Beauty Inside

Beauty Inside
Beauty Inside { Episode 22 }


__ADS_3

**Foinfo.


Beuaty Inside mulai hari ini tidak akan up untuk sementara waktu. Author mau tamatin dulu novel author yang lain biar nanti bisa fokus sama novel ini. Sebisa mungkin author akan namatin secepatnya.


Perkiraan butuh waktu 1 minggu atau lebih buat namatin novel author yang di sebelah.


Tetap setia menunggu author back lagi ya!! Jangan di hapus dari fav dulu sayang!!


Author pasti kembali dengan cerita yang lebih seru.


Selamat membaca**.


*


*


Riko masuk ke dalam rumah masih dengan langkah dan raut wajah yang santai.


Namun rupanya dua kelompok manusia yang tertunduk dalam di ruang tengah, berbaris rapi di sisi kiri dan sisi kanan sudah gemetar


melihat penguasa rumah datang.


Seakan kiamat sudah dekat.


Bi Gina masuk ke barisannya. Menunduk juga seperti yang lain.


Sisi kiri adalah kaum pelayan sedangkan sisi kanan adalah kaum keluarga Natarahara.


Jika sudah berhadapan dengan


seorang Riko berarti semua diwajibkan menunduk tidak pandang bulu.


Terlebih di suasana yang tidak bersahabat seperti ini.


Riko duduk di sofa menyilangkan kakinya.


David yang katanya masih dalam perjalanan pulang ternyata sudah berdiri di tengah-tengah kubu seperti seorang


wasit bola tanpa pluit.


Ini untuk pertama kalinya David berbohong.


Riko dalam diam menarik sebuah opini kecil bahwa masalah kali ini bukanlah masalah biasa.


" Aku tidak tahu ternyata adik ku punya kekuatan telepotasi.


Dav, seharusnya kau membagi ilmu mu itu pada ku!!


Kau pelit sekali."


Pembukaan yang ringan mengandung sedikit humor yang garing tidak membuat jantung orang-orang di sana berdetak


normal.


Malahan ini di anggap sebagai pembukaan yang mengerikan.


" Maaf kak. Aku tidak ingin kau khawatir. "


Kasih sayang David


pada Riko tidak terhingga sepanjang masa karena itu ia tidak ingin membuat


kakak tersayangnya itu cemas


atau marah dengan mengatakan telah terjadi masalah di rumah.


Apalagi Riko mengemudi sendiri.


Takutnya hilang kendali, menabrak pohon yang tidak berdosa.


Kan kasihan pohonnya.


" Ya ya aku tahu itu wahai adik ku.


Ahhh,,,, Aku sangat lelah. Ayo kita selesaikan masalah ini dengan cepat!! "


Sebuah kode yang bisa di pahami semua orang.


Artinya, cepat tunjukan diri kalian!! Siapa yang berani membuat masalah?? Silakan segera berlutut memohon pengampunan


dari raja!!


Brukkk,,,,!!!!


Serempak kaum bercelemek pink tapi bukan BlackPink menekuk lutut mereka. Ada 5 wanita berseragam siap menghuni neraka dikala nasib


buruk menimpanya.

__ADS_1


" Ampuni kamu Tuan!! Kami tidak bersalah."


Minta pengampunan saja dulu!!


Salah tidak salah itu urusan belakangan.


Setidaknya itu sedikit ilmu untuk mengamankan diri dari terkaman macan.


Pandangan di lempar pada David. Seolah setiap sorot mata Riko sudah terdaftar di sistem otaknya,


David langsung mengerti apa yang diinginkan pria itu.


Sebuah penjelasan!!


" Seseorang telah membobol brangkas kita.


Mencuri uang dan mengambil berkas penting disana."


" Berkas apa??"


Lebih tertarik pada berkas. Uang Riko sudah melimpah liah. Tertanam di seluruh bank. Jadi uang di brangkas di curi tidak masalah.


" Berkas kepemilikan cabang perusahaan kita yang ada di Jepang."


Tik, Tok, Tik, Tok, Tik, Tok,!!!


Hening sejenak.


Riko diam sesaat. Jari telunjuknya Mengetuk ngetuk lengan sofa.


Memberi irama yang tak terdengar namun aura iblis sudah semakin kuat.


" Siksa mereka semua sampai mereka membuka mulutnya!! Setelah mendapat penghianatnya lempar dia keluar!!


Pastikan juga


penderitaan yang di dapatkan di luar sana melebihi seekor anjing jalanan yang di tendang kesana kemari!!"


Inilah hal yang ditakuti semua orang.


Saat Riko marah dalam wajahnya yang begitu tenang, nada suara normal, bernafas tanpa menghirup udara yang berlebihan.


Namun perlahan gunung yang tidak aktif tiba-tiba meletus di buatnya.


" Baik Kak."


David sang adik yang penurut.


Seperti sudah mendapat mandat dari presiden negara.


Tidak bisa di bantah.


" Riko~~"


Terpotong ucapan Nyonya Santi saat David menatapnya, menempelkan jari di mulut.


Diam ibu!!


Kode yang berlaku juga untuk semua orang.


Tidak ada yang berani angkat suara.


Secara otomatis mulut terkunci.


" Tuan kami mohon pengampunan anda!! Kami tidak bersalah Tuan. Bukan kami pelakunya."


Ruang tengah mulai riuh akan suara-suara dari 5 pelayan ini.


Memelas kemulian hati Riko dengan suara menyedihkan.


" Diam kalian!!!"


Baik sebenarnya maksud David menyuruh mereka untuk diam.


Terlihat tadi Riko tidak senang dengan suasana berisik ini.


" Kau yang diam Tuan David!! "


Malaikat tanpa sayap, tanpa tongkat bintang, tanpa gaun putih panjang tiba tepat sebelum


penyiksaan di jalankan.


Wanita dari kalangan bawah berani berteriak


pada putra angkat keluarga Nataraha.


Meminta diam tanpa gentar berjalan

__ADS_1


memasuki area perang bersenjatkan keberanian.


_- Pergi Rika!! Pergi gadis bodoh!! Jangan sok-sokan jadi pahlawan di antara penguasa dunia!! Ahhh,,, kau ini. Kenapa malah kesini? Kau itu tidak lebih dari seekor semut di antara dua gajah. _-


Ibu Ratna bermain kode mata dengan Rika, sedikit menggelengkan kepala.


Jangan ikut campur!! Begitu artinya.


Sayangnya Rika bukan gadis yang akan membiarkan ketidak adilan terjadi pada mereka yang lemah.


Lepas dari pandangan, seorang pria tertawa kecil saat David mendapat bentakan dari seorang wanita.


Riko segera mengembalikan wajah datarnya agar tidak terciduk sedang tertawa.


Takut aura menakutkannya hilang.


Tidak terlihat keren nantinya


" Apa hak anda menyiksa mereka? Hanya karena mereka lemah, tidak mendapat dukungan dari siapa pun bukan berarti anda bebas melakukan apa yang anda mau."


Sudah seperti dewi penyelamat


umat yang tertindas.


" Sepertinya kau salah paham. Aku hanya menjalankan perintah dari kakak Riko."


Menyerahkan masalah pada Riko.


Rika sedikit menggeser pandangannya pada pria yang nampak terkejut


namanya di sebut-sebut.


_- Heiii,,,, Pengecut kau David. _-


" Kenapa kau melihat ku seperti itu?? Jika kau bertanya apa hak ku menyiksa mereka maka jawabannya aku tidak perlu hak untuk itu."


Karena Sultan bebas.


Bisa melakukan apa pun.


_- Tidak perlu hak?? Cih,,,Sombong sekali.


Dia fikir dia siapa?? Raja, dia adalah raja yang kedudukannya tidak resmi. Tanpa melalui tahap pemilu, tanpa pelantikan. Raja ilegal. _-


" Ah iya benar sekali. Tuan saya hanya menyelamatkan anda dari dosa. Tuhan tidak suka dengan orang yang menyiksa mereka yang belum tentu bersalah."


Rika berjalan maju tidak takut dengan mata Riko yang sudah memerah.


Suasana semakin tegang. Takut Rika hanya kan memperburuk keadaan.


Ibu Ratna terus mengutuk anaknya yang memang sejak kecil sudah mempunyai keberanian.


" Kau memang wanita yang baik hati.


Selamatkan saja diri mu!! Tidak perlu menyelamatkan ku!!"


Beranjak dari sofa.


Berjalan ke arah Rika. Sekarang mereka berdua berhadapan. Kode peperangan akan segera terjadi sudah terlihat dari sorot mata dua insang itu.


" Tepat sekali Tuan. Saya memang wanita yang baik hati dan tidak sombong."


Mengedipkan matanya centil bermaksud memancing kemarahan Riko. " Karena itu saya ingin menyelamatkan anda dari dosa."


_- Mata mu mata mu mau aku taburi garam kau agar tidak bisa berkedip seperti itu lagi._-


" Kalau kau memang wanita baik maukah kau menggantikan hukuman mereka??"


Lampu masih bersinar terang jadi senyum menyeringai Riko terlihat jelas.


Semua orang yang melihatnya merasa hidup Rika tidak akan lama lagi.


" Haha,,, Tuan kau licik sekali. Senyum mu membuat bulu ku merinding. Sayangnya saya tidak bodoh. Saya tidak mau menggantikan hukuman orang yang belum tentu bersalah. Tapi saya akan membuktikan siapa disini yang pantas untuk dihukum."


Yakin dirinya mampu membuktikan siapa sebenarnya dalang dari semua ini.


" Bagaimana kalau kau gagal membuktikannya??"


" Seperti ucapan anda Tuan. Saya yang akan menerima hukumannya."


" Kau yakin??"


" Tentu. Saya tidak pernah ragu dengan ucapan saya."


" Baiklah. Aku beri waktu kau 3 hari. Jika tidak berhasil bersiaplah masuk ke lubang buaya!! Akan aku habisi kau disana."


" Haha,,, Tidak akan saya biarkan itu terjadi Tuan."

__ADS_1


_- Terjadi tidak terjadi akulah yang menentukan. Salah besar kau muncul sebagai pahlawan disini. Kau belum tahu sepenuhnya siapa aku. Aku lebih licik dari yang kau kira. Hahahha,,, Rika,,Rika,,._-


Gumam Riko dalam adu tatapan dengan Rika saling menunjukan bahwa kemenangan akan ada di pihaknya.


__ADS_2