
Jangan lupa Like, komen, vote, like ya!!
Itung-itung buat nambah semangat author nulis guys!!
Selamat membaca!!
*
Hari ini ada rapat penting. Meski terlambat datang ke kantor fikir David itu tidak
masalah.
Kenapa harus masalah?
Jika Bosnya saja sibuk tertawa terbahak-bahak di bangku penumpang.
Seperti di otaknya tidak memikirkan hal lain selain kejadian tadi pagi.
David tidak perlu bertanya lagi apa yang sudah membuat baginda raja begitu bahagianya.
Jika bukan soal Rika siapa lagi??
" Hahahaha,,,, Dav,,!!! Kau harus mencetakkan video ini ke dalam CD untuk ku!!
Hahaha,,, lihat wajahnya saat memelas-melas!!
Itu juga mulutnya lebar sekali seperti buaya saat menangis.
Hahaha,,, Kenapa wajahnya lucu sekali? Aku ingin melindasnya
saja dengan truk tronton."
Riko benar-benar memenuhi mobil ini
dengan suaranya.
Tidak apa baginya tapi yang kasihan itu David.
David yang malang terus terkejut-kujut oleh
suara Riko yang bentar adem bentarnya
lagi kayak toa.
" Hmm,,,!! Baiklah aku akan membuatkan CD untuk kakak.
Tapi sekarang ayo kembalikan ponselku!! Batrainya bisa habis. "
Terhitung dari rumah sampai sekarang Riko terus menonton Video Rika yang bertekuk lutut.
Normal jika menonton hanya sekali.
Tapi ini sudah gila!! Riko terus mengulang video Rika terutama di bagian Rika memelas.
Itu adalah bagian kesuka'annya.
Menonton itu serasa mendapat jackpot.
" Hahaha,,,, Lucu sekali. Aku ingin mengoleksi video seperti ini lebih banyak lagi."
Menyebalkannya lagi Riko sedikit pun tidak mengubris ucapan David.
Membuat David mendengus kesal.
Perkataannya seperti angin lalu saja.
" Terserah!! Terserah kakak!! "
Akhirnya memutuskan bersikap acuh.
David kembali fokus pada jalanan di depan.
_- Percuma bicara dengan orang gila. _-
............
" Harga diriku telah hilang!!
Harga diriku telah hilang!! Harga diriku telah hilang!! "
Rika duduk di dekat jendela. Dibilang melamun tapi mulutnya komat kamit.
Dibilang sadar tapi tatapannya
kosong. Di bilang kerangsukan tapi Rika anti-anti kerangsukan klub.
" Apanaya yang hilang sayang?? "
Ibu Ratna langsung menyambar setelah tadi
ia mencari-cari Rika.
Tapi anak itu benar-benar seperti tuyul susah sekali ditemukan.
Kata pelayan tadi di rumah besar katanya Rika sudah turun dari atas dengan kondisi yang
sangat menyedihkan.
Ya tentu Ibu Ratna khawatir sekhawatir
khawatirnya.
" Harga diri ku hiks,,,,!!! "
Menjawab tanpa sadar.
" Apa?!!!! "
Terkejut oleh ucapan Rika.
Harga diri anak gadisnya sudah hilang.
Gerakan tanpa sadar ia lakukan.
Ibu Ratna menyusuri setiap area sensitif Rika mulai dari leher.
Memastikan tidak ada tanda-tanda pelecehan seksual.
Tentu saja tingkah Ibu Ratna yang tidak jelas itu memicu kesadaran Rika.
Rika merasa risih bajunya di buka-buka.
Malu juga dong udah gede masak iya bajunya di buka-buka gitu.
" Ihhh,,, ibu kenapa sih?? Nafsu banget deh sama anaknya."
Sambil menyilangkan tangan di depan dada.
Tanda area ini tidak boleh di sentuh!!
Ini area keramat!!
" Katakan sayang!! Apa Tuan Tiko sudah melecehkan mu? Katakan pada ibu!!
Jangan takut!! Ibu akan meminta pertanggung jawabannya."
Sambil mencengkram pundak Rika.
Memintanya tidak takut.
Sikap ibu Ratna terlihat sangat konyol.
" Apa'an sih bu?? Dilecehkan apanya? Aku baik-baik saja!! Ibu ngaco nih.
__ADS_1
Kalau pun berani itu Tuan Riko melecehkan aku, sudah aku patahkan lehernya."
Padahal Riko yang dilecehkan.
Tring,,,,,!!!!
Tiba-tiba nada ponsel mengalihkan perhatian
Rika.
Rika mengambil ponselnya yang masih bisa ia jangkau tanpa pergerakan yang
berarti.
Melihat siapa pengirimnya dan apa isi pesannya.
" Tapi tadi kamu bilang harga diri kamu hilang. "
Sedikit kesal Ibu Ratna mengatakan apa yang Rika katakan.
Fikirnya apa anak ini tadi tidak sadar ya??
" Ah,, sudahlah bu!! Ibu cuci muka dulu biar fokus!! Ini tante Meri nyuruh aku bantu di toko. Tante Meri lagi ke luar kota.
Aku siap-siap dulu ya!! "
Rika beranjak dari dekat jendela lalu mengambil handuk.
Ibu Ratna masih berdiri disana sambil berfikir ini yang gak fokus aku apa si Rika?
" Aku baik-baik saja kok. Jangan dipikirkan buk yah!!! "
Menepuk pundak Ibu Ratna sebelum masuk
ke kamar mandi.
" Mungkin aku yang salah dengar ya?? Ah,,,, mungkin saja!! Lagi pula Rika bukan gadis yang tidak bisa menjaga dirinya.
Lupakan sajalah!!!."
Melupakan saja dan berlalu begitu saja.
Yakin anak gadisnya masih utuh
kesuciannya.
Entah kenapa mendengar soal harga diri dari seorang gadis membuat fikiran seorang ibu
itu langsung tertuju kesana.
Rika mandi sambil menyanyi berjoget-joget.
Kamar mandi adalah tempat terbaik
untuk menyanyi. Tempat yang bisa memanipulasi suara kita.
Terasa suara sudah semerdu artis kelas
papan atas.
Padahal mah, telinga sehat tuli dibuatnya.
Di dalam kamar mandi Rika memutuskan untuk melupakan kejadian tadi pagi.
20 menit kemudian ia pun selesai membersihkan tubuhnya.
Rika memilih Sweetter pink dengan celana jeans toska untuk ia kenakan.
Setelah selesai bersiap, memastikan dirinya cantik di depan cermin, Rika pun
berangkat.
Tentu dengan motor kesayangan yang selalu senantiasa menemani
Seperti biasa bangunan yang menyerupai rumah kaca itu selalu terlihat sepi.
Itu adalah toko bunga yang lumayan
terkenal. Bunga-bunga dari toko
ini selalu mengisi dekorasi di setiap pesta.
Sepi bukannya tidak ada pembeli tapi
pembeli atau pelanggan pesanan mereka akan di kirimkan sehingga pembeli
tidak perlu datang kemari dan memenuhi toko.
Kecuali di hari Valentin biasanya toko ini penuh dengan anak ABG baik laki
maupun perempuan yang biasanya membeli bunga langsung kesini untuk pacarnya
gitulah.
Biasa masih fase-fase cinta monyet mintanya di beli'in bunga sama coklat dulu.
Besoknya udah gede udah dewasa baru naik level, mintanya dibeli'in mobil
mewah.
Yang laki gak sanggup besoknya putus.
Hahahaha,,,!!
Rika masuk ke dalam toko.
Dari luar sudah terlihat beberapa pegawai yang sedang merawat bunga.
Setelah masuk ia melihat apa yang tidak bisa dilihatnya dari luar.
Seorang wanita seperti sedang mengoceh keapada salah seorang pegawai.
Rika pun menghampirinya.
" Ada apa ini?? "
Menatap sekilas wanita cantik terlihat sangat angkuh kemudian menetapkan sorot mata
pada pegawai itu meminta penjelasan.
" Ini Rika. Nona ini ingin mencari bunga dandelion tapi kita tidak punya bunga dandelion. "
Lebih tepatnya bunga mawar merah diselipi beberapa bunga dandelion, itu yang
dicari wanita ini.
" Maaf Nona, kita tidak ada bunga dandelion. "
Rika berbicara sopan.
Karena pembeli adalah raja. Meski pembeli ini dari wajahnya saja sudah terlihat sangat sombong.
Membuat Rika sebenarnya malas berbicara sopan.
Tapi, ya mau bagaimana lagi!!
Yang benar saja wanita ini langsung berdecih menatap dengan tatapan mengejek
sambil melipat kedua tangannya
di depan
perut.
__ADS_1
" Toko macam apa ini? Katanya ini toko yang terkenal. Bunga dandelion saja tidak ada."
Geram-geram Rika menahan emosinya.
Jika kalian tidak tahu apa itu bunga dandelion.
Bunga dandelion adalah semacam bunga padang yang bunganya sendiri terdiri dari bulu-bulu halus.
Bunga itu sangat rapuh hanya di tiup angin saja bunga itu bisa rontok.
Bagaimana bisa toko menyediakan bunga semacam itu?
" Maaf Nona!! Bunga dandelion memang indah dan sangat unik tapi kami benar-benar tidak menyediakan bunga seperti itu.
Disini masih ada banyak bunga indah, mari saya tunjukan!! "
Masih ramah dan sopan.
" Berani sekali kamu ya!! Saya bilang cuma mau bunga dandelion.
Pokoknya harus ada bunga dandelion sekarang juga!! Kalian tahu, bunga itu sangat penting.
Hari ini saya akan menemui orang terpenting dalam hidup saya. "
Wanita itu tiba-tiba membentak Rika.
Diperlihatkannya tatapan tidak suka pada Rika.
Padahal Rika sedari tadi berusaha bersikap sopan.
_- Eh situ kok nyolot sih?? Tidak perduli saya tidak perduli mau ketemu orang penting kek!! mau ketemu pacar kek!! Lagi pula kalau mau bunga dandelion manjat noh ke bukit!!
Disana ada banyak!!
Kok mancing lama-lama ni orang. _-
" Begini saja Nona, karena di sini tidak menyediakan bunga dandelion lebih baik Nona cari di toko bunga lain saja!!
Silakan Nona keluar dari sini karena kami
tidak hanya melayani orang seperti
anda."
Tepatnya melayani keangkuhannya.
Brakkkk,,,,,Tempyankkk,,,,!!!
Wanita itu melempar pot bunga di sampingnya.
Sontak semua orang yang ada di sana terkejut.
Pandangan mereka teralihkan pada 2 wanita yang sedang bersitegang.
Yang satu berusaha bersikap tenang yang satunya lagi wajahnya sudah memerah.
" Kamu belum tahu siapa saya ya? Berani sekali kamu mengusir ku. Apa kamu kira
wanita seperti diri mu hebat hah?? "
Rika hanya tersenyum mengasihani bagaimana sombongnya wanita ini.
Di dunia yang fana ini sulit sekali rasanya menemukan orang kaya yang rendah hati.
" Saya tidak perduli siapa anda. Saya juga tidak tahu apakah saya hebat atau tidak.
Tapi mohon anda pergi sekarang!! Anda sudah mengacau di tempat orang.
Jika tidak ingin saya laporkan maka silakan keluar!! Sebelum emosi saya
turun tangan."
Emosinya Rika itu pernah sekali ia bertengkar dengan wanita sombong di warung cepat saji lalu
disiramnya wanita itu pakai air bekas cuci tangan.
Melihat senyum Rika yang sepertinya tidak main-main membuat wanita itu sedikit
takut.
Lagi pula dirinya harus menjaga image.
Wanita ini wanita berada dan terpandang.
Jika bertengkar disini takutnya
berimbas pada kehidupannya.
" Cih,,, Awas kau ya."
Pergi membawa emosinya keluar dari toko bunga.
_- Huft,,, Pagi-pagi begini sudah menguras emosi. Huh,,,,, Gerah body jadinya. _-
Rika mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah karena menahan emosi jadi
wajahnya terasa panas.
~
Sedikit menyinggung tentang pemilik toko bunga ini.
Wanita yang di sebut Tante Mira itu dialah pemiliknya.
Tante Mira bukan kerabat atau teman dekat keluarga Rika.
Dia hanya seorang tante-tante yang sekitar 5 tahun lalu Rika tolong dari para
perampok.
Saat itu Rika bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa yang tiba-tiba muncul dari langit.
Dengan beraninya ia melawan 2 orang perampok.
hasilnya 2 kecoa negara itu teler.
Setelahnya Rika dilarikan ke rumah sakit.
Bingung kan yang teler siapa yang masuk rumah sakit siapa?
Jadi ceritanya, waktu Rika berkelahi itu dia di smackdown.
Patah tuh tulang ekornya.
Nah tante mira ini teriak minta bantuan.
Akhirnya warga datang, digebugin tuh dua perampok sampai teler.
Meski Rika K.O tapi beri tepuk tangan untuk
pahlawan umat yang tertindas ini!!!
Prok,,,,!! Prok,,!! Prok,,!!
Hidup Rika!! Hidup Rika!!
Sebenarnya Rika bisa saja kerja di toko ini.
Penghasilannya lumayan.
Tapi pemilik toko sering memperlakukannya secara khusus.
Itu yang membuat Rika tidak enak hati pada pekerja lainnya.
__ADS_1
Takut nanti pemilik toko dikira menganak tirikan mereka.