Beauty Inside

Beauty Inside
Selamatkan Aku!!


__ADS_3

Perjanjian pukul 7 sudah harus ada di club.


Dan sekarang sudah pukul 7 lewat pria yang memboking Rika belum pula datang.


Ini suatu muzizat bagi Rika. Meski belum datang tidak berarti tidak datang.


_- 10 menit lagi. Aku harus sudah siap dalam waktu 10 menit. Huh!!! Pertama Aku akan pura-pura sakit perut dan memintan izin ketoilet lalu kabur dari 2 gundul ini. _-


Rika sudah menyusun sistematika pelariannya. Nanti dia akan menyelip-nyelip di antara orang-orang di sini.


Tubuhnya yang ramping cukup mendukung


rencananya.


Pukul 8 pas tidak kurang tidak lebih.


" Aduhhhhh,,,,!!!! "


Pekik Rika memegangi perutnya yang tidak sakit sama sekali.


Hanya akting belaka.


" Ada apa? "


Tentu itu langsung menarik perhatian Gandal Gindul. Takut ada yang tidak beres pada Rika.


" Perut Rika sakit bang. Permisi ke toilet sebentar ya."


Rika sudah memasang wajah kesakitan layaknya orang yang perutnya tercabik-cabik.


_- Berhasil tidak ya?? Semoga saja Gandal Gindul percaya. Aku pasang wajah kesakitan lebih mendalam lagi ah!!! Tidak apa


terlihat jelek!! Gelap juga tidak ada


yang lihat. _-


" Sakit?? Mana yang sakit? "


Katanya panik.


" Perutnya bang. "


Dalam hati Rika sudah mengutuki kebodohan 2 pria ini. Sudah dibilang tadi perutnya yang sakit masih saja bertanya.


Memanglah otak Gandal Gindul ada di dengkul.


" Yasudah Ndul kamu temenin Rika ke toilet entar keburu lahir disini bayi pisangnya. "


Perintah Gandal sigap.


Doengggg!!!!


Seketika wajah kesakitan Rika berubah.


Tidak menyangka Gandal Gindul tidak mau melepaskannya begitu saja.


" Tidak usah!! Rika ke toilet sendiri saja."


Saat bersitatap Rika lupa memasang wajah kesakitannya malah terlihat gugup dan khawatir.


Hal itu memicu kecurigaan.


" Kenapa dengan wajah mu itu? Kenapa tidak mau kami antarkan? Oh jangan-jangan kamu tipu-tipu kami ya?? Mau kabur kamu ya? "


_- Sialan!!! Kenapa Mereka jadi sangat teliti sih? Ini juga kenapa lupa akting. _-


" Adohhhhhh,,,,!!!! Mana ada sih bang Rika tipu-tipu. Ini udah sakit banget. Sudah di ujung nih bang."


Rika semakin menjadi-jadi aktingnya.


Seolah-olah ada yang mau keluar namun ia tahan.


" Sudah di ujung?? Bahaya kalau keluar di sini. Yasudah cepat sana!! "


Memberi ijin Rika terdengar seperti sedang mengusir.


Kesempatan ini tidak dibiarkan lewat begitu saja. Rika langsung berlari ke arah toilet layaknya orang yang kebelet. Bahkan sampai menabrak orang.


Maaf!! Maaf!! Maaf!! Hanya kata itu yang ia ucapkan pada korban tabrak larinya.


Sikapnya itu mengundang perhatian pria yang duduk di ujung sana.


Namun Rika tidak terlihat lagi setelah tubuhnya hilang di antara para pengunjung.


Awalnya Rika memang benar-benar pergi ke arah toilet. Di tengah perjalanan ia berhenti.


Menengok ke belakang memastikan keadaan kondusif.


Sudah aman Rika pun putar arah lagi kembali ke ruangan utama.


Ia berjalan mengendap-endap memanfaatkan situasi yang gelap dan ramai menuju pintu keluar.


Untuk hari ini Rika sadar ilmu tuyul itu sangat penting di situasi seperti ini.


Gandal Gindul masih terlihat di depan meja bar.

__ADS_1


Pintu surga bukan pintu dunia lain sudah terlihat. Itu adalah pintu keluar.


Rika melihat pintu itu penuh harapan. Bahkan pintu itu bersinar dilihatnya.


Seperti jalan menuju surga.


_- Sedikit lagi. Sedikit lagi aku bebas.


Melangkah!! Terus!! Terus!! aku hampir menggapainya. _-


Langkah demi langkah Rika mencoba meraih pintu. Terlihat dramatis saat gerakannya diperlambat.


" Ehemmmm,,,,,!!! "


Deg,,,,!!!


Senyum harapan Rika sirna. Harapannya yang pupus bersamaan dengan cahaya pintu yang tertutupi oleh 2 makhluk berbadan kekar sedang berdiri melipat kedua tangannya


di depan perut.


Pintu surga terhalangi oleh 2 makhluk penghuni neraka.


" Hehehe,,,, Cuma mau anu bang. Mmmmm mau keluar bentar. Hehehe,,,,!!! "


Tertangkap basah ingin kabur. Nyengir kuda sambil pura-pura terlihat bodoh sepertinya


hal yang tepat dilakukan.


_- Nasib apes!!! Ini dua orang tadi ada di meja kenapa sekarang tiba-tiba muncul di depan sini sih?? Cepat sekali mereka berpindah


tempat. Keturunan jin pasti dua orang ini nih!!


Aishhh,,,, gagal rencana ku. Aku harus berbuat apa sekarang?? _-


Dalam sikapnya yang tenang ada kepanikan di dalamnya.


Sepertinya Gandal Gindul tidak akan mentoleran Rika lagi.


" Memangnya kami tidak tahu kamu mau kabur hah?? Hahaha,,, Kami tahu sifat licik mu itu. Kami tidak bisa ditipu lagi.


Ayo Ndal kita bawa dia!! Bos sudah menunggu di lantai tiga. "


Rika sudah siap di sergap.


_- Ah tidak!! Pria itu sudah ada di sini??


Aku harus lari!! Ya!! Aku harus lari!!


Aku tidak mau tertangkap. LARIIIIII,,,,,,,!!!!!! _-


" Heii Rika!! Sialan!! Jangan lari!! Bikin susah saja ini anak. Ayo cepat kejar dia!! "


Gandal Gindul melakukan pengejaran.


Sebenarnya pelarian dan pengejaran ini tidak begitu sengit.


Hanya saja keadaan yang ramai membuat pergerakan sedikit terhalangi.


Lagi-lagi Rika nyelip di antara orang-orang.


Kali ini dengan pergerakan yang lincah.


Sedangkan Gandal Gindul nampak kesusahan menyesuaikan ruang lingkup yang sempit dengan tubuhnya yang besar.


Hal itu memicu sedikit keributan dan ketidak nyamanan terhadap pengunjung disana.


" Maaf Tuan Maaf!! Saya dikejar tuyul besar. Maaf ya Tuan!!! "


Katanya meminta maaf setelah menabrak pria.


_- Aku harus lari kemana ini? Aku tidak tahu tempat ini. Aku tidak tahu dimana jalan-jalan tikusnya. Sial!!! Aku bingung. Kalau naik ke atas pasti semakin buntu.


Terus aku mau kemana ini? Kenapa tidak ada jalan tikus sih?? _-


Jalan tikus yang dimaksud Rika itu semacam jalan-jalan tembusan atau jalan rahasia menuju keluar. Biasanya berbentuk


lorong-lorong kecil.


Tapi tidak ada jalan seperti itu.


Rika hanya muter-muter di lantai 1.


Setiap sudut ruangan ia datangi bermaksud mencari tempat aman untuk bersembunyi.


Dan Rika cukup terkejut melihat di salah satu sudut ruangan ada Riko dan David di dasana.


_- Itu Tuan Iblis?? Dia ada di sini juga?? Aku tidak tahu ini disebut beruntung atau sial.


Tapi,,,,, tapi sepertinya dia bisa membantu ku.


Persetan dengan rasa malu!!


Aku tidak perduli lagi. Ya!! Aku akan meminta bantuannya. _-


Berhasil menemukan landasan pendaratan yang 50% aman 50% bahaya, Rika pun langsung berlari ke arah sana.

__ADS_1


" Aaaaaa,,,,,,!!! "


Rika kehilangan keseimbangan.


BRUKKKKKkkkkk,,,,,,!!!!!


Dan akhirnya mendarat tepat di bawah kaki Riko.


Kepalanya tertunduk, rambutnya terurai kedepan.


Terkejut bukan main, Riko dan David hampir copot jantungnya tiba-tiba


ada orang entah dari mana datangnya jatuh di bawah kaki Riko.


Bukan maksud hati Rika hendak berlutut tapi entah kenapa disituasi seperti ini ia malah


tersandung.


Sudah seperti di tuntun oleh yang maha kuasa untuk berlutut jika berharap


bantuan dari Riko.


" Itu dia!! Rika ada di sana."


Teriakan Gandal Gindul yang sambil menunjuk ke arah Rika cukup membuat Riko dan David tahu siapa wanita ini.


Dialah Rika.


_- Gawat!!! Mereka kesini. Inilah saatnya aku menjilat Tuan Iblis. Akhirnya aku benar-benar menjilat di bawah kakinya. Hiks,,,!! _-


Rika sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Ia panik. Takut di seret Gandal Ginduk ke lantai 3.


" Tuan!! Tolong saya!! Tuan Riko saya mohon kali ini saja bantu saya Tuan!! Lindungi saya dari pria-pria itu saya mohon!! "


Sudah seperti budak yang meminta perlindungan pada sang raja.


Rika meminta-minta di bawah kaki Riko.


_- Sial!! Kenapa dia cantik sekali?? Di salon mana dia berhias? Ahhh,,,, ada apa dengan mata ku ini?? Sepertinya


sistem kerja mataku telah rusak. Apa aku mabuk ya? Kurasa aku sepenuhnya masih sadar. _-


Rika yang mendongak tidak sengaja memperlihatkan wajah cantiknya dalam jarak pendek kepada Riko yang mana mampu


membuat Riko bergumam kagum.


_- Kenapa dia hanya menatap ku sih?? Itu maksud tatapannya seperti itu apa coba? Aku jadi merinding. Heii sadarlah!! Aku butuh bantuan mu bukan tatapan mu.


Dia kenapa sih??? Aishh,,, !!! _-


Rika yang hanya mendapat sorot mata aneh dari Riko jadi kesal.


Dan benar saja bulunya semakin berdiri ketika menengok kebelakang mendapati Gandal Gindul sudah sangat dekat.


" Kamu ya,,,,!!! Mau lari kemana lagi hah?? Cepat tangkap dia ndul!! "


Tidak butuh waktu yang lama gandal gindul untuk menghampiri Rika.


" Berhenti!!!!! "


Bukan Riko!! Perlu ditegaskan lagi itu bukan suara Riko. Tapi suara David.


Riko tidak mampu berucap karena masih terpaku ke arah Rika jadi David yang


mewakilinya.


" Jangan ikut campur urusan kami!! Rika ayo kemari!! Ini sudah sangat terlambat.


Bos sudah menunggu. "


Gandal Gindul preman kelas permen karet mana tahu siapa yang sedang ia ajak bicara.


_- Tidak perduli aku Sialan!!! Dia menunggu ku sampai mati membusuk pun aku tidak perduli.


Sepertinya Tuan David lebih bisa di harapkan dari pada Pria aneh yang satu ini. _-


Rika berpindah ke bawah kaki David. Perpindahan tempatnya memancing kesadaran Riko. Rika sudah beralih.


" Tuan David tolong saya!! Mereka akan membawa saya. Saya mohon kebaikan hati anda. "


Sebenarnya David merasa iba. Tapi David tahu jika menyangkut tentang Rika, Riko lebih berwenang. Riko akan marah jika


David mengambil peran disini.


Seperti yang David tahu, Rika adalah mainan Riko jadi Riko lebih berhak.


" Hmmmm,,,,!! Jangan memohon pada ku!! Memohonlah pada kakak ku!! "


Sarannya membungkuk lalu berbisik.


_- Kenapa malah balik lagi pada Tuan Iblis sih hah?? Tadi tidak lihat apa aku sudah menjilati kakinya.


Dia hanya diam dengan matanya yang aneh itu.

__ADS_1


Sekarang harus balik lagi?? Kenapa aku merasa di permainkan Huaaaa,,,,!!! Semenyedihkan inikah hidup ku?? _-


__ADS_2