Beauty Inside

Beauty Inside
Mabuk.


__ADS_3

Like!!


Komen!


Vote!!


*


Seperti yang diperintahkan Riko, Rika dengan keterpaksaannya meminum wine itu karena iblis Riko memberikan ancaman


yang tak berprikemanusiaan.


Minum wine itu jika tidak mau aku cengkoki kau nanti!!!


Lebih tepatnya David yang akan melakukaannya jika Rika


menolak minum. Teringat Rika dengan


kucing yang viral di facebook beberapa bulan lalu.


Kurang lebih seperti kucing itu nanti


kondisi dirinya.


Mengenaskan.


" Kak, kau benar-benar ingin membuat gadis ini mabuk? Bagaimana


kalau terjadi sesuatu padanya? "


Sedikit menurunkan tubuh agar bisa menjangkau telinga Riko dan berbisik


di sana.


" Dia hanya akan mabuk. Tidak mati.


Tenang saja!! "


Meyakinkan dengan tatapan masih melihat sejauh mana alkohol itu bekerja


pada Rika.


" Hmm, Tapi dia itu perempuan."


Tidak berharap lebih lagi David langsung menarik tubuhnya kembali


ditegakan.


Sedikit mengingatkan juga bahwa tubuh


perempuan lemah dengan alkohol jangan menyamakan dengan tubuh pria!!


hingga,,,, 30 MENIT KEMUDIAN,,,,,


Gadis dengan rambut hitam legam sudah tertelungkup di atas meja.


Posisinya yang tadi duduk di sofa sekarang melorot ke bawah.


Rika tidak bisa merasakan apa-apa lagi, tidak mendengar dengan baik dan tidak melihat dengan jelas.


Semua indra dan alat geraknya mengalami penurunan.


Tubuhnya lemas.


Rasanya ingin tidur saja tapi sedari tadi Riko mengguncang tubuh Rika dengan kakinya yang di julurkan ke atas meja.


Memintanya untuk tidak tidur karena ada sesuatu yang belum selesai.


" Ya? ada apa? "


Mengangangkat mata dan kepala ke arah Riko.


Suaranya yang serak terdengar tidak bernyawa.


" Jangan tidur!! Atau aku lempar kua ke laut."


Bodohnya Rika mengikuti saja perintah Riko.


Ia duduk dengan manis di sofa.


" Baiklah, baiklah!! Jangan buang aku ke laut ya Tuan!!


Bagaimana kalau aku nanti dimakan megalodon? hiks,, "


Rika meminta. Wajahnya berubah sedih bercampur merajuk.


Sedikit manyun juga. Jadi kombinasikan sendirilah bagaimana itu wajah sedih + merajuk + manyun !!


_- Sial, kenapa dia imut sekali. _-


Dan hasilnya Rika terlihat imut.


Bagaimana tidak? Rona merah di pipinya yng diakibatkan oleh wine memperkuat


image imutnya.


Bahkan Riko mengakui.


Di atas meja sudah ada buku dan pulpen


yang sengaja disiapkan Riko.


Mengambil peralatan tulis itu lalu memberikannya pada David.


David yang mendapat juluran tangan dari Riko merasa bingung.


Kenapa Riko memberikan benda itu?


Bertanya secara tidak langsung lewat sorot mata dan ekspresinya untuk apa


benda ini?


" Catat semua keterangan dari gadis ini!!!"


Jawaban sekaligus perintah untuk mengambil buku itu karena David hanya


memandanginya.


" Keterangan??"


Masih bingung David oleh tujuan Riko yang sebenarnya.


David kira Riko akan berhenti sampai di sini.


Sampai Rika mabuk.


Tapi sepertinya tidak. Ada tujuan lain yang


tidak diketahui.


" Aku tahu dan kau tahu ada yang aneh dari gadis ini." Tidak mau menyebut nama Rika karena terasa kembaran. " Identitasnya saat kecil di sembunyikan. Bahkan kau tidak bisa menemukan. Hari ini kita akan tahu siapa? mengapa dan kenapa?


itu di sembunyikan."


Bulu tangan David bereaksi cepat saat Riko mengatakan hal itu.


Merinding!! Bulu tangannya berdiri sambil bergoyang-goyang.


Padahal tidak ada musik dangdutan.


Ya, seperti ikut merasakan bagaimana mengerikannya ucapan Riko.


Dalam benaknya langsung muncul satu kesimpulan.


Riko selama ini memikirkan tentang Rika.


_- Kakak, ada apa dengan mu? Kau membuat ku takut. Apa yang sedang kau fikirkan? Tidak sadarkah kau baru saja terjun langsung menyelami kehidupan seorang gadis?


Jika kau menyelami kehidupannya semakin dalam maka semakin sulit kau untuk berenang ke permukaan. _-


David dengan batinnya.


Jika benar suatu hari nanti Riko jatuh ke dasar laut dan tidak bisa berenang ke permukaan lagi maka tugasnya

__ADS_1


adalah satu. yaitu,


memastikan dasar laut itu adalah tempat yang nyaman. Tempat yang tidak akan membuat kakaknya terluka untuk


yang kedua kalinya.


Jika tidak, maka David yang akan menarik Riko ke permukaan menjauh dari dasar laut sebelum kakaknya hancur disana.


Sesi tanya jawab pun di mulai.


Riko siap dengan pertanyaan-pertanyaanya.


" Rika Denisial Salsabila. Apa benar itu nama mu?? " Test dulu masih normal atau tidak.


" Bukan Rika. Bukan,bukan!! "


Menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.


Jelas ia tahu siapa dirinya.


Nama Rika hanya sebuah nama samaran


yang ia pakai untuk melindungi diri


dari ancaman.


" Kakak, sepertinya dia sudah tidak bisa menjawab dengan baik.


Lihat, namanya saja tidak diakui."


" Ya kita coba saja dulu. Siapa tahu nanti dia mengungkap sesuatu."


Baik Riko maupun David sama-sama tidak percaya dengan ucapan Rika.


Padahal Rika menjawab dengan benar.


Bukan Rika!! karena nama aslinya adalah


Nana.


" Lalu siapa nama mu??"


Riko mengikuti alur.


Secara perlahan nanti dia akan menanyakan point utamanya.


" Nama ku?? Kau ingin tahu siapa aku ya,,,??? Ihhhh,,, kepo deh!! Hihihihi,,,,!! Kamu suka ya sama aku? Cinta ya? Ah bilang aja suka!!


Jangan malu-malu serigala!!"


Karena malu-malu kucing tidak cocok untuk Riko si badan scurity bukan muka hellokity.


Sudah tidak waras Rika berbicara tidak formal.


Sikapnya juga sudah mulai merancau. Genit-genit kegatelan, kecentilan seperti anak ABG ketemu


cogan.


Riko memaklumi saja. Ya,,,,.namanya juga orang mabok.


Meski berkedik jijik dengan tingkahnya Rika.


" Cihh,,, bukan seleraku. Dasar gila!!!."


bergumam pelan.


" Ihhhh,,, jahat. Hiks,,, !!! Memangnya kamu tidak gila apa? Kamu itu juga gila, gila dihormati, gila kesombongan. Sok ngartis. Sok tampan. Maunya harus menang sendiri,


kejam, tidak berperasaan, tidak punya hati. JAHATTTTTtttt,,,,"


Tiba-tiba saja berteriak sambil menuding


Riko.


Meski mabuk Rika masih ingat betul apa yang sudah dilakukan Riko padanya.


Hal itu memicu keluh kesalnya yang selama ini terpendam begitu dalam di dasar hati.


_- Apa dia bilang? Sok ngartis? sok tampan? tidak punya hati?? Wahhh,,,,.wahhh,,,,!!!


Berusaha menahan emosi.


Riko masih waras tidak mau meladeni orang mabuk.


Yang ada malah dirinya ikutan mabuk


hina'an dari Rika.


David mengunci mulutnya rapat-rapat agar suara tawanya tidak mengubris.


Tahu jika Riko akan kesal jika ia menertawainya. Wajah David seperti berkata, rasakan itu kak!!


itu akibatnya sudah membuat gadis gila ini mabuk.


Tidak mabuk saja sudah gila apalagi mabuk yakan?


" Apa yang kau lakukan? "


Riko terkejut karena Rika tiba-tiba menarik tangannya.


Berusaha melepaskan tapi kekutan


Rika sudah seperti wonder woman.


" Kau bilang ingin tahu siapa nama ku.


Ini aku akan memberi tahu mu."


Sudah benar-benar kehilangan akal sehat Rika menuliskan huruf-huruf namanya di perut tangan Riko dengan jari


telunjuk.


Jika Ibu Ratna mengetahui hal ini sudah di sapu bersih Rika dengan


sapu ijuk.


Beruntung goresan jari Rika yang


tak kasat mata itu tidak jelas


bentuknya.


huruf yang di tulisnya n-a-n-a di baca Riko menjadi n-o-n-o.


Menyadari Rika sudah tidak bisa diharapkan lagi Riko langsung menghempaskan tangan Rika.


Gadis mana yang namanya sejelek itu?


Nono? Bahkan tidak terdengar seperti nama manusia.


fikirnya Rika sudah benar-benar di pengaruhi


oleh wine.


_- Baiklah. Ini yang terakhir. _-


Mengambil keputusan. Jika kali ini jawaban Rika merancau lagi maka


selesai sudah investigasi hari ini.


" Ceritakan kehidupan masa kecil mu!! "


Lebih baik to the point saja.


Untuk mempersingkat waktu juga.


Karena tidak akan menyenangkan bernafas di ruangan yang sama dengan orang


mabuk.


" Kehidupan masa kecil ku? "


Sambil tersenyum Rika mengulang.

__ADS_1


Seperti sedang berfikir sebentar, mengetuk-ngetuk dagu, melebur otak mencari sebuah jawaban. Saat menemukan jawabannya Rika langsung berekspresi seperti mengatakan aha,,,, aku ingat!!


Dengan semangat Rika beralih duduk di samping Riko. Seperti anak kecil yang antusias menceritakan hari-hari menyenangkannya pada orang tua.


" Kenapa kesini? kembali ke tempat mu!!! "


Bentak Riko tidak suka Rika duduk di sebelahnya.


Lancang sekali gadis ini, sudah berani mepet-mepet seperti orang pacaran saja fikirnya.


" Heiii,,,menjauh kau!! Ayoo bangun!! "


David segera ambil tindakan sebelum


Riko menguliti gadis itu.


" Ihhhh,,, jangan pegang-pegang kenapa sih?!!! orang gak ngegigit juga. "


Menghepaskan tangan Riko dengan wajah masam.


Menunjukan betapa tidak sukanya Rika


terhadap sikap David.


Sudah seperti ingin mengamankan kakaknya dari anjing rabies.


Kan Rikanya jadi kesel. Baru kemarin juga dia di vaksin.


" Jaga jarak mu!! Jangan terlalu dekat dengan ku!!! Awas kau ya,,,!! "


Membiarkan Rika berada di sampingnya namun dengan sebuah peringatan


yang di cuitkan dengan tatapan tajam.


Awas kau jika menempel lagi aku gantung kau di menara pemancar, begitu artinya.


" Cepat katakan!!."


Maksudnya cepat katakan bagaimana masa kecil mu? Ada apakah hingga masa kecil itu di sembunyikan?


" Hmm. Aku akan mengatakan satu hal sebelum bercerita."


Menunjukan angka satu dengan jarinya.


Rika melakukannya dengan manis dan menggemaskan.


Untuk sesaat mata Riko terhipnotis.


" Katakanlah!! "


Sudah emosi Riko. Rika sepertinya sengaja mengulur waktu fikirnya.


Rika mendekatkan wajahnya lalu


berkata,,,


" Apa hak mu ingin mencari tahu kehidupan orang lain? "


Diikuti dengan senyum seolah-olah tidak ada yang salah dengan ucapannya.


Memang tidak ada yang salah tapi itu


masalah di mata Riko.


Jlebbbbb!!!!!!!


" Apa kau sedang mempermainkan ku hah?? Berani sekali kau!!!! "


Riko mencengkram keras pipi Rika. Ia mendorong tubuh Rika hingga bersandar di lengan Sofa sedangkan tubuhnya berada di atas tubuh Rika.


Menantap Rika geram.


Emosi dengan ucapan Rika karena mengira Rika sedang mempermainkannya.


David yang melihat kakaknya itu ikut tegang tapi tidak melakukan upaya peleraian.


Biarkan saja!! Karena itu yang diinginkan Riko. Mencengkram pipi Rika.


Semasih gadis itu bisa bernafas maka tidak masalah.


Rika adalah mantan geng kapak. Jiwanya cukup bar-bar di dukung dengan tenaganya yang lumayan cukup kuat itu langsung membalikan keadaan.


Seluruh tenaganya di kerahkan. Tubuh Riko di dorong kuat hingga posisinya kini terbalik.


Riko di bawah Rika diatas dengan tangan yang di sanggakan di pundak Riko.


_- Astaga, situasi macam apa ini? itu juga posisi macam apa? Aku keluar saja. Merinding aku melihat mereka. _-


Hendak keluar namun terbesit di fikiran David bagaimana kalau mereka nanti saling cakar-cakaran??


Jadinya David tetap diam di tempat.


" Setiap orang pasti punya kehidupan pribadi yang tidak ingin diketahui orang lain. Privasi. Itu sebutannya. Dan kau pasti juga punya kan?


Aku pringatkan kau untuk tidak mengusik kehidupan pribadi ku!!


Kau paham??!! "


Dan entah kenapa kata-kata Rika mengingatkan Riko akan sesuatu.


Sesuatu yang menyakitkan di masa kecilnya.


Seperti setuju dengan ucapan Rika, Riko terdiam.


BRUkkkkkk,,,,,!!!


Tidak lama setelahnya Rika ambruk di dada Riko.


David terkejut. Baru tadi rasanya Rika sangat bar-bar tapi sekarang sudah pingsan.


Lebih terkejutnya lagi karena Riko tidak menolak tubuh itu.


Entah nyaman atau apa.


Riko terdiam seperti otaknya sedang berputar ke masa lalu.


" Kakak kau tidak apa-apa??"


Hingga David menyadarkan Riko.


Pria itu kegelagapan dan mendapati tubuh Rika berada di atasnya.


Dengan cepat Riko mendorong tubuh Rika menjauh.


Takutnya nanti David mengira dirinya nafsu lagi.


" Kakak apa kita kembalikan dia ke tempatnya?? "


Maksudnya ke belakang rumah.


Tempat tinggalnya disana.


" Biarkan saja di sini!! Ayo pergi!!"


Akhirnya Riko pergi tanpa informasi secuil pun.


Buku di tangan David tetap kosong.


Tapi bukan itu yang mengganggu fikirannya.


Kata-kata Rikalah yang terus berngiang.


Tentang privasi di tambah Rika sampai mengancam agar dirinya tidak


mengusik kehidupan gadis itu.


Riko semakin yakin ada sesuatu yang besar di balik kehidupan Rika.


Bukanya terpecahkan tanda tanya kehidupan Rika malah semakin besar.


Huft,,,!! Menghela nafas karena sepertinya Riko tidak akan tidur dengan


nyenyak hari ini.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu bahwa Rika selalu sukses mengganggu fikiran


Riko.


__ADS_2