AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 48


__ADS_3

Cuitan anak burung mengganggu tidur ku . Aku terbangun dengan cahaya pagi yang bisa ku lihat dari celah fentilasi di atas jendela . Aku menggeliat lalu ku raba ponsel yang masih di posisi semalam.


Pukul lima tiga puluh pagi benar-benar datang dengan cepat! Rasanya aku baru saja tertidur bahkan belum menyelesaikan mimpi ku .


'' Hhhhoooaaaammmmm !!!!"


Otot ku regangkan lalu mengusap kedua bola mata dan aku mulai bangkit walau sedikit malas .


Dddrrrrrtttt


Getar ponsel ku setelah rutinitas pagi selesai.


" Halo? Ngapain pagi-pagi nelfon?"


Kata ku setelah menggeser layar.


" Jemputt ,,."


Suara Dian lagi-lagi terdengar merayu.


" kirain ada apaan ! Ok tunggu didepan gang ya."


Aku ta keberatan hanya saja sedikit aneh saat pagi mendapat panggilan telepon.


Aku keluar sembari membawa tas di tangan , seragam sekolah tapi lengkap dengan kaus kaki yang belum ku pakai.


" Bu?"


Panggil ku pada wanita yang berdiri menghadap kearah luar.


" Hei? Gi sarapan dulu kak!".


Kata ibu menoleh kearah ku.


" Ada apa ?"


" Tidak! Hari ini lumayan gelap kakak bawa mantel nanti ya."


Kata ibu memperhatikan bagaimana awan abu menyelimuti langit .


" Iya ! Tapi bukannya setiap pagi memang begitu Bu?"


Aku bertanya sembari melangkah menuju garasi dimana biru kesayangan akan memutarkan rodanya bersama ku.

__ADS_1


Aku kembali melangkah menuju meja makan , dan sudah tertata rapih piring dengan nasi hangat yang masih mengepul asap di atasnya ,. dan ibu entah sudah tak ada lagi didepan pintu.


" Kakak?"


" Tidak sekolah ?"


Tanya ku pada gadis kecil yang masih menggunakan piyama semalam.


" libur dong!".


Katanya dengan nada mengejek.


Aku tak menggubris paling-paling nanti akan ada tangisan manjah saat aku meladeni bagaimana gadis itu berbicara.


Aku selesai dengan sarapan ku dan beranjak keluar menuju ruang tamu .


Jarum jam sudah berada di angka tujuh aku siap berangkat .


" Bu Angel berangkat!".


Pamit ku dan aku mulai melaju membelah jalan .


" Loh! Kemana Angel?"


" Sudah berangkat mas! Sudah siang juga kita bahas nanti setelah dia pulang sekolah ya mas!".


Riska berbicara lembut lalu mendorong kecil tubuh suami tercinta menuju meja makan dirman Aulia masih sibuk dengan kegiatannya.


" Lia?"


Panggil Dani pada gadis itu.


" Ya Ayah."


" Bagaimana kalau kita berlibur ke rumah Oma? ".


" Oma?? Wahh Lia mau Yah! Lia mau tangkap ikan nanti ya Yah?."


Celoteh gadis kecil dengan mulut belepotan .


Kembali dengan Angel . Motor melaju cukup kencang dan berhenti tepat pada gang dimana rumah sahabatnya berada tak jauh dari sana.


"Ngel?"

__ADS_1


" Lahh! Katanya mau bareng!".


Kata ku pada Dian , gadis yang menelpon ku pagi-pagi buta dan sekarang dia datang dari arah berlawanan dengan kendaraan sendiri.


" Cuma pengen ada temen jalan!".


Katanya ta pa rasa bersalah dan aku mulai menyalakan mesin lagi . Berjalan beriringan dan sesekali obrolan kita mengundang tawa .


Tttiiinnnnn


" Malaikat??"


Teriak lagi dari arah belakang.


" Lahh!! mana Ades sama Okta,?"


Tanya ku dan kita berjalan saling berdekatan.


" Udah duluan ! Mau kerjain pr kata'a. Kamu udah ?"


Tanya Indah pada ku.


Tak terasa waktu cepat berjalan dan kita masuk pada area sekolah dan disambut oleh mang Ujang tentunya.


" Tumben kalian bareng!".


" Iya mang ! Duluan ya."


Dian menjawab karena k betulan dia berada di baris pertama.


Sebenarnya jarum jam sudah berada di angka tujuh tiga puluh tapi suasana sekolah masih cukup sepi mungkin kerena cuaca yang benar kata ibu .


" Yuk!"


Ajak ku pada mereka berdua dan kita berjalan melewati koridor dimana itu jalan satu-satunya menuju kelas.


" Awaass!! Seleb lewat!".


Teriak dari belakang dan sudah ku catat dalan memory otak , milik siapa suara itu.


" Masih pagi Ngel! Jangan kepancing sama jin ."


Kata Dian dan kita tertawa tanpa menoleh atau merespon teriakan Sindi dengan dia dayang disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2