Beauty Inside

Beauty Inside
Akhirnya Berlutut.


__ADS_3

**Jangan lupa klik


Like !!


Tuliskan komen anda!!


Vote seiklasnya aja!!


Selamat membaca**!!


*


Bagaikan judul salah satu film lawas,


maju kena mundur kena.


Berlutut harga diri hilang, tidak berlutut jadi gelandangan.


Riko memberikan pilihan yang wah,,,,!! Seribu umpatan, kutukan, sumpah serapah dilontarkan Rika lewat ekspresi


dan kepalan tangannya.


Pilih berlutut atau hengkang dari rumah in? begitu kata Riko tadi.


Ini sama saja memaksa berlutut


secara tidak langsung.


_- Bajing*n licik kau Tuan Iblis. Sialan!! _-


Andai hidup Rika mudah di luar sana


maka sudah dipilihnya angkat kaki dari


istana terkutuk ini.


Tapi jangan harap Riko membiarkan Rika menemukan kedamaian lahir batin di luar sana.


" Katakan saja apa yang Tuan inginkan!! Tapi saya tidak mau berlutut.


Sampai mati pun saya tidak mau!! "


Sampai lautan mengering pun Rika kokoh dengan pendiriannya.


Bagaikan tiang listrik di tepi jalan.


Kokoh tidak goyang meski badai


menerjang.


Tidak tahu kalau badainya bersumber dari


Riko.


Monas pun bisa ia tumbangkan jika mau. Apalagi tiang listrik.


" Berhenti keras kepala seperti itu!! Kamu fikir hidupmu akan berjalan mudah??


Hahaha,,,, Fikirkan ibu mu!! Dia sudah tua!! setidaknya jangan membuat wanita tua menderita di jalanan.


Kau anak berbakti kan?? "


Sudah memakai seorang ibu sebagai sarana perang menuju kemenangan.


Dengan matanya Riko sudah memberikan gambaran bagaimana


kehidupan Rika dan ibunya nanti jika


keluar dari rumah ini.


Dan jika tidak mau keluar maka berlututlah!!


katanya dengan sorot mata.


_- Apa!!! Wahh,,, hei sialan!! Dimana hati nurani mu hah?? Surga itu ada di telapak kaki ibu tahu!! _- Ya Riko mana perduli.


Orang ibunya bukan ibu Ratna ya kan!!


Ibunya sendiri saja tidak dianggapnya ada,


apalagi ibu orang lain.


Haha,,,,konyol!!!


_- Jangan membawa-bawa ibu ku brengsek!!


Kamu fikir hidup ku dan ibu ku itu mudah apa? Begini nih kalau orang sudah merasa berdiri di atas segalanya.


Hidup orang miskin dianggapnya mainan.


Dulu sebelum ayah ku meninggal aku itu lebih kaya dari mu tahu.


Cihhh,,,,!!! _-


Ya itu dulu!! Sebelum negara api menyerang.


Sekarang kan Riko rajanya.


Rika dayangnya.


" Kenapa masih diam?? Mau pergi, pergilah!!


Hari ini aku tidak melarang mu. "


Tidak melarang tapi Riko sudah


menebar sepaku payung di luar sana untuk mengiringi setiap langkah Rika dikala


gadis itu memilih


pergi.


Dalam hatinya Riko sudah tertawa ngakak sampai jungkir balik.


Tahu si Rika tidak bisa berkutik.


_- Kalau aku pergi kau akan membuat hidup ku lebih sengsara lagi kan? Tidak apa hanya aku tapi bahkan kau mengikut sertakan


ibu ku dalam peperangan ini.


Ibu ku itu,,, hiks,, dia sudah sangat menderita tahu.


Kasihan ibu hiks,,,!!! Pria tidak punya perasaan seperti mu mana tahu rasanya. _-


" Wah,,, Sepertinya kau suka sekali menjawab ucapan ku di dalam hati mu ya? "


_- Eh, dia kok tahu si?? _-


Tentu saja tahu orang kelihatan


dari ekspresi mu Rika.


Mulut mu memang bungkam tapi wajah mu terlihat seperti sedang berbicara.


" Apa kau juga mengumpati ku?? Mengutuk ku? Mencaci maki ku? "


Menyebutku iblis sialan??

__ADS_1


Lanjutnya dalam hati.


_- Ya iyalah. Kan cuma itu yang aku bisa. _-


" Tidak Tuan!! Tidak mungkin saya seberani itu."


Tambahkan senyum jenaka di setiap


katanya sebagai ciri khas agar tetap


terlihat santai.


Apanya tidak mungkin? Fikir Riko rasanya mustahil jika Rika tidak mengumpatinya.


Cihhh,,,!! Sambil berdecih Riko


menggeser fas bunga di atas meja lalu menslojorkan kakinya disana.


Memberi kode khusus tersendiri.


" Cukup basa basinya!! Sekarang putuskan!! Berlutut atau pergi dari rumah ini detik ini juga!! "


Rika masih diam. Bingung dengan apa yang harus ia dilakukan.


" Aku hitung sampai 3. Jika kau masih diam aku anggap kau memilih pergi."


Rika sudah menunjukan tanda-tanda bimbang melalui bibir bawahnya yang di gigit.


Sepertinya Rika sedang berfikir dengan keras.


Tentu dengan segala pertimbangan agar menemukan jalan menuju surga bukannya neraka.


" 1 "


_- Bentar dulu dong!! Lagi mikir nih. _-


" 2 "


_- Sialan!! Santai dikit bisa gak sih?! _-


" 2/5 "


Seperti anak kecil saja ngitung ada dua setengahnya.


_- Mulut mu mau aku lakban ya?? Heishh,,,,!! Aku harus pilih yang mana?? Berlutut!! Tidak!! Berlutut!! Tidak!! _-


Semakin Riko menghitung semakin Rika bingung.


Merasa di tekan dan di paksa.


" 3 "


Riko melirik ke arah pintu. Tersenyum!!


Kemudian melihat lagi ke arah Rika.


Brukkkk,,,,,!!!


Di saat hitungan ke tiga terucapkan, di saat itu pula harga diri Rika tamat.


Mengenyampingkan ego demi kebaikan adalah keputusan yang tepat.


Berlutut sajalah!! begitu batin Rika memutuskan


dari pada di tendang.


Seandainya Riko memberi pilihan berlutut atau hukuman maka Rika


lebih memilih hukuman.


Tidak sudi berlutut di bawah kaki seorang iblis.


ikan piranha!!


Yang penting harga dirinya utuh.


Tapi sekarang, saat ibunya ikut terancam menjadi korban kekejaman seorang Riko,


harga diri bukanlah apa-apa lagi.


_- Persetan dengan harga diri. Lagi pula tidak ada yang tahu aku berlutut.


Toh hidup memang sekejam ini kan?!


Seharusnya tidak sesulit ini lepas dari Tuan Iblis.


Haha,,, ini kan yang engkau mau?!


Kau senang sekarang? Bahagia kan??


Lutut ku sudah melemah di hadapan mu.


Aku sudah membakar harga diri ku


sendiri.


Tidak mungkin kau tidak menertawai ku sekarang.


Jika bukan karena kesejahteraan ibu aku tidak mau berlutut di bawah kaki penuh dosa ini. _-


Geram Rika mengepalkan tangannya.


Sembari meyakinkan diri, tidak apa


Rika!! tidak apa!!


Ini bukan perkara besar. Toh esok akan berlalu.


Berbanding terbalik dengan


kondisi Rika.


Senyum menyeringai, bahagia, puas, dan kemenangan tersebar luas di permukaan wajah seorang Riko.


Pagi-pagi begini sudah di suguhkan pemandangan luar biasa, versi Riko.


Rika si mulut prosotan TK, tercatat hari ini Jumat/ 30 Juli 2020 pukul



30 pagi telah mengakui kekalahannya


di hadapan lawan.


Bungkam tidak punya satu pun kalimat balasan.


Wah,,!! Ini adalah pagi cerah yang bersejarah bukan?


Mari kita simpan di meomori kejadian hari ini!! Rika yang berlutut di bawah


kaki Riko.



" Kenapa baru sekarang?? Huh,,,,!! Jika dari kemarin kau berlutut maka


hidup mu tidak akan sesulit ini. "

__ADS_1


Sok-sok menyayangkan.


Padahal mahh,,,Aku bahagia! Hore,,,,!!


Akhirnya Rika berlutut.


_- Haha,,,!! Kamu puas sekarang??


Ayo tertawalah!! Tertawa sekencang-kencangnya!! Cih,,,,!!


Demi bersatunya langit dan bumi. Aku bersumpah!! Suatu hari nanti akan aku buat kau bertekuk lutut di bawah kaki ku.


Tunggu saja nanti!! _-


Sayangnya bumi dan langit tidak akan pernah bersatu.


Akan selalu ada ruang hampa yang


memisahkan.


" Ini baru 50%. Sekarang memelaslah untuk


mendapatkan maaf dari ku!! "


Meminta maaf versi Riko itu,


Berlutut, memelas, air mata, menjilat!!


Harus semenyedihkan mungkin barulah


bisa mendapat ampun dari Riko.


Itu pun kalau beruntung.


" Apa!! "


Sudah tidak terkejut dalam hati lagi.


Fikir Rika, berlutut maka


selesai urusannya. Ternyata tidak


segampang itu.


" Tuan apa anda ingin memanfaatkan situasi saya?? Haha,,, saya fikir berlutut adalah hal yang lebih dari cukup untuk


saya lakukan.


Tidak perlu memelas lagi. "


_- Dia meminta ku memelas? Wah,,, Ini benar-benar menyebalkan !!!


Ingin sekali rasanya ku peras tubuh mu, ku masukan kau ke blender, ku blender kau sampai hancur se hancur harga diri ku. _-


" Siapa bilang tidak perlu? Apa hanya berlutut ada artinya??


Jika tidak mau, berdirilah!!


Keluar dari rumah ini!! Bawa juga ibu mu!! "


_- Berhenti mengancam Iblis!! Tahu, Tahu aku tidak berdaya.


Sialan!! Selalu saja membawa-bawa ibu.


Baiklah!! Harga diriku sudah hancur.


Tidak apakan jika aku hancurkan sedikit


lagi. Hiks,,,!! Awas kau ya!! _-


" Meminta maaf yang benar!! Lakukan dengan sekali percobaan!! Kau tahu maksud ku


kan?? "


Terbentang senyum licik disana namun luput


dari pandangan Rika.


_- Ya, ya, ya, aku tahu!! Huft,,,,!! Baiklah.


Tarik nafas,,,!!! _- Rika menarik nafas dalam mata terpejam. _- Hembuskan!! Huft,,,,,!! _-


Bahkan suara helaan nafasnya bisa di dengar Riko. _- Dalam hitungan ke tiga, aku akan melakukan hal tergila dan terbodoh seumur hidup ku. 1, 2,,,,,,,,,,,,,, Ti,,,,,,,,,,,ga!!! _-


Godbye harga diri!!


Maafkan aku tidak bisa menjaga mu, Kata Rika.


" Huaaaaa,,,,,,,!!!! Maafkan saya Tuan!! Saya salah sudah lancang tidur di


kamar anda.


Saya mengakuinya dan menyesal yang sebesar-besarnya. Tolong kebaikan hati anda!! Huaaa,,, Saya tidak punya tempat tinggal lagi Tuan. Mohon Tuan jangan mengusir saya dan ibu saya!!


Ampuni saya, ampuni saya, ampuni saya Tuan!! "


Pernah menonton drakor bertema kerajaan?


Pernah lihat bagaimana adegan


dramatisnya saat seorang dayang


memohon pengampunan dari raja??


Begitu juga dramatisnya adegan saat ini.


Penuh kata dan air mata palsu.


Rika berakting sedemikian rupanya sampai menangis-nangis di bawah kaki Riko.


David yang melihatnya tidak kuasa menahan tawa.


Ponselnya sampai goyah yang sedari tadi sudah dalam mode on.


Fikirnya hebat sekali pagi-pagi Riko


sudah berhasil memperdayai gadis malang ini.


Entah bagaimana asal muasalnya hingga terjadi sebuah cuplikan drama yang sungguh fantastis, bomastis, dan


luar biasa di pagi


begini.


Yang jelas Riko memperkasai peperangan


hari ini.


_- Ini adalah hal tergila yang pernah aku lakukan.


Akan aku buang pristiwa hari ini. Tidak akan aku masukan dalam catatan buku sejarah.


Ini terlalu memalukan!!!!


Sungguh ini memalukan sekali


HUAAAAAA,,,,,!!!!

__ADS_1


RIKO NATARAHARA TERKUTUK KAU IBLIS LICIK. _-


__ADS_2