
Malam menyapa bumi aku sibuk dengan buku-buku yang harus ku bawa esok pagi menuju rumah sekolah dimana aku menuntut ilmu, ilmu yang sebagian waktunya ku gunakan untuk bermalas-malasan juga waktu yang akhir-akhir ini kerap membawa ku menuju ruang BK yang terletak pada ujung gedung yang bersebelahan dengan perpustakaan dimana tumpukan buku terpajang rapih dan sepertinya aku akan berkunjung kesana lagi , namun bukan untuk meminjam buku melainkan bertemu Ibu Izmi selaku guru BK karena salah satu buku yang ku pinjam lagi-lagi lenyap entah kemana.
" Ayolah Angel ! Dimana kau meletakkan buku itu!."
Aku terus membongkar tas dan mengeluarkan seluruh isi didalamnya tapi kenyataan tetap tak berpihak kepada ku.
Aku mendengkus setelah hampir 30 menit mencari dari atas hingga bawah tumpukan buku di atas meja belajar hingga tempat tempat yang mungkin bisa menyembunyikan buku itu sudah ku geledah namun tak juga ku temukan.
" Hah! Aku rasa besok harus bertemu dengan Bu Izmi lagi . Apa kau sangat menyukai wanita itu Angel? bahkan dalam mingu ini kau sudah menemuinya dua kali!."
Aku terus mencoba bertanya pada diri sendiri dan berharap memory dalam otak ku bisa memutar ulang dimana terakhir aku meletakkan buku yang ku pinjam waktu itu.
Aku duduk di tepi ranjang menggeser layar ponsel dan mendeal nomor di dalam kontak ku.
" Halo ?".
__ADS_1
Sapa gadis di sebrang sana.
" Halo in! Kamu ada pinjam buku pantun perpus ku tidak?".
Aku menyakanya pada indah namun jawabannya membuat ku lebih khawatir.
" Ok lah ! thank's ya?".
Sambungan telepon terputus dan ku tekan lagi nama dan dengan hasil yang sama.
Aku berjalan kesana-kemari mengitari ranjang seperti induk ayam yang akan bertelur dan mencari tempat ternyaman untuk ditempatinya.
Aku menjatuhkan tubuh ku di atas ranjang bersebelahan dengan buku yang masih tercecer karena aku menumpahkan nya dengan asal. Aku tak berpikir lagi tentang masalah buku pantun yang menghilang dan ya , mungkin sekarang harus ku siapkan telinga juga perasaan untuk berhadapan dengan wanita yang sudah pasti akan memberi wejangan begitu banyak kepada ku.
Aku kembali terduduk membereskan buku dan.
__ADS_1
" Ah iya ! waktu itu tas ku terbuka dan."
" Aaiiisss!! Pasti terjatuh dijalan aduh bagaimana ini? hah tidak yakin jika masih ada di jalan !"
Aku pasrah sekarang , dan kalian tau saat kita benar-benar memikirkan sesuatu tentang letak kita tidak akan menemukannya tapi jika kita tak mengingatnya maka otak kita akan cepat menemukan jawabannya.
Aku rasa bukan cuma perasaan yang tidak suka di paksa ! Otak ku juga tak ingin di tekan dan dia akan mencari memory itu dengan sendirinya.
Apa kalian sama dengan ku? Apa itu hanya terjadi pada ku!
Aku menguap lalu merebahkan tubuh lelah ku dengan sembarang , rasanya tempat ternyaman adalah tempat yang sedikit berserakan. Aku tidur tanpa merapihkan suku selimut juga guling yang entah sudah seperti apa susunannya yang jelas tubuh ku sudah nyaman dan itu tak bisa ku ganggu karena jika aku menggeser sedikit saja makan kenyamanan itu akan menghilang entah kemana.
Mata ku mulai terpejam detik jarum pada jam di atas meja belajar menjadi nyanyian merdu di waktu malam , Derik jangkrik samar-samar bisa ku dengar membuat ku semakin nikmat menuju alam bawah sadar ku.
" Selamat malam semua ! nikmat waktu istirahat bmu dengan baik maka kesehatan mu akan baik pula."
__ADS_1