Beauty Inside

Beauty Inside
H-2 part 4. Disalah artikan.


__ADS_3

Lupakan!! lupakan!! lupakan!! begitu Rika memukul-mukul kepalanya meminta otak


di dalam sana untuk berhenti


memikirkan ciuman itu.


Ciuman yang di dasari atas kehilafan bukan cinta tidak pantas di kenang, begitu pendapat Rika.


Tidak ada yang indah, tidak ada yang spesial, ciuman itu hanyalah tragedi, pendapatnya lagi.


Rasanya Rika ingin membongkar kepalanya sendiri lalu mengambil otaknya dan dimasukannya ke dalam blender kemudian diblendernya hingga hancur.


Semata agar Rika bisa tidur dengan tenang malam ini.


Tanpa ada bayangan sepasang bibir yang tidak tahu malunya saling mengulam.


_- Itu ciuaman ku yang pertama


Huaaaa,,,,!!! Bagaimana bisa aku memberikannya pada pria yang jelas-jelas bukan jodohku?


Kenapa aku sebodoh ini sih?? Seharusnya aku mendorong dan menampar Tuan Iblis dan berkata " Berani-beraninya kau menciumku tanpa ijin."


Tapi apa ini?? _- Rika membentur-benturkan kepalanya di bantal. Tembok terlalu jauh untuk ia jangkau.


_- Aku malah menikmatinya.


Apa yang akan aku katakan pada suami ku nanti saat dia bertanya tentang ciuaman pertama ku?


Aku tidak bisa mengatakan bibir ini telah melakukan 1 kesalahan, hiks!! Aku tidak bisa mengatakan bibir ini sudah tidak sesuci sungai gangga, huaaa,,,!!!


Suami ku pasti akan mencampakan ku dimalam pertama kita. Hiks,,,!! _-


Rika si gadis polos.


Sudah pernah pacaran namun belum pernah berciuaman dan sekarang ia melakukannya pada pria yang bahkan bukan pacarnya apalagi


suaminya.


Dia juga sudah memikirkan hal yang akan terjadi dimasa depan.


Imajinasi Rika melayang terlalu jauh.


Dia juga terlalu naif. Ciuman adalah hal yang lumrah dikalangan remaja. Jadi tidak perlu begitu difikirkan hingga membuat pusing kepala dan frustasi diri sendiri.


Jika Rika mau melihat keluar, ada lebih dari sekedar ciuman yang dilakukan orang-orang belum berstatus suami istri disana.


_- Tuan Iblis pasti sengaja. Dia sengaja berpura-pura pingsan agar aku memberinya nafas buatan.


Bodoh!! Seharusnya aku taruh petasan di atas mulutnya. Tidak!! granat lebih baik. Tidak!! Seharusnya aku biarkan saja dia mati tenggelam.


Huaaa,,,,!! Bernai sekali dia menipu ku.


Seharusnya dia mendorongku saja saat aku memberinya nafas buatan. _-


Tidak apa-apa jatuh ke kolam lagi, bagi Rika.


Namun apa daya saat kebenaran mengatakan bahwa Riko adalah pria normal?


Tidak bisa menolak kenikmatan duniawi.


Siapa pun akan melakukan hal yang sama seperti yang Riko lakukan.


Jika ada pria yang menolak ciuaman itu harus dipertanyakan kenormalannya.


_- Sial!! Sial!! Sial!! _-


Memukul-mukul bantal yang dipangkunya. Mencabik-cabiknya juga.


Kasihan bantalnya!!


_- Lihat saja nanti aku akan menenggelamkannya di laut segitiga bermuda agar dia benar-benar lenyap. Tuan Iblis Sialan ini bahkan ingin membeli ciuman pertama ku.


Apa dia tidak berfikir dengan otak? Apa otaknya sudah turun ke dengkul?? Dia tidak tahu kalimat apa yang pantas dan tidak pantas untuk diucapkan. Dia tidak tahu kalimat mana yang menyakiti dan tidak menyakiti jika dikatakan. Cihhh,,,,!!! IBLIS SIALAN!! SIALAN!! SIALAN!! MUSNAH KAU DARI MUKA BUMI INI!! Huaaaa,,,!!! Semoga saja dia disambar gledek!! _-


Rika ingin berteriak keras seandainya dikamar sebelah bukan kamar Riko.


Ia ingin memaki-maki Riko, mengatakannya pria sialan, pria penipu, pria pencari kesempatan dan pria cabul.


Rika ingin berteriak pada dunia, memberitahu seluruh umat yang mengagungkan Riko bahwa Riko hanyalah seorang pria brengsek yang suka memanfaatkan keadaan.


Kalau perlu dia akan menaiki puncak monos dan berteriak lantang disana.


Tapi lupakan!! Saat ini dia hanya bisa membatin.


Padahal Rika juga menikmati ciuaman Riko seolah dia menginginkannya hanya saja ia terlalu gengsi menerima kenyataan itu dan terus menyalahkan Riko.


Maklum saja itu adalah first kissnya. Ciuman pertama yang seharusnya diberikan kepada jodoh sehidup sematinya nanti.


" Uhuk,,,Uhukk,,,!! Aku jadi batuk karena nyemplung ke air yang dingin. Uhukkk,,,!! "


Karena otak Rika sedikit rusak sehabis dipukul-pukulnya membuat dirinya menjadi sedikit bodoh.


Kalau nyemplung ke air dingin itu yang ada bersin, panas, deman bukannya batuk.


" Tidak ada air?? Aishhh,,,,"


Ketidak tersediaannya air minum di kamar itu mengharuskan Rika turun ke dapur.


Di kamar sebelah,


Riko baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil hanya menutupi bagian bawah yang lainnya terekspos.


Sekarang dia berada di depan kaca seraya mengeringkan rambutnya yang basah.


_- Aku sudah mau mengganti ciumannya dengan uang tapi dia tidak mau.


Itu terserah dia!! Yang jelas aku sudah berusaha untuk bertanggung jawab.


Lagi pula seperti katanya, ini bukan salah ku tapi dia juga salah.


Dia yang memulai duluan. Dia yang menciumkan tanpa ijin. Jadi ini salahnya sudah merangsang ku.


Kesimpulannya aku tidak perlu merasa terbebani dan merasa bersalah.


Mudah sekali!! Jangan dibuat susah!! _-

__ADS_1


Usai mengeringkan rambut, Riko memakai pakaiannya.


_- Tapi bibirnya lembab sekali. Sangat lembut dan manis seperti permen yupi. Hmmm!! _-


Gumam Riko tersenyum tidak memungkiri bibir Rika sangat nyaman.


Dia suka bibir itu.


Usai mengenakan pakaian Riko menyisir rambutnya. Ia kembali berdiri di depan cermin.


_- Aku ragu apakah itu benar ciuman pertamanya? Dia sangat lihai dan pandai menyesuaikan gerakan bibirnya.


Orang yang pertama kali berciuman tidak sepandai itu.


Biasanya mereka kaku. Atau jangan-jangan Dolidoli menipuku agar aku merasa bersalah?


Wah,,, akal mu memang cerdik ya. _-


Dan usai menyisir rambutnya Riko pun berbaring di tempat tidur.


Merasa tubuh yang hampir tidak bernyawa itu butuh istirahat lebih.


Ponsel dimainkannya, bukan bermain game, menonton youtube dan yang lainnya tapi untuk mengupdat seputar dunia bisnisnya.


_- Aku ragu tapi tetap saja aku merasa bersalah. _-


Merasa masih terusik fikirannya Riko tidak bisa fokus dengan file yang


baru dikirim David.


Benda pipih itu dikesampingkan digantikan dengan guling yang kini Riko peluk.


Pria yang terlihat cool dan berkharisma ini tidak ada yang tahu kalau tidur suka memeluk guling.


_- Apa itu benar ciuman pertamanya?


Tapi kembali lagi dia sangat pandai berciuman. Aku merasa berciuman dengan pakarnya.


Aku jadi bingung. Sebenarnya dia itu pernah berciuman atau belum? Cihh,, Kenapa ini harus mengganggu tidur ku?


Ahhh,,, lebih baik aku tidur saja. _-


Jika saat ini Rika adalah guling yang Riko peluk sudah beteriak guling itu berkata,


Belum!!! Itu adalah ciuman pertama ku di kehidupan ini, huaaaa!!!


Agar Riko berhenti meragukan kesucian Rika.


Klonteng, klonteng, ting, tong, pak, briyak, bruk, brak, tong, ting, GLENDENG,,,,!!!!


_- Suara apa itu? _-


Nampaknya Riko yang belum sepenuhnya tertidur itu baru saja mendengar suara berisik dari bawah.


Benar!!


Karena setelahnya Riko beranjak dari tempat tidurnya dan keluar untuk mengecek.


" Apa yang sedang kau lakukan disini? Kenapa dapurnya berantakan sekali? "


Panci, penggorengan, sendok, mangkok semua itu berceceran dibawah.


Rika yang sedang memunguti perabotan itu terkesiyap.


Saat mendongak ia melihat orang yang seharusnya tidak ia lihat.


Itu membuatnya terkejut dan menjatuhkan lagi perabotan yang sudah dipungutnya.


" Ini,,, Ini saya ingin mengambil air Tuan tapi tidak ada gelas. Jadi saya membuka laci saya kira ada gelas disana.


Saat saya buka semua prabotannya jatuh. "


_- Aihhh,,,, Aku kira dia sudah tidur. Ini juga siapa yang menaruh perabotan ini begitu sembarangan di laci sih?? _-


" Ceroboh sekali!! cepat bereskan!! Mengganggu tidur ku saja. "


Malas untuk marah Riko lebih memilih kembali ke kamar dan tidak mempermasalahkannnya.


_- Mengganggu tidurnya dia bilang? Dia bisa tidur setelah kejadian di kolam?


Wahh,,,!! Luar biasa. Aku bahkan tidak bisa bernafas dan dia bisa tidur nyenyak. Wahh...!!! Prok,,,!! Prok,,,!! You verry verry luar biasa._-


Lupa bahasa inggrisnya luar biasa apa.


Kesal Rika sudah mau melempari Riko dengan sendok garpu.


" Oh ya, "


Tiba- tiba Riko berbalik lagi.


Doeng,,,,!!


" Apa yang kau lakukan? Kau mau melempari ku ya? "


Riko menatap curiga.


Tidak ada lagi hal lain yang bisa Riko fikirkan setelah melihat posisi Rika dalam keadaan seperti akan melemparinya dengan sendok garpu.


" Mana ada saya berani Tuan. Hehe,,,, Ini sendoknya mau saya lempar ke belakang.


Seperti ini loh Tuan. "


Swinggggsss,,,,,!!! Plung,,,!!!


Rika menoleh kebelakang.


" Yeyyy,,,, masukk!!! Jadi begitu Tuan. Bukan ingin melempari anda."


Tindakan cerdas orang yang tergangkap basah.


_- Cihhh,,,,!! Dia pasti ingin melempari ku. _-


Riko tahu niat Rika.


" Tunggu aku disini!! Aku akan naik ke atas mengambil sesutau.

__ADS_1


Jangan kemana-mana!! "


Perintah Riko kemudian pergi untuk


mengambil apa yang ingin ia ambil.


_- Kenapa dia menyuruhku untuk menunggu? Apa yang dia mau ambil?? _-


Rika jadi penasaran.


Ketika Rika usai meletakan prabotan-prabotan itu Riko terlihat sudah menuruni anak tangga.


" Besok serkertaris ku sudah bisa bekerja. Kau tidak perlu datang ke kantor lagi dan ini ambillah!! Aku tidak punya uang case."


Ciri khas orang sultan.


Jarang punya uang case. Mainannya cek dan black card.


Lampu yang menyala membuat terlihat jelas benda yang disodorkan Riko.


Rika tersenyum berdecih tanpa suara melihat cek itu.


Setelahnya ia mengambil ceknya.


Riko merasa senang Rika mau menerima yang ia berikan.


_- Apa yang dilakukan bocah ini? Kenapa dia seperti orang primitif yang baru pertama kali melihat cek? _-


Bukannya senang atau berterimakasih Rika malah membolak-balikan ceknya.


Seperti itu benda aneh. Dia bahkan menerawang ke arah lampu seperti memeriksa uang palsu.


" Apa yang kau lakukan? Itu cek. Apa kau tidak tahu itu? "


Rika menurunkan ceknya.


" Saya tahu Tuan. Hanya saja saya ingin melihat seberapa hebat benda ini dalam merendahkan harga diri seseorang."


Dari sini Riko mencium aroma kesalahpahaman. Rika menarik tangan Riko.


Menadahkannya.


Setelahnya terdengar suara Plakkk!! Rika meletakan keras cek itu ke tangan Riko.


Menolaknya!!


" Apa maksud mu? "


Ucapan Rika yang tidak jelas namun terdapat sindiran yang begitu pedas itu, fikir Riko harus dijelaskan.


Karena Riko mulai tersinggung disini.


" Sayakan sudah katakan pada Tuan kalau anda tidak perlu membayar untuk ciuman itu!! Itu hanya tragedi.


Anda hanya cukup melupakannya!!


Tapi sepertinya anda berusaha membuat saya terlihat seperti wanita murahan.


Jadi simpan cek ini dan berikan pada orang yang tepat!! "


Rika dengan santai mengembalikan ceknya walau dia kesal saat ini.


Riko menerima ceknya kembali. Entah kenapa hatinya terasa diremas oleh perkataan Rika.


Riko Menatap cek itu sekilas lalu


tersenyum. Seolah ini adalah kesalahan terbesarnya.


Maksudnya yang ingin berbuat baik malah disalah artikan Rika.


Dan tanpa di duga Riko langsung merospon dengan tindakannya yang ganas menarik tangan Rik lalu satu tangannya beralih melingkar di pinggang gadis itu.


Mengunci tubuh Rika.


Rika terkejut. Sebagai pertahannya ia menahan dada Riko dengan tangan agar tubuh mereka tidak menempel.


_- Apa tadi aku salah bicara? Kenapa dia jadi marah?


Seharusnya aku yang marah. Astaga matanya seperti ingin mengoyak ku.


Aku tadi bahkan tidak bicara dengan nada tinggi. Ada apa dengannya ini? _-


Merasakan ancaman yang begitu dasyat nyali Rika menciut melihat mata Riko.


Dia gemetar dan merinding namun jantungnya berdengup kencang.


" Sudah selesai bicaranya?? Sekarang aku yang akan bicara.


Dengar Nona Rika!! Cek ini bukanlah cek untuk membayar ciuman mu.


Tapi cek ini untuk membayar mu sebagai serkertaris ku.


Apa kau puas telah menuduh ku? Mulai saat ini jagalah ucapan mu jika mulut mu itu tidak ingin aku bungkam selamanya.


Kau mengerti??!! "


Setelah memberi penjelasan Riko mendorong tubuh Rika yang sudah kaku mati rasa itu.


Rika merasa akan mati karena tadi ia menahan nafasnya begitu lama.


Ia takut untuk sekedar menghembuskan nafas di depan Riko.


Riko pun pergi seperti orang yang sedang sakit hati karena dituduh.


Ceknya dibuang begitu saja. Terlihat jelas dari langkah kaki pria itu sedang marah.


_- Apa aku sudah membuat kesalahan yang begitu besar? Apa baru saja aku sudah menuduhnya? Apa itu menyakiti hatinya?


Kenapa dia semarah itu?


Akukan tidak tahu niatnya baik. Aishhh!! _-


Gumam Rika tidak menyangka Riko


semarah itu.

__ADS_1


Dia jadi merasa bersalah telah menuduh tanpa mendengar penjelasan Riko.


__ADS_2