
Doeng,,,!!!
" Uhuk,,,,Uhuk,,Uhuk,,,!!! Tulang ikan, tulang ikan nyangkut di tenggorakan ku. Air!! Air ku mana?? air ku."
Rika tersedak tulang ikan saat mendengar namanya disebut.
Saking terkejutnya air di depan mata dilihatnya tidak ada.
Wanita yang duduk di samping Rika merasa Rika akan segera mati tersedak.
Jadi cepat-cepat ia menyodorkan gelas ke tangan Rika yang meraba-raba tak jelas.
" Ini mbak airnya!! Minum dulu!! "
Katanya jadi ikut khawatir.
Saat gelas sudah ada di ambang mulut, Rika meletakkannya kembali.
Ia teringat akan waktu 3 menit, lewat tiga menit Riko akan membunuhnya.
Jadi Rika tidak punya waktu untuk sekedar meneguk air.
Ponselnya di atas meja langsung disapunya hendak bergegas pergi.
" Mbak ini airnya tidak dimunum? "
Wanita itu mengingatkan kembali.
" Minum saja!! Aku tidak punya waktu.
Tuan Riko memanggil ku. Aku harus segera pergi jika ingin hidup lama."
Kata Rika dengan suara sedikit keras sehingga beberapa orang yang ada disana bisa mendengarnya.
Lagi-lagi seperti pesualap Rika hilang secepat lampu kamera memotret.
Setelah kepergian Rika orang-orang disana jadi tahu siapa itu DoliDoli.
Diluar duga'an mereka semua malah kagum pada Rika karena berani membuat seorang Riko berteriak lewat pengeras suara.
Padahal Rika sudah sering membuat Riko berteriak.
Baru saja makan dan sekarang sudah berlari lagi. Rika merasa makananya akan segera keluar tanpa melalui proses mekanisme pencernaan.
Ahh Sial!! Begitu ia mengumpat panik saat lift terasa naik dengan sangat lambat sedangkan waktu bergulir begitu cepat.
Tring,,,,!! Lift sudah sampai di lantai tujuan.
Belum sepenuhnya pintu lift terbuka Rika langsung menerobos.
Ini untungnya punya tubuh yang langsing. Celah sekecil apa pun bisa dilewatinya.
10 detik lagi, waktunya terhitung mundur.
Rika berlari secepat mungkin berusaha menggapai pintu ruangan Riko sebelum waktu habis.
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2,,,,,,,,,, 1,,,, 0
Ceklek,,,,!!!
Pintu dibuka. Rika masuk.
" Maaf Tuan saya terlambat. Huh!! Huh!!
Huh!! "
Rika ngos-ngosan lagi. Rasanya umurnya tidak akan panjang jika terus begini.
Ia juga terlambat 0,05 detik. Meski sedikit yang namanya terlambat tetap saja terlambat.
" Mana makan siang ku?? "
Riko langsung to the point. Tidak menghiraukan Rika yang nafasnya terengah-engah terlihat mau pingsan.
Mempersilan duduk juga tidak.
" Makanan? Hah,,,!! Hah,,!! Ma,,, makan apa Tuan?? "
Rika tidak mengerti. Riko meminta makanan padanya fikir Rika dirinya bukanlah emak-emak yang harus menyiapkan makanan untuk anaknya.
" Makanan apa katamu? Kau sengaja ingin membuat ku kelaparan ya hah?
Kenapa tidak membawakan ku makan siang? Jangan bilang kau tidak tahu."
Riko siap melempar laptopnya pada Rika jika gadis ini benar tidak tahu.
Dirinya sudah dibuat kelaparan sebanyak 2 kali. Sekarang dan saat di GrapeHouse.
" Tuan saya tidak tahu kalau itu tugas saya.
Dan tadi andakan memanggil DoliDoli bukan Rika jadi saya tidak tahu kalau anda memanggil saya."
Ini bukanlah kesalahan Rika. Karena Riko tidak memberitahu tugasnya dengan terperinci.
Tapi bagaimana bisa seorang CEO memberitahu tugas seorang serkertaris? Riko tidak punya waktu untuk hal seperti itu.
" Cihh,,,"
Tahu Rika akan beralasan seperti itu.
" Kemarilah!! DoliDoli cepat kemari. "
Menjentikan jarinya.
Srienggg,,,,,!!!
Bulu kaki, bulu tangan, bulu leher sampai bulu hidung, semua bulu langsung merinding.
_- Sejak kapan dia menamaiku Dolidoli? Namaku itu Rika sialan!! Kenapa jadi sejelek itu??
Dan dia pasti ingin membunuh ku. Bagaimana kalau dia menembak kepala ku?
Apa aku harus pura-pura pingsan saja ya?
__ADS_1
Tapi dia tidak akan percaya aku pingsan. Tuan Iblis akan menggelitiki perut ku. Bagaimana kalau aku malah tertawa??
Aishhh,,,,,!!! _-
" Tuan saya akan menyiapkan makan siang anda sekarang."
Berusaha mengalihkan pembicaraan.
Sudah berbalik.
" Tidak perlu!! Aku bilang kemari!! Aku akan memakan mu sebagai pengganti makan siang ku."
Langkah kaki Rika terhenti.
Terhenti akan ucapan Riko kemudian berbalik. Tadi Riko mengancam akan menembak kakinya, menciumnya, lalu membunuhnya dan sekarang memakannya.
Seketika Rika merasa pusing. Bukan pusing karena ancaman Riko. Tapi tiba-tiba saja
kepalanya terasa amat berat. Rika mulai sempoyongan.
Pandangannya berputar-putar.
Semuanya terlihat terbalik. Yang seharusnya ada di atas dilihatnya di bawah dan yang seharusnya di bawah dilihatnya diatas.
Contohnya saat ini ia melihat Riko dengan posisi terbalik.
_- Sepertinya aku akan benar-benar akan
ambruk. _-
BRUKkkkkk,,,,!!!
Sekarang Rika tidak perlu khawatir lagi jika benar Riko menggelitiki perutnya. Ia tidak akan tertawa atau menjerit saat Riko memencet hidungnya.
Karena apa?
Karena Rika benar-benar pingsan. Pingsan versi sungguhan.
~
Masyarakat gedung StarLight dibuat geger setelah kedatangan seorang dokter yang kemudian masuk ke ruang CEO.
Mereka berasumsi bahwa orang yang bernama DoliDoli atau Rika itulah yang sedang butuh penanganan dokter.
Pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi pun mulai memenuhi wajah orang-orang.
Tak jarang mereka saling bertanya hingga menimbulkan prasangka-prasangka yang berujung gosip.
Ya, mereka bergosip untuk pertama kalinya.
Setelah bertahun-tahun mentaati aturan
< Dilarang menggosip di kantor!! Karena kantor tempat bekerja bukan bergosip >
Gosip yang paling konyol adalah duga'an bahwa Riko dan Rika itu memiliki hubungan spesial dan saat ini mereka itu sedang bertengkar.
Karena itulah suasana hati Riko jadi buruk hingga saat memanggil Rika ia
jadi marah.
Kecuali jika diingat-ingat hanya kekasih Riko yang kini tak pernah terlihat wujudnya yaitu Dinda dan satu lagi wanita yang menerobos masuk yaitu Amella.
Serkertaris Riko tidak usah di hitung!!
Dan kali ini Riko dengan mulutnya sendiri melalui prantara pengeras suara memanggil Rika.
Fenomena ini sangat mengejutkan bagi penduduk setempat.
Padahal duga'an mereka salah besar.
Mereka berimajinasi terlalu jauh.
" Apa perusahaan menggaji kalian untuk bergosip ha? "
Sontak karyawan yang berdiri membentuk kelompok masing-masing untuk bergosip itu langsung bubar setelah kedatangan David yang barus saja kembali
dari janji dengan klien di luar kantor.
" Kembali ke tempat kalian masing-masing!! Jika kalian bergosip lagi akan aku pindah tugaskan kalian ke luar negeri."
Ancaman itu cukup membuat mereka langsung menunduk takut dan kembali ke tampatnya masing-masing.
" Apa yang terjadi? Apa yang mereka gosipkan? "
Tanya David pada serkertarisnya yang tidak tahu sebenarnya apa yang membuat karyawan-karyawan yang taat peraturan sekarang berani bergosip.
" Saya tidak tahu pasti Tuan. Tapi dari info yang saya terima katanya Tuan Riko marah besar pada wanita yang bernama Rika."
David dan serkertarsinya berjalan kembali menuju lift.
" Astaga, apa lagi yang terjadi pada anjing dan kucing ini?
Seharusnya aku tidak memanggil Rika datang kemari. Ini Biang keladinya pasti Kak Riko."
Katanya menyesal.
David tahu Riko bisa mendapat kebahagiannya saat bermain-main dengan Rika. Entah itu memperdayainya, mengerjainya, menindasnya dan David bahagia jika Riko bahagia.
Tapi David tidak menyangka karena ulah mereka seisi kantor menjadi panas dibuatnya.
" Tuan apa anda mengenal wanita itu? "
Mendengar ucapan David serkertarisnya jadi penasaran.
" Iya. Dia cukup dekat dengan Kak Riko. Kau kembalilah keruangan mu!! Aku akan ke ruangan Kak Riko terlebih dulu."
Pintu lift terbuka. Mereka keluar bersamaan
" Baik Tuan."
" Oh ya. Dan pastikan agar tidak ada yang bergosip seperti tadi!! Aku tidak ingin kinerja mereka teralihkan."
Perintah tambahan dari David kemudian ia mendahului pergi.
__ADS_1
Setibanya David di ruangan Riko ia dikejutkan dengan keberadaan seorang dokter dan seorang yang pingsan di sofa.
Ini diluar info yang diterimanya dari serkertaris.
David langsung mendatangi Riko yang nampak gugup setelah melihat kedatangannya. Riko gugup harus berkata apa pada David.
Ia juga tahu pasti adiknya itu akan mengomelinya.
Seperti seorang kakek pada cucunya.
" Apa yang terjadi? Kenapa dengan Rika? "
Setelah menatap Rika yang terbaring David kembali menatap Riko.
Meinta jawaban.
" Dia pingsan."
Siapa pun juga tahu wanita ini sedang pingsan.
" Maksudku kenapa bisa pingsan? "
" Dia melakukan kesalahan jadi aku memarahinya. Lalu dia pingsan."
Jawabnya hanya memberitahu sebagian kecil cerita secara keseluruhan.
" Kesalahan apa yang sudah dia lakukan? "
Jawaban yang tidak sempurna dari Riko membuat David harus bertanya lagi.
Disini 5W 1H harus jelas.
" Dia tidak menyiapkan makan siang untuk ku jadi aku memarahinya."
David seperti tidak percaya dengan ucapan Riko. Rika tidak selemah itu. Dia tidak akan pingsan hanya karena dimarahi Riko.
Rasanya Rika akan melawan jika Riko memarahinya.
" Kakak tidak melakukan hal yang bukan-bukan padanyakan? "
David dengan tatapan curiganya mencoba mengidentifikasi air muka Riko.
Dan benar Riko seperti panik saat David mencurigainya.
" Memangnya apa yang aku lakukan padanya hah? Kenapa kau menatap ku seperti itu?
Aku hanya,,, ~~~ "
Riko langsung memalingkan mata saat ia hampir keceplosan.
" Aku hanya,,,??? "
David mengulang. Meinta Riko melanjutkan ucapannya.
" Hanya,,,,,,, "
Sialnya Riko tidak punya ide lain untuk menyambung kalimatnya. Ia jadi semakin gugup.
" Hanya,,,,???? "
Mengikuti arah muka Riko berpaling.
" Hanya mengancam akan memakannya. Aku hanya mengancam. Aku tidak segila itu untuk memakan sesama manusia.
Dianya saja yang bereaksi terlalu berlebihan."
Tidak mau disalahkan, Riko melakukan pembelaan.
" Hanya itu?? "
Kembali David mencurigai Riko. Tidak percaya Rika pingsan hanya karena ancaman tak masuk akal.
Yang ada jika Riko memakan Rika, Rika akan balik memakan Riko.
" Aku mengancam menembak kakinya, menciumnya, membunuhnya dan memakannya. "
Akhirnya Riko mengaku. Percuma saja berdalih karena David akan semakin menyudutkannya.
" Menciumnya??? "
David dibuat terkejut lagi dengan satu jawaban Riko.
Dia jadi memantaskan Rika pingsan. Fikirnya Rika pasti sangat terbebani akan ancaman Riko yang satu ini.
Mungkin bagi wanita lain Riko adalah arjuna tapi bagi Rika untuk saat ini Riko adalah iblis yang menakutkan.
Riko tersinggung akan respon David. Memangnya apa yang salah dengan ancaman itu?
Itu adalah ancaman spesial. Tidak semua orang beruntung mendapat ancaman seperti itu dari seorang Riko, begitu fikir Riko sendiri.
Tidak lama kemudian dokter yang memeriksa Rika sudah memasukan alat-alatnya ke dalam tas artinya sudah selesai melakukan pemeriksaan.
" Bagaimana keadaannya dok? "
David disini yang lebih merasa bersalah. Bagaimana pun dialah yang meminta Rika kemari.
" Denyut nadinya lemah. Dia mengalami kelelahan yang cukup berat.
Jangan khwatir!! Dia akan kembali pulih jika beristirahat yang cukup. Dan saat bangun nanti katakan padanya untuk menjaga pola makan!! Sepertinya dia tidak menjaga kesehatannya dengan baik."
Kata dokter itu sembari menyerahkan resep obat dan vitamin yang harus di tebus kepada David.
Setelah selesai dengan tugasnya dokter itu pun pergi.
" Kau dengar itu!! Dia pingsan bukan karena aku mengancamnya.
Dia pingsan karena kelelahan. Jadi berhentilah menyalahkan ku!! Kalian itu sama!! Sama berlebihannya."
Riko melongos pergi ke mejanya. Dia jadi kesal karena David terlalu berlebihan menyalahkannya.
_- Dia tidak menjaga kesehatannya dengan baik? Memangnya apa saja yang dilakukannya selama ini?
Dia gadis pengangguran tidak sesibuk itu untuk sekedar menjaga kesehatan.
__ADS_1
Cihh,,, membuatku khawatir saja.
Aku kira dia akan mati. _-