
Atap gedung menjadi pilihan tempat untuk berbincang.
Sirkulasi udara yang bagus, pemandangan kota jakarta yang bisa dilihat dari ketinggian dan tentunya langit cerah yang indah bisa memberi ketenangan.
" Sebenarnya saya tidak tahu harus memulainya dari mana." Serkertaris menyengir canggung.
_- Haha,,, sangat tidak lucu sekali. Dia yang ingin bicara tapi dia yang bingung.
Sepertinya ini hanya akan membuang-buang waktu saja. _-
" Kau bisa memulainya dengan intro!! Perkenalkan nama, tempat, tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, umur, hobyy, dll."
Saran yang bagus.
" Haha,,, Nona tapi saya bukan anak SD yang baru pindahan sekolah."
Dan bagi serkertaris itu sangat konyol.
" Kalau begitu cepat katakan apa yang ingin kau katakan!! "
Rika dengam moodnya yang masih kacau terlihat tidak suka suasana ini.
Serkertaris sadar mood Rika berada di zona merah.
" Baiklah saya mulai saja dengan sedikit memperkenalkan diri. Nama saya Sindi, umur 36 tahun dan saya sudah mengabdi di perusahaan ini selama 14 tahun."
_- Wahat?? 36?? Gila!! Aku kira usianya 25 tahun. Dia pakai skincare apa ya?? Aku juga mau awet muda seperti dia. _-
" Hmmm,,,.lalu? "
" Hmmm!! Baiklah sekarang saya akan mulai membicarakan tentang Tuan Riko. "
Setelahnya sekertaris berpaling ke arah langit.
Mengenang sesuatu!! Dan sebaliknya Rika sekarang yang berpaling kearah serkertaris.
Menunggu serkertaris itu untuk bercerita.
" Mulailah!! "
Seolah-olah acuh, tidak tertarik untuk tahu padahal telinganya terbuka lebar.
Sindi semakin menatap dalam ke arah langit dengan penuh perasaan.
" Tuan Riko adalah pria yang kaku. Dia pria yang tidak tahu cara mengeskpresikan emosinya.
Dia tidak tahu cara mengeskpresikan perasaannya. Dia pria yang bahkan tidak tahu cara mengekspresikan wajahnya. "
Tanpa senyum. Sindi seakan merasa sedih akan cerita yang baru ia mulai.
_- Apa dia adalah robot?? Kenapa dia tidak bisa mengekspresikan segalanya? Tidak!! ini bukan cerita murni.
Serkertaris ini pasti mengarang cerita agar aku mengasihani Tuan Iblis. Jelas-jelas dia bisa mengekspresikan kemarahannya dengan begitu sempurna tanpa cacat hingga membuatku ketakutan.
Dia juga pria yang ahli mengekspresikan kekejamannya. HAHA,,,!! Aku tidak akan jatuh keperangkapmu wahai pengikut setia Tuan Iblis. No!! No!! No!! Tidak semudah itu!! _-
" Hanya dua hal yang bisa Tuan Riko ekspresikan dengan sangat baik yaitu kemarahan dan kebencian. Tatapannya sangat sinis dan mengintimidasi. Wajahnya datar dan dingin."
Srienggg!!! Bulu kuduk Rika langsung merinding.
Benar!! Dulu saat pertama kali mereka bertemu, Riko memang seperti itu. Sinis, mengintimidasi, datar dan dingin.
" Saya adalah serkertaris almarhum ayah Tuan Riko selama 4 tahun.
Saya sering kerumah Tuan Riko untuk menyelesaikan masalah perkerjaan dan saya sering melihat Tuan Riko.
Dulu dia adalah anak yang sangat ramah, murah senyum, banyak bicara, ceria dan anak yang sangat menikmati hidupnya.
Dulu dia anak yang sangat bahagia."
Sindi masih ingat itu. Riko yang dulu tidak seperti Riko yang sekarang.
_- Benarkah? Dulu Tuan Iblis seperti itu? Lalu kenapa dia memilih menjadi pria yang dingin dan tak berhati? Sepertinya ada banyak hal yang telah terjadi dikehidupan Tuan Iblis. _-
" Terakhir saya datang kerumahnya saat Tuan Riko berusia 12 tahun.
Dari sana saya merasakan terjadi perubahan pada Tuan Riko.
Dia menjadi anak yang pemurung, jarang bicara, suka menyendiri. Lalu
saya melihat dengan kepala mata saya sendiri Tuan Riko mendorong ibunya yang berusaha mendekatinya, dia melempar gelas ke arah ibunya, dia juga sering berbicara kasar pada ibunya.
Saya tidak tahu apa yang membuat Tuan Riko seperti itu tapi yang jelas ada kebencian yang menyala di bola mata anak berusia 12 tahun itu. "
_- O, jadi ini tidak lepas dari Nyonya Santi? Aku ingat!! Tuan David dan Nyonya santi pernah bertengkar masalah Tuan Riko.
Sebenarnya apa yang terjadi antara ibu dan anak ini?
Masalalu yang buruk? Seburuk apakah masalalu itu sehingga mengubah diri seseorang? Aku jadi penasaran._-
" Hingga 2 tahun kemudian, kami semua menerima kabar duka yang sangat mengejutkan. Ayah Tuan Riko dan adik Tuan Riko mengalami kecelakaan.
Mereka meninggal. Mobilnya meledak dan terbakar.
Tuan Riko sangat terpukul dan merasa kehilangan. Saat itu juga dunianya seperti hancur. "
_- Ih aku kok jadi sedih sih? Ayah dan adiknya meninggal bersamaan, Tuan Riko pasti sangat rapuh waktu itu. _-
" Saat saya menghadiri upacara pemakamannya sesuatu yang mengejutkan terjadi lagi. Tuan Riko berlari dari tangga dengan emosi dan kesedihannya lalu mendorong tubuh Nyonya Santi yang sedang menangis di peti suaminya.
Tuan Riko marah pada ibunya tapi tidak ada yang mengerti ucapan Tuan Riko. Dia terus menuding ibunya dan berkata, semua ini salah mu!!
Tuan Riko sangat kacau saat itu.
Saya sendiri sidih melihat Tuan Riko. Semua orang mengasihani Tuan Riko."
__ADS_1
_- Ihh jangan nangis dong!! Kok ceritanya jadi semakin sedih sih? Semakin kesini semakin banyak ada bawangnya.
Apa hidupnya semenyedihkan itu? Sikapnya saat ini karena masalalu. Masalalu sudah mengubah Tuan Riko. Kasihan dia. _-
" Semenjak kehilangan ayah dan adiknya Tuan Riko berubah total.
Dia menjadi remaja yang senakin dingin dan tertutup. Dia seolah kehilangan arti kehidupan. Dia tidak lagi tahu caranya tersenyum.
Dia tidak tahu apa itu kebahagian. Dia tidak mengenal cinta dan kasih sayang. Dia tidak tahu caranya tertawa bahkan untuk lelucon yang sangat lucu, dia tidak akan tertawa!! Tuan Riko benar-benar tidak tahu cara mengekspresikan emosinya.
Dia menjadi pria yang sangat kaku."
_- Dia berubah menjadi manusia robot. Kasihan sekali. Bagaimana bisa dia menjalani hidup seperti itu?? _-
" 2 bulan kemudian, Nyonya Santi mengambil alih perusahaan StarLight. Nyonya santi tidak ingin memberatkan putranya yang masih
dalam fase perkembangan.
Apalagi kondisi Tuan Riko semakin hari semakin menghawatirkan. Tapi diluar dugaan, Tuan Riko yang masih berusia 14 tahun mengambil alih perusahaan dari tangan ibunya atas keinginannya sendiri.
Tidak ada yang tahu apa alasannya tapi semuanya merasa khawatir akan nasib perusahaan bahkan beberapa karyawan merasa perusahaan akan segera bangkrut karena pemimpinnya adalah seorang anak yang seharusnya masih bermain dengan anak-anak seusianya di luar sana. "
_- 14 Tahun sudah menjadi CEO? Apa ini masuk akal? Wahhh,,,,!! tidak ada yang memaksanya menjadi CEO di usia muda tapi kenapa Tuan Riko mengambil alih
perusahaan dari tangan ibunya? Apa yang difikirkan anak berusia 14 tahun saat itu? _-
" Tuan Riko memutuskan membuang masa remajanya dan menghabiskan hari-harinya di dalam ruangan tempatnya berada
sekarang.
Saya sudah beralih menjadi serkertaris Tuan Riko saat itu.
Saya kira akan butuh lama bagi Tuan Riko untuk menguasai dunia bisnis.
Tapi nyatanta hanya butuh waktu 3 bulan Tuan Riko sudah bisa memenangkan tender yang sangat besar. Dia membuktikan kemampuannya dalam 3 bulan.
Semua itu berkat keteguhan dan tekadnya. "
_- Wihhh,,, hebat!! Dia pasti anak yang sangat pintar. Dia sudah bisa memenangkan tender saat usianya 14 tahun saat itu aku pasti masih main petak umpat di kampung. _-
" Walau seperti itu Nyonya Santi tetap menghawatirkan putranya.
Akhirnya Nyonya santi memutuskan mengangkat Tuan David dan menjadikannya teman main Tuan Riko.
Tuan David berhasil mendekati Tuan Riko, mereka bahkan terlihat seperti kakak dan adik kandung. Namun keakaraban itu hanya terjalin di antara mereka berdua.
Kepada orang lain Tuan Riko tetap saja bersikap dingin termasuk ibunya."
_- Juga termasuk padaku!! Tidak hanya dingin bahkan dia sangat kejam. Aku kesal jika mengingat sikap takberprikemanusiaannya itu tapi mendengar cerita serkertaris ini aku jadi mentolerin sikapnya yang buruk itu.
Huftt!! _-
" Hingga usia Tuan Riko menginjak usia 17 tahun dia bertemu wanita yang sebaya dengannya.
Sekarang Sindi baru tersenyum. Ini sudah masuk ke cerita yang bahagia bukan sedih lagi. Dia ingat bagaimana Dinda membuat Riko mengenal, senyum, tawa dan bahagia.
" Apa wanita itu namanya Dinda? "
Rika yang sedari tadi hanya bergumam kini mulai bicara.
" Kau tahu?? "
Terkejut karena Rika tahu namanya Dinda. Padahal Riko tidak pernah mempublikasikan kekasihnya.
" Aku hanya pernah mendengarnya. Tapi aku tidak tahu siapa itu Dinda dan seperti apa rupanya."
Yang jelas pastilah tidak burik.
" Aku dengar dia juga meninggalkan Tuan Riko, kenapa? "
Rasa ingin tahu mulai ditunjukan.
" Saya tidak tahu alasanya bahkan Tuan Riko juga tidak tahu kenapa dia ditinggalkan.
Nona Dinda pergi begitu saja tanpa sepatah kata saat mereka berada di PartyCouple.
Nona Dinda meninggalkan Tuan Riko disana sendirian."
Sampai sekarang kepergian Dinda masih menjadi misteri. Keberadaannya juga tidak ada yang tahu.
_- PartyCouple? Namanya terdengar familiar. Dimana ya aku pernah mendengarnya?? Ah iya!! Dulu ayah sering menyebut nama pesta itu. _-
Rika ingat dulu dia tidak pernah diajak kepesta itu karena memang dikususkan untuk pasangan.
Dia juga tahu pesta itu diadakan setiap bulan Oktober dan sebentar lagi pesta itu akan diadakan.
Dan tamunya hanyalah para pembisnis.
" Tuan Riko mencari Nona Dinda seperti orang gila.
Dia mencari tanpa henti.
Namun hasilnya nihil. Tuan Riko merasa ditinggalkan, dia merasa dihianati.
Dia marah!! Saya masih ingat dia mengamuk diruangannya, dia menghancurkan semua barang, dia memecahkan semua yang bisa ia pecahkan den dia akan meremas pecahan kaca di tangannya untuk menahan emosi. Seperti itulah Tuan Riko melampiaskan kemarahannya saat ditinggalkan. Dia cendrung melukai dirinya sendiri."
" Pecahan kaca diremas?? "
Terkejut dan merasa ngeri. " Apa tangannya tidak terluka? "
Berfikir tidak mungkin tangan Riko terbuat dari kulit badak.
" Tentu!! Tangannya terluka dan berdarah namun dia tidak merasakan apa pun.
Mengerikan bukan?? "
__ADS_1
Sangat sangat mengerikan, begitu jawaban Rika dalam tatapannya yang semakin berkedik ngeri.
" Nona tahu? Saat ini kejadian itu terulang lagi. Tuan Riko menghancurkan ruangannya dan saya melihat dia meremas serpihan
kaca."
" Benarkah? Kapan?? "
" Sekarang!! Setelah Nona meninggalkan ruangannya. "
Ini adalah kejadian yang mengerikan tapi serkertaris itu tersenyum.
Seperti sesuatu yang menggembirakan.
" APA?? "
Namun tidak terjadi pada Rika. Bulunya malah merinding.
" Nona sekarang bisa pertimbangkan. Menurut Nona Tuan Riko pria seperti apa. Yang jelas Tuan Riko tidak bisa mengekspresikan perasannya. Dia tidak bisa terang-terangan mengatakan i love you.
Dia akan menunjukannya dengan sikap."
" Haha,,, Maksud mu Tuan Riko menyukai ku?? itu mustahil. "
Itu yang bisa Rika tangkap dari maksud Sindi.
Sindi hanya membalas dengan senyum. Selain Dinda, Rika adalah salah satu gadis yang bisa membuat Riko meremas serpihan kaca tanpa merasakan sakit.
Rika adalah salah satu gadis yang mampu membuat Riko merasa ditinggalkan.
Dengan kata lain Rika menduduki tempat spesial di hati Riko.
Meski Riko tidak akan mengatakan hal itu karena kembali lagi dia adalah pria yang kaku selain itu gengsinya menembus
atmosfir.
" Saya tidak akan berkata Tuan Riko menyukai Nona.
Nonalah yang harus menyadarinya sendiri. Itu aka menjadi momen yang indah."
Indah seindah senyum Sindi.
_- Menunjukan dengan sikap? Sikapnya? Sikapnya sangat buruk dari yang paling buruk. Bagiamana bisa itu disebut cinta?? Serkertaris ini kebanyakan nonton drama pasti nih. _-
" Aku sadar sekarang. Aku harus menyadari sikap Tuan Riko kepada ku agar aku bisa tahu perasaannya begitukan maksud mu?? "
Mendapat anggukan.
" Hmmm. Baiklah dengarkan baik-baik sikap Tuan Riko pada ku!! Yang,
Dia sangat senang mengusik hidup ku.
Dia pria yang kejam.
3.Dia sering menindas ku.
Menjadikan aku kacungnya.
Dia senang melihat ku menderita, moto hidupnya adalah aku menderita dia bahagia.
Baginya aku hanya boneka mainan.
Bagaimana itu disebut CINTA??? Kau itu berfikir terlalu jauh. Ini tidak seperti yang fikirkan.
Berhentilah berfikir yang bukan-bukan karena itu hanya akan sia-sia!! "
Rika beranjak. Sindi menatap Rika
dengan rasa menyayangkang.
Menyayangkan gadis ini tidak mampu menyadari perasaan Riko.
" Aku sudah mendengarkan semua cerita mu dan jujur aku juga merasa sedih. " Kehilangan juga pernah Rika rasakan. " Benar!! Disini pandangan ku pada Tuan Riko sedikit berubah. Sekarang aku bisa mengerti kenapa dia menjadi pria sedingin itu.
Tapi jika kau befikir Tuan Riko menyukaiku itu salah besar!! Aku harus pergi sekarang!! "
Rika mulai berjalan meninggalkan rekan bicaranya.
" Tunggu Nona!! Tuan Riko bukan tipe pria yang mau membuang-buang waktunya untuk mengusik hidup seorang gadis. "
Rika berhenti.
"Jika dia memang tidak menyukai seseorang maka orang itu akan langsung disingkirkan bukannya malah dibawa ke perusahaanya dan dimasukan ke dalam ruangannya."
Fakta Riko tidak pernah memasukan wanita keruangannya bukanlah rahasia lagi.
" Dan anda tadi bilang anda hanya dijadikan boneka mainan?
Tuan Riko bukanlah tipe pria yang suka bermain-main dengan seorang gadis. Dan jika itu benar, maka anda akan menjadi satu-satunya boneka kesayangan Tuan Riko. "
_- Boneka kesayangan?? _-
Sindi berjalan ke arah Rika. Berhenti tepat disisinya.
" Atau mungkin menjadi boneka yang dicintai Tuan Riko? fikirkanlah baik-baik Nona!! "
Lalu pergi tanpa rasa tanggung jawab telah membuat Rika berhenti dan kembali
berfikir dalam.
_- Boneka yang dicintai?? _-
__ADS_1