
Jangan lupa like + Komen + Vote ya guys!!
Semoga sehat selalu!!
Jangan bosen nunggu up author ya!
Terimakasih sudah mau membaca.
Selamat membaca!!
*
Perubahan suasana yang sungguh
drastis.
Satu tamu tak di undang membawa kekakuan yang tak tertolong.
Graha merasa ruang lingkupnya terbatasi akan keberadaan Riko.
Graha yang tadinya sedang bahagia-bahagianya berada di atas mengalahkan Rika sekarang tidak berani banyak cakap.
Menatap Riko saja ia harus mengumpulkan seluruh keberaniannya.
Sejujurnya dalam hati Graha kesal. Entah dari mana datangnya Riko di susana yang sedang panas-panasnya. Fikir Graha, Riko adalah pengganggu.
" Tuan Riko, sebuah kehormataan anda mau bergabung di sini."
Bersandiwara adalah senjata yang paling tepat digunakan di saat tujuan Riko
belum jelas diketahuinya.
" Jangan berlebihan!! Aku jadi tidak enak."
Riko juga ikut beracting.
Untuk pendahuluan ia bersikap sejuk pada Graha. Tebar senyum ramah.
Ini bukan gaya Riko sebenarnya.
Tapi lebih baik basa basi dulu sebelum memulai pertunjukan, begitu fikirnya.
Dalam olahraga ini disebut pemanasan.
_- Apa mereka akan berjabat tangan untuk
menguras air mata ku? Hancurlah aku jika
2 monster ini bersatu.
Tuhan aku bukan wanita super yang bisa melawan 2 monster ciptaan mu ini.
Lindungi aku hiks,,,,!!! _-
Rika sudah ciut. Tidak ada tanda-tanda kontra di antara mereka.
Rasanya ia ingin kabur saja dari 2 makhluk ini.
Namun kursi yang ia duduki terasa ada lemnya.
" Tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian dan aku terkejut.
Haha,,, ini mungkin terdengar tidak sopan.
Tapi telinga ku tidak bisa disengaja
dibuat tulikan."
Bohong!! Sebenarnya bisa saja Riko bersikap acuh pada pembicaraan Rika dan Graha.
Tapi memang dasarnya si Rikonya kepo.
Jadi sudah ada niatan untuk
menguping.
_- Tuan Iblis mendengar semuanya??
Dia tahu tentang diriku.
Dia pasti juga tahu aku kerap mendapat prilaku tidak senonoh.
Walau sudah tahu dia tetap bersikap biasa-biasa saja pada pria ini??
Sialan!! Jadi Tuan Iblis benar-benar ingin bersatu dengan Graha.
Kenapa kejam sekali sih?? Kenapa kalian 2 manusia tidak berprikemanusiaan harus dipertemukan?? Hiks,,,,!!! _-
Graha mulai khawatir.
Dimatanya sepertinya Riko tidak akan berada di pihaknya. Itu berlawanan dengan pandangan Rika.
Gugup Graha harus menjawab dan sedikit menjelaskan agar dimata Riko dia tidak terlalu buruk.
Aslinya mah busuk belatungan.
" Tuan Riko, itu tidak seperti apa yang anda fikirkan. Saya harap anda tidak salah paham."
Berusaha menutupi bangkainya sendiri.
Sayangnya hidung Riko sudah mengendusnya.
_- Eh, kenapa Graha harus berkata seperti itu pada Riko? Bukankah mereka akan
berjabat tangan?
Aku rasa ada yang salah. Seharusnya situasi tidak seperti ini. _-
Mulut Riko tersungging tersenyum miring.
Mulai membuka topengnya. Memperlihatkan sikap aslinya yang dingin.
Riko tidak lagi menatap Graha dengan sorot mata yang ringan. Naik level menjadi tatapan penuh hina.
Siapa yang tidak tahu Riko Natarahara?
Jika sudah keluar ekspresi kaku, senyum sinis, mata tajamnya berarti dunia mulai
tidak aman.
_- Kenapa mata Tuan Iblis tiba-tiba berubah seperti itu?? Sebenarnya apa sih
niat Tuab Iblis?? Sekarang dia melempar pandangan sentimennya.
Kenapa kau jadi senang ya?? Apa dia ada di pihak ku? _-
__ADS_1
" Memangnya kamu tahu apa yang sedang aku fikirkan?? "
Nada suara Riko yang berat semakin mengguncang nyali Graha.
Padahal Riko belum melakukan apapun.
Dia masih duduk santai.
" Tuan, bukankah kita tidak ada permasalahan apa pun??
Maksud saya, biarlah urusan saya dan Rika menjadi urusan kami berdua.
Mungkin saya sudah lancang, tapi apa kata orang nanti jika anda ikut campur dalam
masalah seperti ini."
Fikir Graha mungkin sedikit mencuci otak Riko akan berhasil.
Riko menarik punggungnya kebelakang.
Menyandarkannya disana.
" Ah,,, bagaimana ya,,?? Tapi sayangnya aku sudah terlanjur duduk disini.
Diantara kalian.
Sedikit ikut campur tidak masalahkan untuk mu? "
Bertanya namun tidak perlu jawaban.
" Tuan anda sedang bercanda ya?? "
" Tidak!!! "
Graha terdiam sepersekian detik. Otaknya mencerna jawabam tegas Riko.
Sekaligus berfikir bagaimana caranya agar Riko tidak ikut campur namun sebisa
mungkin tidak membuat pria itu marah dan tersinggung.
Terlihat jelas Riko tidak sedang melawak.
Jika pun jawaban tegas dengan sorot mata tajam itu adalah sebuah humor semata maka itu adalah humor yang
paling mengerikan.
" Ah saya kira anda bercanda. Baiklah tanpa basi basi lagi, sebenarnya apa yang Tuan inginkan?
Katakan!! Tapi mohon jangan ikut campur urusan pribadi saya!!
Saya tidak seburuk yang anda fikirkan Tuan."
_- Bohong!! Dia bohong. Dia itu pria berhati busuk.
Huekkk!! Menjijikan. Jangan percaya pada mulut manisnya itu!! _-
Jika memiliki keberanian sudah berbicara sambil mengebrak meja Rika.
Menuding wajah bertopeng Graha mengatakan dia bohong.
Tapi emosinya tertahan karena belum tahu pasti Riko berada di pihak siapa.
Takut nanti Riko malah berada di pihak
lawan.
Deg,,,,!!!
_- Apa dia benar ada di pihak ku?
Tidak!!! Aku tidak boleh terlena!!
Pasti ada udang di balik batu. Ingat ucapannya tadi Rika!! Dia tidak sebaik yang kau kira. Dia itu Iblis!!
Tapi kenapa aku lebih merasa aman jika berada di tangan Tuan Iblis dari pada Graha ya?? Padahal mereka sama-sama penghuni tanah neraka._-
Hanya aku yang boleh membuat mu menangis, kata itu menjadi alasan Rika membantah keras fikiran postif tentang
Riko.
Gagal postif thingking deh. Bawannya negatif thingking terus, huftt,,,!!
" Foto yang mana Tuan? Ah,,, sepertinya anda salah lihat. "
Graha dengan aktingnya pura-pura tidak tahu.
" Jangan banyak bicara!! Cepat berikan!! "
Cepet berikan atau ku bunuh kau, begitu arti sorot matanya.
Dalam bahasa anak muda, Graha banyak bacotnya.
" Saya tidak membawa foto apa pun Tuan.
Tidak berani saya membohongi anda."
Masih berusaha mengelak semampunya.
_- Wahhh,,, habislah riwayat mu. _-
by David penonton setia.
" Tidak berbohong ya katamu?? "
Riko dengan gigi yang digertakan memberi kode kematian lewat ekspresi, dan auranya.
Pakkk,,,,!!!! Brukkkk,,,,,!!!!
Tempyankkkk,,,,,!!!!
" Hah!!! " Rika terkejut.
Refleks berdiri dari duduknya.
Tubuhnya gemetar saat matanya sendiri menjadi saksi bagaimana tadi Riko tiba-tiba melayangkan pukulan super dasyat ke wajah Graha hingga tubuh graha terpental menabrak meja membuat beberapa wadah dari kaca jatuh dan pecah.
Sontak itu menarik perhatian banyak orang.
Semua pengunjung resto berdiri dikala 2 orang yang sedang beradu tinju lebih menarik dari pada ayam goreng dll yang terhidang
di atas meja.
Tidak ada akhlak mememang mereka semua fikir Rika termasuk David, bukanya di pisahkan mereka malah mengambil ponsel dan memvideokannya.
Apa lagi saat tahu itu Riko Natarahara auto heboh seisi Restoran.
__ADS_1
Dengan langkah yang gemetar Rika menghampiri David. Mengguncang lengan David, meminta itu dua orang dipisahkan sebelum ada yang mati.
Tepatnya sebelum Graha mati. Karena saat ini Riko menang telak.
Graha dihajar habis-habisan dengan tubuhnya terkunci di bawah tubuh Riko.
Jujur, sebar-barnya hidup Rika diluar sana dia belum pernah melihat hal
menakutkan seperti ini. Hari ini Rika benar-benar melihat sisi keras seorang Riko.
Begini sudah jadinya kalau Riko sudah kerangsukan arwah almarhum Agung Herkules.
" Tuan, hentikan mereka!! Tuan dia bisa mati. Cepat Tuan hentikan mereka!! "
Rika benar-benar panik.
Saking takutnya dia sampai menangis.
Kebuasan Riko benar-benar mengerikan.
Entah karena apa Riko bisa sampai seperti itu.
" Aishhh,,,, Berisik...!! Diam kau!! Tenang saja!! Dia itu tidak akan mati."
Katanya David malah kesal karena Rika mengganggunya saat asik-asiknya menonton tinju secara live.
_- Sialan!! Adik laknat. Itu kakak mu kerangsukan arwah agung herkules.
Graha bisa mati dipukulinya. Astaga,,, apa yang sebenarnya menghuni otak kedua kakak beradik ini?? Ahhh,,, bagaimana ini??
Aku takut,,,,!! _-
Hendak menghentikan tapi nyali sudah
K.O duluan melihat adegan kekerasan ini.
Rika benar-benar ketakutan bukan main.
Keadaan yang ricuh di dalam resto tentu secara cepat di dengar oleh penjaga di luar.
Karena tidak lama penjaga akhirnya masuk.
Rika berangsur lega melihat 2 pria berseragam itu.
Fikirnya tidak mungkin kan 2 pria ini tidak memisahkan Riko dan Graha. Secara 2 penjaga itu bertugas di bidang
keamanan.
" Pak tolong pisahkan mereka!! Cepat pak!! "
Kata Rika semangat sambil menunjuk ke arah lantai tempat terjadinya pergulatan.
2 penjaga itu langsung mendekat hendak memisahkan. Namun saat melihat wajah Riko, secara tidak terduga 2 penjaga itu mundur alone-alone.
Nyali mereka ikut menciut. Jangankan memaksa Riko untuk berhenti memukuli, menyentuh saja tidak berani.
Itu juga yang menjadi alasan pengunjung resto tidak berani ikut campur.
Mereka tahu, Riko adalah orang yang jarang mencari masalah.
Jika hal seperti ini sampai terjadi berarti sudah pasti yang tidak beres itu orang yang dipukuli Riko.
_- Sialan!! Ada apa dengan mereka?? Kenapa tidak jadi melerainya??
Aku tidak mengerti dengan jalan pikir semua orang disini. Idiot semua!! Apa mereka fikir ini tontonan yang indah apa??
Ah sial!! Aku harus menghentikan mereka._-
Sudah terlambat mengumpulkan
keberanian.
Fikir Rika berani tidak berani, menghentikan
kebuasan Riko adalah suatu keharusan.
" Tuan hentikan!! Hentikan Tuan!! Dia bisa mati. "
Rika berusaha menghentikan tangan Riko.
" Aghhh,,,,!! "
Rika berhasil menghentikannya namun dirinya malah di dorong Riko.
Riko melirik ke arah Rika, menghela nafas.
Sedikit merasa bersalah.
" Dengar baik-baik!! Jangan pernah mengganggu Rika!!
Dia adalah milik ku. Kau paham?! Rika adalah boneka mainan ku.
Aku tidak akan pernah membiarkan boneka ku di mainkan orang lain.
Hanya aku yang boleh memainkannya."
Masih dengan keadaan emosi
Riko mencengkram kerah baju Graha.
Memperingati penuh ancam. Graha yang mukanya sudah penyok hanya bisa meringis kesakitan.
Setelahnya Riko mengambil paksa semua foto dari saku jas Graha.
Tanpa memperdulikan situasi Riko menarik tangan Rika membawanya pergi keluar resto.
David yang malang ditinggalkannya.
" Hufttt,,,,!! Sekarang aku harus membereskan semua ini."
Keluh David. Habis menonton tinju ya dia harus membayar untuk itu.
8 anak buah dipanggilnya datang ke restoran itu.
Sekarang David dan anak buahnya harus membersihkan tempat ini.
Dalam artian, David harus memastikan masalah ini tidak bocor ke internet.
Dalam merauk keuntungan, bisa saja media menyebarkan berita hoaks yang merugikan Riko.
< CEO StarLight terlibat perkelahin di sebuah restoran. Di duga kekasih rahasia Riko Nataraha yang di sembunyikan dari depan publik berselingkuh dengan pria lain.>
Itu adalah contoh berita tidak bermutu yang bisa saja di tulis demi keuntungan pribadi.
Karena setiap berita tentang Riko adalah berita yang di tunggu-tunggu oleh
__ADS_1
para netizen dan para fans.