Beauty Inside

Beauty Inside
Beauty Inside { Episode 10 }


__ADS_3

Ceklek,,,,!!! Pintu di kunci.


Rika masih berdiri di dekat pintu dengan perasaannya yang was-wa.


" Kemarilah!!"


Riko menjentikan jarinya.


_- Ahhh bagaimana ini?? Mendekat tidak ya? Mendekat sajalah!! Jika dia berani menyentuhku aku akan berteriak sekencang-kencangnya. _-


" Kenapa masih diam? Apa perlu aku jemput??"


" Ah tidak Tuan."


Rika pun mendekat langkah demi langkah. Ia berhenti dijarak 1 meter dari tempat Riko berdiri lalu mundur lagi 3 langkah karena terlalu dekat tapi maju lagi 1 langkah karena kejauhan.


Melihat Rika yang sepertinya memasang kewaspadaan pada dirinya membuat Riko tertawa geli.


" Hahahaha,,,, Apa yang kau fikirkan? Apa kau fikir aku ingin menyentuh mu?


Jika benar kau berfikir demikian maka segera singkirkan fikiran konyol mu itu!! Siapa kau yang hanya seorang anak pembantu


disini??"


Riko benar-benar tidak perduli akan perasaan Rika. Ia sengaja menghinanya. Baginya itu adalah hiburan gratis yang sangat menyenangkan.


_- Sabar Rika!! kata-kata itu sudah biasa kau dengarkan. Tetaplah tersenyum maka kau akan terlihat baik-baik saja!! Karena dunia tidak akan ikut menangis jika kau menangis. _-


" Tuan tidak usah mengingatkan saya!! Saya sudah tahu betul status saya disini.


Berada bersama seorang pria di dalam kamar dengan pintu dikunci?? Wajar saja saya bersikap waspada.


Siapa yang menjamin anjing yang terlihat lucu dan menggemaskan tidak menggigit orang yang lewat? "


Dengan santainya Rika berbicara dengan kalimatnya yang menusuk hati hingga ke ubun-ubun.


" Kau!!!!!!"


Riko mengancungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Rika.


Berani sekali dia menyamakan aku dengan anjing, begitu batinnya tidak terima.


_- Menghina ku boleh tapi giliran dia yang dihina malah marah. Cihh,,, Dasar Iblis terkutuk. Maunya menang sendiri. _-


" Tuan jangan marah!! Kata orang marah sedetik bisa memperpendek umur sehari. Kalau umur Tuan berkurang bagaimana Tuan bisa mengganggu hidup saya lagi?? "


" Cih,,, apa kau kira aku orang bodoh yang percaya dengan omong kosong mu itu?"


" Saya tidak pernah berbicara omong kosong Tuan. Menurut sebuah penelitian, marah-marah bisa mempersingkat usia hidup seseorang.


Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University menunjukkan, sebanyak 25 persen pria pemarah dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung 1,57 kali lipat dibandingkan pria yang tidak mudah marah. Karena itu lebih banyaklah tersenyum seperti saya Tuan!! "


Saran Rika sudah seperti dokter oz indonesia.


Aku pasti terlihat seperti orang jenius di depannya, Hahaha,,,untung saja aku masih mengingat artikel di google.


" Benarkah???"


Tanya Riko dengan ekspresi tidak percaya.


" Tentu Tuan."


" Aku adalah orang yang tidak mudah tersenyum. ~~"


_- Karena iblis tidak punya senyum. Jikalau pun tersenyum akan terlihat sangat mengerikan lebih mengerikan dari senyum Momo. _-


" Tapi,,,," Riko melanjutkan.


Kali ini ia tersenyum menyeringai dengan arti entah apalah tidak ada yang tahu.


" Tapi??"


Rika mengulang kalimat Riko dengan nada penasaran.

__ADS_1


" Tapi belakangan ini aku sangat senang akan satu hal. Sesuatu yang bisa membuat aku tersenyum dan tertawa."


" Ahhh begitu. Kalau boleh tahu hal apa yang bisa membuat Tuan senang? "


Rika penasaran. Tidak tersbesit satu pun di fikirannya alasan Tuan Riko merasa senang.


" Mengganggu hidup mu. HAHAHAHAHA,,,,,,!!!!!"


Riko tertawa lepas, tawanya terdengar mengerikan di telinga Rika.


_- Hahhahaha,,,,Sial. Seharusnya aku sudah tahu itu. Iblis jahan*m _-


" Ikut aku!!!"


Tintah Riko tiba-tiba.


" Kita mau kemana Tuan?"


" Mencari alasan untuk aku tersenyum."


Riko melirik sekilas Rika dengan ekspresinya yang bisa di artikan Rika lalu masuk ke ruang ganti.


_- Aku menyesal menyarankannya untuk tersenyum. Semakin banyak dia tersenyum semakin hancur pula hidup ku.


Aaaaaaa,,,,,, Hiks,,, _-


Rika pun ikut masuk ke dalam ruangan itu.


Ia terkejut melihat isi ruangan itu sudah seperti korban pelampiasan anak gadis putus cinta. Semua pakaian berserakan di lantai, Bahkan ada yang tergantung di jendela, beberapa sepatunya berpose cantik di atas lemari dan ada kolor nyangkut di lampu


gantung.


_- Astaga!! Apa yang terjadi di sini?? Kenapa semua pakaiyannya berantakan seperti ini? Perasaan baru kemarin aku merapikannya. Ahhh,,,Aku tahu ini ulah siapa. Tentu Si Tuan Iblis.


Huft,,,, bolehkah aku mati sebentar Tuhan? Nanti aku hidup lagi.


Sekali ini saja kabulkan permintaan ku!! Setidaknya agar aku bisa menghindar dari pekerjaan ini._-


Rika tiba-tiba lemas membayangkan ia harus merapikan kekacauan ulah Tuan Riko.


Meski Tuan Riko belum memberi perintah namun Rika sudah tahu isi otak bos besar itu.


" Kau lihat ini!! Semua pakaian ku berantakan. Cepat bersihkan dan rapikan!!


Aku tidak mau melihat satu barang pun tidak berada di tempatnya."


Riko memberi perintah, ia sudah duduk santai di atas sofa di sudut ruangan. Bersiap menonton si gadis malang Rika yang tidak berdaya selain menuruti perintahnya.


Karena satu hal, dia adalah raja disini. Raja berkuasa di atas bawahannya


" Baik Tuan. Perintah anda akan saya lakukan."


Rika mulai mengambil pakainnya yang bisa ia jangkau.


Ia melakukannya dengan hati yang sabar menganggap ini adalah ujian.


" Ahhhh,,,, Sampai kemarin ruangan ini masih sangat rapi. Mungkin ini ulah monyet tetangga sebelah yang lepas. "


Berbicara santai sembari mulai menggantung-gantungkan baju yang sudah terkumpul ke dalam lemari.


" Apa kau sedang mengatai ku hah??"


Ternyata pria yang duduk di sudut


ruangan merasa tersinggung akan ucapan Rika.


" Hahaha tidak mungkin Tuan. Saya bilang kan MONYET tetangga bukan Tuan."


_- Cihhh,, sadar diri rupanya Tuan Iblis maha Steril jelmaan monyet penghuni neraka. _-


Riko langsung terdiam dengan rasa geramnya yang ia tahan. Alih-alih ingin membuat Rika kesal malah dia yang dibuat kesal.


_- Dasar wanita mulut prosotan Tk. _-

__ADS_1


Rika sudah menempatkan sebagian besar pakaian pada tempatnya. Ia mulai terlihat lelah.


Berulang kali tangannya di tekuk dan di luruskan untuk mengurangi rasa pegal.


Inilah devinisi kebahagian seorang Riko yang sesungguhnya.


Rika menderita Riko pun bahagia, itu adalah ungkapan yang tepat untuk saat ini.


_- Hahahhaha,,,, senang sekali rasanya aku melihat gadis itu menderita. Ahhhh,,,, sepertinya dia harus aku miliki untuk aku jadikan boneka penghibur ku. _-


Gumam Riko menikmati setiap detik yang membuat Rika semakin lelah.


Hanya merapikan pakaiyan saja sudah lelah, lemah sekali sih.


Mungkin begitu kata orang tapi mereka tidak tahu pakaian Tuan Riko melebihi jumlah anak ikan teri di laut, Sangat banyak. Tidak terhitung jumlahnya. Bagaimana tidak lelah?


" Heiii kau. Heiii,,, apa kau mendengar ku??"


Panggil Riko mulai bosan dengan situasi hening ini.


_- Hei,,hei,,, Nama ku Rika bukan Hei. Memangnya Hei hei kuchi kuchi hotahei apa?? _-


Gumam Rika tidak menyahut. Ia malas meladeni Tuan Riko.


" Apa kau tidak punya telinga?? Berini sekali tidak menjawab panggilan ku. Apa mau aku lempari sepatu kau agar merespon ucapan ku hah??"


Riko selalu saja marah padahal Rika tidak bermaksud membuatnya marah karena memang ia sangat lelah hingga malas untuk membuka mulut.


" Jika tuan mau bicara katakan saja!! Saya mendengarnya."


Jawab Rika tanpa melirik sedikit pun dan tetap fokus pada pekerjaannya.


_- Masih saja bersikap sombong. Awas kau,,, Hari ini aku tidak akan membiarkan mu pergi dengan mudah. _-


" Apa kau tidak punya nama lain? Aku tidak suka dengan nama mu itu.


Nama mu dan nama ku hampir sama. Rasanya seperti memiliki saudara kembar saja setiap mendengar nama mu."


Protes Riko. Ia merasa risih jika mendengar seseorang menyebut nama Rika.


Mendengar nama lain membuat Rika terhenti seketika melakukan aktivitasnya.


Ucapan Riko mengingatkannya pada identitas asli yang telah lama ia kubur dalam-dalam.


_- Nana, Itu adalah namuku yang sebenarnya. Nama yang hampir aku lupakan karena sudah terbiasa dengan nama palsu ini. Sekaligus nama yang tidak bisa aku perkenalkan kepada siapa pun.


Ahhh,,,lupakan saja!! Nana adalah nama yang sangat manis tidak cocok dengan kondisi ku sekarang ini.


Nana, Aku ingin menjadi seorang Nana kembali. _-


Hampir saja Rika meneteskan air mata dalam lamunannya.


Nama Nana mengingatkannya akan kehidupannya dulu, kehidupan mewah bak putri raja namun sekarang ia tidaklah lebih dari seorang pelayan di sebuah istana.


" Kau diam lagi. Apa telinga mu itu tidak pernah dibersihkan hah?? Ahhh,,, atau kau memang mau dilempari sepatu rupanya."


Riko mengambil sepatu yang ada didekatnya hendak dilemparkan pada Rika.


" Tidak,tidak Tuan!!! Saya mendengarnya." Rika merespon cepat sebelum ia dilempari sepatu oleh Riko.


" Saya tidak punya nama lain Tuan. Bukankah nama kita terdengar bagus? Sangat serasi Tuan. Rika Riko, seperti jodoh dari surga. Hahahha,,,,, atau jangan-jangan kita memang jodoh Tuan??"


Rika hanya bercanda, lagipula siapa sudi berjodoh dengan iblis? begitu batinnya.


Candaan Rika ternyata tidak lucu bagi Riko dan malah membuat pria itu geram.


" Kau!!!!!!"


SWINGSSSS,,,,,


Cetakkkk,,,,


"Aghhhh,,,,," Menjerit kesakitan.

__ADS_1


_- Sialan kau Tuan Riko....!!!!! _-


Dan akhirnya sepatu seharga 20 Jt milik sultan Riko mendarat cantik di kepala Rika.


__ADS_2