AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 37


__ADS_3

Ku bawa tas dari dalam kelas menyeretnya paksa setelah cukup lelah berlatih bersama mereka yang ikut dalam acara bulan bahasa. Rasa kesal itu semakin menjadi saat nenek sihir yang duduk dengan mengamati semua pergerakan ku. Dia ikut serta acara itu? Tidak! Dia hanya ingin melihat bagaimana pria pujaannya di ruang aula yang tengah memasang keperluan didalamnya. Anggota OSIS memang begitu bukan? Ikut berpartisipasi serta membantu seluruh rangkaian acara , apa lagi disana ada aku yang mungkin siap diterkam saat tak sengaja bersebelahan dengan pangeran impiannya , dan sayangnya aku tidak memperdulikan dia.


" Suara jelek begitu saja sudah besar kepala! Kamu itu tidak berbakat tapi kamu hanya beruntung terpilih untuk bernyanyi di acara ini!".


Komentar Sindi saat aku telah menyelesaikan gladi kotor.


Aku diam? Oh jelas tidak! Aku melawan menyombongkan suara yang dia bilang hanya sebuah keberuntungan.


" Heh nenek sihir! Lebih baik aku yang beruntung bisa ikut serta memeriahkan acara sekolah. Dari pada kamu cuma sibuk ngomentarin keberuntungan orang! Gak ada kerjaan kamu? Kalau emang enggak ada sini bantu-bantu nyapu kan lumayan dari pada ngebeo terus!".


Begitu kata ku dan gadis dengan gula halus di wajahnya yang terdiam sembari menghentak-hentakkan kakinya.


Kembali diwaktu sekarang motor biru kesayangan melaju dengan cepat , membelah jalan raya yang sudah begitu sepi dari anak sekolah yang memang kini jam sudah berada hampir di angka tiga .


" Hhooaammm!"


Aku menguap dan masih berkendara, aku berandai ingin rasanya aku memiliki pintu ajaib seperti Doraemon yang mampu membawa ku langsung menuju kamar dan merebahkan tubuh ku yang cukup lelah.


Ku perdalam pedal gas hingga jarum pada kilo meter naik hingga angka 90 . Angin kencang meniup seluruh tubuhnya menabrak tak sabar dan ini membuat ku bersemangat dan.


Tttiiinnnnn!!

__ADS_1


Nyaring ku bunyikan klakson saat satu buah motor menghalangi jalan ku.


" Woooyyyy!! Pelan-pelan kalau bawa motor!"


" Bodo amat!"


Ucap ku membalas dan wusss! Aku menghilang dengan cepat .


Berbelok pada hang menuju rumah dan aku melambatkan si biru .


Ceklekk


Standar motor ku turunkan lalu melangkah begitu dia terparkir dan ku gapai satu buah jambu yang hampir memerah dan segera ku lempar lagi karena cukup asam rasanya.


" Kak? Ibu baru saja akan menyusul! Dari mana saja kamu? Apa ada masalah? Kenapa pulang selambat ini?"


Pertanyaan terpanjang yang ibu tanyakan kepada ku.


" Maaf Bu tapi Angel harus berlatih untuk Minggu depan."


Kata ku berbicara lembut tau bagaimana khawatir itu dan itu jelas terlihat dari lekuk wajah yang ibu tampilkan.

__ADS_1


" Kenapa tidak memberi tahu dulu kak? ".


" Maaf Bu , ini dadakan Bu Izmi tiba-tiba datang ke kelas dan membawa Angel menuju Aula sampai jam setengah tiga."


" Kau kan ada ponsel kenapa tidak menelfon ibu?"


" Itu? Hehehe!"


Aku cengengesan dan merogoh benda pipih yang dimaksud ibu.


" Batere habis . Maaf Bu."


Aku sungguh menyesal kenapa bisa aku lupa meng charge handphone ku sendiri.


Aku melangkah masuk , merebahkan sejenak tubuh di atas ranjang dan menikmati ocehan ibu yang begitu terdengar merdu dan itu membuat ku tersenyum.


Aku tidak marah ! Justruh aku senang ibu kembali seperti dulu, berbicara panjang hanya karena aku main terlalu lama di rumah tetangga bersama teman laki-laki ku yang sekarang sudah berpindah kota dan kita tak pernah lagi bertemu sampai sekarang.


Aku memejamkan mata sejenak lalu tersadar jika tubuh ku masih begitu lengket dan harus segera membilasnya .


" Tunggulah aku wahai bantal dan guling! Aku akan segera memeluk mu!".

__ADS_1


Bibir ku bersuara penuh drama seolah ini begitu menyedihkan.


__ADS_2