
Dalam tatapan kosong Rika menimbang-menimbang nasib hidupnya.
Bagaimana kalau menolak?
Bagaimana kalau menerima? Baik menerima syarat Riko maupun menolaknya fikir Rika sama saja!! sama-sama brengseknya.
Benar kata petua. Saat kita menginginkan sesuatu maka kita harus merelakan sesuatu sebagai gantinya.
Di dunia yang fana ini tidak ada yang geratis.
Bahkan setiap nafas yang terhembuskan itu ada harganya.
Kali ini Riko sudah bisa mengontrol tatapannya. Matanya tidak aneh lagi.
Sudah kembali seperti semula. Tatapan mata seorang iblis. Dingin!! Licik!! Menyeramkan!!
Itu yang namanya tatapan tidak
aneh!!
Rika meminta bantuan pada Riko.
Apa Riko akan membantunya?
Tentu!! Inilah yang namanya kesempatan emas.
Untuk satu bantuan Riko meminta sebuah imbalan yang mana membuat Rika
berkeringat dingin bercampur kesal.
" Apa yang bisa kau berikan jika aku membantu mu?? "
Pertanyaan itu sudah seperti sinyal Riko menginginkan hal yang besar dari Rika.
_- Sudah ku duga. Untuk semua kebaikannnya ada harga yang harus di bayar. _-
" Tuan!! Saya orang miskin. Orang tak punya.
Memangnya apa lagi yang anda
butuhkan? Anda orang kaya sudah punya segalanya.
Uang banyak, Rumah besar, Mobil mewah, Pekarangan luas, Perusahaan maju, semuanya anda punya.
Bukankah tidak perlu imbalan saat seseorang melakukan kebaikan?? "
Dari segi material Riko sudah tidak kekurangan lagi.
Tapi,,,, Riko jomblo. Tahukan apa yang tidak Riko miliki??
" Hahhaha,,, Kau ini sedang membicarakan siapa? Aku?? Aku tidak sebaik itu."
_- Aku lupa!! Dia iblis. Iblis bukan makhluk baik. Percuma aku menjelaskan betapa indahnya berbuat baik pada
orang lain. Brengsek!! Sekali saja
bantu aku dengan tulus apa ruginya sih?? _-
" Baiklah!! Katakan apa yang tuan inginkan?
Saya akan berusaha mengabulkan keinginan Anda. "
Ini adalah kalimat Rika yang akhirnya mencekik lehernya sendiri.
Tahu Rika sudah tidak punya pilihan lain lagi, itu sangat menguntungkan bagi Riko.
Pria ini mulai tersenyum licik.
Ruangan yang gelap semakin gelap hanya senyum mengerikan itu yang terlihat semakin
jelas dikala
Riko semakin mencondongkan badannya.
Wajahnya berhenti tepat di depan
wajah kaku Rika yang sudah merasakan
takut.
" Aku ingin boneka mainan!! "
Katanya dengan seringai di bibir.
_- Apa?? Boneka?? Badan sudah segede ini masih mainan boneka?? Ada yang salah darinya. Apa masa kecilnya dulu kurang bahagia? Kenapa minta boneka?
Aku kira dia akan meminta nyawa ku. _-
" Hanya boneka Tuan?? "
Rika menegaskan. Sangat aneh rasanya Riko hanya menginginkan boneka.
" Iya!! Bo-ne-ka."
Rika semakin merinding. Riko mengeja kata boneka tepat di depan matanya.
Seperti bukan sekedar boneka biasa
yang Riko inginkan.
" Ba-baiklah Tuan!! Saya akan memberikan anda boneka. Katakan saja!! Tuan mau boneka apa? Boneka chaki?
Boneka Anabell? Boneka Momo? Atau boneka jelangkung?? "
Tidak ada yang lebih aneh dari boneka-boneka ini, fikir Rika.
" Kau!!!! "
Riko merasa terhina. Ia menarik dagu Rika hingga membuat gadis itu semakin mendongak.
David dan Gandal Gindul adalah 3 penonton menyedihkan drama apa yang sedang terjadi di antara dua insang ini.
" Kamu fikir aku pengabdi setan?? "
_- Astaga kenapa jadi marah sih? Kamu itu kan iblis. Ya wajarlah aku menawarkan boneka
sekerabat dekat dengan mu.
Lagian aneh badan udah bongsor begini minta boneka. _-
" Ma-maaf Tuan. Saya tidak bermaksud.
Saya tidak tahu boneka yang
Tuan inginkan."
Jari tangan Riko yang menyangga dagu Rika seperti memiliki tegangan arus listrik yang mampu membuat Rika gemetar.
_- Cihhh,,,,,!!! Bilang saja kamu sengajakan? Sengaja ingin menghina ku.
Apa sebutan mu untuk ku?? Saat kau mabuk waktu itu. Ahh iya,,, Iblis!! Dia menyebutku iblis.
Baiklah, aku akan bersikap layaknya
__ADS_1
seorang iblis sejati. _-
Entah apa itu iblis sejati versi Riko.
" Aku ingin boneka."
_- Iya, iya tahu aku!! Tapi boneka apa?? _-
" Boneka,,,,,,,,,,,, "
Riko berkata dengan aura misteri di dalamnya.
Rika jadi semakin penasaran. Ia mendengarkan dengan baik ucapan Riko.
" Boneka,,,,,, Boneka Rika."
Sringg,,,,,,,!!!! Seketika senyum liciknya mengeluarkan cahaya mengkilap.
_- Boneka Rika? Apa itu boneka Rika? Kenapa aneh sekali. Dimana aku harus membeli boneka Rika? Siapa yang
menciptakan boneka Rika?
Tunggu!!! BONEKA RIKA?? Rika?? Itu nama ku.
Bedebah!!! Apa dia mau aku jadi boneka mainannya?? _-
Rika masih terdiam. Ia mengingat percakapan mengerikannya tadi dengan Riko.
Seraya berfikir dengan akal sehat haruskah setujui atau tidak?
Jika Rika menolak maka ia akan diseret gandal gindul ke lantai 3.
Iya beruntung kalau Rika berhasil kabur. Tapi bagaimana nanti jika nasibnya tidak mujur?
Di sisi lain, jika Rika mensetujui ia akan bebas dari Gandal Gindul.
Itu berkah. Tapi setelahnya bisa dipastikan Rika tercekal di genggaman Riko.
Itu jauh dari kata berkah.
Sangat jauh bahkan tidak mendekati.
Pilihan ini sama sekali tidak mengandung unsur prikemanusiaan.
" Jangan terlalu lama berfikir!! Hanya perlu jawab iya atau tidak!! "
Rika mengerjap sadar saat Riko semakin menarik dagunya.
_- Ini soal hidup ku. Bagaimana bisa kau bilang hanya jawab iya atau tidak hah??
Percuma!! Dia tidak akan mengerti.
Hiks,,,,. _-
" Tuan, saya manusia bukan boneka!! Bagaimana bisa saya menjadi boneka
anda?? "
" Bisa!! Tentu bisa!! Memangnya apa yang tidak bisa di dunia ini? "
Benar!! Semua hal bisa di dunia ini.
" Tuan anda kejam. Haha,,, anda kejam."
Dalam hati Rika sudah menjerit.
Ingin rasanya mencabik-cabik wajah Riko.
Tidak tersinggung Riko di katai kejam. Malahan ia tersenyum bangga.
Sudah banyak waktu yang terbuang. Riko tidak mau lagi membuang waktunya.
_- Jadi boneka mainan Tuan Iblis tidaklah buruk. Iya!! Tidak terlalu buruk.
Hahaha,,,,!!! Rika kau akan baik-baik saja.
Saat bosan dia akan membuang mu dan aku akan bebas. _-
Sangat rapi dan mudah jalan fikir Rika.
" Iya. Aku setuju."
Separuh nyawa Rika sudah melayang saat itu juga. Ia lemas, perlahan tertunduk saat Riko melepaskan dagunya.
Untuk Riko? Serasa nyawanya bertambah berkali-kali lipat.
Tidak ada kebahagian yang luar biasa dari pada hari ini.
Akhirnya, Rika Denisial Salsabila adalah miliknya.
Rika yang tertunduk lemas. Riko yang keadaannya berbanding terbalik dengan Rika.
Dari sini akhirnya David paham apa yang terjadi.
Intinya Rika kalah. Riko menang.
" Sudah cukup dramanya!! Ayo sekarang ikut kita!! Bos akan sangat marah jika menunggu lebih lama lagi. "
Melihat ketegangan di antara Rika dan Riko berakhir, Gandal Gindul pun ambil alih.
" Berhenti!!!!! "
Yang ini baru suara Riko.
_- Ahhh,,,, Sekarang apa lagi ini?? Kenapa aku merasa sedang syuting film?
Dramatis sekali.
Jika ada sutradara yang melihat ini pasti Kak Riko sudah jadi artis top. _-
Gumam David duduk santai hanya menyimak sambil menikmati winenya.
" Berapa harga gadis ini?? "
Langsung ke point Riko menanyakan harga jual seorang gadis malang.
" Memangnya kamu mampu membelinya hah?? Dia sudah di bayar oleh orang lain.
Jadi jangan ikut campur!! "
Itu adalah penghinaan yang hanya Riko balas dengan senyum sinis.
Baru pertama kali ada yang mempertanyaakan kemampuannya dalam membeli sesuatu.
_- Tidak bisakah kalian melakukan transaksi ini di belakang ku hah?? Jangan di depan ku seperti ini!! Hiks,,,!!
Kalian semua tidak punya hati. Awas saja
saat aku kaya nanti akan ku beli
kalian semua.
Tapi kapan aku kayanya huaaaa,,,,??? _-
__ADS_1
Harga diri Rika sudah benar-benar ternistakan di saat dirinya di tawar-tawar seperti barang belanjaan saja.
" Katakan saja berapa?? Jika aku tidak mampu membeli maka ambil mobil ku!! "
Riko melempar kunci mobilnya
di atas meja.
Sebagai barang taruhan.
" 80 juta. Tidak boleh di cicil."
Dengan percaya dirinya Gandal menyebutkan harga.
" 80 juta?? Hahahhaha,,,,!!! Kau mau jual mobil bekas 80 juta??
Konyol sekali. Hanya 80 juta?? Hahhaha,,,,,!!! "
80 juta?? Bagi Riko itu harga yang pantas di jadikan lelucon.
Setelan jasnya saja sudah lebih dari 80 juta.
_- Aku benar-benar malu hanya sekedar untuk menghembuskan nafas.
Gandal Gindul Sialan!!! Kenapa aku hanya dihargai 80 juta hah??
Barang mulus seperti ku paling tidak patok harga 1 Triliun bodoh!!
Kenapa kau membuat ku terlihat murah di depan Tuan Iblis?? Huaaa,,,!!
Lihat dia menertawai ku. Gandal Gindul kutukumpret sialan!! Bedebah idiot!!! _-
" Rika sekarang adalah milik ku."
Riko mendeklarasikan kemerdekaannya atas kemenangan Rika.
Awalnya Gandal Gindul berkerut kening melihat Riko menyodorkan selembar kertas.
Tapi pada akhirnya mata Gandal Gindul membelalak ingin keluar ketika melihat
deretan angka yang tertulis di cek
tersebut.
_- O, itu tangannya belum di obati? _-
Rika melihat tangan Riko yang bengkak saat menyodorkan cek ke atas meja.
" Sekarang cepat pergi!! Jangan pernah muncul di hadapan ku lagi!! "
Perintah Riko.
" Baik Tuan. Terimkasih. Kami tidak akan muncul lagi dihadapan mu ataupun Rika.
Sekali lagi terimakasih.
Semoga hari-hari mu menyenangkan."
Setelah mendapat jackpot yang besar, Gandal Gindul pergi dengan hati yang amat sangat gembira.
_- Berapa aku dibeli oleh Tuan Iblis?? Kenapa tidak memberitahu ku?
Aku kan juga berhak tahu. Setidaknya saat aku menjadi sultan aku bisa menebus harga itu agar
bisa lepas darinya. _-
" Hmmm,,,,!!! Berdirilah!! "
_- Akhirnya dia memintaku untuk berdiri.
Ahh,,, kakiku pegal dari tadi bersimpuh. _-
Rika pun berdiri meski sedikit canggung ia menarik-narik gaunnya kebawah karena terlalu pendek.
Riko melihat dari atas sampai bawah penampilan Rika.
_- Warna baju dan kulitnya sangat cocok.
Sangat cantik dengan lisptik merahnya. Kakinya yang jenjang. Wahhh,,,, Siapa yang sudah menyulap gadis ini?? _-
" Lihat dirimu!! Tetap saja terlihat buruk meski sudah berdandan."
Suara hati dan suara mulut Riko berbeda jauh.
Dalam hati ia memuji dalam ucapannya ia menghina.
Tentu saja Riko tidak mau blak-blakan memuji Rika.
Malu dong ya!! Harga diri mana harga diri?
" Kak, dari mananya buruk?? Dia terlihat sangat cantik."
David tidak bisa di ajak komfromi. Ia berbisik bermaksud menyadarkan Riko yang
sudah sangat sadar.
Cubit!!!!
" Aowwww,,,,,!! "
David meringis pelan. Riko mencubitnya.
Dasar adik yang tidak tahu kakaknya sedang akting.
" Tutup mulut mu!! "
Peringatakan Riko.
David yang sudah mengerti langsung menjauhkan badannya sambil mengelus-elus lengannya yang dicubit.
" Duduklah!! Layani aku!! Tuangkan winenya untuk ku!! "
Sekarang beralih pada Rika.
Rika hanya menurut saja. Ia duduk di samping Riko dan mulai menuangkan wine untuk paduka raja.
" Aku tidak sabar memainkan boneka baru
ku."
Kata Riko saat mengambil gelas wine dari Rika.
Sengaja ia menyentuh tangan Rika untuk menyalurkan energi menakutkan pada Rika.
_- Sabar Rika!! Huh!! Jangan emosi!! Kontrol tangan mu agar tidak melayangkan botol
wine di atas meja ke dalam mulut
Tuan Iblis!! Huh!!! Udaranya semakin panas.
Aku merasa gerah melihat senyum
kejinya itu.
__ADS_1
Tidak ada kesejukan sama sekali. _-