AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 17


__ADS_3

Aku menguap tubuh ku menggeliat dan mata ku terbuka saat bunyi perut mengusik kenyamanan tidur ku. Aku meraba ponsel yang tergeletak di atas ranjang tertera angka kosong satu dua lima pada layar yang menyala.


" Lapar sekali!".


Gumam ku lirih lalu mengusap perut yang sedari tadi keroncongan.


Aku berjalan gontai baju tertidur setelah puas menumpahkan air mata dan kini baju yang ku pakai masih sama berarti aku tak sempat mengganti pakaian ku.


Apa ibu menengok ku? Apa ibu mengetuk pintu kamar ku ?dan . Apa ibu menghawatikan kondisi ku?.


Pertanyaan itu muncul dari dalam otaknya sembari melangkah keluar kamar setelah mengganti pakaian tanpa membilas tubuh. Mana mungkin aku berani mandi tengah malam begini yang ada aku akan menggigil dan tubuh ku akan demam.


Ku lihat makanan yang ada di atas meja sebuah piring berisi sambal yang sudah menyatu dengan daging yang mungkin itu adalah jatah ku. Aku tak berpikir panjang lalu mengambil nasi dalam rice cooker dan membawanya menuju kamar . Bukan takut ketahuan tapi aku takut mengganggu tidur semua makhluk yang ada dalam rumah ini.


Glek glek glekk .


Tiga teguk air dalam gelas menjadi pelancar jalan makanan yang berada di tenggorokan ku , lalu ku kembalikan menuju dapur dan mencucinya dengan pelan .


" Angel?"


" Oh jantung ku !".


Teriak ku sedikit kencang saat ibu tiba-tiba datang dan itu membuat ku sangat terkejut.


" Sedang apa malam-malam begini di dapur?".

__ADS_1


Tanya ibu yang mungkin sudah tau apa keperluan ku tapi memilih topik ini agar pembicaraan kita semakin panjang.


" Aku makan Bu."


Jawab ku singkat dan ku dengar nafas ibu sedikit berat .


" Kak?"


Panggil ibu pada ku tapi aku tak ingin menjawab.


" Angelina ?".


Lagi! Ibu memanggil ku dan aku berhenti saat nama ku di ucapkan dengan penuh.


" Maafkan ayah mu tadi siang ya! Ayah tidak bermaksud untuk berkata begitu mungkin ayah sedang banyak pikiran jadi terbawa suasana saat berbicara."


Aku menoleh dan menatap wajah ibu tanpa berkedip.


" Apa hanya orang tua yang bisa dimaklumi jika sedang banyak pikiran atau sedang lelah Bu? Dan apa hanya orang tua yang bisa melakukan apapun sesuka mereka tanpa memikirkan perasaan kita yang lebih muda ?"


" Buka begitu Angel."


" Sudah Bu Angel lelah mau istirahat dulu besok harus pergi ke sekolah."


Aku menjawab cepat sebelum ibu menyelesaikan kalimatnya , Kalimat yang terdengar agar aku bisa mengalah dan memahami semua keadaan mereka sebagai orang yang memiliki umur lebih banyak dari pada aku.

__ADS_1


Aku masuk kembali dan menutup dengan gerakan cepat tanpa menoleh lagi kearah ibu yang entah masih berada disana atau sudah pergi begitu aku berkata demikian.


Ku hempasan kan lagi tubuh yang sebenarnya sudah tak memiliki kantuk di atas tempat tidur dan memilih untuk menyelesaikan tugas yang belum sempat ku kerjakan sore tadi.


" Kau berbeda nak dari biasanya!"


Kata Riska lalu masuk kembali ke kamar setelah cangkir terisi penuh air yang diminta sang buah hati setelah berbincang sedikit namaun berujung pada penolakan halus dari anak pertamanya.


Aulia kini tengah merengek karena tubuh yang sedikit tak enak , tubuhnya panas sedari sore dan sekarang Riska juga Dani bergantian menjaga sang buah hati.


" Sayang? Ini minum dulu ! ."


Kata Riska menyuapkan cangkir dengan air dingin pada Aulia dan menatap wajah Dani yang tertidur pulas setelah terjaga dan kini terlelap begitu nyenyak.


" Sudah Bu."


Kata Aulia lirih dan merebahkan kepalanya di atas pangkuan Riska.


Riska mengusap lembut rambut halus milik Aulia , kembali teringat dengan masa lalu dimana Angel merasakan hal yang sama.


" Apa Ibu terlalu mendiamkan mu sayang? Apa kurang perhatian Ibu yang selalu ibu berikan untuk mu hmm?. "


Batin Riska berucap saat bayangan seklebat datang dari raut wajah anak gadis yang baru saja berbicara begitu singkat dengan dirinya.


" **Kadang kita sebagai orang tua merasa sudah cukup memberi perhatian namun yang sebenarnya dibutuhkan adalah sentuhan yang terkesan lebih menenangkan."

__ADS_1


Salam sayang πŸ’Œ semoga harimu menyenangkan πŸ₯°**


__ADS_2