
_- Apa yang harus aku katakan? Berfikir ayo berfikir Rika!! Ahh,,, Sial!! Kenapa sih otak ku karatan di saat seperti ini?
Kalah tahu aku sudah kalah, Huft!! Tapi setidaknya temukan sebuah jalan untuk menyelamatkan sekeping harga diri mu
Rika!! _-
Berfikir dengan sangat-sangat keras.
Ekspresi berat Rika menunjukan bahwa dirinya
sedang memeras otak.
Seolah setiap sistem saraf yang ada di otak mendapat beban untuk menemukan ide.
_- Sesuatu yang membuat Tuan Iblis teralihkan oleh masalah lain.
Apa ya??? Mmmm??? Aha,,,aku tahu!! _-
Lampu neon tiba-tiba bersinar terang di sampaing kepala Rika padahal tidak
ada aliran listriknya.
Raut wajahnya berubah ringan dilengkapi
senyum kecil saat otaknya
berhasil mencetak ide. _- Aku katakan saja apa yang sudah di lakukan Dela hari ini. Dengan begitu masalah ku akan sedikit tertutupi karena pasti si Tuan Iblis akan sangat marah dengan kelakuan
sepupunya itu. _-
Itulah dia idenya.
" Kau...!!!!"
Disaat Rika tengah berspekulasi dengan fikirannya Riko tiba-tiba berucap
dengan nada yang
tinggi.
Terkejutlah Rika hingga mengerjap sadar.
Tatkala matanya langsung menuju
pada pria di depan yang menatapnya dengan sorot mata
tak berkawan. Kecepatan detak jantung
Rika naik. Sudah seperti sehabis
lari maraton.
_- Astaga ngagetin aja nih orang.
Bisa gak sih slow dikit!! Huh,,,, Beruntung jantung ku tahan banting. _-
Hanya berdengup semakin cepat.
" Iya Tuan."
Santai. Wajahnya masih mulus tidak ada yang gemetar menujukan rasa takut.
Hanya saja,,,,,,, Jari jemari Rika
tidak bisa di ajak komfromi.
Riko yang duduk dengan kaki menyilang itu melihat gerakan tangan Rika.
Ini adalah kebahagian Riko ter hqq yang tak bisa di bayar dengan apa pun.
Riko menertawai dalam hati bagaimana gadis ini berusaha terlihat tenang namun
bisa dilihat dengan jelas ada yang
sedang gemetar.
Tangan Rika yang tiba-tiba di sembunyikan
ke belakang secepat kilat,
itu yang gemetar.
_- Terlabmat!! Aku sudah melihatnya.
Hahaha,,, Rika!! Rika!! Mau saja di bodohi.
Seabad pun kau mencari sertifikatnya tidak akan pernah ketemu. Ini baru tangan mu, aku akan membuat bagaimana sekujur tubuhmu
itu merasakan rasa takut yang sebenarnya.
Bahkan rambut mu yang
lurus itu bisa berubah keriting karena
ketakutan.
Riko di lawan..Hahaha,,,, _-
Bagaimana bisa ketemu jika selama ini Rika mencari barang yang tak pernah hilang.
David, pria gagah yang berdiri di samping Riko tersenyum sedikit berdecih namun senang. Ia melirik
__ADS_1
Riko sekilas.
Membuatnya harus menurunkan bola mata ke sudut karena posisi Riko yang sedang
duduk. Menangkap senyum
Riko. Sepertinya pria itu sangat menikmati permainan yang ia perkasai.
2 Tahun Riko menenggelamkan senyumnya sendiri kini akhir-akhir ini senyum itu muncul kepermukaan hanya karena seorang
wanita.
Meski bukan senyum yang menyejukan apalagi penuh kasih sayang tapi ini adalah awal.
" Kemari!!! "
Menjetikan jari.
Baik dari kubu pelayan dan penguasa rumah sama-sama merasakan
bahwa rumor kiamat 2012 ternyata pindah ke tahun 2020.
Rika maju 2 langkah. 2 langkah yang membawanya ke jurang dengan kedalaman tak terhingga.
" Tunjukan apa yang sudah kau peroleh!!
Waktu 3 hari sudah usai. Sekarang
ayo buktikan pada ku!! Katakan Siapa pencurinya!! "
_- Pencurinya kau sendiri kak. Is,,is,,is,, kasihan sekali gadis ini. Tapi tidak apa!!
Asalkan kau bahagia, aku turut bahagia. _-
Kakak dan adik sama saja.
Rika diam sebentar. Memikirkan apa katakan atau tidak ya tentang Dela?
Melirik sekilas gadis cantik di kubu kanan.
_- Ahhh,,, aku tidak tega. _-
Melihat Dela memunculkan rasa kasihan.
Selama ini Dela tidak pernah mengganggunya. Kejam rasanya jika Rika memanfaatkan gadis itu untuk lolos dari
Riko.
Dan yang pasti gadis itu akan hancur malam ini. Riko tidak akan mengampuninya atas perbuatan yang tak berbobot.
_- Huftt,,, Baiklah. Dengan ini aku menyatakan kalah dan akan menerima hukuman _-
Mendeklarasikan kekalahannya pada diri sendiri.
serangan dari iblis tampan akan segera
meluncur.
" Apa ini?? Kenapa diam?? Dimana kesombongan mu tiga hari yang lalu?
Kau itu~"
" Saya akan menerima hukuman anda Tuan."
Langsung menyambar. Katakan saja to the point sebelum Riko benar-benar mengejeknya habis-habisan, begitu ia berfikir.
Dan benar saja senyum menyeringai Riko langsung terpampang jelas.
Bi Gina memegang lenagan Bu Ratna, menguatkan wanita itu.
Sudah seperti Rika di jatuhi hukuman mati saja. Padahal Riko
hanya ingin bermain-main sebentar.
" Aku kira kita akan berdebat. Ternyata sesingkat ini. Baiklah, semakin banyak waktu yang tersisa semakin lama pula hukuman
mu. Dav,,,!!"
Tiba-tiba beralih pada David.
" Baik kak!!"
Hanya disebut saja namanya David langsung tahu apa yang akan Riko katakan dan apa yang harus ia lakukan.
" Ikuti aku!!" Sambung David pada Rika.
" Kemana Tuan?"
Spontan Rika bertanya. Hanya spontan karena penasaran. Bukannya cerewet.
" Yang jelas bukan ke surga."
Dan Riko risih dengan pertanyaan Rika.
Harusnya diam dan ikuti saja David!!
Jangan banyak tanya!! begitu arti sorot matanya.
_- Ihhh,,, apa-apa'an sih Tuan Iblis? orang aku gak nayak sama situ. Iya aku juga tahu bukan ke surga. Yang namanya iblis kan tempat tinggalnya di nereka.
Mana ada iblis ngontrak di surga.
__ADS_1
Surga itu hanya terbuka untuk
Aku yang berhati permata intan muliya bukan kamu manusia berhati baja. Ihhhh,,,, _-
Dengan wajah yang malas Rika melongos pergi mengikuti David.
Riko tersenyum berdecih saag Rika lewat di depanya dengan ekspresi seperti itu.
" Kalian boleh pergi!!"
Perintahnya lanjut kemudian ikut pergi ke arah David dan Rika.
Pemandu jalan yaitu David sekarang menuju ruangan kerja. Tentu Rika tahu ruangan itu adalah ruang kerja. Tapi untuk apa
David membawanya kesini?
Rika bertanya-tanya hukuman apa yang dijalankan di runag kerja.
Sampai tiba di dalam ruangan Rika belum
juga menemukan jawabannya.
Rika duduk di sofa setelah David menyuruhnya untuk duduk.
Kemudian David pergi, Rika berangsur lega karena wajah beku David yang sudah bagaikan gerbang nereka itu tidak dilihatnya lagi.
Namun sial kepergian David di gantikan oleh kedatangan Riko.
Sialnya lagi Riko sekarang duduk di hadapan Rika. Menatap dirinya sambil tersenyum-senyum licik.
Memalingkan wajah adalah hal yang paling tepat di lakukan. Wajah Riko hanya membuat presentase badmood Rika melonjak.
Takutnya Rika tidak bisa mengontrol diri dan malah menabok wajah menyebalkan Riko.
Di jamin urusan semakin runyam nantinya.
Rak buku di ujung sana menjadi sasaran Rika.
Ia menghitungi buku yang tersusun rapi kiranya agar memperkecil peluang untuk bersitatap muka dengan Riko.
Meski bisa di rasakan mata Riko masih mengarah kepada dirinya.
Tapi entah ada senyum liciknya atau tidak Rika tidak tahu.
Tidak lama David menghilang sekarang sudah muncul membawa nampan berisi 2 botol wine.
Tatapan Rika beralih ke 2 botol Wine itu.
Bertanya dalam diam untuk apakah kiranya wine ini?
Terbesit dalam fikiran Rika, jangan-jangan Riko ingin mengajaknya minum sampai mabuk tak sadarkan diri lalu disanalah Riko akan menggrayangi tubuh Rika.
Kan biasanya begitu di film-film.
Merinding Rika memegangi kancing
bajunya.
_- Tidak! Tidak!! Itu tidak mungkin. _- Dan menepis pikirannya sendiri.
" Minum semua wine ini!! "
" Apa???? Semuanya?? "
Terkejut Rika mendengar perintah Riko.
_- Bedebah laknat. Kau fikir tubuh ku ini tempat penampungan alkohol apa? Bisa-bisa meledak perut ku terbakar.
Hisss,,, kenapa dia bisa tahu kelemahan ku sih? _-
Alkohol adalah cairan yang sangat di hindari Rika. Pernah sekali ia menggila karena mabuk.
Saat itu ia sok-sokan ikutan minum bersama teman-temannya agar kelihatan keren dan kekinian.
Biasalah anak muda jiwanya masih labil.
Mereka minum di sebuah bar yang kelas pas-pasanlah menyesuaikan isi dompet.
Heiii,,, lihat aku!! Aku bisa menghabiskan satu botol wine ini dalam sekali teguk. Begitu memorinya mengingat kesombongannya dulu padahal itu kali pertamanya
ia menyentuh alkohol.
Singkat cerita Rika mabuk berat, ia mulai merancau dan menggaduh.
Pikirannya sudah miring 90 derajat hingga tak bisa berfikir dengan waras.
Rika mulai melancarkan aksi gilanya itu saat melihat pasangan-pasangan serasi yang ada di bar.
Saat itu ia berfikir " Tidak ada yang namanya cinta di dunia ini. Cinta itu palsu, cinta itu pembodohan, cinta itu pemborosan cinta itu persetan. Tidak ada cinta sejati. Brengsek dengan cinta."
Hmmm!!! Ada apakah gerangan hingga Rika bisa berfikir seperti itu??
Dan tidak lama kemudian semua pasangan di sana putus oleh ulah si Rika.
Ada yang lakinya di tampar. Ada yang bertengkar hebat. Ada yang menangis.
Ada wanitanya marah seperti kerangsukan setan. Sampai-sampai bar itu ambyar seketika.
" Kamu tega ya. Kamu disini happy-happy sama wanita lain sedangkan istri kamu nungguin di rumah. Hiks,,, jahat kamu ya. Aku ini lagi hamil. Hiks."
Hebat sekali akting Rika.
__ADS_1
Hanya dengan kalimat itu bubar barisan semua pasangan.
Dan ke'esokan harinya Rika sadar dengan perbuatannya itu kemudian memohon pengampunan pada Tuhan.