
_- Kenapa aku harus perduli dengan ucapan Serkertaris itu coba? Aishhh,,,,!! Ada apa dengan diri ku yang bodoh ini? Sudah bagus aku pergi tapi kenapa memutuskan
untuk kembali lagi sih? Entah apa yang aku fikirkan.
Asihh!! Punya hati 1 kenapa sebaik ini sih?
Aku harus tetap pendirian!! Kalau sudah memutuskan pergi ya pergi sejauh mungkin tidak usah kembali!! Tapi,,,,Huft,,,,!! ucapan serkertaris itu membuat ku bimbang. _-
Rika berdiri dibalik pintu menunggu pria yang sedang berbaring di atas kasur itu sadar.
Sadar dari tidurnya yang nampak damai sejahtera sedangkan dirinya
gelisah seperti cacing kepanasan padahal ini masih pagi dan udarapun masih dingin.
Rika berniat untuk pergi saja tapi hatinya malah menolak. Ketidak selarasaan ini menimbulkan rasa frustasi.
_- Aih,,,,!! Sebenarnya apa yang sedang aku lakukan disini?? Aku pergi saja!! Kenapa aku harus mau dijadikan bonekanya? Boneka yang dicintai tuannya??
Haha,,, konyol sekali!! Tidak ada mainan yang benar-benar dicintai tuannya.
Boneka akan dibuang jika sudah membosankan atau disumbangkan ke pantiasuhan, itu adalah realitanya. Serkertaris itu konyol sekali.
Seharusnya aku tidak terprofokasi dengan ucapannya. Baiklah,,,,!! Rika,,,,,Go!! Ayo kita bulatkan tekad untuk pergi dari Tuan Iblis!!! HA,,,HA,,,HA,,,!! _-
Rika balik kanan, Jalan!!! Dia berjalan meninggalkan kamar Riko layaknya seorang patriot sembari bernyanyi, pergi!! pergi!! pergi,,gi,gi,gi,gi!!
" Air,,,,,,!! Uhuk,,,!! Air,,,"
Suara serak meminta air dari balik selimut tiba-tiba terdengar.
Rika balik kanan lagi, Lari!!! Bergegas masuk ke dalam kamar Riko.
Menuangkan air kedalam gelas lalu memberikannya pada tangan yang meraba-raba tak jelas.
" Tuan anda sudah bangun."
Katanya sangat antusias membantu Riko bersandar di kepala ranjang.
Riko meminum airnya dengan mata terpejam.
Dua mata itu sangat kaku untuk dibuka, rasa sakit dan pusing merajalela dikepalanya, tenggorokan rasanya seperti gurun pasir, tubuh dari atas sampai bawah pegal-pegal semua.
Rasanya hidup ini sungguh berat hingga rasanya Riko ingin tidur kembali.
_- Tubuhnya bau alkohol. Apa dia habis minum kemarin? Tuan Iblis terlihat sangat kacau. Apa dia mabuk berat? Sepertinya iya!! Menyedihkan sekali!! _-
Mengatai Riko menyedihkan tanpa sadar dirinyalah yang membuat Riko menjadi manusia menyedihkan seperti ini.
" Tuan apa perlu saya buatkan air lemon? "
Berfikir mungkin Riko pusing jadi air lemon bisa sedikit membantu.
" Tidak usah!! Hari ini siapkan aku air dingin!! Aku ingin berendam di air dingin."
Air dingin bisa lebih ampuh mengembalikan kesegaran tubuh, begitu menurut Riko.
" Baik Tuan."
Rika masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air dingin di bathup. Riko sendiri berusaha mengembalikan kesadarannya termasuk kesadaran mata yang kabur.
" Aishh!! Apa yang sudah aku lakukan kemarin??" Mencengkram rambutnya yang sudah seperti sarang burung walet.
Frustasi dan menyesal karena telah bersikap seperti orang bodoh. " Aghhh,,,!! sepertinya beberapa tulang ku rontok. Tubuh ku sakit semua. "
Beberapa menit kemudian Riko
merasa tubuhnya sudah mampu bergerak. Riko memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Dengan langkahnya yang gontai dia memasuki ruang ganti terlebih dulu, melepas semua pakaiannya disana dan hanya menyisakan celana dalam. Pintu kamar mandi sedikit terbuka, ini aneh bagi Riko tapi dia abaikan saja dan masuk.
Ketika masuk, Jeng,,, jeng,,,jeng,,,!!
" AAAaaaaaa,,,,,,!!! DASAR PRIA MESUM,,,,,!!!!! "
Rika lari terbirit-birit dari kamar mandi, keluar dari ruang ganti meninggalkan kamar Riko turun ke tangga, melewati ruang tengah, keluar dari ruamh besar, belok kiri menuju rumahnya, buka pintu cklek!! , tutup pintu Gledegg,,,,!! Masuk ke dalam kamar, lompat ke tempat tidur, tarik selimut, panas dingin sudah tubuh gadis itu setelah
melihat gelundungan yang membuatnya menjerit.
Kembali pada Riko,
" Rika?? Dia Rika?? Bukan Bi Gina? Kenapa gadis itu ada disini? "
Riko yang kepalanya masih cenat cenut baru sadar yang dikiranya Bi Gina ternyata Rika.
Berfikir keras kenapa Rika ada disini setelah kemarin menolak dirinya.
" Kenapa dia juga berteriak?? Apa yang salah dengan ku? " Bercemin mencari apa yang salah dengannya hingga membuat gadis menjerit. " Tidak ada yang salah. Tubuh ku bagus dan sempurna. Dianya saja yang aneh."
__ADS_1
Berfikir Rika yang aneh sedangkan
dirinya normal-normal saja setelah muncul di depan gadis dengan tubuh yang 95% terekspos.
Lelaki bertubuh sispek itu berjalan menuju bathup. Saat satu kakinya di masukan ke dalam air bertapa terkejutnya saat air itu seakan menyengat tulang kaki Riko.
Sontak Riko menarik kakinya.
Airnya sangat dingin seperti es batu yang baru saja meleleh.
_- Bocah Sialan!!! Dia pasti ingin membekukanku. _-
Geram Riko segera menutupi tubuhnya dengan handuk kembai ke kamar untuk memanggil seorang pelayan yang akan diperintahkan untuk memanggil Rika ke kamarnya, segera!!
Pelayan itu segera memanggil Rika namun Rika menolak dengan alasan tiba-tiba sakit. Takut menghadap Riko dengan tangan kosong, pelayan itu meminta Ibu Ratna untuk membujuk anaknya agar mau menemui Riko karena Tuan Muda itu seperti sedang marah.
" Rika,,,,,!!! " Dari radius depan rumah sudah berteriak. " Apa yang sudah kau lakukan hingga Tuan Riko memintamu menghadap hah? Pelayang bilang dia seperti marah. Apa kau membuat masalah lagi dengannya??"
Ibu Ratna menjengking pada anaknya yang bersembunyi di balik selimut.
_- Aduh,,,,!! Kenapa harus kanjeng mamih sih yang datang?? _-
" Tidak bu! Rika tidak berbuat apa-apa kok."
Malah dia yang mesum di depan Rika, hiks,,!!
" Tapi itu kenapa Tuan Riko menyuruhmu segera menghadap? "
" Mana Rika tahu. Rika gak ngapa-ngapain, suer!! Kali ini plisss percaya sama aku!! Jangan nyuruh aku kembali kesana!! Aku nggak mau!! "
Seketika peluhnya semakin bercucuran. Setiap detik yang berlalu terselipkan bayangan itu.
" Kalau kamu tidak membuat Tuan Riko marah seharusnya kamu itu tidak takut." Menarik selimut Rika. " Ayo sekarang temui Tuan Riko sebelum dia benar-benar marah!! "
Ibu Ratna memaksa Rika. Dia menarik kaki putrinya lalu mendorong tubuh gadis itu keluar.
" Ibu Rika nggak mau!! Pegang jidat Rika!! Panas bu! Rika sakit!! Panas dingin, batuk uhuk uhuk!! pilek juga.
Huaaa!!! Ibu Rika bisa mati disana. "
Rika berusaha lepas dari ibunya tapi apa daya ketika tubuh kurusnya mendapat dorongan dari tubuh ibunya yang sudah seperti tower.
~~
Rika menunduk di depan Riko. Berdiri di jarak 3 meter dari pria yang duduk di sofa.
" Kau sengaja ya melakukannya? "
Tanya Riko dingin sedingin air di bathup.
_- Idih,,, situ kali yang sengaja telanjang di depan saya. _-
" Sengaja apanya Tuan? "
Masih tidak berani menatap.
Lantai dijadikan Rika sebagai titik fokus matanya. Dia tidak mau ambil resiko lagi. Takutnya dari panas dingin jadi mati suri. Siapa yang tahu pria ini mungkin sengaja ingin memamerkan keris empu gandringnya, fikir Rika begitu.
Padahal Riko tidak tahu itu Rika dan dia lupa kalau di kamar mandi ada orang yang sedang menyiapkannya air.
" Sengaja apanya kau bilang? "
Pakai pura-pura tidak tahu lagi, kata Riko dalam hati.
" Ikut aku!! "
" Kemana Tuan?? "
Rika tidak sengaja mengangkat matanya, dia melihat Riko sudah mamakai piyama mandi.
Dari sana ia berangsur lega.
Riko tidak menjawab dan malah menarik tangan Rika menuju kamar mandi.
Dia ingin membuat gadis itu merasakan sendiri sensai dinginnya air yang ada di bathup.
" Masukan tanganmu kedalam air!! "
Perintah Riko.
Melipat kedua tangan di atas perut menunggu bagaimana gadis itu akan memberi alasan setelah melakukan kesalahan yang bagi Riko itu disengaja dan direncanakan.
_- Dia kenapa sih? Memangnya ada apa dengan airnya? Airnya bersih dan jernih. Mungkin dia ingin memastikan airnya aman. Dasar pria banyak tingkah!! _-
Hanya memasukan tangan ke dalam air bukanlah perkara besar.
Rikapun memasukan tangannya ke dalam air karena merasa tidak ada yang salah dengan air yang disiapkannya.
__ADS_1
Tangan dimasukan, Sluppp!!!!
" A Dingin!! " Seperti Riko, Riko spontan menarik tangannya. " Kenapa airnya dingin sekali? "
Bertanya pada Riko yang dimana seharusnya Rikolah yang bertanya.
" Kemari kau!! " Rika maju dengan langkah yang ragu.
Cetak!!! Aowww,,,,!!
" Tuan kenapa menyentil dahi saya?? Aowww,,,,!!! Ini sakit sekali. "
Riko malah tersenyum melihat Rika yang meringis. Lucu sekali, dia ingin menyentil lagi tapi kasihan akan ada benjolan nanti disana.
" Itu hukuman karena kau malah balik bertanya padaku. Sekarang apa yang akan kau katakan untuk air ini hah?
Jangan bilang air dikutub utara pindah ke bathup ini!! "
Hahaha,,,!! itu akan menjadi hal yang paling tidak masuk akal didunia.
" Saya tidak terbiasa dengan pengaturan suhu air di buthup ini Tuan. Saya juga tidak tahu kalau airnya sedingin ini."
Karena ini adalah tugas Bi Gina.
Disini Rika hanya bertugas membersihkan kamar Riko itupun karena menggantikan ibunya.
" Seharusnya kau priksa terlebih dahulu airnya!! Bilang saja kau sengaja ingin membekukan kukan?
Kau ingin balas dendam itu sebabnya kau ada di kamar ku sepagi ini, bagaiman? Kau mau mengakuinya?? "
Jika hanya untuk membersihkan kamar seharusnya tunggu sampai Riko berangkat ke kantor.
Fikir Riko pasti ada tujuan lain kenapa Rika ada di kamarnya sepagi ini.
Seperti kata pepatah, ada udang di balik batu.
_- Tuan Riko yang terhormat, tadi saya juga mau memeriksa airnya tapi andanya yang lebih dulu membuat saya menjerit dan lari terbirit-birit.
Dasar Iblis mesum!! Untung gak pingsan anak orang pagi-pagi dikasi asupan begituan._-
" Tuan kan anda sendiri yang menyuruh saya untuk menggantikan tugas Bi Gina. Itu sebabnya saya ada disini sepagi ini. Dan sekarang anda malah menuduh saya? Wahh,,,!! kalau begitu saya pergi saja."
Rika jadi kesal.
" Etssss!! Tunggu dulu!! "
Menahan pergelangan gadis itu. Riko tidak merasa canggung malah dia berkerut kening menatap Rika.
" Ada apa? " Menjawab ketus, sesaat membuang kata Tuan yang seharusnya menjadi pelengkap dan pengingat status karena saking kesalnya.
" Bukannya waktu itu kau menolak?? "
Riko bahkan masih ingat jelas bagaimana kejamnya Rika menolak permintaannya untuk menggantikan tugas Bi Gina.
_- Huftt!!! _- Rika langsung lesu saat mendapat pertanyaan itu. _- Benar!! Seharusnya aku menolak dan tetap dengan pendirian ku untuk pergi. Tapi entah ada apa setelah mendengar cerita serkertaris itu hatiku memintaku untuk kembali lagi.
Aishhh,,,,!! Aku benci diriku!!! _-
" Awalnya saya menolak Tuan. Haha,,, lucunya saya mendengar bisikan dari seseorang lalu memutuskan untuk menerima perintah anda tapi karena anda malah menuduh saya jadi saya kembali menolak dan sekarang saya pergi, selamat pagi Tuan."
Rika lupa tangannya masih di pegang Riko jadi saat dia ingin pergi Riko malah menariknya hingga ia sadar dirinya sedang benar-benar di tahan.
Rika jadi merinding saat itu juga.
" Tidak boleh!! Kau sudah memutuskan untuk menstujui perintah ku jadi selesaikan tugas mu!!
Berhentilah bersikap tidak bertanggung jawab dan mulailah bertanggung jawab atas apa yang sudah kau mulai!! "
Dengan sringai Riko membawa Rika kedekat bathup.
_- A, apa yang akan dia lakukan? Kenapa dia mengelurkan senyum iblisnya?
Dan itu juga apa maksudnya menyelesaikan tugas ku? Itu juga memangnya apa yang sudah aku mulai hingga aku harus bertanggung jawab? _-
Rika mulai merasakan sensai seperti berada di kuburan, menakutkan!! mengerikan!! menyeramkan!! dan terakhir bulu kuduk semua berdiri.
" Tu-tuan, a, apa maksud anda? "
Terbata dengan tatapan waspada terselipkan ketakutan yang jelas dimata.
Riko kembali tersenyum namun tidak menyeringai namun senyum menertawai.
Tahu fikiran konyol apa yang menghuni kepala gadis ini.
Riko maju mendekati Rika. Dia ingin melihat bagaimana lucunya wajah itu ketika memikirkan hal yang bukan-bukan. Rikapun mundur sampai kakinya menabrak bathup lalu sadar ruang geraknya telah habis. Jantungnya berdebar kembali dikala Riko mendekatkan wajahnya, tersenyum!! lalu Riko sedikit membelokan arah wajahnya ketelinga Rika.
" Kuras bathupnya dan ganti airnya!! Itu yang disebut sikap bertanggung jawab."
__ADS_1
Sring!!! Ha, ha, ha,ha!!!