Beauty Inside

Beauty Inside
Terciduk.


__ADS_3

Di tempat yang berbeda,


Satu makhluk dari kaum hawa dan satu makhluk dari kaum adam sedang bersitegang.


" Ya,,,,!!! Apa yang kau lakukan hah? Minggir!! Dasar pria aneh!! "


Mencoba mendorong David malah dirinya yang di dorong kembali.


" Tidak boleh!! Kau tidak boleh masuk!! "


" Hahhhh,,,,!!! Wahhh,,,!! Ini meneyebalkan.


Sungguh ini menyebalkan."


Gumamnya kesal sengaja dikeraskan agar David tahu betapa emosinya sudah


ada di ujung tanduk.


Tingkat kesabaran Mira sungguh sedang di uji oleh pria yang entah datang dari planet mana sedari tadi menghalangi dirinya yang ingin masuk ke dalam rumah.


" Dengar Tuan!! Ini rumahku jadi anda sebaiknya minggir selagi tas belanjaan saya ini belum mendarat ke wajah tampan anda itu!! "


David cukup tercengang akan ucapan gadis di depannya. Ini baru pertama kali


ada gadis yang mengancam akan memukul wajah tampannya meski lebih tampan


Riko, hmmm!!


" Hmmm!! "


Berdehem untuk menyamarkan rasa takut.


" Nona, kau tidak boleh masuk untuk sementara waktu! Tunggu beberapa saat lagi!!"


Kali ini David berbicara lebih halus karena terlihat jelas Mira tidak main-main ingin memukul dengan tas belanjaan.


Brakkk,,,,!!!


Menjatuhkan tas belanjaan. David merasakan akan ada pertumpahan darah yang akan segera terjadi. Mira gadis itu sudah melakukan olahraga tangan dan itu terlihat mengerikan seperti seorang preman yang akan memukuli musuhnya.


David segera mencari ancang-ancang untuk mengamankan diri. Dia mundur perlahan, wahhh,,,!! sungguh pria yang jantan.


" Yaaaatttt,,,,, Dasar pria gila!! Pria aneh!! Rasakan ini!!! Kenapa kau terus mengatakan tidak boleh masuk pada pemilik rumah hah? Dasar pria tampan gila,,,,!! Rasakan ini!! rasakan ini!! "


Mira sudah memutuskan tidak menggunakan akal sehatnya lagi. Dia melompat seperti tupai lalu mendarat di depan David dan mengacak-ngacak rambut David, menjambaknya, menggosok-gosok wajah David, menarik telinganya,


tidak hanya itu, Mira bahkan bergelantungan di tubuh David seperti monyet.


Dia akan langsung bersujud jika tahu siapa yang diserangnya saat ini.


" Aaaaakk,,,, lepaskan!!! Wanita kurang ajar lepaskan!!! Aaaakkk,,,,!! Jangan tarik telinga sialan!!! Aaaakkk,,,,. Kau akan menyesal setelah ini!!! Lepaskan!! Hidung ku aaaaa,,,,,!!!! "


Tidak puas Mira menjepit hidung David dengan tangannya.


David sudah terkoyak habis. Perlu diketahui Mira sebar-bar ini karena mendapat ilmu


dari Rika, sang ahlinya.


5 menit kemudian.


" HAHAHAHA,,,,,!!! Rasakan itu!! Blekk,,,,, "


Setelah menertawai dan meledeki David yang terjorok kebawah Mira mengambil kembali tas belanjaannya dan langsung kabur ke arah rumah.


" Aishhhhh,,,, Wanita liar Sialan!!! "


Dengusnya segera bangkit dan mengejar Mira. Jika Mira adalah pria sudah


di cincang habis gadis itu.


" BERHENTI!!!! JANGAN MASUK!!! "


Teriak David.


CKLEK,,,,!!!


Dan Mira sudah masuk.


Sialan!! Mengumpat karena tidak berhasil menghentikan Mira. David ikut masuk kedalam, dia siap untuk dimarahi Riko.


" Itu dia wanita liar itu."


Katanya saat melihat punggung Mira yang tubuhnya berhenti di ruang tengah. David menghampiri Mira hendak menyeret gadis itu namun dia melihat adegan herotis


di musim panas yang mampu membekukan


seluruh isi rumah itu termasuk


dirinya dan Mira.


Brakkk,,,,!!!!


Tas belanjaan yang malang itu kembali terjatuh dari tangan Mira.


Hancur sudah seisi belanjaan itu.


Riko dan Rika terkejut akan suara itu sontak menoleh ke sumber suara.


Doengg,,,,!!! OMG,,,,,!!


Mereka berdua terpelonjak dari posisi masing-masing menghadap dua manusia yang saat ini masih membeku dengan tatapan tidak percaya.


Rika benar-benar malu, ia sedikit bersembunyi di belakang Riko seraya merapikan rambutnya. Riko yang panik dan merasa malu itu tidak bisa melakukan apa-apa karena tertangkap secara live.


_- Astaga!! Apa yang harus aku lakukan sekarang?? Mereka memergokiku berciuman. Apa yang akan aku jelaskan pada Mira? Aku sungguh malu!! Aishh,,, dasar bibir tidak tahu malu!! Apa aku kabur saja ya?? Huaaa,,,, tapi aku tidak bisa kabur jauh. Aku malu sekali. _-


Takut, gugup dan malu Rika sampai menggigit jarinya sendiri.

__ADS_1


Kalau terciduk seperti ini barulah panik, is, is is!! Tadi bagaikan berada di surga.


" Ini tidak seperti yang kalian lihat."


Sebagai pria jantan Riko yang berbicara duluan karena tahu Rika yang saat ini berdiri dibelakangnya tidak bisa berbicara banyak selain menggigit jarinya.


" Kakak, tadi aku hampir mati di luar sana. Aku diterkam singa di luar sana dan kau disini malah ,,,, tiiiiiittttt,,,,, "


David menkrucutkan jari-jarinya lalu di adu-adukan. Berciuman?? Begitu artinya.


" Bukan Dav!! Aku dan dia hanya,,,,,, "


Hanya berciuman, hanya itu jawaban yang bisa melengkapi kalimat Riko yang tak lengkap.


" Rika, tadi aku mengamuk seperti orang gila diluar sana. Pria aneh ini menghalangi aku untuk masuk jadi aku menyerangnya karena takut kau akan menungguku lama tapi di sini kau malah ,,,,,tiiiiiitttt,,,, "


Mira juga tak sanggup menyambung kalimatnya karena tidak percaya Rika berciuman dengan seorang pria.


Masih untung dengan pria!!


" Bukan Mira!! Aku dan dia hanya,,,,, "


Penjelasan yang sama persis seperti Riko.


Terpotong dan terlihat gugup seperti sedang mencari ide.


Namun apa daya otak tak bekerja.


" HANYA APA,,,,,??? "


~~


Ini semua perlu dijelaskan!! David dan Mira merasa ini sangat tidak adil. Rika dan Riko bercumbu di dalam rumah sedangkan mereka berdua perang di luar rumah disaat negara sudah merdeka.


Mereka ingin mendapat keadilan dan keadilan itu adalah sebuah penjelasan dari apa yang mereka lihat. Harus ada alasan agar mereka bisa menerimanya.


Sekarang 4 manusia sudah duduk di sofa. Di kubu kanan ada David yang terlihat seperti pak RT dan Mira seperti buk RT. Di kubu kiri ada Rika dan Riko sebagai warga mereka.


Disini kasusnya pak RT dan buk RT baru saja memergoki warga mereka yang bercumbu


tanpa memiliki status yang jelas.


" Apa kalian berpacaran? "


To the point saja langsung!! David merasa ada yang tidak diketahuinya dari hubungan mereka berdua.


" TIDAK,,,!!! "


Serempak karena mereka memang tidak berpacaran.


" Jadi kalian tidak berpacaran tapi sudah,,,,,tiiittt,,,, "


Berciuman?? Kata Mira semakin tidak menyangka sahabatnya selicin ini.


Rika menunduk dalam karena merasa malu dengan sahabatnya.


Riko menoleh pada Rika, dia jadi merasa bersalah. Hanya merasa bersalah, hmmm!!


" Lalu kenapa kalian berciuman tanpa adanya hubungan? Kakak, aku tidak menyangka!! Ini bukan dirimu. "


David tahu betul kakaknya bukan pria hidung belang yang main mencium wanita kecuali dia memiliki perasaan pada wanita itu.


Dia ingin bertanya, apa kakak menyukai Rika? Sayangnya harga diri Riko akan jatuh jika ia bertanya seperti itu.


" Apa Rika merayumu?? "


Ini hanyalah kemungkinan kecil yang terbesit di dalam kepala David. Dia hanya ingin tahu saja.


PLAKKkkk,,,,!!!


Dan ucapan David yang pasti menyinggung perasaan Rika itu langsung mendapat pukulan dari Mira.


" Jaga ucapan mu!! Rika bukan gadis seperti itu. Pasti ini ulah kakak mu. Cihh,,, !! "


Mira yakin itu.


" Heiii,,,!! Kau yang sebaiknya jaga ucapan mu!! Kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa hah?? "


Dengan putra Natarahara.


" Dav Hentikan!! " Tiba-tiba saja Riko membentak memang suaranya tidak terlalu keras tapi sangat dingin. Riko menarik sisi jas, menegapkan sikap duduknya lalu menatap David dengan tajam. Sepertinya Riko marah pada David. Dan


dari sinilah Riko memancarkan auranya kembali. 3 orang disana langsung terdiam.


Baginda raja sudah ambil alih.


" Aku yang mencium Rika. Aku yang memulainya. Dia tidak menggodaku. Jadi berhenti memojokannya!! "


Menjelskan dengan gagah tanpa mengurangi rasa hormat.


_- Dia membelaku? Tuan Iblis hati nuraninya sudah kembali? Hamm,, tapi sebenarnya


dia tidak membelaku, dia hanya mengatakan yang sebenanrnya!!! Lagi pula memang dia yang salah. Dia mencium ku dan apalah dayaku yang tidak bisa menolak, hmmm!!


Itu sifat alami, hahahha!!! _-


" Kau dengar itu!! "


Kata Mira menunjuk Riko tapi matanya tertuju pada David yang semakin tak percaya.


" Itu ulah kakak mu!! Dan kau berani sekali mengakui perbuatan mu itu tanpa rasa bersalah, dan itu,,,, wahhh!! Kau bahkan masih berlagak berwibawa."


Kali ini sudah beralih pada Riko menatapnya penuh hina.


" Aku tidak ingin ada yang mendebatkan ataupun membicarakan ini lagi!! Aku sudah mengaku aku yang terlebih dulu mencium Rika tapi aku tidak akan memberi tahu alasannya. Karena aku tidak


perlu memberitahu kalian."

__ADS_1


Itulah salah satu keunggulan Riko. Dia tidak perlu menjalaskan pada siapa pun apa alasan dia melakukannya.


_- O, dia menciumku karena ada alasannya? Bukannya dia adalah lelaki hidung belang yang bisa mencium wanita tanpa perlu sebuah alasan?


Ini aneh!! Mmmmm,,, apa ya alasannya? _-


" Yaaa,,, Siapa kau bisa memutuskan semua ini semau mu hah?? "


" Heiii,,, turunkan nada suara mu!!"


Seru David mendongak pada Mira yang sudah berdiri.


" Diam!!! "


David pun diam hanya dengan sekali bentakan. Hahaha,,,, Sekalilagi David sangat jantan.


" Siapa aku? Aku adalah Riko Natarahara."


Akhirnya mengungkap jati diri sendiri. Karena hanya dengan menyebut namanya saja masalah bisa selesai termasuk menghentikan sikap over Mira.


" Riko Natarahara?? Hahaha,,, Memangnya kenapa kalau kau Riko Natarahara? Hahaha,,,, Dia fikir namanaya sakti apa?? "


Mira tertwa geli mendengar dengan percaya diri sekali Riko menyebut namanya.


Rika, Riko dan David jadi menatap Mira dengan alis terangkat. Bingung kenapa anak ini seperti tidak takut.


" Hammm,,, Mira!!! " Panggil Rika sedikit berbisik. Mira pun menoleh.


Ada apa?? tanyanya dengan eskpresi.


" Dia Riko Natarahara, RIKO NATARAHARA, bos ibumu, pemilik grapehouse."


Doeng!!!


" Riko Natarahara? "


Terkejut ke arah Riko dan Riko mengangguk pelan. Membenarkan!!


" Kalau dia adalah Tuan Riko lalu pria yang tadi aku jambak-jambak rambutnya adalah,,,,, "


Menoleh pada David dan David hanya tersenyum.


Ya, ini aku David Natarahara, begitu arti senyumnya.


_- Mati aku!! _-


Mira menepuk jidatnya lalu dia meminta ampunan dengan berlutut. Inilah perbedaan Rika dan Mira, kalau Rika tidak akan berlutut semudah itu kecuali benar-benar terdesak tapi Mira sang murid tidak seberani itu untuk melawan Riko.


" Huaaaa,,,, Tuan ampuni saya!! Saya tidak tahu kalau ini anda. Huaaa,,, Tuan David sungguh saya minta maaf.


Ibu saya bekerja di grapehouse mohon jangan memecatnya!! Tuan Riko sungguh saya tidak bermaksud lancang menyalahkan anda. Saya minta maaf Tuan."


Mira benar-benar takut.


Sikap beraninya tadi hangus seketika. Dalam hati dia juga memaklumi kenapa Rika tidak menolak ciuman itu, oh ternyata dia di cium oleh Riko Natarahara. Mira pun tidak menolak jika ada di posisi Rika, hahaha!!


Luput dari pandangan David sedang menertawai Mira. Memikirkan seandainya dia katakan saja siapa dirinya tadi di depan rumah saat bertengkar dengan Mira.


" Mira apa yang kau lakukan? Cepat berdiri!! "


Aihhh dasar pecundang, begitu keluhnya saat Rika membantu Mira berdiri.


" Jangan membuat malu dirimu sendiri!! Kenapa kau berlutut saat tidak ada yang memaksa mu untuk berlutut bodoh!! "


Bisiknya lagi.


" Ya,,, aku tidak sehebat dirimu dan seberani dirimu wahai Rika Denisial Salsabila. Persetan dengan harga diri yang penting aku selamat. "


Balasnya berbisik dan tetap berlutut.


Berlutut saja dan memohon ampun sebelum diperintahkan adalah tindakan yang benar untuk seukuran manusia di bawah kuasa yang mulai baginda raja Riko.


" Kau lebih pintar dan bijak dari pada teman mu. Kau mengambil langkah yang tepat."


Memuji Mira menyindir Rika. Riko masih ingat bagaimana susahnya membuat Rika berlutut hingga mengharuskannya menerbangkan ancaman bahakan saat itu Rika masih melawan dengan mulutnya yang licin.


" Bangunlah!! Aku memaafkan mu. Dan kau ikut pulang dengan ku sekarang!! Ayo Dav!! "


Memberi kode pada David untuk bersiap-siap pergi dan langsung menyambar pergelangan tangan Rika, menariknya.


" Apa? Kenapa saya harus pulang dengan anda? Saya tidak mau!! "


Rika menolak. Bagaimana bisa dia pulang bersama Riko setelah ciuman tadi?


Belum habis rasa malunya saat berciuman dikolam dan sekarang di tambah lagi ciuman


sekarang.


_- Bagaimana sih otaknya bekerja?? Seharusnya dia juga malu sepertiku dan menghindar dariku!! tapi dia malah membawaku pulang.


Seharusnya kamu itu menghindar dariku tahu!! Sama seperti aku yang berusaha menghindar dari mu tapi kenapa kau malah membawaku pulang huaa!!! Mau ku taruh dimana muka ku nanti? _-


Di museumkan terdengar tidak terlalu buruk!!


" Bawa saja Tuan!! Bawa saja Rika!! Ayo kau cepat ikut dengannya!! Jangan menolak!! Bawa saja Tuan!! Saya sudah tidak kuat menampungnya."


Lebih menyebalkannya lagi Mira ternyata adalah sahabat penghianat.


Dia mendorang Rika sampai kedepan pintu bahkan membantu memasukan Rika secara pakasa kedalam mobil.


" Mira Sialan!! Awas kau ya!! Huaaa,,,, Sahabat pendusta."


Itu jeritan terakhir Rika saat kaca mobil dinaikan dan akhirnya menenggelamkannya.


Jadilah Rika dibawa pergi oleh Riko.


" Bye Rika,, Bye,,,,!!! Rika Fighting!! Bye,, Muachhh,,,,,!!!! Sampai bertemu di lain hari."

__ADS_1


Hati Rika semakin hancur saat Mira bisa-bisanya tersenyum lebar sembari melambai dengan wajah tak berdosa.


__ADS_2