
Kaki ku melangkah lagi menuju tempat parkir dimana si biru kesayangan menunggu untuk di nyalakan. Suasana sekolah sudah sangat sepi , setelah jam terakhir berakhir aku harus pergi menuju Aula dimana acara itu akan digelar .
Motor-motor para murid sudah tidak ada ditempat hanya sebagian dari kita yang ikut berpartisipasi juga para anggota OSIS yang selalu terlihat dalam semua acara sekolah.
" Ngel?"
Aku menoleh sembari memakai jaket yang akan membalut tubuh ku .
" Kak Edo? Ada apa kak?"
Tanya ku pada salah satu anggota OSIS yang berteriak memanggil ku.
" Nebeng boleh?"
Katanya tanpa basa-basi.
Aku diam sejenak seolah tengah berpikir dan.
" Bo."
" Ikut aku saja do!".
Laki-laki dengan pesona di mata Sindi datang menghampiri.
" Tapi kita beda arah Yo!"
Aku dia menikmati perdebatan para anggota OSIS dan mungkin aku sekarang terlihat seperti tuan Putri Yangs Edang diperebutkan dua pangeran.
Hah! Apa yang otak ku pikirkan !! Dasar aku tidak bisa melihat yang sedikit bening.
" Ngel?"
__ADS_1
" Hah? Ya kak? "
Kata ku sedikit gelagapan setelah beberapa menit melamun.
" Ya udah ayok! Tapi kak Edo yang bawa ya ?"
Aku menyerahkan kunci dan ku lihat ada tatapan tak terima yang di berikan Rio laki-laki yang mungkin sedikit menyukai ku , ralat dia memang pernah menyatakan perasaannya tapi aku menolak karena tak ingin punya masalah lebih dengan gadis yeng memujanya dan aku tidak begitu tertarik padanya.
" Ok! bye Rio!!".
Kata kak Edo yang terdengar sedikit mengejak.
" Duluan kak! ".
" Kak ? Aku rasa pacar mu masih m nunggu di depan pos."
Kata ku sebelum Edo menarik pedal gas di tangannya.
" Aku tidak punya pacar Angel!".
Waktu berjalan dan sampailah kita pada sebuah gang dimana rumah kak Edo berada.
" Makasih ya Ngel! Sorry udah ngerepotin."
Katanya begitu standard motor diturunkan.
" Gak kok kak! Lagian kita satu arah."
Kata ku bersikap lembut tak seperti biasanya.
" Ngel?"
__ADS_1
" Ya?"
Aku menjawab setelah kaki ku melangkah dan menahan bobot dari motor biru ku.
" Kamu enggak sadar kalau Rio suka sama kamu?"
" Pertanyaan macam apa ini kak! Sudahlah kak , kak Edo kan tau di punya penggemar berat! Aku juga sering dituduh merebut pujaan hatinya karena dia selalu mendekat kak."
Aku berjalan bicara sedikit malas ! Ya malas jika membahas yang berhubungan dengan Sindi.
" Kamu cantik! Makanya Rio suka juga Sindi cemburu."
Kata itu keluar dari mulut kak Edo .
Aku tidak bisa menjawab beberapa saat .
" Jangan berlebihan kak! Aku sudah dikenal dengan sebutan malaikat bersayap hitam."
Kata ku sembari terkikik.
" Kamu unik jadi wajar kalau banyak yang suka!"
" Sudahlah kak! Pembahasan yang terlalu jauh. Angel pergi dulu kak."
Pamit ku akhirnya pada laki-laki dengan postur cukup ideal di usia yang seumuran dengan ku .
Ku tarik kembali pedal gas , melaju dengan kecepatan cukup penuh dan membiarkan tubuh ku ditabrak angin dengan tergesa.
Jaket yang ku kenakan berkibar tak karuan dan benar kata mang Ujang aku bersaing dengan om komeng yang menjadi bintang iklan di salah satu merek motor ternama.
Aku berbelok menurunkan kecepatan dan sampailah aku pada sebuah rumah yang kini terasa sedikit hangat untuk ku.
__ADS_1
Ya mungkin kita hanya butuh komunikasi yang baik agar tetap terasa hangat bersama keluarga.
" Kunci dari sebuah permasalahan ada komunikasi yang baik ! Maka perbaiki komunikasi mu baru kamu akan mendapat kenyamanan dalam lingkungan mu !"