Beauty Inside

Beauty Inside
Salon Minke.


__ADS_3

Ingat jempolnya ya guys!!


Komentar kalian juga author tunggu²


Vote seiklasnya!!


Selamat membaca!!


*


Walau sudah 7 bulan berlalu tapi bayangan itu masih segar di fikiran Rika.


Senyum lebar dengan gigi depan hilang satu


terus berlarian di kepalanya.


Sedikit berkedik jijik Rika mengingat pria tua berprofesi sebagai bandar togel itu.


Berdoa dalam hati semoga, semoga, dan semoga Gandal Gindul tidak


menjualnya pada pria yang tak layak


pakai.


Ya, 7 bulan yang lalu Rika sempat tertangkap oleh si Gandal Gindul dan hendak di jual pada


seorang pria tua bangka.


Beruntung pria bandar togel itu sudah reyott jadi dengan sekali pukulan langsung rontok itu tulang tua bangka dan akhirnya Rika berhasil kabur.


" Bang Gin, Lepasin aku huaa,,,,!!! Aku gak mau sama tua bangka itu lagi."


Dalam perjalanan Rika terus merengek.


Berharap Gandal Gindul terbuka pintu mata hatinya.


" Bayar dulu hutang-hutang mu baru kita lepasin!! "


Perlu sedikit di konfir bahwa selain gadis pembuat masalah Rika juga gadis yang


berhutang pada renternir.


Meminjam uang bukan untuk hura-hura tapi untuk menutupi biaya pendidikan sekurang-kurangnya.


" 2 minggu lagi ya bang!! Rika janji kok!! Kali ini gak tipu-tipu lagi."


" Enggak!! Kalau sekarang tidak bisa bayar berarti tetap kamu akan kami jual."


Katanya kekeh, tegar, tidak goyang.


" Hiks,,,,!! Tapi bukan ke banar togel tua bangka itu lagi kan?? "


Takut-takut Rika menunggu jawaban.


Ia siap menjerit tingkat toa masjid jika Gandal Gindul membenarkan pertanyaannya.


" Bukan!! Pria itu sudah patah tulang kamu pukul waktu itu.


Sekarang agak muda ya Ndul? "


Harus bertanya pada Gindul karena tidak terlalu yakin.


" Iya Ndal!! Sekitar 50an lah. "


Santai sambil menyetir mobil. Seolah pria berkepala 5 itu masih layak pakai.


" Apa!!!!! " Pekik Rika.


_- Gak ada otak ya memang si gandal gindul kutukumprett ini!!


Aghhh,,,, Kenapa sih harus ketemu sama mereka lagi?


Aku sudah frustasi jadi tambah frustasi. 50 tahunan?? Mereka fikir 50 tahun masih enerjik apa?? _-


" Tidak mau!!! Aku tidak mau huaaa,,,,!!! Kenapa sih kalian gak milih-milih dulu hah??


Kalian gak liat apa aku cantik begini?


Setidaknya cari pria muda yang tampan, belum nikah, Kaya, kerjanya jadi CEO gitu kek!!


Biar senada sama kecantikam aku tahu.


Hiks,,,!!! "


Bocoran kriteria pria idaman Rika.


Muda, Tampan, Kaya, CEO.


Hmmm!!! Ada yang mendekati.


Gandal Gindul berkerut kening mendengarnya.


Ada gadis menyedihkan sedang mimpi ketinggian di sore bolong, bukan siang bolong lagi.


Karena saat melirik jam tangan ini sudah pukul 5 sore.


" Hei,, kami itu mau jual kamu bukan mau cari'in kamu suami."


Gandal mengingatkan.


" Ya tahu aku. Tapi siapa tahukan kayak yang ada di film sama drama-drma itu.


Yang awalnya dijual karena hutang ke seorang CEO dingin tapi akhinya si prianya kepincut terus nikah.


Lama-lama mereka cinta dan akhirnya bahagia."


Cerita di dunia maya dibawanya ke dunia nyata. Terdengar konyol.


" Hahahaha,,,,!!! "


Menganggap hayalan Rika hanya sebuah lelucon. Gandal Gindul menertawai.


" Rika ini sudah sore!! Bangaun!! Jangan kebanyakan mimpi!! Tidur sore awas ilernya ngalir sampai ke laut.


Hahahaha,,,,"


" Cihhh,,,,!! Siapa juga yang tidur.


Melek nih melek!! Dasar duo botak. "


Kesal Rika mengatai Gandal Gindul sembari memperbesar bola matanya.


Lelah sudah Rika merayu 2 pria itu. Selama 5 bulan ini bos renternir benar-benar mendidik mereka dengan ilmu paten agar tidak


mudah kena tipu lagi.


Akan sia-sia saja jika terus merayu mereka, begitu fikirnya.


Akhirnya Rika memanfaatkan waktu yang tersisa dengan memikirkan beberapa cara atau tips untuk kabur nantinya.


step by step difikirkan dan direncanakannya dengan sangat teliti.


Rika juga sudah memikirkan 4 cara cadangan jika cara utamanya mengalami kegagalan kronis.


" Sudah sampai. Ayo turun!! "


Gindul memarkir mobilnya di depan salon


terakreditasi triple Z karena Salon ini


adalah salonnya para wanita malam, penghibur, wanita panggilan dan sejenisnya.

__ADS_1


Rika turun dari mobil dengan pengawalan yang sangat ketat.


Dari luar pintu sudah berdiri seorang pria bertulang lunak, berbadan gemulai segemulainya daun pohon kelapa.


Bang Saleh, begitu Rika menyebutnya.


Karena dari atas sampai bawah pria jadi-jadian ini sangat mirip tokoh


Bang Saleh Upin Ipin.


Melihat Bang Saleh membuat dada Rika semakin sesak rasanya.


Tahu dirinya akan di ubah penampilannya


dari atas sampai bawah seperti wanita si kupu-kupu malam.


" Yuhu,,,,, Selamat datang kembali di salon Mamih Minke. "


Katanya menyambut sambil berputar putar sok cantik padahal tidak ada cantik-cantiknya.


_- Idihhh,,,,!!! Mual aku melihatnya. Dasar banci. Laki setengah jadi. _-


" Minkek~~ "


Terpotong. Minke langsung menyambar.


" Hei,,,, Yuu jangan sembarangan nyebut nama Mamih yah!! Nama mamih itu Minke no Minkek, you understaind!!! Nanti mamih


amplas mulut yu baru tahu rasa.


Apalah itu Minkek Minkek.


Bikes deh Mamih..Uhhhh,,,!!!


Kesalnya seorang banci kalau ngomong mulutnya letoi. Bahasanya campuran bernesia dan beringgris.


Yang dengar sudah siap nabok.


" Iya itu maksudnya Minke, Nih,,, Dandanin Rika yang cakep!! yang cantik!!


Hari ini mau kita bawa dia ke klub malam berkelas."


Rika didorong, tubuhnya beralih di tangan Minke.


Gandal Gindul meminta Minke memberi pelayanan terbaik karena club yang akan mereka datangi adalah


club malam


yang pengunjungnya konglemerat semua.


Tidak mau Rika malu-maluin nantinya


disana.


" Okay,,,!! Pokoknya serahin aja semua sama Mamih!! Mamih akan menyulap wajah Rika biar perfect and very very beautifull "


_- Cihhh,,,, Memang aku bahan sulap mu apa.


Aku itu udah perfect dari orok.


Diapain aja juga pasti tetap perfect. Emangnya kamu di makeup in 3 cm pun tetap


itu muka kayak rempeyek kelindes


traktor. _-


" Yasudah cepat sana!! "


Perintah Gandal. Rika harus siap pukul 7 malam. Yang menunggu di klub sudah tidak


sabar.


Rika pun dibawa masuk ke dalam ruangan.


" Eh Mila, cepat bawain baju yang Mamih taruh di ruangan Mamih ya!! "


" Siap Mih. "


Mila pergi naik ketas mengambilian baju yang memang khusus disiapkan oleh Minke.


Sebelum Rika sampai disini, Gindul


sudah meminta Minke untuk bersiap-siap


karena princes Rika akan datang.


_- Aku sudah bisa membayangkan bajunya. Pasti yang belakangnya bolong kayak sundel


bolong terus di depannya terbelah


mengikuti belahan dada.


Huaaaa,,,,!!! Aku tidak mua pakai baju


gembel. _-


Rika tahu betul selera Minke dalam memilih busana. Selain itu di ruangan ini memang banyak dihuni oleh busana


seksi yang sangat minim kain.


" Mamih yang ini mih?? "


Dari tangga Mila mengangkat bajunya ke atas.


Mengkonfir apakah benar yang itu atau tidak.


" Yaps... Cus bawa sini!! "


Rika tidak bisa menerawang model baju berwarna merah hati atau maroon itu dikarenakan terbungkus plastik.


Sepertinya habis di laundry.


" Rika, Mamih pilihin baju ini khusus untuk yuu!! Di coba dulu!! Pasti cucok!!"


Sambil memisahkan antara plastik dan bajunya.


Setelahnya Minke memperlihatkan baju itu pada Rika.


" Cantikkan?? Cepat ganti baju jelek yu itu!! "


Itu juga ihh kenapa celana mu robek-robek gitu? Kayak gembel tau."


Mengatai sweatter dan celana Rika yang memang sudah robek-robek dari pabriknya.


_- Gak tau emang modelnya kayak gini apa.


Kudet amat sih bang saleh tentang fashion anak muda.


Emangnya baju kamu gak ada robek-robeknya apa? _-


Gumam Rika mengambil baju dari tangan Minke.


Rika tidak langsung memakainya. Ia malah memutar-mutar baju itu. Mencari sebuah selera Minke yang seperti tidak terwakili oleh baju itu.


Apa Minke sudah ganti fashion?? Begitu Rika bertanya.


Seharusnya itu adalah baju model hot tapi baju ini hanyalah semacam gaun pesta di atas lutut tanpa lengan dan itu terlihat lumrah dipakai.


Meski bagian atas sedikit longgar tapi itu juga lumrah.


" Udah cepat pakai!! Mamih sengaja gak ngasi kamu dres presbody karena baju itu cuma cocok sama orang montox kayak mamih.

__ADS_1


Kamu yang agak datar cocoknya


yang itu. Itu juga bagus kok."


Enteng sekali mulut Minke mengatai body Rika datar.


Tapi emang sih. Hmmm,,,!!


Ucapan Minke bagaikan mulut buaya yang mencabik-cabik hatinya.


Bodynya yang setidaknya tidak sedatar jalan aspal di hina oleh banci.


Entah kenapa Rika teringat akan Riko.


Teringat saat di kebun anggur Riko juga mengatai punyanya kecil.


Seketika kepedean Rika turun drastis.


Fikirnya mau bagaimana lagi orang sudah terlahir seperti ini.


_- Banci Sialan!! Sombong sekali punya body hasil suntikan semua.


Walaupun aku tidak sebahendol kata mu tapi tubuh ku juga tidak terlalu jelek-jelek sekali.


Ini tubuh ideal tahu. _-


" Jangan diem!!! Cepat sana!! Atau mamih yang bantuin kamu ganti baju."


" Ihhh,,, Gak usah!! Iya Rika ganti sekarang.


Hisss,,,,!!! "


Rika cepat-cepat pergi walau ia sangat malas.


Fikirnya sebanci-bancinya Minke dia tetap seorang pria.


Amit-amit Rika dibantunya. Iya tidak masalah kalau dia perempuan asli.


Setelah mengganti baju Rika pun duduk di depan meja Rias.


" Bang Saleh mike upnya jangan ketebalan ya!! Jangan norak!! Wajah Rika alergi mike up bang."


Minta Rika saat Minke membuka senjata


perangnya berupa mike up.


" Apa!!! Bang Saleh?? Woi,,, Mamih bukan abang-abanglah!! "


Geram Minke menjengking. Suaranya tiba-tiba berubah laki. Sama persis seperti bang saleh di upin ipin saat marah.


Itu membuat Rika sedikit takut.


" Hehehe,,, Mamih Minke maksudnya."


" Gitu dong!! Panggil Mamih yang benar cin!!


Awas ya kalau ngatain Bang Saleh lagi!!


Mamih kirim kamu ke kampung durian


runtuh. "


Memangnya apa salahnya dengan kampung durian runtuh??


Bagus dong nanti disana bisa ketemu upin ipin dan kawan-kawan, fikir Rika sekilas.


_- Galak amat sih. Banci memang kalau galak itu nyeremin amat.


Tidak suka di bilang bang saleh ya jangan gemulai gini dong!!!


Mana sok cantik lagi. Masak ada perempuan di tenggorokannya isi jangkun.


Terus itu kaki segede gajah pakai high heels lagih. Kasian high heelsnya tahu.


Mana betisnya berotot. Banyak


bulunya kriting-kriting juga.


Di cukur kek!!


Iiiiiii,,,, Jijik aku bang. Kenapa ada manusia setengah laki setengah perempuan seperti dia sih? Jari jemari mu itu loh gak ada lentik-lentiknya. Kering, kekeh gitu ihhh,,,!!!


Hmmm,,, Sepertinya dibandingkan Minke, bang saleh lebih nyaman deh


dipandang.


Tidak bikin enek kayak dia.


Hissss,,,, Tapi Bagaimana ini aku kaburnya?? Gandal Gindul pasti ada di depan._-


Gumam Rika menatap Minke dari belakang naik turun di akhiri sebuah rasa frustasi


karena tidak bisa lari dari sini.


Rika sudah pasrah di tempat ini.


Fikirnya kaburnya nanti saja pas sudah ada di klub. Sekarang


wajahnya berada di tangan seorang banci.


Minke menuangkan jiwa seninya di wajah Rika. Sebenarnya wajah Rika memang sudah cantik jadi tidak perlu banyak polesan.


Bahkan sesekali dalam keseriusannya mendadani Rika, Minke merasa iri.


Kenapa ada wajah semulus ini? Tahu padalah Rika bukan orang kaya yang bisa melakukan perawatan. Walau Rika memiliki bibir yang tipis tapi itu terlihat sangat seksi.


Alisnya juga sangat ori tanpa sentuhan apa pun tapi sudah terlihat sangat cantik


dan rapi.


Mendalami perkerjaan di bidang kecantikan tentu Minke menyadari sangat


kelebihan Rika.


1 Jam sudah berlalu.


" OMG!!! Rika you very very bautifull."


Minke terkejut akan karyanya sendiri.


Berdiri agak jauh agar bisa menangkap dengan sempuna seluruh hasil


karyanya.


" Sini deh,, Mamih tunjukin."


Minke menarik tangan Rika menuju kaca berukuran besar.


Bukanya senang Rika malah lesu.


Bayangannya di cermin memang sangat cantik.


_- Hiks,,, Aku tidak ingin tampil secantik ini.


Huaaa,,,,Aku hanya ingin tampil cantik di depan


jodoh ku nanti.


Maafkan aku jodoh karena telah membiarkan orang lain melihat keindahan dan kecantikan diri ku ini.


Tapi aku janji jiwa dan ragaku hanya milik mu seorang. Aku akan menjaganya untuk mu.

__ADS_1


Tapi kamu dimana sih jodoh??


Selamatkan aku dong huaaaa,,,,!!! _-


__ADS_2