AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Draft


__ADS_3

" Maaaaaangggg!!!"


Teriak ku cukup kencang saat laki-laki cenderung kurus itu tengah mendorong gerbang sekolah.


" Neng Angel yang cantik! Bisa dilihat ini jam berapa?"


Katanya sembari mengetuk-ngetuk pergelangan tangannya.


" Mamang kan tidak punya jam tangan jadi Angel tidak bisa melihatnya!".


Kata ku sembari berkedip lucu.


Ttiiinnnn


Klakson cukup nyaring datang dari arah belakang.


" Lohh! Kalain kok bisa terlambat bareng-bareng?"


" Tumben terlambat kak!"


Kata ku bertanya pada laki-laki yang baru kalain ini ku lihat dia terlambat.


" Kesiangan Ngel! Mang ayolah bukain gerbangnya masih ada satu menit kan!"


Kata Rio dengan cepat .


" Makasih mang Ujang!"


" Lain kali jangan pagi-pagi dateng nya ya ! Terutama buat neng Angel ni!"


Katanya dengan wajah dibuat galak memberi saran , ya sebuah saran yang sebenarnya menyinggung waktu .


Ttteeettttt

__ADS_1


Bel terdegar setelah standar motor berhasil ku turunkan , lalu kaki ku melesat cepat tanpa menunggu Rio yang masih berada di atas motornya.


" Kak? Angel duluan ya udah telat!"


" iya!".


Jawabnya tapi aku sudah tak bisa menunggu suara itu terdengar.


Huh hah huh hah!


nafas ku naik turun duduk dengan rambut cukup berantakan.


" Abis dari mana kamu?"


Tanya Dian dengan mata menatap aneh.


" Abis nganterin Aulia dulu jadi telat deh!"


Jawab ku.


Indah ikut menggoda ku.


Dua menit setelah kita saling melempar candaan suara langkah terdengar dari arah luar suara khas sepatu berhak yang menapak cukup berat , dari suara langkah itu aku sedikit bisa menyimpulkan kira-kira siapa yang punya langkah seperti itu.


" Angel?"


Deg


jantung ku bersorak berebut siapa yang paling keras dan itu membuat bulir keringan di kening ku meluncur.


" Ya Bu?"


Aku menjawab sedikit cemas ,dan benar dugaan ku ibu Izmi datang untuk mencari ku.

__ADS_1


Aku tidak tau kesalahan apa yang sudah ku perbuat! Masalah perkelahian kemarin rasanya tidak ada yang tahu kecuali mereka keempat sahabat ku juga dua dayang yang mengiringi nenek sihir itu.


Ah iya ! Atau jangan-jangan mang Ujang? Tapi aku rasa bukan! Tapi siapa? Sindi pun rasanya bukan!.


" Ikut ibu keruang Aula kita akan melakukan latihan sebelum bulan bahasa digelar .


Huuhhh!!!


Aku menghela nafas ku dalam-dalam seakan ada air es yang mengguyur di atas kepala ku. Pikiran yang menjerumus pada sebuah hukuman ternyata itu hanya ketakutan ku saja karena aku kerap di panggil beliau jika untuk sebuah hukuman dan sanksi.


" Kamu gapapa kan Ngel?".


Raut wajah Ades saat melihat wajah ku yang sudah memerah.


" Aku tidak apa-apa , kalian tenang saja ya! Tapi aku hanya sedikit takut kalau kejadian kemarin ada yang melapor."


Aku berbicara setengah berbisik lalu beranjak dari kursi ku dan melangkah mengikuti langkah wanita dengan seragam guru bewarna coklat.


" Yang lain harap diam dan tunggu guru masuk kelas , kalian mengerti?"


Ibu Izmi memberi perintah dan semua mengangguk patuh.


Aku berjalan sembari menunduk , meremas kedua telapak tangan yang ku jadikan mainan. Aku berpikir kenapa harus ibu Izmi yang memanggil ku? Kenapa tidak ketua OSIS atau perangkat lainnya! Dan kemana perginya mereka semua sehingga ibu Izmi yang harus berjalan jauh menuju kelas ku. Aku melamun, salah! Aku berbicara pada diri sendiri hingga kaki ku menyandung sesuatu .


Bruukk


" Aauuu!".Desis ku saat tak sengaja ku tabrak punggung guru yang sedari tadi ku pikirkan.


" Kamu ini kenapa Angel? Apa sedang tidak enak badan! ."


Kata wanita itu setelah punggungnya ku tabrak tanpa sengaja .


" Eemmm maaf Bu ! Angel terlalu bersemangat jadi tidak memperhatikan sekeliling."

__ADS_1


Alasan ku yang sebenarnya bukan itu jawabannya.


__ADS_2