Beauty Inside

Beauty Inside
Beauty Inside { Episode 14 }


__ADS_3

Sudah 3 hari Rika menghindar dari Riko. Gadis itu takut jika nanti Riko membunuhnya karena insiden pijat tumit kaki yang ia lakukan.


Siapa yang tidak tahu Riko? Kemarin Rika di hukum menangkap 100 ikan Emas di kolam renang.


Siapa tahu sekarang Rika di hukum menangkap 100 curut di selokan depan rumah, menjijikan.


Huekkk,,,,,!!!!


Pagi ini sangat cerah, secerah hati gadis yang sedang berjalan ria sembari


menari-nari kecil layaknya seorang penari balet dengan lagu yang diproduksi


sendiri dari pita suaranya.


Gadis itu menuju rumah besar untuk


melakukan aktivitasnya namun kali ini


lewat jalan depan.


Meski Rika adalah gadis yang kehidupannya tidak semulus kulit oppa korea tapi Rika selalu cerira, dia tahu cara menikmati dan mensyukuri hidup.


Janganlah mengeluh karena tangan yang belum dapat menggapai bintang!! Tapi bersyukurlah karena kaki yang masih dapat menginjak bumi!!


Begitu kata quotes yang tidak sengaja Rika baca di story whatsapp temannya.


_- Ada iblis, ada iblis!!! Gawat aku harus sembunyi!!! _-


Untung saja mata Rika tidak katarak. Ia


melihat Riko baru saja keluar rumah menuju mobilnya dengan David yang sudah menunggunya di luar mobil karena


ini sudah terlambat.


Rika bersembunyi di balik pot besar.


Mengintip disana.


Seharusnya Riko sudah berangkat


kerja dari tadi pagi, tumben sekarang agak siang, fikir Rika.


Riko hendak masuk ke dalam mobil namun aura seseorang yang begitu kuat


ia rasakan.


Ada yang sedang mengintaiku, siapa itu??


Apa ada penyusup masuk ke rumah?? begitu batinnya sembari melihat dengan


teliti ke sekeliling.


_- Apa Tuan iblis tahu aku ada di sini?? Jika ketahuan mati aku. Aishhhh,,,, _-


Gumam Rika semakin menciutkan


tubuhnya agar tertutupi sempurna oleh


pot.


" Kakak ada apa?? Kau sedang melihat apa?"


Riko belum juga masuk ke dalam mobil,


David menyadarinya lalu menghampiri pria


itu.


" Kakak!!."


Mengagetkan Riko dengan menyentuh


lengannya.


" Ahhh,,, tidak apa-apa!! Kita berangkat sekarang!! "


Riko tidak melihat siapa pun. Tapi instingnya


tidak mungkin salah.


Dia memiliki insting dewa. Instingnya


sangat tajam, setajam jarum suntik.


Riko pun mengabaikan saja kemudian masuk ke dalam mobil.


Perlahan mobil melaju meninggalkan rumah.


Rasa penasaran masih menyelimuti hatinya.


Riko melirik spion mobil yang masih menampakan bayangan halaman rumah.


Tidak di sangka Rika melompat dari balik pot.


Muncul seperti tuyul dengan gerakan menendang-nendang ke arah mobil Riko.


Mulut dan ekspresinya juga seperti


sedang mengatai.


" Pergi sana iblis!!! Menjauh dari ku!! Iblis sialan, brengsek, kutu kumpret.


Bleeeekkkk,,,,,"


Begitu Rika mengoceh dengan gerakan yang bisa kalian bayangkan.


Riko yang melihat dari spion itu merasa jengkel ingin melempari gadis itu dengan sepatu pantopel yang ia kenakan.


Namun di detik-detik terakhir wajah jengkel Riko berubah menjadi wajah yang sedang menahan tawa.


Itu semua karena tingkah Rika yang meledek dengan lidah di julurkan,


sisi lubang hidung di tarik ke atas, sudut matanya juga di tarik ke atas dengan bola mata di putar juga ke atas memberi kesan lucu-lucu pengin nabok pakai


semen tiga roda.


Ada-ada saja ulah Rika, is,,is,,is.

__ADS_1


Mempermalukan diri sendiri.


Sampai di jalan raya Riko masih tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.


Membayangkan wajah Rika itu berhasil ia abadikan lalu di buatkan spanduk jumbo kemudian di pasang di setiap ujung jalan.


_- Wahhh,,,tanda-tanda calon penghuni Rumah Sakit Jiwa. _-


Batin David melihat tingkah aneh Riko.


Beberapa menit kemudian sampailah


2 manusia sempurna ciptaan Tuhan itu di


perusahaan StarLight.


Riko dan David memasuki lift khusus menuju lantai teratas.


" Bagaimana infonya? Apa sudah kau dapatkan??"


" Sudah kak."


Tring,,,,!!


Pintu lift terbuka, Riko keluar dengan David mengekor di belakangnya.


Beberapa staf di kantor sudah memberi


hormat dari jarak 10 meter.


Riko dan David lewat begitu saja tidak


melirik apalagi menghiraukan mereka.


Idol kpop yang fansnya sejuta umat saja tidak sesombong itu.


" Ini kak."


Sebuah berkas di sodorkan di atas meja.


Riko mengambilnya, membukanya lalu


membacanya.


Nama : Rika Denisial Salsabila


Tanggal lahir : 14 Maret 1996


Usia : 24 Tahun


Status: Belum kawin


Golongan darah : O


Itu sepenggal informasi yang Riko baca di kertas pertama.


Masih ada info lainnya.


" Aku dengar gadis itu adalah gadis bermasalah di universitasnya.


Ia juga di D.o karena memukuli


Memberi info tambahan.


" Buahahaha,,,, Di D.O?? Hahahaha,,,, Dia itu mahasiswi apa gadis geng kapak??


Memukul dosennya?? Wahhh,,,, Gadis yang menantang."


Riko menutup berkasnya, ia lebih


tertarik mendengarnya langsung dari David.


" Tapi kak, ada yang aneh. Rika adalah


mahasiswi berperstasi. Ia mengikuti pertukaran pelajar ke singapore. Tidak masuk


akal skripsinya tidak lulus sedangkan yang lain yang kemampuannya hanya standar bisa lulus dengan mudah."


Riko cukup terkejut. Sepintar itukah seorang Rika?? Gadis kucel itu ternyata tidak terduga juga.


" Aku tidak tertarik pada urusan pendidikannya. Ceritakan yang lain!!"


Perintah Riko. Sebenarnya ia terasa tersaingi.


" Setelah dia di D.O hidup Rika semakin anjlok. Dia pernah beberapa kali melamar perkerjaan di perusahaan namun semua menolaknya.


Bahkan Rika pernah melamar menjadi tukang sapu jalanan tapi di tolak juga."


" Hahaha,,, Tentu saja di tolak. Siapa


yang mau menerima gadis seperti dia??"


Riko tidak menanggapi dengan serius


dia hanya senang menertawai Rika.


" Hmmm,,, tapi itu aneh. Tidak masuk akal."


" Cih,,,, tidak ada yang aneh!! Ada lagi??"


Lanjut Riko.


" Tidak kak."


" Apa? Lalu hidup masa kecilnya??


Yang aku perlu itu seluk beluknya."


Riko tidak menduga informasi yang di


berikan David sangat minim.


" Itu dia kak. Tidak ada informasi secuil pun tentang masa kecil Rika. Nama ayahnya juga tidak ada yang tahu. Seperti di sembunyikan."


Sekarang Riko mulai serius.


Berfikir kenapa kehidupan masa kecil gadis itu tidak bisa ditemukan.

__ADS_1


Apa ada rahasia yang disembunyikan Rika??


Kenapa?? batin Riko bermain-main


dengan fikirannya.


" Informasi lengkapnya ada di berkas itu.


Kakak bisa membacanya!!"


" Biaklah."


" Dav, Besok pagi aku akan pergi ke GrapeHouse. Kau tangani semua pekerjaan kantor!!


Jika semua berjalan lancar aku akan pulang besok sore. Jika tidak aku akan menginap disana."


GrapeHouse adalah rumah keluarga milik Natarahara.


" Baik kak. Aku akan menelfon asisten disana


untuk menyambut kakak."


" Ya terserah kau saja!! Kau boleh pergi!!"


" Baik kak."


David segera keluar.


Riko masih memikirkan tentang Rika.


Entah kenapa itu sangat mengganggunya.


Di lain tempat,


Rika: Ahhh,,, sudahlah Mir!! Semua pekerjaan yang kau berikan tidak ada yang benar.


Kemarin kau membuat ku menjadi SPG, kemarinnya lagi aku di suruh mandi'in banteng, kemarinnya lagi di suruh ngasuh bayi kambing, Aku tidak mau lagi menerima pekerjaan konyol mu itu. Sudahlah!!


Sudahlah!!


Mira: Aihh,,, Aku juga tidak tahu. Kali ini aku pastikan perkerjaan mu tidak aneh-aneh lagi. Percayalah!! Kalau bukan teman, aku tidak akan perduli pada mu.


Rika: Hmmm,,,, Baiklah. Katakan!! Apa pekerjaannya!!


Mira: Jadi asisten sehari!!


Rika: Bukan asisten ++ kan??


Mira: Iya kali aku segitunya jadi temen.


Ya nggak lah. Ini asisiten pyur asisten gak ada ++nya. Sebenarnya ini pekerjaan ibu aku tapi dia lagi sakit.


Rika: Yasudah. Aku terima!! Tugasnya ngapain aja mir??


Mira: Biasalah... Kalau rumahnya kotor kamu bersihin!! Kalau bosnya lapar ya kamu masakin!! Kalau bosnya minta main di kamar ya kamu layani,,,, Hahahaha,,,,,


Rika: Mira....!!!!!


Mira: Hahaha,,,, becanda Rik. Jangan kawatir.bosnya itu gak lintah darat kok.


Rika: Hmmm,,,, Awas ya kalau nantinya aku di suruh yang enggak-ngak di sana. Mati kamu Mir!!!


Mira: Sumpah, aku gak bohong. Aku jamin kamu pulang dari sana masih perawan kok.


Rika: Aishhh,,, bayarannya berapa? Ini nih yang paling penting. Jangan-jangan cuma di gaji Frans Kaisiepo 5 lembar lagi.


Mira: Frans Kaisiepo 5 lembar emangnya ini sumbangan mesjid?


Rika: Terus berapa??


Mira: 10 Juta.


Rika: Becanda pasti nih.


Mira: Gak ada bercanda-bercandaan!! Serius Rik. Tadinya ibu nyuruh aku yang gantiin dia tapi karena besok aku kerja jadi gak bisa.


Rika: 10 juta cuma jadi asisiten sehari?? Gak salah kan? Beneran kan ini asisten yang gak ada ++ nya??


Mira: Iya gak percayaan banget sih sama teman sendiri. Aku cari orang lain aja nih ya...


Rika: Ehhh,,,,jangan dong!! Iya,,,iya aku mau.


Kirim aja alamatnya!!


Mira: Oke,,, Fiks ya!! Kerjanya yang bener loh Rik jangan sampai malu-maluin!! Besok pagi mampir dulu buat ambil bayaran kamu!!


Rika: Oke,,, Ingat kirim alamatnya!!


Mira: Iya aku kirim alamatnya sekarang.


Mati'in dulu telfonnya!! Habis nih pulsa aku.


Rika: Hahaha,,, by beby,,, muachhh,,,,


Tut,,,tut,,,tut,,,!!!


Akhirnya percakapan antara dua sahabat itu selesai sudah setelah tadi berbincang panjang kali lebar kali tinggi kali atas kali bawah kali tengah.


Rika beranjak dari sofa. Ia begitu gembira membayangkan 10 juta hanya bekerja sehari.


Rasanya mendadak jadi sultan.


Tidak lama kemudian sebuah pesan masuk dari Mira.


" GrapeHuose."


Begitu alamat yang tertera di sana.


_- 10 Juta i'm comming beby,,,, Yeyyyyy,,,,,,. _-


Rika melompat ke sofa meloncat-loncat disana. Entah kegembiraanya ini akan bertahan lama atau tidak saat mengetahui siapa yang akan ia layani.


*


*


*

__ADS_1


Yang baik hati tolong dong kasih likenya yang balance!! Kalau ada yang kelupa'an di panjatin dulu bentar biar author semangat nulisnya.


__ADS_2