Beauty Inside

Beauty Inside
H-1 part 2. Mencium ku??


__ADS_3

Seharusnya tadi Rika kabur saja dari Riko saat ada kesempatan.


Kini barulah dirinya menyesal.


Memikirkan tadi dengan ringannya Rika bertanya tugas pertamanya sebagai seorang serkertaris.


Sungguh ia menyesal teramat sangat.


_- Serkertaris apanya sialan?!!


Sejak kapan serkertaris mendapat tugas bersih-bersih?


Ini bukan serkertaris namanya tapi ini namanya perbudakan.


Aishh,,,,,!!! Tidak di rumah besar disini pun aku tetap menjadi kacungnya. Sekarang aku semakin yakin kalau


di kehidupan sebelumnya aku adalah seorang budak. _-


Saat ini Rika sedang memegang kemoceng.


Konyol sekali Rika harus membersihkan tempat yang tak berdebu.


Rasanya Rika ingin beralih menggosok wajah Riko dengan kemoceng ini.


Saking kesalnya Rika tidak menatap ke benda yang sedang dibersihkannya


tapi menatap ke arah Riko sambil mulutnya komat kamit.


Sibuk mengutuki Riko dengan volume suara nyaris tidak terdengar.


" Hei,,,!! Aku menyuruh mu untuk membersihkan setiap sudut tempat ini. Kenapa malah sibuk menatapku seperti itu ha? "


Riko sadar ada sepasang mata yang sedari tadi menatapnya dan saat ia melihat Rika benar saja itu Rika.


" Ah iya Tuan. Ini saya sedang membersihkannya. "


Tertangkap basah Rika jadi kelabakan.


_- Memangnya kenapa aku menatap mu? Lagi pula ini mata, mata ku.


Bebas dong mau lihat wajah iblis yang menyebalkan itu. Huh!! Sekali saja aku ingin menyemprot wajahnya dengan pembersih kaca.


Biar kinclong sampai ke dalam-dalam. _-


Tapi lupakan saja!! Rika masih ingin hidup lebih lama lagi.


" Cih,,, "


Tahu Rika pasti tadi sedang mengutukinya.


" Besok kita akan pergi keluar kota untuk menghadiri pertemuan jadi pakailah pakaian


formal!! "


Tujuannya agar tidak membuat malu nanti disana.


Tentu Riko tidak bisa membawa serkertaris yang penampilannya seperti anak sekolah yang mau tamasya.


" Ah baik Tuan. Tapi sepertinya saya nanti disana tidak akan terlalu berguna."


Pertemuan seorang pengusaha besar pastilah ini bukan pertemuan biasa.


Mengingat dirinya hanya seorang serkertaris dadakan yang tak berpengalaman membuat Rika berfikir apalah yang


bisa dia lakukan nanti disana. Kalau hanya membuat kopi dan menghidangkannya di atas meja Rika bisa.


" Aku tahu!! "


Riko pun sadar akan ucapan Rika itu sangatlah benar.


Dan saat itu juga Rika tercekik akan ucapannya sendiri.


" Kau hanya perlu berdiri disamping ku dan membawa berkas-berkas yang di perlukan."


Katanya memberi tahu apa yang harus dilakukan Rika nanti.


_- Hmmm!! Tidak masalah!! Walaupun hanya berdiri dan diam saja disampingnya seperti robot!!


Aku ingin mencari sedikit pengalaman.


Aku ingin merasakan sensasi berada di antara orang-orang besar, hihihi,,,,!!


Siapa tahukan aku jadi pengusaha sukses suatu hari nanti. _-


Dari kecil sampai sekarang Rika ingin menjadi seperti ayahnya. Seorang pengusaha yang sukses.


Jadi ia merasa semangat untuk pergi besok.


" Baik Tuan. Kalau boleh saya tahu dimana tempat pertemuannya? "


Meski hanya menjadi serkertaris 3 hari Rika merasa perlu sedikit tahu tentang


kegiatan besok.


" Di gedung VIP XX "


Riko tidak tertarik dengan pertanyaan Rika tapi ia jawab saja namun tetap fokus dengan pekerjaanya.


" Kita akan menginap disana atau langsung kembali ke jakarta Tuan? "


Kegiatan bersih-bersih terjeda, Rika beralih kearah Riko.


" Perjalanannya cukup jauh jadi kita akan menginap di villa."

__ADS_1


Masih di jawab Riko. Walaupun merasa terusik karena Rika melempar pertanyaan yang dianggapnya tidak penting.


" Berarti saya harus mengurus keperluan tambahan anda seperti baju ganti? "


" Ya!! "


Dijawab lagi oleh Riko.


Jawaban yang sangat singkat menggambarkan dia ingin Rika berhenti bertanya hal yang tak berguna.


Tapi sepertinya Rika tidak peka.


" Apa villanya sudah di pesan? Apa perlu saya pesankan Villanya Tuan? "


" Tidak!! Serkertaris ku sudah mempersiapkan semuanya. "


" Pukul berapa pertemuannya Tuan? "


" 6 sore. "


Tangan Riko terhenti setelah sadar baru saja ia menulis angka 6.


Riko seharusnya menulis angka 8 di lempiran berkas yang ia kerjakan tapi gara-gara Rika ia malah menulis angka 6.


Karena baru saja


ia berkata yang ada angkan 6nya.


" Tuan~~ "


BRAKKKK,,,!!!!!


Riko berdiri menggebrak meja. Matanya merah melotot.


Marah akan kesalahan yang ia buat tapi fikirnya itu karena Rika.


Hanya dalam menulis angka seorang Riko Nataraha bisa salah?


Dia merasa anak SD akan menertawainya.


" Jika kau tak berhenti bicara juga aku cium kau."


Deg,,,,!!!


Kemoceng di tangan Rika terjatuh mengikuti arah gravitasi bumi.


Tangannya tiba-tiba terlalu lemas untuk memegang benda yang ukurannya tidak sampai 1/4kg itu.


Kakinya juga refleks berjalan mundur.


Dalam hitungan 1 2 3 Rika tanpa ancang-ancang langsung kabur terbirit-birit.


Seperti pesulap, Rika hilang dalam sekejap tanpa berucap hanya memperlihatkan


Kaburnya Rika membuat Riko sadar bahwa tadi dia kehilangan kendali atas


bibirnya.


Efek kesal karena Rika tak henti-hentinya bicara dia jadi asal mengancam.


" Huft!!! "


Menghela nafas panjang kemudian duduk kembali.


Menatap berkas yang ada di depan mata.


Lagi-lagi merasa kesal melihat angka 6 yang seharusnya 8 itu Riko langsung meremas kertasnya lalu dijadikannya penghuni


pertama bak sampah.


" Sial!! Seharusnya aku menyuruh anak itu untuk menbersihkan gudang. "


Menggerutu kesal. Alih-alih memperdayai Rika malah ia ikut terkana imbasnya.


Kembali pada Rika.


Berkat kemampuan lari cepat yang ia miliki sekarang gadis itu sudah ada di lantai 3.


Padahal Riko tidak mengejarnya tapi Rika terus saja berlari mencari tempat


aman.


Karena lari seperti di kejar setan, orang-orang yang melihat Rika jadi menatap Rika


aneh.


" Hah!! Hah!! Hah!! "


Rika ngos-ngosan. Definisi lari terlelah adalah saat kita lari secepat mungkin seolah-olah sedang di kejar.


Di kejar hantu!!


Bukan dikejar hantu lagi!! Tapi ia merasa seperti dikejar mulut Riko.


Sekarang Rika duduk disalah satu bangku di sebuah ruangan


yang sangat besar.


Ini seperti ruang untuk makan. Banyak sekali ada meja. Tempat ini masih kosong karena ini belum waktunya jam istirahat siang.


Tapi 5 menit lagi tempat ini akan penuh.


Rika tahu karena baru saja ia melihat arlojinya.

__ADS_1


_- Astaga!! Mimpi apa aku semalam? Kenapa Tuan Iblis ingin mencium ku??


Memangnya aku ada salah ngomong apa sih? Kenapa dia jadi marah seakan ingin menjepit mulutku ini dengan jebakan tikus?


Aku inikan serkertarisnya jadi wajar aku bertanya.


Astaga,,, ini gila!! Tuan Iblis sudah gila!!


Aku tidak mau kembali keruangannya.


Tidak!! Nanti aku benar-benar dicium. _-


Gumam Rika seraya meraba-raba mulutnya dengan tangan yang gemetar.


Membayangkan mulut itu dicium Riko membuatnya seperti orang gila yang panik akan hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.


5 menit kemudian benar apa yang Rika katakan, tempat ini langsung ramai. Mereka datang berbondong-bondong untuk mengisi perut.


Jadi disini makan sudah di tanggung.


Orang-orang mengantri dengan teratur untuk mendapat makan siang.


Antriannya panjang seperti cacing alaska.


Namun di antara mereka yang serempak mengenakan jas hitam ada satu makhluk


yang paling beda paling mencolok dengan baju kaos berwarna merah pakai jeans


lagi.


Dialah Rika.


Rika tidak sadar dirinya menjadi pusat perhatian. Orang-orang mengira Rika adalah orang luar yang cuma numpang makan gratis.


_- Wahh,,, ini namanya makanan para orang elit. Enak sekali setiap hari makan makanan mewah.


Kalau beli di restoran bisa habis di atas 500 ribu ini mah.


Besok-besok aku kesini untuk numpang makan ah. Lumayankan uang aman perut kenyang. Hehe,,, _-


Rika langsung mencari tempat duduk setelah mendapat makananya.


Rika tidak tahu makanan apa saja yang tersaji di atas piringnya yang jelas ia sangat lapar


dan ingin segera menyantapnya.


Efek terlalu memikirkan acaman Riko yang ingin menciumnya membuat perut


Rika jadi kelaparan.


Semua orang nampak menikmati makanan mereka. Tidak ada yang mengeluarkan suara.


Hanya dentingan piring, sendok dan garpu yang terdengar.


TEST!!!!


Di tengah enak-enaknya menyantap makanan siang tiba-tiba pengeras suara yang terpasang di setiap sudut ruangan termasuk ruangan ini mengelurkan suara.


Rika berhenti makan karena semua orang berhenti makan.


Mereka nampak sigap dan serius mendengar suara itu.


Pengeras Suara:::::: DoliDoli cepat datang keruangan ku sekarang!! Jika dalam 5 menit kau tidak datang, mati kau!!!


Seketika siisi rungan ini langsung ricuh mendengar panggilan itu. Saling bertanya lewat mata dan mulut siapa itu DoliDoli?


Kesalahan apa yang diperbuat hingga membuat seorang Riko terdengar sedang marah? Namun hanya gelengan yang mereka dapat.


Tidak tahu begitu artinya.


Mereka tahu dan Rika tahu itu adalah suara Riko.


" Ehmmm,,,!! Siapa itu DoliDoli? Sepertinya Tuan Riko sangat marah dengan DoliDoli."


Rika bertanya pada wanita yang


duduk di sebelahnya.


" Tidak tahu. Tidak ada yang namanya DoliDoli disini. "


Nama itu terlalu aneh untuk ada di perusahaan ini.


_- Siapa pun itu pasti hari ini tidak akan selamat. Is,,,Is,,Is kasihan sekali.


Tadi aku sudah membuatnya marah dan sekarang DoliDoli yang membuatnya marah.


Iiiii,,,, aku takut.


Beruntung dia tidak memanggil ku.


Suasana hatinya sedang buruk jadi jangan sampai dia memanggil ku. _-


Rika merasa lega. Dirinya adalah salah satu orang yang membuat Riko marah tapi beruntung Riko tidak memanggilnya lewat pengeras suara.


Karena Rika merasa ia tidak ada sangkut pautnya dengan si DoliDoli Rika pun melanjutkan makanannya walaupun yang lain


masih ribut membicarakan DoliDoli.


Pengeras Suara::::: RIKAAAAAAAAAAAAAAA,,,,,,,,,,!!!!!! Dimana pun kau sekarang, aku akan membunuh mu jika kau pura-pura tidak mendengar panggilan ku. Cepat datang kemari!!!! Waktumu tinggal 3 menit.


Kau dengar itu?? Aku akan membunuhmu jika kau terlambat.


Doeng,,,,!!!!

__ADS_1


__ADS_2