
Like!!
Komen!!
Vote!!
Selamat membaca.
*
Bunga adalah sebuah karya seni alami yang tiada tanding keindahannya.
Bukan hanya warna, bentuk, fungsi dan aromanya pun beragam.
Tidak heran bunga di julukinya mahkota dunia.
Bunga juga dikait-kaitkan dengan kecantikan wanita baik dari segi fisik maupun hati.
Sampai disini dulu perkenalan tentang bunga!!
Lanjut pada wanita yang sedang
duduk berrehat di pot kosong di ujung
ruangan. Baru saja Rika
usia memindahkan bunga yang di pesan pelanggan untuk nanti
dihantarkan.
Sambil melamun Rika menetapkan
pandangan tak bertuan keluar kaca.
Ntah apa yang dipkirkan Rika hanya dirinya dan TYME yang tahu.
Tapi percayalah!! Meski Rika cuma bengang bengong gitu tapi fikirannya sibuk
mengingat kejadian kemarin malam.
Sebenarnya Rika sempat berfikir acuh.
Fikirnya,,, ah sudahlah!! Jangan di fikirkan lagi!! Toh, ini otak tetap saja lempeng.
Namun sayangnya, bayangan kemarin malam terus bergelayutan di kepalanya.
Seperti minta di pecahkan.
Memang kayak harus di ingat gitu!!
Kalau gak ingat tidak nyaman rasanya.
Sekedar membuang nafas pun terasa
berat.
Seberat perjalanan hidupnya.
Bahkan saat Rika mengangkat bunga, tiba-tiba entah dari mana datangnya bayangan porno.
Dibayangannya yang hitam putih itu terlihat seorang pria tersiksa memegangi burungnya
yang berdiri.
Tanpa komando, ludahnya ditelan sendiri, keringat bercucuran.
Dikala bayangan itu membuatnya gemetar.
_- Sadar Rika sadar!! Astaga kenapa ini otak larinya ke bayangan mesum sih??
Memangnya aku pernah ngelakuin hal mesum apa sampai-sampai yang muncul di otaku itu bayangan porno.
Aihhh,,, Kenapa aku tidak bisa ingat sama sekali?? Kenapa coba aku bisa ada di kamar Tuan Iblis?
Dan apa sebenarnya yang sudah aku lakukan di sana?? Aghhh,,, Tuhan kenapa
otakku tumpul sekali sih?? _-
Frustasi dengan fikirannya sendiri.
Tidak sadar Rika mebenturkan kepalanya pelan beraturan ke tembok.
" Ini es krim rasa vanila pesanan mu."
Salah seorang pekerja yang lumayan akrab dengan Rika menyodorkan
sebuah bungkusan.
" Ah,,,Apa?? Oh ya terimakasih."
Rika terkesiyap namun secepat mungkin
mengembalikan ekspresi normalnya.
" Wanita yang tadi itu apa kamu kenal dia?."
Marikona nama pekerja itu ikut
duduk di sana.
" Tidak!! "
Menjawab tanpa menatap.
Tidak tertarik juga dengan topik pembicaraan.
" Seharusnya tadi kamu itu jangan bersikap sopan!! Tendang saja dia!! Wanita
itu angkuh sekali. Seharusnya kamu
acak-acak rambutnya!! "
Saran yang mengandung kadar dosa
yang tinggi
_- Cih,,,!! Memangnya tadi kamu ada berani nendang dia?
Kasian juga sudah capek-capek dandan cakep-cakep masak di acak-acak sih.
Aku kan berperasaan.
Tahu jugalah gimana ribetnya dandan biar se perfect itu.
Ntar kalau sudah keliwat batas itu sombongnya baru aku siram pakai air pupuk urea.
Bagus kan biar sehat wajah dan attitudenya._-
" Sudahlah!! Lagi pula dia itu tidak bermain fisik.
Kata di balas kata.
Fisik di balas fisik. Biar seimbang tahu!!
Biar gak makanan aja yang seimbang!! "
Tutur Rika seperti lansia.
" Hmm. Kalau makanan itu empat sehat lima sempurna.
Tapi kalau berantem itu empat pukulan lima tendangan
baru seimbang!! "
" Heisshhhh,,,, Pintar ya kamu ngajarinnya.
Nanti kalau di tangkap pak polisi gegara kasus kriminal siapa yang
mau tanggung jawab? "
Meski Rika gadis yang bar-bar tapi
dia selalu mengambil
langkah penuh pertimbangan.
Konsekuensinya juga harus ikut di
lirik.
__ADS_1
Jangan seenak jidat mukulin anak orang!!
" Ya kamulah!! Kan kamu yang mukulin."
" Yang ngajarin siapa?? "
" Aku!! "
" Yang nyuruh ngacak-ngacak rambut dia
siap? "
" Aku!! "
" Yang harus tanggung jawab siapa?? "
" Ya akulah!!
" Nah itu pintar."
_- Itu pintar!! Pintaran gobloknya tapi.
hahaha,,, Dasar marikono!! _-
Nama orang di modif-modif.
Marikona hanya diam kebingungan.
Bukanya senang di puji pintar tapi dia malah merasa ada yang aneh.
Seperti ada belenggu kebodohan yang
tidak disadarinya.
Seperti itu pujian Rika rasa ejekan.
Tringg,,,,!!!
Ponsel Rika berdering.
Ada 1 pesan masuk. Entah dari siapa Rika tidak tahu.
Bentar ya!! nanggung nih, begitu katanya mengabaikan pesan itu memilih menghabiskan eskrim yang menyegarkan.
Serasa tenggorokan yang tandus
basah dibuatnya.
Tidak lama kemudian, tepatnya saat Rika
menyelesaikan jilatan terakhirnya ia pun mengambil ponsel yang tadi sempat
terkesampingkan akibat kenikmatan
duniawi.
Rika membaca isi pesan dari nomor tak dikenal.
Matanya membulat saat membacanya.
Tak menyangka, tak menduga akan isi pesan itu. Tangannya gemetar memegang ponsel.
_- Apa ini? Apa ini benar?? Apa ini Nyata?? Ya, Tuhan.
Aku tidak percaya!!
Akhirnya ada orang yang menawari ku pekerjaan. Aku senang sekali!!
IBU,,,, AKU BUKAN ANAK PENGANGGURAN LAGI. AKU BUKAN SAMPAH NEGARA
SEKARANG AKU ANAK YANG BERGUNA.
Yeyyyyyyy,,,, sekarang aku bekerja. Yehuuuuu,,,,,!!!! Yeyyyy,,,,, Aku senang sekali,,,, Doraemon......._-
Sampai menyebut doraemon.
Itu berarti kebahagian Rika di atas rata-rata.
Kebahagiaan yang di dapat setelah Rika membaca pesan itu.
Saking gembiranya Rika melompat-lompat kegirangan.
Sambil berteriak juga. Berteriak pada dunia betapa bahagianya dirinya.
Seperti, hah?? Ni bocah ngapa yak??
Fikir mereka apa Rika kesurupan?
Jika iya, setan apa yang merangsuki Rika??
Hingga loncat-loncat tidak
jelas.
" Rika ada apa?? "
Tanya seseorang khawatir.
Rika diam saat ada pertanyaan untuk dirinya.
Pertanyaan yang di harapkan untuk bisa membagi berita bahagia ini.
Dengan senyum sulit di terjemahkan Rika berteriak,,
" Akhirnya aku mendapat pekerjaan!!!! "
Membentangkan tangannya ke atas
dengan senyum tak bisa di ukur
dengan meteran.
Ciri-ciri alami orang yang sedang bahagia.
" Apa?? Pekerjaan?? "
Pertanyaan di jawan dengan anggukan antusias.
Hore,,,,!!! Rika mendapat pekerjaan.
Yuhu,,,,!! Yeyyy,,,,!! Yeyyyyyy,,,,!!
Peiiiwitttt!!! Selamat Rika!! Selamat Rika!!
Dan akhirnya mereka semua kerangsukan setan. Nama setannya adalah setan
happy.
Jingkrak-jingkrak mereka ikut merasakan bahagia.
Bahagianya Rika nular.
Sampai pot bunga bergetar seakan ikut bahagia.
Mereka tahu bagaimana sulitnya Rika mencari pekerjaan di ibu kota ini.
Dan kabar ini membuat mereka turut
senang.
Akhirnya, Rika menjadi anak yang berguna
untuk negara nusa dan bangsa.
" Dimana Rik? Di perusahaan mana? "
Seketika Rika terdiam.
Menyadari sesuatu. Melihat lagi pesan itu.
Benar, disana tidak disertakan nama perusahaan dan jabatan pekerjaan.
Yang tertera hanya permintaan bertemu
di Restoran ManaLagi untuk
membicarakan soal pekerjaan tersebut.
" Tidak ada nama perusahaanya.
__ADS_1
Dia hanya meminta ku untuk bertemu di Restoran ManaLagi."
Menjawab dengan raut wajah sedikit bingung.
Sedikit merasa aneh juga dengan tawaran pekerjaan ini.
Tapi yasudahlah!! fikirnya tidak mau
negative thingking.
" Ah,, Itu namanya menawarkan pekerjaan secara pribadi. Semacam tidak formal.
Kamu lihat dulu aja pekerjaannya seperti
apa!! "
Usul dari salah seorang disana.
Rika menarik kedua sudut bibirnya.
" Baiklah!! Akan aku temui dia."
Ucapnya semangat.
Berlari mengambil tas selempangnya lalu berlari lagi hendak meninggalkan
toko bunga.
" Rika hati-hati ya!! "
" Semoga sukses Rika!! "
" Kalau bosnya cogan pepet aja Rik!!
Jangan di kasi kendor!! "
Pesan dari Marikona.
" Kalau bosnya tua bangka kasihin aja sama Marikona!! "
Semua orang berteriak menyemangati Rika
dengan kalimatnya sendiri.
Rika menoleh kebelakang, tersenyum haru dengan mata berkaca-kaca.
Meski mereka semua bukan teman akrab Rika tapi semuanya sangat baik.
" RIKA!!! FIGHTING!! "
Itu teriakan terakhir serempak
dengan kepalan tangan yang di julurkan ke atas.
Rika kembali tersenyum, kemudian pergi melangkah dengan semangat.
Mungkin adegan ini terdengar lebay dan terlalu dramatis.
Hanya mendapat sebuah pekerjaan saja sudah
seheboh itu.
Tapi sesungguhnya itu murni tidak di buat-buat.
Orang lain tidak akan mengerti karena tidak merasakan.
Hanya dirinya seorang yang mengerti bagaimana sulitnya mencari pekerjaan.
Hanya dirinya yang pernah merasakan di tolak berkali-kali.
Kejamnya lagi bahkan Rika selalu di tolak hanya namanya disebutkan saja.
Seperti sudah ada orang yang mengontrol di balik layar. Entah siapa itu Rika tidak tahu.
......
Efek bos terlambat, rapat pun di undur.
Dari jam 12 siang hingga sekarang pukul 3 sore rapat baru selesai.
Kiranya itu selama itu apa saja yang di bicarakan?
Tidak mungkinkan Riko mengundang mamah dedeh untuk menceramahi mereka memberi
mereka pencerahan.
Hebatnya lagi, wajah orang-orang yang baru keluar dari ruang rapat anteng semua.
Berwibawa dengan koper dan berkas kerja mereka masing-masing.
Di teliti satu persatu pun tidak menemukan
seklebat wajah lesu.
Apa tidak kelaparan disana? Apa tidak bosan mendengar ceramahnya Riko?
Apa tidak pening itu kepala berkutat dengan proyek-proyek, visi misi dll?
Apa setiap saraf mereka tidak tegang satu ruangan dengan Riko?
Jawabannya tidak!!
Karena semua itu adalah asupan mereka.
Makanan sehari-hari yang tidak pernah absen.
" Hari ini aku ingin makan di luar."
Serkertaris Riko yang sudah mengeluarkan ponselnya kembali memasukan benda canggih itu ke dalam saku jas.
Niat memesan makanan terhenti oleh
ucapan Riko.
" Oho,,, Ada apa ini? Kenapa tumben sekali? "
David menimpali.
Sesuatu yang diluar kebiasaan Riko pasti
ada apa-apanya disana.
" Cihhh,,,,!! "
Tahu fikiran David itu pasti kemana-mana.
" Kau juga ikut bersama ku!! "
" Aku ikut juga?? "
Kata Riko bagaikan penghapus yang tiba-tiba menghapus fikirannya.
Tentang Riko mungkin ada kencan dengan wanita karena tumben ingin makan di luar.
Meski David tahu itu mustahil.
" Kau fikir aku punya orang lain
untuk menemani ku makan?? "
Riko beranjak langsung pergi begitu saja
setelah melontarkan kata
kata mewakili kejonesannya.
" Hmmm,,," Ikut beranjak dan menyusul.
" Kita makan dimana kak?? "
" Dimana saja boleh!! Yang penting Restorannya dekat."
Agar nanti bisa cepat kembali ke kantor.
Biasa pekerjaan kantor adalah istri Riko berkedok tumpukan berkas dan dokumen yang tiap hari minta di sentuh.
" Kalau begitu Restoran ManaLagi yang ada di sebrang jalan."
David mengusulkan.
__ADS_1
Karena Riko tidak menjawab berarti disetujui.
Dua kakak beradik ini langsung menuju lobi, keluar dari gedung StarLight menuju parkiran lalu meluncur ke tempat tujuan.