AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 26


__ADS_3

Pagi telah datang rutinitas yang biasa ku lakukan sebelum pergi menuju sekolah , jam di yang menempel pada dinding ruang tamu sudah berada di angka tujuh tapi aku masih tenang sembari mengunyah suapan terakhir dalam sendok ku.


" Sudah jam tujuh kak! Apa tidak terlambat nanti?"


Ibu bertanya seolah tak pernah tau di jam berapa aku akan pergi meninggalkan rumah.


"Sebentar lagi Bu !".


Aku berucap lalu membawa piring kotor dan membasuhnya terlebih dahulu.


Kupakai sepatu hitam dengan kaus kaki putih batas betis motor biru kesayangan ku sudah terparkir dan menyala sejak sepuluh menit yang lalu dengan suara sangat kecil sekedar untuk menghangatkan mesin yang ku biarkan dingin sejak semalam.


" Angel berangkat Bu!".


Pamit ku bersamaan dengan laki-laki yang keluar dari pintu kamar ibu.


Motor melaju tak santai beradu kecepatan dengan angka yang tertera pada jam dari dalam ponsel ku , jarum pada angkat yang terdapat di atas motor terus naik tak sedikit pun menurun terkecuali pada tikungan yang ku lalui. Jalanan sudah nampak sepi hanya beberapa siswa yang mungkin sama bengalnya dengan diri ku dan saat itu juga malaikat dengan sayap hitam seperti yang mereka katakan siap bermain.


Ku tarik pedal gas semakin dalam menyamakan dengan satu kendaraan yang berada paling belakang dari dua kendaraan yang lain.


" Ok Angel! Ayo kita sedikit bermain dengan aspal pagi ini!".


Ucap ku degan semangat rambut yang ku masukan kedalam Hoodie dengan kupluk yang menutup bagian atas kepala ku mengembung sempurna akibat banyaknya angin yang menerobos tak sabar kearah ku.


" Mangg!!!"


Teriak ku nyaring saat security sekolah tengah mendorong gerbang dan mungkin jika aku telat satu menit saja maka aku tak bisa mengikuti pelajaran pertama ku.


" Hai mang Ujang ?"


Aku menyapa ramah dengan bibir tersenyum lebar tanpa merasa bersalah mengenai waktu yang sudah di tetapkan dari pihak sekolah.


"Neng Angel ! Lagi lomba sama Komeng ya?"


Kata mang Ujang lagi-lagi menyindir lalu mendorong lebih lebar gerbang untuk ku.


" Gapapa kali mang yang penting kan enggak telat! Makasih ya mang nanti jam istirahat satu mangkuk bakso dateng ke pos ya!"


Aku berbicara lalu melesat menuju area parkir yang sudah penuh sesak d Ngan kendaraan yang lain.

__ADS_1


Standar ku turunkan lalu kaki ku melangkah lebar dengan gaya yang tak seindah nama ku. Rok biru sebatas lutut membuat langkah ku semakin mudah saat melewati dinding koridor setinggi lutut tanpa harus berputar terlebih dahulu karena si biru terparkir tidak berada pada tempat yang biasanya.


" Pagi semua?"


Aku menyapa semua yang berada di dalam kelas, lalu meletakkan tas dengan gerakan sedikit lembut.


" Hai malaikat? Anak kesayangan mang Ujang akhirnya dateng juga!"


Kata Indah dengan bibir melengkung.


" Telat satu menit , brass !! Aku enggak ikut pelajaran metematika."


Aku berbicara dengan tangan mengudara tepat di depan dada ku dengan penuh ekspresi dan saat itu juga guru masuk sembari membawa tas yang tentu berisi buku dengan materi yang siap menjejal otak ku pagi ini ralat kita semua yang berada di dalam kelas.


" Selamat pagi anak-anak?"


Sapa wanita dengan wajah cukup garang lalu duduk setelah buku di tangannya berpindah ke atas meja dengan taplak serta vas bunga plastik di ujung kanan.


Pelajaran di mulai dan semua nampak fokus dengan apa yang telah dijelaskan tapi tidak menutup kemungkinan delapan dari sepuluh orang hanya diam memperhatikan tanpa menyalin semua di memory kepala masing-masing.


Aku duduk sembari mengukir angka dalam kertas dan menghitung jumlah yang sudah benar-benar kurasa benar ! Aku tidak menyukai matematika tapi aku juga tidak membencinya jadi aku mengerjakan sesuatu sesuai kemampuan ku , jika benar maka itu keberuntungan dan jika salah aku hanya kurang beruntung tapi dua tahun duduk di sekolah menengah pertama nilai ku tidak terlalu buruk dan masih melebihi angka minimun dari sekolah.


Terdengar bel tiga kali menandakan mata pelajaran pertama telah usai dan ini menjadi momen menyenangkan untuk kita semua.


Hiruk pikuk kelas seketika terdengar beradu dengan teriakan guru yang duduk sembari memberi perintah.


" Baiklah waktu sudah habis kumpulan semua tugas hari ini."


" Yahhh Bu ini belum selesai !"


" Iya Bu aku masih mengerjakan sampai nomor tiga!"


Teriak beberapa murid memprotes meminta keringanan.


" Tidak masalah! kumpulan saja sekarang juga sudah atau belum ibu tidak mau tau!".


Kekeh guru dan akhirnya kita mengalah dan mengumpulkannya berebut menduduki tumpukan paling bawah aga tak terperiksa lebih dahulu.


" Kita makan apa?"

__ADS_1


Tanya Dian dengan cepat.


" Bakso! kita makan bareng mang Ujang!"


Aku menyela sebelum mereka berbicara.


" Nyogok ya!"


Tuduh Ades laki-laki dengan karakter bak seorang wanita yang bergabung bersama kita .


" Makan dimana ?".


Okta bertanya dan dengan girang Dian memberi ide.


" Ok ! ayo keburu abis tu bakso."


Aku berjalan dengan langkah tak begitu lebar , tawa ku menjalar saat indah menceritakan lelucon untuk ku.


Ades Dian dan Okta berjalan beriringan di belakang ku dan indah.


" Eh ada malaikat sayap hitam! Awas kalian hati-hati ya sayapnya bisa Pakkk! Melukai kalian semua!"


Lagi-lagi bibir gadis degan bedak bayi yang membalut wajahnya berbicara dengan sangat berekspresi.


" Kamu tidak apa-apa?"


Tanya Okta memastikan keadaan ku.


Ya ! Aku diam berusaha tak menanggapi nenek lampir yang selalu membuat masalah dengan ku ,tangan ku terkepal berusaha untuk tetap tenang.


"Tunggu di pos aja gi , makanan mu biar kita yang bawain!"


Dian memberi saran yang di terima naik oleh sahabat ku.


" Iya Ngel! Liat tu nenek lampir semakin merajalela."


Ades ikut geram dengan tingkah manusia bak ulat yang sedang berjalan.


" Udah aku gapapa kok! biarin aja tu lampir mau ngomong apa!"

__ADS_1


Aku meyakinkan sahabat ku dan tidak mungkin juga aku harus menghindar toh aku tidak bersalah dan tidak punya salah dengannya , hanya karena iri dengan ku membuatnya terus berkoar kepanasan karena lagi-lagi cinta yang bertepuk sebelah tangan tengah di rasakan.


__ADS_2