Beauty Inside

Beauty Inside
Beauty Inside { Episode 16 }


__ADS_3

Kembali ke Lap ~ top!!


Like!!


Komen!!


Vote!!


*


Pak Tarjo sigap menyambut kedatangan Riko.


Dengan senyum cerianya ia mencoba menyapa ramah pada pria yang bahkan hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi


terlihat sangat sombong.


Tapi itulah senjata pamungkas Riko untuk membuat anak orang menjerit-jerit sampai mimisan 3 ember.


Dirasa ikan teri sampai melompat-lompat ke permukaan hanya untuk melihat


ketampanan Riko.


" Selamat datang Tuan Riko."


Riko sudah terbiasa dengan sikap Pak Tarjo yang memang selalu tersenyum ringan di hadapannya.


Sebenarnya itu dilarang keras!! Setiap orang yang berhadapan dengan


Riko haruslah terlihat gugup karena itu membuat Riko merasa dirinya adalah orang yang di takuti.


Tidak salah Rika memberi gelar iblis pada pria ini.


Karena hanya iblis yang punya pemikiran seperti itu.


Riko tidak menjawab.


Ia menatap rumah yang sudah lama tidak dikunjunginya.


Sedikit ada rasa rindu pada bangunan bersejarah ini.


Bayangan seorang perempuan rada-rada ia tangkap dari sisi pandangannya namun di abaikan begitu saja.


Rika gadis itu membuang wajahnya kesamping sedikit tertunduk menghindari Riko dikala nasib buruk menerpanya.


Rasanya ia ingin terbang,


tidak apa-apa sampai menembus atmosfir dan tersangkut di angkasa.


Bertemu alien mata 1 disana dan di sandra juga tidak masalah yang penting jauh dari Riko.


" Tuan apa ada barang yang perlu saya ambil??"


" Di bagasi."


Artinya ada barang di bagasi.


Anak SD saja mengerti dengan pertanyaan 5W 1H.


Ya, harus pintar-pintar mengartikan ucapan Riko!!


Meski jawabannya tidak nyambung tapi disambung-sambungkan saja agar damai sentosa hidup sejahtera abadi selamanya.


Bagasi di buka Pak Tarjo.


Ada 2 kardus berisi bibit anggur disana.


Bibit Anggur kualitas unggul di kirim langsung dari jepang.


" Neng Rika bantu bapak neng ngangkat ini kardus!! Ayo sini neng!!"


Deg,,,,,!!!


Mendengar huruf-huruf R~I~K~A yang di jadikan satu itu membuat Riko melempar pandangannya pada gadis yang semakin menyembunyikan wajahnya.


_- Wahhh, wah,,, Pak Tarjo mulutnya minta di tabok pakai air cebokan nih.


Kenapa sih nyebut-nyebut nama aku segala sih pak,,??


Ahhh,,, Aku harus bagimana ini?? Apa pura-pura mati saja ya?? Nanti di kubur beneran


kan gak lucu. _-


" Rika??"


Kali ini kata dengan tujuan mempertegas


itu di berikan pada Pak Tarjo.


" Iya Tuan. Dia penggantinya Fatimah.


Dia sedang sakit Tuan."


Menjelaskan.


Tidak sadar sedang membawa Rika


masuk ke dalam kandang buaya.


_- Aihhh,,,, Pak Tarjo mulai sekarang kita kemusuhan ya!! Tunggu!! memang kapan aku kesahabatan sama dia??


Isssttt,,,, meyebalkan sekali. Aghhhh,,,,_-

__ADS_1


Rika ala-ala anak kecil yang pernah viral gara-gara " Kita itu kemusuhan."


" Neng Rika dengar bapak kan?? Sehat neng??"


Baru tadi telinga Rika baik-baik saja tapi


sekarang rada-rada budek buatan.


Riko teringat akan Rika di rumah besar.


Terkadang dia juga tuli seperti gadis ini.


Postur tubuh gadis ini juga sama persis dengan Rika.


Ditambah sikapnya yang mencurigakan membuat Riko penasaran.


_- Gawat tingkat darurat. Iblis mendekat.


Tidak,,,!! Ahhh,,, mati aku. _-


Mengecutkan wajah tanpa


sadar Riko sudah ada di depannya.


" Angkat wajah mu!!!"


_- Tidak mau. Wajah ku terlalu cantik nanti kau terpesona. Anjing saja sampai mengejar-ngejar ku. _-


Teringat memang Rika pernah dikejar-kejar anjing polisi karena mencuri telur ayam tetangga di depan pagar rumah.


_- Apa setiap orang yang bernama Rika itu tuli? Tidak Rika ini sama Rika itu sama-sama punya nyali besar. Lihat,, dia belum juga


mengangkat kepalanya. _-


" Pak Tarjo, ambilkan air keras!! "


_- Air keras?? Dia mau merusak wajah ku??


Dasar Iblis kejam. _-


" Tunggu pak!! Jangan ambilkan!!"


Menghentikan Pak Tarjo yang sebenarnya masih diam di tempat menyaksikan


mereka berdua.


Rika akhirnya mengangkat kepalanya sambil nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi depan yang rasanya ingin Riko sentil hingga rontok.


" Selamat datang Tuan. Senang bisa bertemu dengan anda kembali. Semoga selalu dalam lindungannya dan mohon kerja samanya Tuan!!"


Tidak senang bertemu anda kembali.


Semoga selalu dalam bahaya dan mohon


sejatinya ia sembunyikan di balik


senyum ramahnya.


" Wah,,,tidak di sangka dunia sesempit


ini."


Kesempatan emas untuk membalas pijat tumit gadis ini, batin Riko dengan senyum menyeringai terlihat


licik saat tau Rika adalah asistennya.


Kode mata diberikan pada Pak Tarjo untuk pergi membawa bibit-bibit anggur itu.


_- Bukannya sempit tapi Tuan saja yang mainnya kurang kejauhan.


Coba perginya ke kampung durian runtuh kan jadinya gak ketemu aku tapi ketemu upin ipin dan kawan-kawan disana. _-


" Aku curiga kau adalah penggemar berat ku."


Menebar tatapan curiga namun tersenyum


mengejek.


" Haha,,, Saya bukan penggemar berat anda Tuan."


_- Idih amit-amit cabang orok. _-


" Lalu apa kau seorang penguntit?? Katakan siapa yang menyuruh mu!! "


Menatap tajam


" Apalagi yang itu Tuan. Saya adalah orang yang cinta damai."


" Cihhh,,,, Katakan kenapa kau mengikuti ku sampai kesini?? "


Riko merasa Rika sengaja mengikutinya.


_- Jikakalau pun aku tahu akan bertemu Tuan iblis disini lebih baik aku melompat ke kasur dan tidur cantik disana. _-


Jika melompat ke jurang Rika tidak berani.


" Percayalah Tuan ini hanya kebetulan.


Sahabat saya adalah anak dari asisten di sini.


Kebetulan saya ditawarkan untuk

__ADS_1


menggantikan ibunya yang sakit."


Malas sebenarnya menjelaskan karena Riko


tidak akan perduli.


Yang berlaku hanya instingnya saja sedangkan penjelasan Rika dianggap hanya sebuah alasan.


Benar Riko hanya berdecih kemudian pergi masuk ke dalam rumah.


Rika mengikutinya dari belakang seperti seorang dayang.


Wahh,,,,!!! Itu nada yang keluar dari mulut Rika yang menganga lebar memandang takjub rumah yang baru ia masuki.


Rumah ini lebih besar dari rumah besar.


Hanya saja nuansanya berbeda, lebih condong ke nuansa tradisional.


Ada beberapa ukiran kayu yang di jadikan hiasan di dinding.


Di pojok ada sebuah tempat besar terbuat dari kaca dimana di dalamnya ada Art wayang terbuat dari berlian mengkilap.


Ingin Rika mencongkel secuil berlian itu dan menjualnya.


Lumayan bisa buat jajan.


Tapi setelahnya bisa di pastikan Rika tidur di penjara.


BRUKkkkkk,,,,,!!!!


" Ahhhh,,,,,"


" Dasar kau buta. Berani sekali menabrak punggung ku.


Cari kesempatan kau hah??"


Riko marah Rika menabraknya.


Gadis itu tidak memperhatikan jalan


dengan sibuk menatap sekitaran rumah.


" Maaf Tuan. Saya tidak sengaja."


Yaampun, ceroboh sekali sih kau Rika??


Seharusnya kau hindari peluang Tuan iblis untuk menyiksa mu!! begitu arti


ekspresinya cemas.


Rika sudah meminta maaf tapi melihat wajah gadis itu semakin membuatnya kesal.


Riko melempar jaketnya ke wajah Rika.


Rika kelabakan gagal menangkap jaket


yang melayang di udara hingga akhirnya medarat di wajahnya.


Menutupi ekspresi geram yang sedang


bersemayam di sana.


Rika menyabarkan diri, lagi pula 10 juta sudah di tangan.


Jadi sabar saja lah!! Hanya untuk sehari.


" Cepat siapkan aku pakaian untuk pergi ke kebun!!"


Seru Riko.


Rika mengambil kain yang menghalau pandangannya dan mendapati Riko


sudah duduk di sofa dengan salah satu kakinya


di lipat ke atas paha.


" Baik Tuan."


Baginda raja memberi perintah.


Harus sigap melaksanakannya jika tidak ingin dipancung.


Rika segera naik ke atas. Ada banyak kamar.


Bodohnya ia kembali lagi ke bawah


untuk bertanya di kamar mana pada Riko.


Riko membuka sepatunya membuat Rika kembali lari terbirit-birit ke atas.


Akhinya ia memasuki semua ruangan


untuk mencari kamar Riko.


_- Iblis sialan. Apa sih salahnya aku bertanya?? Main mau lempar sepatu saja.


Mentang-mentang sepatu ada banyak.


Aku lempari telur busuk baru tahu rasa.


Aihhh,,, bertanya saja tidak boleh. _-

__ADS_1


Batinnya mengoceh.


__ADS_2