
Selamat membaca.
Jangan lupa
Like!!
Komen!!
Vote!!
Semua berjalan lancar di GrapeHouse.
Riko memutuskan untuk pulang setelah tadi memeriksa kembali kebun
sekitar pukul 5 sore.
Sebenarnya ia tidak perlu turun tangan seperti ini.
Tapi karena ini adalah kebun kesayangan ayahnya dia ingin memastikannya sendiri.
Jika tidak, seujung sepatunya pun enggan ia injakan di tempat yang ada embek dan petekoknya.
Rika juga diperbolehkan pulang. Bersamaan dengan mobil Riko ia memacu motornya
itu di jalan raya.
Terjadi bebalapan sengit di antara mereka berdua.
Apalagi sekarang Rika sudah bebas dari ikatan bos dan asisten 10 juta sehari membuatnya berfikir bisa mengibarkan bendera merah tanda perang.
Setelah tadi dibuat tunduk.
Tinnn,,,,Tin,,, Tin,,,,,Tin,,,,!!!!
Rika membunyikan klakson, memaksa pengendara di depannya untuk menepi. Riko pun sama.
Was-was mereka semua di buat oleh pengendara motor skupi dan mobil mewah yang saling kejar-kejaran.
Serasa jalan raya milik mereka berdua.
_- Siall!!! _-
Mengumpat kesal saat mobil Riko mempimpin di depan dan semakin jauh.
Rika tertinggal di belakang.
Terjebak lampu merah disana. Geram gadis itu menunggu hitungan mundur lampu merah yang terasa lambat.
Tangan Rika terasa gatal ingin tancap gas menerobos lampu merah namun keberaniannya tenggelam saat melihat pakpol
kumis tebal perut buncit terlihat garang dengan mata disempitkan ke setiap pengendara yang lalu lalang.
Mengincar pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
_- Hahaha,,, Sok-sokan adu balap. Motor rongsokan seperti itu tidak ada bandingnya dengan mobil ku ini. _-
Merasa dirinya akan mengangkat tropi seperti pembalap bernomor 93.
Tiba-tiba,,,,
WESSSSSSS,,,,,,!!!!!
Rika sekilas menoleh kebelakang.
Pamer kemampuan dengan senyum menertawai Riko yang kini berada di belakangnya . Keberanian Rika memang patut di beri penghargaan.
Jika itu orang lain mungkin dengan suka rela menepi, membiarkan Sultan lewat.
Jika perlu ban motor pun akan mereka lepas demi kenyamanan Riko.
__ADS_1
Pria itu harus selalu ada di depan.
_- Sial,,,!!! Gadis itu mantan pembalap atau apa? Aku tidak boleh kalah. Harga diriku dipertaruhkan. _-
Tancap gas poll.
Kecepatan naik secara signifikan.
Mengabaikan pengendara lain yang hampir jantungan.
Tidak sadar Riko mengemudi ugal-ugalan seperti orang brandalan tidak berpendidikan yang tidak tahu aturan.
Menyalip kiri kanan tidak memperhatikan mobil dari arah berlawanan.
Riko lupa setiap gerak geriknya di soroti.
Setiap langkahnya terselip sebongkah harga dirinya disana.
Apa kata orang nanti jika tahu
mobil berplat istimewa itu milik Riko Natarahara?
WESSSSSS....!!!
Seperti mengalahkan Rika adalah sebuah keharusan Riko sampai hilang akal.
Dia benar-benar memacu mobilnya secepat kilat berhasil menyalip Rika.
Hari ini Riko memanen 1000 kutukan dan umpatan geram dari pengendara lain yang merasa sangat dirugikan.
_- Gila,,,!! Apa dia mau cari mati?? Segreget itukah Tuan Iblis ingin mengalahkan ku?? Heii,,, kurangi kecepatan mu bodoh!! _-
Kawatir secara tidak sadar. _- Apa ini Rika? Bulu jaket ku merinding. Kenapa aku malah menghawatirkannya?? _- Akhirnya sadar.
Beruntung akal sehat gadis itu belum masa tenggang.
Bahkan kecepatannya di kurangi karena baru sadar ini berbahaya.
Ia sadar saat melihat mobil Riko melaju seperti pesawat jet, WESSSSS,,,,!!!!
Hingga suara,,,
NgiungNgiungNgiungNgiungNgiungNgiungNgiungNgiung menyadarkan Riko dirinya dikejar satlantas karena mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata.
Mobil dengan sirene di atasnya memblok jalan Riko membuat mobil Riko terhenti seketika. 2 polisi keluar dari sana.
Polisi itu tidak tahu pengemudinya adalah Riko Natarahara.
_- Sial,,,!! Ada apa dengan ku?? Kenapa aku melakukan hal yang tidak berbobot seperti ini? Brengsek,,,,ini semua karena MPT itu. _-
Sebenarnya tidak ada kesepakatan di antara Riko dan Rika untuk adu balap di jalan raya. Entah kenapa saat kendaraan melaju berdampingan membangkitkan aura meraka masing-masing untuk menjadi yang terdepan hingga akhirnya terjadilah kebut-kebutan yang sangat tidak berfaedah.
Tok,,,Tok,,,Tok,,,, Tok,,,Tok,,,!!!
Dengan yakin salah satu polisi mengetuk kaca mobil yang masih tertutup sempurna.
Ingin menunjukan seragam berpangkat itu berkuasa di sini.
Namun,
Riko menurunkan kaca mobil yang hanya memperlihatkan rambutnya.
Dari celah itu ia mengeluarkan tangannya dengan kartu identitas di tunjukan tepat di depan mata polisi.
Membaca nama Riko Natarahara di kertas itu.
" Silakan lanjutkan perjalanan anda Tuan.
Semoga selamat sampai tujuan. Maaf karena telah mengganggu perjalanan anda. "
__ADS_1
Tahu kan sekarang bagaimana kedudukan seorang Riko Natarahara di negara bambu runcing ini??
_- Lepas saja seragam mu itu pak!! Miseumkan di lemari kaca!! Sungguh kau tidak pantas memakai seragam berwibawa itu. Cih,,, Kenapa semua orang takut hanya dengan mendengar nama Tuan Iblis??.
Padahal namanyakan tidak bertaring. Ahh iya,,, orangnya yang bertaring, aku lupa. _-
Kembali masuk ke barisan
pengendara setelah tadi sempat terhenti
karena melihat mobil
Riko di tikung polisi.
Pergi dengan perasaan yang kecewa.
Rika kira ini akan menjadi tontonan seru.
Betapa lebarnya nanti mulut gadis itu menertawai Riko yang di tangkap polisi.
Ternyata oh ternyata tidak seru sama sekali hanya karena sebuah kartu nama.
awalnya Riko ingin ke kantor tapi karena sudah malam jadi ia putuskan untuk beristirahat saja di rumah.
10 menit yang lalu David juga menelfon mengatakan dirinya dalam perjalanan
pulang.
Mobil berhenti tepat di depan rumah.
Riko keluar.
Pria berstelan jas hitam sigap menghampiri Riko, membungkuk memberi hormat lalu masuk ke dalam mobil membawa mobil itu ke garasi.
Bi Gina sudah berdiri di depan pintu menyambut kepulangan Riko.
Tahu Riko pulang sekarang tentu dari info David.
Namun ada yang aneh dari raut wajah wanita itu. Terlihat cemas.
Bahkan tangannya gemetar saat menerima jaket Riko.
Seseuatu yang membuat seisi rumah gemetar adalah satu penyebabnya yaitu kemarahan Riko.
" Terjadi sesuatu di rumah??"
Pertanyaan dengan nada suara berat itu seperti rantai yang mencekik leher Bi Gina. Takut menjawab tapi harus di jawab.
Gemetar wanita itu menundukan kepala.
" I~ iya Tuan."
" Ibu lagi?? "
" Bu~bukan Tuan. Tidak ada sangkutannya dengan Nyonya."
Jika mendengar telah terjadi masalah di rumah otak Riko langsung berpusat pada ibunya. Kali ini otaknya sedikit keliru.
Masalah kali ini bukan di buat oleh ibunya membuat Riko penasaran. Ia pun segera masuk ke dalam.
Diikuti dengan Bi Gina mengekor dengan hati yang gelisah.
Entah telah terjadi apa di dalam rumah besar saat kepergian Riko ke GrapeHouse.
*
*
Bersambung,,,,,
__ADS_1