
Like ya like!!
Komen juga!! Bebas yang penting komen!!
Biar kek hidup ni novel.
Gak ada komen serasa gak ada yang baca(︶︿︶)
Vote juga seiklasnya!!
*
Ingin sekali rasanya Amella menjambak rambut David, mengguncangnya, membakarnya hidup-hidup, menjadikannya pakan buaya, initinya hasrat Amella
ingin membunuh David
sudah berapi-api.
Pasalnya David menarik tangan Amella sangat kencang.
Membuat Amella yang cantik tidak anggun lagi karena langkahnya yang terseret-
seret.
Serasa dirinya maling yang tertangkap
polisi.
Malu juga semua staff menjadikan mereka berdua pusat objek
mata.
Tatapan mereka semua seperti berkata,
eh itu ada apa ya?? Kok Tuan David nyeret wanita itu?
Itu bukanya wanita tadi ya? Yang itu tuh, yang sombong main masuk ke ruangan
Tuan Riko.
Di tatap seperti itu pun Amella tetap melempar mata sinis.
Jika tidak ada hukum sudah di tusuk itu semua mata pakai garpu.
Fikirnya, menyebalkan sekali semua penghuni gedung StarLight.
Gak atasan gak bawahan sama!!.
Keluar dari gedung bukanya di lepas, eh tangan Amella terus di tarik David sampai ke
parkiran.
Kesel?? Nambahlah!!
Di hentakannya itu tangan David sekeras-kerasnya hingga terlepas.
David menunjukan betapa inginnya dirinya membawa Amella sejauh-jauh
mungkin dari jangkauan Riko.
" Ahhh,,, "
Meringis memegangi pergelangan tangan.
Sambil menatap David kesal.
Melihat apa ada rasa bersalah telah
menyakiti seorang wanita di mata anak angkat ini.
Kekesalan Amella melonjak ketika melihat
sang David yang tidak berpirikasihan.
Santai aja gitu.
Tidak ada rasa bersalahnya.
" Amella, kan aku sudah pernah mengatakan pada mu untuk menjaga sikap di hadapan
kak Riko!! "
David dengan tatapannya yang mengintimidasi. Berjalan mendekatti Amella.
_- Mau apa dia?? Jangan mendekat dengan tatapan seperti itu dasar parasit!! _-
Sebenarnya sudah takut dan gemetar.
Menelan ludah tanpa suara di saat David
menjadi sebuah benda yang menutupi
pandangannya.
Tetapi, Amella tetap membalas mata
David hanya karena ingin terlihat
berani.
" Aku tidak melarang mu bertemu kak Riko.
Jika ingin bertemu silakan!! "
Amella mundur alone-alone hingga
mentok di sebuah mobil.
Tidak ada ruang gerak lagi. David dengan wajah mengamcamnya itu
menciutkan nyali Amella.
" Tapi, selalu ada batas yang harus kau jaga!!
Jangan bertingkah!!
Kamu tahu kan kak Riko tidak pernah menyukai mu."
Kalimat itu bagaikan samurai tajam menebas hati Amella.
Amella menunjukan wajah tidak terima.
Kenyataan yang selama ini diabaikannya
dan tetap memantaskan diri
untuk mendampingi Riko.
" Kenpa kamu selalu ikut campur dalam kehidupan Riko?? "
Pertanyaan yang sudah berkali-kali terlontar namun tidak pernah di jawab David.
__ADS_1
Sekarang coba lagi bertanya siapa tahu
dijawab.
David tersenyum berdecih.
Betapa muaknya ia akan pertanyaan ini.
" Lalu kenapa kamu tidak pernah berhenti masuk ke dalam kehidupan kakak ku?? "
_- Cih,,, kakak mu? Dari mananya? Kau hanya seorang anak panti asuhan bernasib mujur telah di angkat
di keluarga berkelas._-
" Kenapa itu menjadi urusan mu?? "
" Aku hanya akan menjawab itu urusan ku.
Setiap hal yang menyangkut kehidupan kak Riko harus melalui tahap penyaringan
lewat diri ku.
Kenapa? Apa itu masalah untuk mu?? "
Tahap penyaringan, sudah terdengar seperti tahap Filtrasi saja.
_- Ya iyalah jelas masalah.
Jika itu lautan, kau itu bagaikan badai yang menghalangi ku untuk menyebrangi samudra. _-
Lebih tepatnya samudra cinta.
" Cih,,,!! "
Amella berdecih.
Kiranya, sampai kapan David mau menjadi pelindung Riko.
" Pergilah!! Jika ingin menemui Kak Riko maka buatlah dulu janji!!
Dapatkan persetujuannya!! Ingat, kau bukan orang yang memiliki kartu khusus untuk
masuk dan keluar seenaknya ke dalam
kehidupan kak Riko!! "
Amella geram mendengarnya. Ia menyamakan luaran mobil dengan seprey yang bisa di cengkram
untuk menyalurkan emosi.
Alhasil kukunya mengeluarkan suara saat
bergesekan dengan luaran mobil.
David mendengarnya, mengarahkan mata ke sumber suara. Mobil itu tergores jelas berbentuk cakaran.
" Berhati-hati dengan apa yang kau sentuh!!
Itu mobil kesayangan kak Riko."
_- Apa!!! _-
Amella terkejut, tahu bagaimana sikap Riko akan barang kesayangannya.
sontak Amella melihat ke belakang.
Bodoh!!! begitu ia mengatai diri.
Riko??
" Hmm,,,!! Aku tidak sengaja. Hari ini kau menang lagi.
Lihatlah nanti jika aku sudah mendapatkan Riko, akan aku usir kau dari dunianya.
Cihhh,,,,"
Amella mengancam ditambah berdecih sombong.
Bisa di ringkas dari raut wajah Amella betapa wanita itu ingin sekali menyingkirkan
David.
" Aku menunggu hari itu Amella!! "
Tahu itu tidak akan terjadi, David menantang.
Sedikit berteriak agar Amella yang sudah melangkah pergi bisa
mendengarnya.
_- Sampai saat ini aku masih membiarkan mu menemui kak Riko karena aku tahu kamu hanyalah sebuah alat yang digunakan
Ibu untuk mengendalikan hidup kak Riko.
Jauh dari itu kamu juga memang tidak pernah
mencintai kak Riko kan.
Kamu hanya ingin hidup di atap yang lebih
mewah. _-
Setelah kepergian Amella, David pun berbalik arah.
Menuju ke arah ia keluar tadi.
" Katakan,,, Apa kau dan dia bertengkar hebat?? Apa dia menjambak rambut mu??."
Sadar tidak sadar, tapi baru saja
Riko mengatakan keingin Amella.
Seperti bisa membaca keinginan wanita
itu.
" Wahhh,,, Kakak ingin itu benar-benar terjadi ya??"
David duduk di sofa.
Rasanya lebih nyaman duduk disana, Riko pun beranjak dari singgasananya
menuju sofa.
" Tentu!! Hahaha,,, aku ingin melihat bagaimana wajah mu saat di aniyaya Ella."
Membayangan wajah David yang sama coolnya dengan dirinya tiba-tiba
mendapat aniyayaan sudah membuat
Riko tertawa.
__ADS_1
" Aishhhh,,,,,!!! "
David mendengus kesal.
Mengambil minuman soda di atas meja untuk mengatasi gerah bodynya.
Di saat minuman pekat itu masuk kedalam tenggorokan sebuah ingatan muncul.
" Oh iya kak, aku tidak yakin kemarin malam aku bermimpi atau tidak."
David serius, wajahnya sedang teralihkan akan kejadian yang ia alami kemarin malam.
" Ada apa? "
" Begini, kemarin saat aku tidur aku merasakan ada seseorang memeluk ku."
Doengg!!!
Wajah Riko berubah pias.
Itu adalah dirinya. Bagaimana jika David tahu hal memalukan kemarin?
Tak lain tentang cerita dirinya yang minggat dari kamarnya sendiri karena ulah si Rika.
Fikirnya, jika David samapi tahu, terus diselidikinya oleh David, terus David tahu
kejadian kemarin malam, habislah dirinya diejek.
" Ah,,, itu mungkin hanya mimpi.
Mimpi di saat perut kenyang. Haha,,, "
" Tapi kak, aku benar-benar merasakan ada yang melingkar di sini."
Menunjukan area pinggang.
Katanya disana ada yang melingkar.
" Sudahlah Dav!! Kau membuat ku merinding.
Memang siapa yang berani masuk ke kamar mu dan memeluk mu?? "
Sengaja Riko sok merinding.
Semata hanya mengalihkan pembicaraan.
Padahal mah dirinya yang guling
peluk guling.
Menyadari itu benar, David ikut merinding. Bahkan lebih parah karena dirinya yang merasakan.
Seakan bulunya tersapu oleh angin, berdiri semua.
Fikirnya tidak mungkinkan mbak suzana ikut nebeng tidur?
Mengingat kemarin hujan jadi mbak suzananya kehujanan mungkin diluar yak?
_- Maafkan aku Dav!! Kemarin aku menodai mu. Ya kau tahu sendiri aku tidak
bisa tidur tanpa guling. _-
Kata menodai geli-geli di dengar.
Tapi jangan salah!! Riko masih normal.
Bukan manusia homo!!
Hanya saja ia memang tidak bisa tidur tanpa memeluk guling atau semacamnyalah.
cepat-cepat nikah ya ko!! Biar bisa istrinya
dijadi'in guling.
Kasihan Davidnya kan harus ternodai.
" Dav, nanti malam aku ingin pergi ke klub."
Hari ini Riko ingin merefresh otaknya
dari segala polusi, kotoran, debu, kuman, bakteri yang sudah singgah disistem
kontrolnya itu yang disebut
otak.
" Baiklah. Aku akan mengaturnya."
Tanpa permisi David beranjak.
Tanda percakapan sudah selesai. Masih
ada pekerjaan yang nganggur di ruang kerjanya.
" Jangan memboking satu tempat!! "
Perintah itu bagaikan pak polisi yang tiba-tiba meniup pluit, meminta David berhenti.
David menoleh lagi Riko.
" Tapi kak, disana bukan tempat yang aman untuk mu."
David menentang perintah Riko.
Riko adalah orang besar yang banyak musuhnya.
Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa David di angkat oleh nyonya santi.
" Aku tidak mau tahu.
Pokoknya malam nanti club harus terlihat seperti club!! "
Bukan kuburan yang sepi tanpa orang-orang.
Hanya musik, minuman dan beberapa pelayan yang membuat tempat itu masih
bercirikan tempat hiburan.
Karena bulan lalu si David memboking satu tempat itu.
Membeli hak semua orang yang ingin
berkunjung kesana.
Orang kaya mah gitu ya!!
Kembali lagi ke sebuah julukan, sultan mah bebas!!
" Hmm,,, Baiklah. Aku akan memperketat keamanan."
Tahu percuma berdebat dengan orang yang
__ADS_1
kepalanya sekeras baja, setegar batu karang, sekokoh semen tiga roda.