
Malam itu tepat pukul 12 saat bumi sedang lelap-lelapnya tertidur, Rika malah mengendap-endap masuk ke rumah besar.
Sesuatu harus ia tuntaskan malam
ini juga agar bisa mendapat tidur
nyenyaknya.
Seperti biasa, lampu sudah di matikan semua. Dari lantai 1 sampai lantai 3 gelap.
Tidak ada lampu yang menyala.
Sekarang rumah ini terlihat seperti rumah hantu. Serasa Rika sedang uji nyali
disini. Apalagi
Rika tahu ini tepat jam 12 malam.
Pastilah setan-setan sedang bergeleria.
Merinding bulu kuduk Rika.
Menatap sekeliling dengan tatapan waspada.
Siapa tahu tiba-tiba Miss K ciluk baa tepat di depannya.
Bisa-bisa pingsan setahun Rika.
_- Gelap sekali!! Lebih gelap dari hidup ku.
Kenapa lampunya dimatikan semua sih?
Mereka tidak akan jatuh
miskin hanya karena menghidupkan satu
lampu.
Dasar orang kaya pelit listrik. _-
Gumam Rika melangkah pelan saat menaiki anak tangga.
Plakkkkk,,,,,!!!!!!
_- Astaga,,,!!! Suara apa itu? Jantung ku!! Ah jantung ku mau copot rasanya.
Suara apa itu? Kenapa keras sekali? _-
Karena malam yang sangat hening, suara apa pun mudah sekali terdengar.
Telinga sangat sensitif di situasi seperti
ini.
Rika menyebar pandangannya mencari sumber suara aneh itu.
Di atas, lantai 2. Ternyata ada 2 orang yang berdiri saling menghadap.
Bukan hantu!! Rika yakin itu manusia
karena kaki mereka tidak mengambang.
Masih aman!! Kakinya masih menyentuh lantai, begitu iya berangsur lega.
" Berani sekali kamu mengabaikan pesan ibu.
Apa kepalamu sudah semakin
membesar? Hingga bisa berbuat sesuka mu hah?? Katakan!! "
_- Ibu?? Apa itu Nyonya Santi? Tidak ada lagi wanita yang menyandang status ibu selain
Nyonya Santi di sini.
Tapi siapa pria yang diajaknya bicara?? _-
Bukan maksud hati mau menguping. Tapi sudah terlanjur melihat dan mendengarnya.
Maka dari itu lanjutkan saja!!
Asalkan jangan sampai ketahuan!!
" Maafkan aku!! "
Tertunduk. Permintaan maaf yang tulus.
Plakkkkk,,,!!!!
Namun pria itu hanya mendapat tamparan
keras di pipi.
_- Astaga!! Tuan David?? Itu tuan David. Kenapa Nyonya Santi menamparnya?
Ihhh,,, mengerikan sekali.
Nyonya Santi
menampar Tuan David di malam buta seperti ini. Memangnya dia ada salah apa?? _-
Tidak sadar Rika menggigit jarinya
sendiri. Merasa ngeri
melihat David ditampar Nyonya Santi.
" Maaf katamu?? Cihh,,,!! Apa kau lupa siapa yang sudah membawa mu kesini?
Apa karena Riko menyayangi mu kau berani pada ku? "
" Aku tidak lupa. Aku tidak akan berani melupakan kebaikan ibu. Aku juga tidak lupa dengan alasan kenapa aku bisa ada di
sini."
Karena gelap Rika tidak bisa melihat betapa tegangnya ekspresi mereka.
Tapi bisa di trawang dari nada suaranya, sepertinya Nyonya Santi marah
besar.
" Bagus!! Selama ini aku diam saat kau menyuruhku diam di depan Riko ~~ "
Terpotong.
" Itu demi kebaikan Ibu."
David tahu Riko tidak suka mendengar suara ibunya.
" Kebaikan? Lalu kenapa sampai sekarang Riko masih tidak mau menerima ku?
Kau berjanji akan membuat Riko menerima ku lagi. Tapi sampai sekarang
putra ku tidak mau melihat ku.
Bahkan selalu pulang malam hanya untuk menghindari
ku."
Inilah alasan kenapa Riko selalu pulang malam. Lebih suka menghabiskan waktu di kantor dari pada di rumah.
__ADS_1
" Kenangan buruk bukanlah cerita dongeng
yang mudah dilupakan.
Saat ini aku masih berusaha agar kakak Riko mau menerima ibu lagi.
Tapi, aku tidak bisa memaksa Kakak Riko untuk
menerima ibu secapat itu. "
_- Kenangan buruk? Memangnya orang kaya punya kenanang buruk apa?
Tidak ada yang lebih buruk dari kenangan hidup masa lalu ku. Hiks,,,!! Ah aku jadi terbawa suasana. Dasar aku yang
cengeng. _-
" Secepat itu?? Ini sudah belasan tahun lamanya.
Aku sudah sangat sabar menunggu putraku kembali pada ku.
Sebenarnya kau tidak mau membantuku kan?
Kau suka Riko membenci ku, iya kan? "
Mengingat tidak ada kemajuan di antara
hubungannya dengan Riko
membuat Nyonya Santi geram.
Jika satu saja lampu menyala pasti sudah terlihat bagaimana merahnya wajah wanita ini karena amarah.
" Itu tidak benar ibu!! Percayalah!! "
" Bagaimana bisa aku percaya pada mu lagi Dav?? Kamu tidak pernah menuruti perintah ibu.
Bahkan hari ini aku menyuruhmu membawa Riko pulang untuk makan malam bersama Amella tapi kau malah membawanya
ke klub. "
" Bukan aku yang membawanya, tapi dia yang meminta.
Lagi pula Kak Riko tidak menyukai Amella.
Berhentilah berbuat sesuatu yang
tidak Kak Riko sukai!!
Itu hanya akan membuat ibu semakin
dibenci."
Selama ini David selalu mengamankan ibunya.
Dia tidak ingin Riko semakin membenci ibunya karena ibunya itu selalu melakukan hal yang tidak di sukai Riko.
Tapi David yang malang selalu disalahkan.
Niat baiknya selalu disalah artikan.
" Tutup mulut mu!! Aku ini ibunya.
Apa aku akan memilihkan wanita buruk untuk putra ku sendiri hah?? Jika Riko tidak suka dengan Amella maka kaulah yang
harus membuat Riko menyukai Amella!! "
" Maaf!! Aku tidak bisa. Amella
bukan wanita yang baik untuk Kak Riko.
Tugas ku di rumah ini adalah melindungi Kak Riko.
Dan saat ini aku sedang melakukan tugas
Tahu bagaimana wajah Amella di balik topeng manisnya membuat David
berani menentang.
Plakkkk....!!!!!
Dan hadiah untuk keberaninannya adalah sebuah tamparan lagi.
_- Hah!!! Ya Tuhan, Kenapa kejam sekali? Aku pikir Nyonya Santi orang baik.
Selama ini dia bersikap baik pada Tuan David.
Hubungan macam apa ini?
Jadi benar rumor yang beredar.
Nyonya Santi hanya menjadikan Tuan David sebagai tameng putranya.
Astaga,,,, Apa dia fikir hanya hidup putranya saja yang berharga sedangkan hidup Tuan David tidak??
Jahat sekali!! Pasti pipi Tuan David bengkak.
Ternyata Nyonya Santi hanya bersikap baik di depan Tuan Riko. _-
" Berani sekali kamu berbicara buruk tentang Amella. Aku hidup lebih lama dari mu.
Aku tahu Amella sejak dia masih kecil.
Dia anak yang baik.
Dari keluarga yang
terpandang. Apa kau tidak paham juga hah? "
" Ibu bisa menampar ku lagi!! Tapi aku tetap tidak akan membiarkan Amella
mendekati Kak Riko.
Tidak ada kata bahagia dalam sebuah hubungan yang dipaksakan.
Kita hidup di dunia nyata bukan dalam drama atau pun novel.
Ibu harus membuka mata dan melihat kesekeliling!! Amella tidak sebaik
yang ibu katakan. Percayalah!! "
_- Wahhh,,, Tuan David. Kata- kata anda sangat bijak. Aku akan
mengcopynya untuk aku gunakan
nanti di saat aku butuhkan.
Tapi siapa itu Amella?? Apa perannya hingga dijadikan topik
permasalahan di sini?? _-
" Wanita pilihan ku bukan wanita baik ya?? "
Nyonya Santi dengan nada mengejeknya.
" Lalu apa Dinda wanita baik? Wanita yang meninggalkan Riko.
Hilang begitu saja tanpa alasan.
Wanita yang mempermainkan putra ku.
__ADS_1
Apa dia wanita baik?? Kenapa kau tidak menjauhkan wanita sialan itu dari Riko dan malah menjauhkan Amella?? "
Kisah hubungan Riko dan Dinda bukanlah rahasia lagi di keluarga ini.
" Itu adalah kesalahan ku. Maafkan aku karena lengah dalam menilai Dinda!!
Tapi kali ini aku tidak ingin berbuat kesalahan lagi ibu. Tidak akan aku
biarkan Kak Riko terluka lagi.
Maafkan aku!! Sebaiknya ibu tidur!! Ini sudah larut malam."
" Cihhh,,,,!!! " Nyonya Santi berdecih kesal.
Ucapan David terdengar seperti mengusirnya secara halus. " Kesalahan terbesar ku adalah membawa mu ke rumah ini.
Seharusnya dulu aku tidak tertipu dengan wajah polos mu itu. "
Nyonya Santi pun pergi. Percuma berbicara pada orang yang sangat kaku pendiriannya, begitu fikirnya.
Kepergian Nyonya Santi adalah akhir dari perdebatan malam ini.
David merasa lelah, ia bersandar di tembok.
Menghe nafas panjang setelah tadi bersitegang.
Tidak lupa merenggangkan rahang dan pipinya setelah menerima 3 tamparan.
_- Oh, oh, oh,,, Ternyata oh ternyata Tuan Iblis adalah korban cinta.
Dia di tinggalkan oleh kekasihnya yang bernama Dinda.
Sepertinya aku mulai mengerti permasalahannya. Amella dan Dinda.
Wahhh,,,,!! Mereka pasti bukan wanita biasa.
Tapi aku mendukung Dinda.
Pantas dia melarikan diri dari Tuan Iblis.
Siapa yang betah bersama seorang manuisa kejam? Huh,,,!! Dinda, kerja mu bagus!!
Meninggalkan Tuan Iblis itu adalah keputusan
yang sangat tepat.
Tapi kenapa aku merasa sedih untuk Tuan Iblis ya?? Ehemmm!!!
Lupakan!! Lupakan!! _-
Rika menolak kerja otaknya yang malah mengasihani kisah cinta Riko.
David masih bersandar di tembok. Rika tidak bisa naik ke lantai 3 jika pria itu
masih di sana. Bingung harus berbuat apa akhirnya Rika memilih turun. Ia balik arah pelan-pelan menuruni anak tangga.
Di tangan Rika sedang menenteng sesuatu.
Sebuah kotak obat.
Namun tidak sengaja kotak itu berbenturan dengan sisi tangga saat Rika
berpegangan pada sisi tangga itu karena takut jatuh.
David mendengar jelas langsung menegakan kembali badannya.
" Siapa di sana?? Siapa kau?? "
David melihat di anak tangga ada seseorang.
_- Astaga!! Mati aku!! _-
" Jangan mencoba untuk lari!! Penjaga akan menangkap mu. Sebaiknya tunjukan siapa diri mu!!! Pencuri?? "
Ancaman David langsung mengena pada Rika. Sepertinya urusan akan di luar kendali jika sampai penjaga turun tangan.
" Hehehe,,,!! Ini saya Tuan, Rika.
Saya Rika. "
Mengaku sajalah!! Itu lebih baik.
" Rika??? "
" Hehehe,,, Iya Tuan. Rika!! Bukan maling."
Di teras rumah,
Di luar lebih baik dari di dalam. Setidaknya di teras ini masih ada cahaya rembulan yang menerangi pandangan.
Lampu taman di bawah juga ikut menyumbangkan cahayanya. Tempat ini setidaknya tidak segelap di dalam rumah.
" Tuan, bulannya besar sekali ya. Bintangnya juga banyak. Oh lihat itu Tuan!!
Ada bintang jatuh. Ayo kita buat permohonan." Rika berusaha mengalihkan suasana setelah tadi tertangkap basah sedang
menguping.
Krikk,,Krikk,,Krikk,,,!!
Dan sepertinya David tidak teralihkan sama sekali.
Rika tetap mendapat tatapan
dingin sedingin angin yang berhembus.
Seketika senyum ceria Rika luntur tidak bisa mengimbangi tatapan David.
Sepertinya David tidak suka atas perbuatan Rika.
Fikir Rika matilah aku!! David seperti siap melempar Rika dari atas sini.
" Baiklalah jika tidak mau membuat permohonan. Aku akan melakukannya sendiri. "
Rika mengatupkan tangannya di depan dada, memejamkan mata. Ia serius membuat permohonan.
_- Ya Tuhan, Semoga adiknya Tuan Iblis tidak memenggal kepala ku. Lindungi aku Tuhan!!
Aku tidak menguping pembicaraan orang lain Tuhan. Aku hanya ikut mendengarkan
secara diam-diam. Hehehe,,,!! _-
Apa lagi yang bisa Rika minta selain perlindungan?
" Sudah selesai."
Rika mengarahkan pandangannya kembali pada David. Dikiranya David sudah
tidak menatapnya sedingin itu lagi.
Ternyata masih sama.
_- Ahh,,,Sial!! Dia menatap ku tanpa berkedip, wajahnya kaku seperti mayat.
Padahal dia tidak sedarah dengan Tuan Iblis tapi kenapa Tuan David dan Tuan Iblis itu sama ya??
Sama-sama menyeramkannya. _-
*
__ADS_1
*
Bersambung,,,,