
Like!!
Komen!!
Vote!!
Selamat membaca!!
*
" Rika jangan marah dulu!! Aku melakukan ini karena aku sangat mencintai mu. Aku jatuh cinta pada mu saat pertama kita bertemu.
Aku hanya ingin memiliki mu.
Mengertilah!! "
Entah tertinggal dimana urat malunya Graha hingga dengan tidak tahu dirinya ia menyatakan obsesi gilanya itu sebagai cinta.
" Graha aku ingin tahu apa kamu dilahirkan secara cacat prematur? Sepertinya otak mu belum berkembang dengan baik.
Atau mungkin kelama'an di dalam
ingkubator?? " Graha hanya menyimak santai tidak menjawab.
Seolah sudah punya bahan untuk mengimbangi ucapan Rika. " Ahhh,,, aku kasihan sekali pada mu.
Is,,,Is,,Is,,, Menyedihkan!!! "
Memasang wajah mengasihani.
_- Atau alih-alih ibunya ingin buang air dan malah dia yang keluar terus kepalanya masuk ke dalam kloset.
Ya. Itu bisa saja. Pantas kepalanya isinya kotoran semua. _-
Rika dengan iamjinasi the bestnya.
Dibilang tidak masuk akal tapi melihat tingkah menjijikan Graha jadinya masuk
akal.
" Siapa disini yang menyedihkan? Aku atau kau? Coba lihat dirimu di depan
cermin!! Kau akan segera
menyadarinya.
Dan jika memang otak ku belum berkembang
dengan baik maka aku tidak akan
ada di kampus, mengajar ribuan mahasiswa termasuk kau."
Kata kau ditajamkan. Merujuk pada Rika.
" Oh Benarkah?? Siapa yang menjamin kamu dosen murni?
Lagi pula aku yakin, orang seperti dirimu hanya mengandalkan uang untuk bisa
mendapatkan segalanya.
Itu hal lumrah di negara ini, hahaha,,,,!! "
Rika tertawa. Dengan tawanya itu
ia bisa menginjak-injak harga diri
Graha. Tawa garing yang hanya dianggapnya
lucu seorang.
Sedangkan lawan duduknya hanya bisa mengepalkan tangan di bawah meja, terlihat jelas dari samping.
Tetangga sebelah melihatnya.
Tawa menjengkelkan Rika seolah menyumbat perederan pembuluh darah Graha.
" Dari dulu memang mulut mu itu adalah senjata ampuh mu ya. "
Tangan Graha memasuki saku jas.
" Graha kau nampak sangat membenci mulut ku ini.
Tapi mulut ku inikan yang juga membuat mu tergila-gila?? "
Rika hanya asal bicara.
Tidak tahu apa benar mulut prosotan TKnya ini yang sudah menarik Graha
jatuh ke dalam obsesi gila.
" Bagaimana kamu tahu? Rika sepertinya kamu juga menyadari kelebihan unik
mu itu.
Semakin lincah mulut mu semakin aku tertarik untuk memilikinya. Aku ingin
membuat mulut itu bungkam sesaat."
Graha tersenyum.
Bagaimana bisa ia jatuh hati pada wanita bermulut ringan seperti Rika.
Memang menyebalkan awalnya saat berdebat dengan Rika, tapi perlahan entah kenapa itu pula yang memunculkan daya tarik.
_- Huekkkk!!!! _-
Seketika mual mendengarnya.
Tahu bagaimana cara Graha membungkam mulut Rika.
Seperti ciuaman contohnya.
Cara alami untuk menyumpal mulut.
" Jangan kebanyakan menghayal Graha!!
Itu tidak baik untuk mu.
Kesehatan mental juga bisa terganggu.
Aku tidak ingin seseorang masuk rumah sakit jiwa hanya karena tidak bisa mendapatkan diri ku ini."
" Percaya diri sekali diri mu.
Aku ingin melihat bagaimana senyum menjengkelkan mu itu pudar saat melihat
__ADS_1
ini."
Akhirnya tangan yang cukup lama diam di saku jas keluar membawa 5 lembar kertas bergambar dan diletakannya di atas meja.
Itu adalah 5 buah foto.
Foto itu cukup lama dipamerkannya di atas meja.
Selama itu juga mata Rika menegang melihatnya.
Dimana, bagaimana, kenapa dan kapan foto itu di ambil?? begitu benak Rika dikala saat itu juga kepanikan muncul.
Rika sudah meluncurkan tangannya cepat ke arah 5 foto itu.
Bermaksud ingin merebutnya namun Graha satu langkah sudah di depan.
Menyapu 5 foto itu kedalam tangannya.
Tentu karena sudah tahu Rika akan
merebutnya jadi Graha sudah siap 86
untuk selangkah di depan.
_- Sialan!!! _-
" Berikan pada ku Graha!! Jangan macam-macam kau pada ku!! Cepat berikan!! "
Sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Merebut paksa juga sudah tidak
ada harapan.
Mencoba meminta langsung adalah cara refleks yang di lakukan Rika.
" Tidak!! Ini milik ku. "
Dengan sengaja Graha memperlihatkan foto yang masih ada di tangannya tepat di depan
mata Rika.
Rika merasa hina melihat foto itu.
Harga diri sesungguhnya sebagai seorang wanita sedang dipermainkan.
Tidak sadar mata Rika sudah berkaca-kaca.
Rasa takut menusuk dadanya.
" Rika jangan menangis!! Orang-orang akan mengira aku menyakiti mu."
" Cih,,,,,!! "
Rika berdecih. Memalingkan wajahnya mengontrol air yang ada di bola mata.
Tidak ingin terlihat lemah.
Namun sayangnya Rika menoleh ke arah yang salah.
Ia menoleh ke arah tetangga sebelah.
Tidak sengaja memperlihatkan mata yang berkaca-kaca pada pria yang luput dari pandangannya.
" Foto-foto ini akan aman. Aku tidak akan menyebarkan ini. Hanya saja
Kamu sudah tahu betul."
Agar aman Graha memasukan lagi foto itu
ke dalam saku jasnya.
Itu adalah satu-satunya senjata pamungkas yang ia miliki.
_- Licik!! Persetan bajing*n!!! Sialan!! Brengsek!!! Selama ini kamu pasti sangat menikmati foto itu kan? 2 tahun ini kamu pasti melecehkan foto ku.
Bodoh,,,!!! Seharusnya dulu aku lebih berhati-hati.
Sekarang apa yang harus aku lakukan??
Hiks,,,, Bahkan aku hanya bisa menangis sekarang.
Payah!!! Hiks,,,, benar-benar payah. _-
Dalam diamnya Rika sudah frustasi.
Tidak sudi berkata mau tapi apa jadinya jika ia berkata tidak??
Seluruh dunia akan menghinanya.
Fikir Rika tidak apa jika dirinya seorang tapi Rika tahu ibunya akan terkena imbas.
Rasanya benar-benar malu jika foto itu tersebar. Tidak akan ada lagi kepercayaan diri untuk hidup.
" Oh Rika ku,,, Jangan menangis!! Aku tidak tega melihat mata mu basah."
Dia yang melempar pisau dia pula yang ingin mengobatinya.
Acting Graha sok-sokan sedih, ingin menghapus air mata Rika namun si Rika mana sudi di sentuhnya.
Tangan itu di tepis keras.
" Ok baiklah!! Aku mengerti suasan hati mu."
Menarik tangan yang dijulurkan, memperbaiki posisi duduk.
" Tapi Rika pikirkan baik-baik!!
Kau hanya perlu berkata iya maka hidupmu akan aman. Dan bahkan akan ada perbuhan besar, kamu akan menjadi ratu ku.
Tapi jika kamu menjawab tidak maka aku sarankan agar kau menghapus semua sosial media mu!! Karena aku khawatir kamu tidak akan sanggup menerima hina'an
dari dunia."
Tidak punya otak memang manusia yang
satu ini.
Kegila'annya ini sungguh sudah di atas batas wajar.
Graha mengancam dengan 5 foto Rika dengan tubuh terbuka saat sedang berganti pakaian.
Siapa yang tidak drop mendapat ancaman seperti itu?
Rika meremas perlak meja.
__ADS_1
Menatap Graha benci. Tidak mau menjawab apa pun karena semua jawaban bagaikan jurang kematian.
Dianggapnya semua jawaban sama-sama akan membunuhnya.
Jadi Rika memilih diam dengan tatapan ingin menikam saja si Graha.
_- Kenapa diam? Cihhh,,,, Kemana mulut prosotan TK mu itu??
Lihat dia, saat bersama ku saja dia selalu bisa membalas tapi saat bersama pria ini dia bungkam. Berani sekali dia memperlakukan ku tidak adil.
Memangnya ada apa dengan foto itu??
Memalukan sekali. Dia kalah.
Salah aku sudah menjagokannya. Ternyata dia cengeng.
Baiklah,, aku hitung sampai 3, jika belum membalas maka aku yang akan bergerak.
Hitungan di mulai, 1 , 2 , 3 .
Ahhh,,, Aku terpaksa. Berterimakasihlah pada ku untuk hari ini!! "
Riko bangkit, merapikan jasnya sebelum berjalan ke arah 2 orang yang beku dalam tatapan masing-masing.
Melihat Riko yang beranjak dikiranya David Riko sudah selesai makan.
David pun ikut berdiri, ia hendak mengikuti langkah Riko namun alangkah terkejutnya saat melihat Riko kembali duduk namun
di meja yang berbeda.
_- Wahhh,,,,,!!! _- Dengan mulut menganganya.
_- Sepertinya cuplikan drama korea akan segera tayang. _-
David duduk kembali.
Tidak mau melewatkan seperdetik drama ini.
Dan akhirnya David paham apa yang membuat Riko menatap ke arah meja itu.
Ternyata oh ternyata Rika ada disana.
" Hmmmm,,,, Apa aku boleh bergabung?? Sepertinya di sini seru."
Langsung duduk saja.
Meminta ijin namun tidak perlu ijin untuk seorang Riko duduk disana.
Dengan senyum ramahnya Riko mencoba menyapa 2 orang yang terbelenggu dalam keterkejutan.
Senyum Riko membuat 2 orang itu merinding.
Tapi Riko santai saja.
Seolah kehadirannya yang tiba-tiba dan senyumnya tidak ada efek samping kepada 2 orang
pemilik meja.
" Tu-Tuan."
Mustahil menyebut Tuan dengan lancar di saat sel saraf masih terkejut.
" Iya ini aku.
Aku kira kau tidak mengenali ku."
_- Manusia sebesar ini mana mungkin aku tidak mengenalinya.
Memangnya aku ada gangguan mata rabun apa?
Tapi,
Kenapa dia bisa ada di sini?? Kenapa dia harus muncul di saat kondisi ku menyedihkan seperti ini sih?? Hiks,, Apa dia ingin menertawai ku??
Ah Sialan!! Itu sudah pasti. _-
Entah kenapa tapi Rika merasakan aura negatif pada Riko.
Rasanya lawannya bertambah satu.
Riko mengambil tisu dari kotaknya.
Menarik beberapa lembar.
Saat itu Rika masih bertanya untuk apa tisu itu. Belum ada fikiran yang aneh-aneh.
Namun sesaatnya Rika dibuat terkejut
lagi.
Riko tiba-tiba menarik tangan Rika. Meletakan tisu di atasnya di lengkapi kalimat perintah
" Hapus air mata mu!! " Begitu perintahnya dengan maksud yang tidak terdeteksi
ke tulusannya.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, Riko memegang tangan Rika tidak biasa.
Luput dari pandangan, Graha tidak kalah terkejut. Rika mendapat perlakuan spesial.
Tentu Graha bukan orang idiot yang
tidak tahu siapa yang sedang semeja dengannya.
_- Ada apa dengannya? Kenapa dia baik pada ku? Tapi aku malah semakin merinding.
Apa mode iblisnya dalam keadaan off??
Jantung sialan!! Kenapa kau berdetak hah? Hei berhenti!! Kenapa aku jadi tidak tahu malu seperti ini sih?? _-
Efek Riko memegang tangannya, Rika jadi bodoh. Jelas saja jantungnya berdetak karena dia masih hidup.
Bodohnya lagi ia meminta jantungnya berhenti berdetak.
Mati baru tahu rasa.
Tidak berhenti sikap aneh bin ajaib Riko.
Riko menarik tangan Rika, seperti terhipnotis Rika mengikuti arah tarikan itu.
Hingga posisi wajah Riko berada di samping telinga Rika.
Riko membisikan sesuatu yang sukses membuat Rika menjerit.
" Hapus air mata mu!! Hanya aku yang boleh membuat mu menangis."
__ADS_1
Begitu bisikan si iblis dengan seringai yang tidak bisa di lihat oleh mata.