati-hati . Eh Angel? tunggu sebentar!".
Kata ibu berbalik menuju kamarnya entah apa yang ia cari .
" mau kemana pagi-pagi begini Ngel?"
Suara Ayah yang keluar bersama ibu.
" Mau kerjain tugas di warnet ."
Kata ku singkat dan.
Oh ! ibu masuk untuk memanggil suaminya agar melihat ku atau untuk sekedar berbasa-basi sepagi ini.
" jangan pulang terlalu sore ."
Kata Ayah sembari menyodorkan uang lembaran untuk ku.
Aku bingung apa maksud ibu saat kembali kedalam kamar dan mengeluarkan laki-laki gagahnya untuk menasihati ku saat tiba-tiba menyodorkan uang cukup banyak untuk ku. Tapi ya ! Aku terima dengan suka rela lumayan untuk membeli makanan pinggir jalan nantinya bersama mereka .
" Terima kasih yah."
Kata ku menyambut dengan senang dan pergi meninggalkan rumah bersama Indah yang udah menunggu di bawah pohon jambu.
" Kuy lah ! kita mampir beli makana dulu ya!"
Ucap ku dengan suara gembira.
**Hai para reader !
__ADS_1
Pesan ku untuk para pembaca, tetaplah jaga komunikasi dalam keluarga jangan sampai perpecahan antara keluarga terjadi hingga semua terasa menjadi asing.
Tidak ada yang salah memiliki ayah kedua, mungkin kita yang belum bisa menerima atau mereka yang tidak bisa mengambil rasa**.