AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 40


__ADS_3

Pagi membangunkan ku , aku menggeliat kecil lalu mengucek kedua mata agar tak begitu lengket harapan ku.


Hhoooaammm


Menguap lebar dan sejenak bermalas-malasan sembari mengumpulkan sisa nyawa yang tercecer di atas ranjang.


Ku raih handuk yang tergantung lalu membawanya menuju kamar mandi dan aku mulai membersihkan tubuh ku menggunakan air dingin yang menusuk tulang ku.


" Hhhheee !!! Dingin sekali!!!"


Aku menggigil setelah menyelesaikan mandi ku.


Aku meringkuk sejenak didalam selimut menghangatkan ujung kaki juga tangan yang berwarna ungu pada kuku karena kedinginan.


Beberapa saat setelah itu kini aku siap dengan seragam sekolah , jaket kesayangan sudah ku pakai dan kini rambut ku sedikit di beri hiasan berupa jepit pemberian ibu.


" Pagi kakak!"


Sapaan pertama dari bibir Aulia yang sudah duduk sembari mengayunkan kakinya di bawah meja.


" Pagi cil!".


Aku menjawab lalu ikut duduk bersebelahan dengannya.


" Lia ingat? Hari ini tidak boleh mengganggu kakak untuk berangkat sekolah ya!"


Pesan ibu sembari menyodorkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi di atasnya.


" Kenapa sih Lia tidak boleh berangkat dengan kakak?"

__ADS_1


" Hei anak kecil! Arah sekolah kita itu berbeda , lain kali kakak akan mengantar mu tapi kalau kakak libur!"


Aku sedikit menjelaskan dengan gaya bicara ku, dan dengan polos Aulia mengangguk.


" Tunggu kakak libur sekolah ya?"


Tanya Lia kepada ku.


" Tapi kapan kakak libur? Bukannya kalau kakak libur Lia juga ikut libur ya?"


Tanya Aulia sedikit bingung.


" Berarti Lia harus sekolah di waktu libur biar kakak bisa mengantar mu."


Ahahaha! Aku tertawa melihat gelagat gadis kecil itu yang nampak mencerna ucapan ku.


" Hah? Lia tidak mau ! Tidak ada orang disana kak , Lia tidak mau sekolah dengan ayam!"


" Iya ! Kata ibu guru kalau kita libur , giliran ayam atau kucing yang sekolah. Masa Lia harus sekolah dengan mereka!!".


Ahahahaa


Aku kembali tertawa dan ku dengar ibu ikut terkikik saat celoteh Aulia menggema di seluruh ruang meja makan.


Waktu dipersingkat aku sudah berada di halaman rumah dan seperti biasa biru kesayangan sudah ku nyalakan sebelum ku bawa dia membelah jalan menuju rumah sekolah katanya.


" Bu ? Berangkat dulu ya!"


Aku sedikit berteriak dan ibu mengangguk lalu kembali masuk menyiapkan si kecil untuk segera diantar pulang oleh sang Ayah.

__ADS_1


Pedal gas ku tarik santai menikmati angin pagi yang meliuk di pepohonan , menabrak wajah ku dengan lembut dan , aku baru saja tersadar mengenai keluarga ku.


" Pagi mang!"


Sapa ku ramah setelah cukup lama bergelut di aspal jalan. Mang Ujang dengan bibir sedikit ternganga melihat ku datang lebih awal dari biasanya.


" Neng?"


Panggilnya dan aku berhenti.


" Tapi pagi sarapan apa?"


" kenapa memangnya mang?"


Tanya ku dengan kaki menapak di tanah.


" Tumben enggak saingan sama Komeng!"


Ahahahaaa


Aku tertawa terbahak , hanya karena aku datang lebih pagi, dikira saku salah mengonsumsi makanan.


" Biar enggak di teriakin mang Ujang lagi!"


Kata ku setengah mengejek namaun dia tidak marah karena tau betul bagaimana perangai ku.


Ku perkirakan motor dengan rapih , di bawah pohon tempat yang paling aman dari sengatan matahari yang akan membuat jok ku terasa mendidih nanti.


Aku berjalan menuju koridor , tidak sepi tapi tidak begitu ramai juga tapi ku lihat gadis dengan gula halus sudah duduk di depan kelasnya sembari membelai rambutnya manja.

__ADS_1


Mungkin sedang mempraktekkan gaya kunti lanak sedang mempercantik diri.


Aku tidak ingin ada keributan di pagi hari, ya hitung-hitung menghemat suara untuk acara yang akan di gelar beberapa hari lagi .


__ADS_2