Beauty Inside

Beauty Inside
Merindu.


__ADS_3

" Saat kita sudah terbiasa dengan seseorang yang berada di sisi kita namun orang itu tiba-tiba menghilang pasti akan aneh


rasanya.


Seperti ada yang kurang, itu sudah biasa.


Namun disini ada kasus yang sedikit berbeda.


Anggap saja si A dan si B, mereka bukan teman dekat tapi tiba-tiba si B menghilang dan entah kenapa si A merasa kesepian.


Sudah 3 hari, tidak!! Sudah 5 hari, tidak!! Bahkan ini sudah hampir 2 minggu


Si B tidak terlihat batang hidungnya. Dan si A benar-benar ingin melihat si B.


Menurut mu itu bagaimana? "


Syurrrr,,,,,!!!! Tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang dari seletan ke


utara.


Membangunkan bulu yang tertidur.


Seakan angin itu ingin memberi tahu kepada David kalau orang yang berbicara saat ini sedang mencoba memecahkan gelombang hatinya sendiri dengan meminta pendapat orang lain.


Hanya saja orang itu memiliki gensi setinggi langit untuk mengakui itu adalah dirinya.


Dan saat itu David hanya tersenyum ke arah langit.


Tahu Riko sedang mengemas isi hatinya kedalam cerita agar bisa diceritakannya kembali seolah cerita itu milik orang lain.


Itulah dia Riko Natarahara.


" Apa si A sedang merindukan si B?"


Menatap Riko agar bisa melihat seberapa besar dia akan membodohi dirinya


sendiri


" Tidak!! Kata merindukan terlalu berlebihan untuk situasi antara Si A dan Si B "


Bukan Riko namanya jika mau mengaku.


" Benarkah?? Kalau si A tidak merindukan si B seharusnya si A tidak merasa kesepian. "


Disini David ingin mencoba meyakinkan pada Riko kalau si A itu memang sedang merindukan si B.


" Sudah ku bilang itu bukan rindu tapi si A hanya ingin melihat si B."


Tapi kegengsian Riko bagaikan pohon


pinang susah dipanjatnya.


" Si A itu menganggap si B adalah sumber kesenangannya. Hanya itu!! "


Tidak lebih, katanya dengan ekspresi.


" Ahhh,,,,!! " David berbalik kemudian bersandar di dinding teras. " Aku tidak tahu siapa yang sedang kakak bicarakan. " David tersenyum karena sebenarnya dia tahu. " Tapi menurut ku si A memang sedang merindukan si B. Hanya saja dia menolak untuk


menerima kenyataannya. "


Tentu David tidak mau menskak mat Riko dengan mengatakan si A itu Riko si B itu Rika karena dia tidak mau Riko merasa malu nantinya.


Disini harga diri seorang Riko Natarahara harus dijungjung tinggi.


" Kenapa kau terus saja mengatakan kalau si A itu merindukan si B?? Sudah kubilang dia hanya ingin melihat si B yang sudah menghilang hampir 2 minggu.


Dia tidak merindukannya, kau mengerti?!!"


Riko bertanya apa David mengerti tapi sudah seperti memaksa David untuk mengerti.


Dia juga nampak kesal dengan pendapat David.


" Cihhh,,, percuma saja berbicara pada mu.


Fikiran mu itu sangat sempit."


Katanya melongos pergi saat David malah senyum-senyum.


Kakaknya itu jika ikut kontes berbohong pasti sudah gugur sebelum pendaftaran kontes di mulai.

__ADS_1


Bagaimana bisa respon seseorang begitu berlebihan kepada cerita orang lain jika itu bukan ceritanya sendiri.


_- Apa susahnya berkata jujur? Katakan saja kalau dia sedang merindukan Rika!!


Memangnya merindukan seseorang itu adalah momok yang memalukan apa? Cihhh,,,!!! Tapi aku jadi baru sadar, kemana ya Rika?


Dia sudah tidak terlihat semenjak kepulangannya bersama kak Riko


waktu itu. Aku jadi penasaran jangan-jangan telah terjadi sesuatu


di antara mereka bedua. Tapi apa ya? Apa mungkin mereka bertengkar dan saling gigit? Atau sebaliknya mereka telah melakukan hal di luar kata benar? Oh tidak!! Apa Kak Riko meniduri gadis itu di Villa alih-alih dia kira Rika bantal guling lalu karena marah Rika akhinya pergi dari sini agar tidak melihat wajah Riko lagi?


Emmm,,, sepertinya itu mendekati. _-


Setelah mengarang cerita sendiri David pun ikut masuk kedalam.


Dia ingin menyusul Riko dan menggoda kakaknya itu yang saat ini sedang kesal.


Sangat sensitif seperti ibu hamil.


Namun saat David hampir menyetarai Riko, Riko malah berlari menuruni anak tangga dengan semangat setelah tadi


menoleh ke bawah dan melihat seorang wanita berkepang 2 sedang membersihkan meja.


Riko berlari kecil namun terlihat sangat semangat dan antusias.


Tidak terpecahkan dalam otak David apa yang akan dilakukan Riko pada wanita itu.


Jadi dari atas David melihat saja untuk melihat jawabannya.


Mengira Riko akan berhenti dijarak 3 meter ternyata salah. Riko semakin mendekat, sangat dekat, benar-benar dekat lalu,,,,


" Rika!! "


Penglihatan David langsung menegang saat itu juga tidak percaya Riko dengan tangannya sendiri baru saja menepuk pundak


wanita itu dan berkata Rika.


Jadi kesimpulannya Riko mengira itu


Rika. Tapi tidak itu yang membuat David terkejut.


Bayangkan saja David yang melihat wanita itu dari radius sekian meter sudah sangat terkejut ingin pingsan ditempat rasanya apalagi Riko yang jaraknya bisa di ukur dengan jengkal.


Dan benar saja Riko langsung terjungkal kebelakang seperti berkata, astaga!! Makhluk apa ini?


begitu arti mimik wajahnya.


" Tuan anda tidak apa-apa?? "


Wanita itu hendak membantu Riko berdiri.


Sudah menjulurkan tangan.


" Berhenti!! Jangan berani-berani menyentuhku atau aku potong tangan mu nanti."


Katanya tidak main-main. Wanita yang mau menolong Riko itu terlihat seperti akan memakan Riko dengan giginya yang keluar.


Wanita itu langsung menarik tangannya. Sedih karena sadar Riko pasti ketakutan melihat dirinya.


David langsung turun menghampiri mereka berdua.


Merasa kasihan pada wanita itu yang sepertinya Riko akan memecatnya.


" Siapa yang mengijinkan wanita seperti mu masuk ke dalam rumah ini dan berkeliaran disini hah?"


Bentak Riko.


Dia tidak pernah tahu kalau asisten di rumah ini ada yang berwajah menakutkan.


Bagi Riko lebih menakutkan dari keluarga kecoa.


" Ma, maaf Tuan!! Saya hanya menggantikan bibi saya yang sedang sakit."


Menunduk dalam. Terlalu takut untuk melihat Riko. Padahal wanita ini tidak melakukan kesalahan tapi wajahnya yang sudah melakukan kesalahan membuat Riko takut.


Kemudian tidak lama setelahnya datanglah David yang membuta gadis itu melirik sekilas lalu menunduk lagi memberi hormat.


" Aku tidak ingin melihat mu berada di rumah ini mulai besok kau harus pergi dari sini!! "

__ADS_1


Riko sudah terlihat seperti pria kejam.


Main pecat. Ini salah satu sisi buruk Riko.


" Kakak sudahlah!! Dia tidak salah.


Dengar!! Besok kau boleh pergi dari rumah ini tapi tenang saja bibi mu yang sakit tidak akan di pecat. Dia akan kembali bekerja setelah sehat. Sekarang kau kembalilah!! "


David terdengar lebih berprikemanusiaan.


Namun wanita itu tetap terlihat sedih.


" Saat ini Tuan muda sedang sangat sensitif. Dia merindukan seorang gadis dan mengira gadis itu adalah kau. Jadi dia pasti merasa kecewa. "


David berbisik semata agar wanita itu tidak merasa sedih lagi karena sikap Riko.


Padahal saat David mendekat untuk berbisik dia juga sangat takut.


Wanita itu pun tersenyum mendengarnya lalu pergi.


" Apa yang kau bisikan? Kau membicarakan ku ya?"


Penasaran Riko hal apa yang dikatakan David hingga membuat wanita itu tersenyum.


" Tidak ada!! Aku hanya mengajaknya berkencan."


Katanya hanya sebagai lelucon.


Plakkk,,,,!! Lalu mendapat pukulan keras di lengan.


" Jangan bercanda kau!! Apa kau ingin aku jantungan melihat wanita itu berada di rumah ini hah? "


Jika David menikahi wanita itu sudah di pastikan Riko akan menjadi manusia yang berpotensi terkena serangan jantung.


Sekali lagi dia adalah pria yang penakut, dia takut kecoa, takut hantu, takut wanita itu juga.


" Hahaha,,,,!! Memangnya kakak setuju punya ipar seperti dia? "


Mereka mulai berjalan beriringan menuju lantai 3 dimana disanalah dunia 2 lelaki ini.


" Tidak!! "


Itu sudah pasti.


Setelah sampai mereka masuk ke kamar masing-masing. David jadi tertawa mengingat tingkah konyol Riko yang mengira wanita itu Rika. Mungkin karena efek rindu


yang tak diakui membuat mata Riko sedikit keseleo.


Padahal dari segi penampilan saja tidak mirip Rika. Rika tidak pernah memakai seragam pembantu karena dia hanya anak pembantu yang hanya suka membantu tapi bukan pembantu.


Setelah difikir-fikir lagi David jadi mengerti kenapa belakangan ini Riko seperti


bukan Riko.


Biasanya Riko selalu tepat waktu datang ke kantor tapi belakangan ini Riko sering berangkat siang.


Fikir David itu karena Riko mengira Rika akan datang untuk membersihkan kamarnya.


Kalau Riko berangkat pagi dia jadi tidak bisa melihat Rika.


Selain itu Riko yang sama sekali tidak pernah melirik ke arah meja makan saat menuruni tangga belakangan ini ia sering melihat ke arah sana.


Riko kira disana ada Rika yang ikut mempersiapkan sarapan pagi ternyata


nihil.


Riko juga sering pulang sebelum makan malam dimulai padahal pria ini akan pulang jika penghuni rumah sudah tidur.


Fikir David lagi pasti Riko berharap bisa melihat Rika yang ikut mempersiapkan makan malam.


Atau ketidak sengajaan berpapasan saat Rika membawa nampan berisi makanan untuk dihidangkan di meja makan.


Tapi sepertinya semua yang dilakukan Riko tidak ada hasilnya.


Karena sepertinya Rika memang tidak ada di rumah ini.


Sebelum tidur David tidak henti-hentinya berkata, Wahhh,,,!! Wahh,,!! Wah,,,!!


Merasa kagum akan sosok gadis bernama Rika yang berhasil membuat perubahan besar pada Riko.

__ADS_1


Ternyata Anjing bisa juga merindukan seekoe kucing, fikirnya.


__ADS_2