
Hari ini author menyapa dengan
1 part lagi.
Semoga bisa menghapus kejenuhan kalian ya. Jangan lupa like, komen, votenya gusy!!
Itu satu paket pemicu semangat author untuk menulis.
Trimakasih sudah menunggu.
Selamat membaca.
*
Saat ini hari sudah mulai memasuki malam.
Yang tadinya terlihat jelas kini sudah tak jelas lagi dan yang tak jelas malah sudah tak terlihat lagi.
Begitu pemandangan yang Rika lihat di ujung sana. Malam
mengulam semuanya dalam kegelapan.
Menyembunyikan keindahan alam dan menggantikannya dengan kesunyian.
Rika masih duduk di tepi kolam, tidak mau beranjak saat udara sudah mulai dingin, dia sendirian, termenung dalam,
melihat ke dalam dirinya sendiri, tersenyum, ada jiwa yang begitu menyedihkan disana.
Melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan itu sangatlah melelahkan.
Terus lari dan bersembunyi seperti pecundang.
Entah berapa lama permain petak umpat dengan pamannya ini akan berakhir.
" Disini kau rupanya!! Kau tidak dengar aku tadi memanggil mu hah? Cihhh,,,!! "
Berfikir sengaja Rika tidak menyahut.
Pura-pura tuli.
Riko berdecih merasa tahu dirinya sengaja diabaikan.
_- Tuan Iblis lagi? Huft _- Tanyanya dengan tidak semangat, lemas, lesu, saat Riko datang.
_- Dunia ini terlalu banyak iblisnya. Dimana-mana selalu ketemu iblis.
Sekali saja kirimkan malaikat penghibur untuk ku!! Kenapa hanya iblis, iblis, iblis dan iblis yang mengelilingi diri ku ini? _-
" Iya ada apa Tuan? Maaf saya tadi benar-benar tidak mendengar anda."
Dan akan lebih baik untuk saat ini ia tidak mendengar suara Riko.
Rika merasa akan lebih baik jika seperti itu.
Tahu Riko bukan orang pembawa kedamaian dalam hidupnya.
" Dimana pakaian ku? Kenapa tidak ada di kamar? Kau jaul ya?? "
Riko langsung main tuduh. Outfitnya setara dengan harga ponsel yang ada bekas apel digigit. Jadi jika dijual akan mendapat banyak uang.
Fikir Riko, Rika menjualnya agar dapat uang.
_- Tabahkanlah hati hamba mu ini Tuhan!! Luaskan kesabaran ku!!
Kenapa orang miskin selalu di tuduh jika ada masalah seperti ini?
Bisakah disini orang miskin tidak menjadi bahan tuduhan? Huft!! Entah dosa apa yang aku lakukan di kehidupan sebelumnya._-
Hingga selalu berada di dalam situasi
seperti ini.
" Tuan tadikan semua pakaian anda sudah saya berikan pada anda saat
membagi kamar.
Andakan langsung membawa masuk pakaian anda.
Kenapa sekarang malah menyalahkan saya? "
Rika sedikit menuntun Riko untuk
mengingat kalau dialah yang
sudah membawa pakaiannya sendiri.
Kesal juga karena dijadikan landasan fitnahan.
" Benarkah?? "
Sekarang Riko mulai merasakan yang dikatakan Rika itu benar.
Dia mencoba mengingat-ngingat lagi dimana ia letakan pakaiannya.
_- Apa dia bilang?? Benarkah?? Dia bilang benarkah?? Wahh,,,!!
Tentu benar sialan!!! Itu pakaian mu kan kau sendiri yang bawa masuk ke dalam kamar.
Beginilah kalau manusia otakknya kebanyakan beban.
Belum tua sudah pikun._-
" Tapi aku tidak bisa menemukan pakaian ku di dalam kamar. Tolong kau carikan!!
Aku harus mandi."
Bukannya meminta maaf karena telah menuduh Riko malah menyuruh.
_- Aihhh,,,,!! Jadi akukan yang harus repot lagi. Dia yang menghilangkan aku
yang harus menemukan. Tidak adil sekali. _-
Gumam Rika.
Walau disini dia yang bawahan Riko yang atasan. Wajar Riko menyuruh Rika.
Tidak mungkinkan Riko menyuruh tetangga.
" Baik Tuan."
Bersikap patuh saja!! Fikirnya hanya mencarikan pakaian Riko tidaklah membuatnya mati.
__ADS_1
Rika pun hendak turun dari sisi kolam
namun tepian kolamnya basah dan licin.
Rika terpleset disana dan hampir jatuh ke dalam kolam.
Beruntung Riko yang mendengar Rika berteriak itu langsung menyambar tangan Rika. Menariknya agar tidak jatuh.
BYURRRRRrrrr,,,,,!!!
Namun naas malah Riko yang jatuh kedalam genangan air setinggi 2,5 meter itu.
Rika tidak memikirkan hal lain saat mendengar suara itu. Ia langsung menoleh kebelakang dan mendapati Riko dengan tangannya di atas air seperti meminta
tolong.
Air kolam yang dalam tidak memungkinkan Riko untuk biasa berpijak.
" Tuan jangan bercanda!! " Rika mengira Riko sedang mengecohnya agar ikut
nyemplung ke kolam dengan berpura-pura tenggelam. " Ayo cepat berenang ketepian!! Saya akan menarik anda dari sini."
Fikir Rika tidak mungkinkan pria sebesar Riko tidak bisa berenang.
Kuda nill saja bisa berenang.
" Tuan apa anda mendengar saya? Ayo cepat kemari!! "
Rika sudah menjulurkan tangannya
ke arah Riko.
Menunggu tangan Riko untuk ditarik.
Namun Rika segera menyadari ini bukanlah lelucon saat melihat Riko tidak mencoba berenang ketepian tapi malah semakin tenggelam
dengan tanggannya mulai lemas perlahan ikut tenggelam ke dalam air.
Saat itu pula mata Rika menegang.
" Oh Tidak!!! "
Katanya saat melihat tubuh Riko sudah hilang di telan air.
BYURRRRRrrrr,,,,,,,!!!!
Rika langsung menceburkan diri ke kolam.
Beruntung dia sangat ahli berenang hingga tidak butuh waktu lama untuk sampai di
tempat Riko.
Saat ia berenang di dalam air ia melihat tubuh Riko sudah seperti orang yang kehilangan nyawa, lemas hanya bergerak semakin ke bawah.
Dengan cepat Rika meraup tubuh Riko sebelum hal buruk terjadi.
Meski sulit membawa tubuh yang lebih besar darinya namun Rika tidak menyerah.
Dengan sekuat tenaga ia berenang ketepian turut membawa rasa bersalahnya saat mendekap tubuh lemas Riko.
_- Bertahanlah aku mohon bertahanlah!! Maafkan aku hiks!! Tetaplah hidup aku mohon!! Aku sedang berusaha membawa mu ketepian. Tenang ini bukan pertama kalinya aku menyelamatkan orang jadi aku pasti bisa, hiks,,,_-
Bukan manusia namanya jika tidak menangis setelah mengabaikan orang yang menolongnya tenggelam.
Meski terkadang dirinya ikut tenggelam karena Riko terlalu berat tapi ia berusaha membawa pria ini
sampai ketepi kolam.
Dan berkat tekadnya Rika pun berhasil.
Tubuh Riko dibaringkan disana.
Riko terkapar tak berdaya.
Rika langsung memberi pertolongan
pertama. Dada Riko ditekan-tekannya dengan kuat.
" Ini salah ku. Ini salah ku hiks,,,!! Maafkan aku!! Sadarlah Tuan aku mohon!! Hiks,,,!! Aku kira kau ingin menipu ku hiks,,,!! Aku tidak tahu kau tidak bisa berenang.
Ini salah ku,,!!
Kenapa kau tidak sadar juga?? Ayo sadarlah!!
Aku tidak akan bisa hidup
jika kau mati Tuan, hiks!! Aku berjanji akan melakukan semua yang kau minta tapi aku mohon sadarlah dulu hiks,,, !! Sadarlah!!"
Rika tidak sadar dengan apa yang ia katakan yang jelas tujuannya hanya mendapat kesadaran Riko.
Saat ini itu yang terpenting.
_- Dia menangis? Dia menangisi ku. Ini menyenangkan. Aku pura-pura pingsan saja dulu sampai dia benar-benar mengira aku mati._-
Ada yang tersenyum namun tak terlihat.
Ada yang pura-pura pingsan namun sebenarnya sudah sadar.
Dialah si licik Riko!!
Melihat tidak ada perubahan yang terjadi Rika semakin panik.
Ia benar-benar takut. Rika sudah mencoba segala cara namun Rika tetap saja tidak bergeming.
_- Apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia belum sadar juga hiks,,,!!
Bagaimana ini? Hiks,,, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Apa aku bunyikan saja petasan disampingnya?
Itu bisa memicu keterkejutan. Dia pasti
sadar. _-
Sudah berdiri Rika hendak mengambil petasan. Namun dia sadar disini tidak ada petasan. Rika menangis lagi.
Yang ada jika ia keluar membeli petasan lalu sampai sini Riko sudah tinggal nama.
Sampailah ia teringat akan satu cara yang belum dilakukannya yaitu memberi nafas buatan.
" Aku harus melakukannya. Ya, tidak ada cara lain lagi."
__ADS_1
Ini adalah situasi yang sangat serius. Lebih dari apa pun!!
1 nyawa sedang berada di ujung tanduk. Jadi Rika tidak mau banyak berfikir lagi
dan,,,,,,
_- Apa yang akan dilakukan anak ini? Kenapa terdengar sangat serius?? _-
Dan,,,,
Hup,,,!!!
Deggg,,,,!!
Mata Riko yang tadi terpejam sekarang mebelalak saat Rika menyatukan bibirnya dengan bibir miliknya.
Lucu sekali Riko yang gagal berpura-pura pingsan.
Bukan hanya menyatukan tapi Rika juga membuka mulut Riko agar leluasa bisa memberi nafas buatan yang mana Riko tidak membutuhkannya.
Awalnya Riko sangat terkejut. Tidak percaya Rika bisa melakukan hal ini.
Ini diluar rencanannya. Riko hanya ingin mendengar Rika menangis dan memelas untuk hidupnya tapi apa ini?
Tanya Riko sudah tidak tahan lagi. Seketika sekujur tubuhnya yang basah menjadi
panas.
Ia sampai meremas tangannya sendiri lalu dengan sekali hentakan Riko membalikan keadaan tanpa melepas pautan bibirnya.
Sekarang Rika berada di bawah Riko berada di atas.
Gairah Riko meronta saat itu juga. Akal sehatnya sudah hilang entah kemana. Sadar tidak sadar Riko sudah mengulam bibir Rika.
Perlahan dan sangat lembut.
Tidak ganas seperti singa yang suka mengoyak.
Sudah sejak lama Riko tidak melakukan permainan bibir dan kali ini Rika membuatnya merasakan hal itu lagi.
Sama seperti Riko yang awalnya terkejut Rika pun sama.
Dia terkejut karena tiba-tiba Riko membalikan tubuhnya dan menciumnya.
Seharusnya Riko menciumnya dengan kasar saja!! begitu fikir Rika akan lebih baik. Dengan begitu ada alasan Rika untuk membrontak, mendorong tubuh Riko dan menolak ciuamannya.
Tapi itu tidak terjadi!! Dengan tidak tahu malunya Rika merasa nyaman.
Tidak berhenti disana, Rika juga perlahan membuka mulutnya memberi akses pada Riko. Tangan Rika naik mencari baju Riko bagian pinggang dan meremasnya.
Riko yang mendapat lampu hijau itu berhenti sesaat hanya untuk tersenyum.
Tanpa membuang waktu Riko melanjutkannya lagi. Rika menyambut bibir Riko dan mengikuti permainan bibir yang Riko lakukan.
Mereka 2 manusia yang belum terikat oleh hubungan apa pun sudah terlanjur tenggelam dalam perasaan masing-masing.
" Tu~tuan!! "
Hingga Rika sadar yang ia lakukan salah.
Rika mendorong tubuh Riko. Memalingkan wajahnya malu dan canggung.
Sadar akan ketidak tahu maluannya yang ikut menikmati ciuman itu.
Meski nikmat ya tetap saja ini salah.
" Aishhhh,,,,,!!! "
Riko mendengus kesal kepada dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia tidak mengendalikan dirinya ini?
Riko juga merasa malu. Saat melihat Rika ia jadi merasa bersalah.
" Apa ini ciuman pertama mu?? "
Melihat ekspresi Rika yang masih terkejut dengan apa yang mereka lakukan barusan, Riko jadi berfikiran ini ciuman pertama
Rika.
Dan pertanyaan Riko terbenarkan dengan sikap Rika yang semakin memalingkan wajah.
Rika terlalu malu untuk menjawab iya. Hal ini membuat Riko semakin merasa bersalah.
Sekejam-kejamnya dia tidak pernah mempunyai niat untuk mengambil ciuman pertama seorang gadis.
Riko masih memiliki hati.
" Katakan apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan ku? Apa dengan uang aku bisa menebusnya?? "
Riko bermaksud baik. Dia berfikiran uang bisa menebus kesalahannya ini.
Deg,,,!!
Namun entah kenapa itu menyakitkan untuk Rika dengar.
Ciumannya bukanlah barang yang bisa dibeli. Fikir Rika akan lebih baik Riko meminta maaf saja.
Kata maaf terdengar lebih baik ditelinga dibandingkan tawaran uang.
" Tidak perlu Tuan!! Ini bukan sepenuhnya kesalahan anda. Ini kesalahan saya juga.
Jadi lupakan saja!! Anggap semua ini tidak pernah terjadi!! Saya permisi. "
Rika bangun dan pergi meninggalkan Riko.
Meski tahu ini juga salahnya yang tidak menolak ciuman itu tapi tidak seharusnya Riko menawarkan uang. Itu membuatnya terlihat seperti wanita murahan.
Rika merasa terluka untuk itu.
_- Dia fikir aku manusia pengamdi harta apa?? Dia fikir aku gila uangnya?
Cihhh,,,!! Dasar lelaki tidak berperaasaan._-
Gumamnya seraya mengusap-ngusap bibir bermaksud menghapus bekas ciuman.
Bekas ciuman meamang bisa dihapus tapi ingatan tidak semudah itu untuk dihapus.
Setelah ini baik Rika dan Riko sepertinya akan dihantui oleh
perbuatan mereka sendiri.
Jadi selamat menikmati hidup dibawah bayangan malam ini dan semoga mimpi indah!!
__ADS_1