Beauty Inside

Beauty Inside
Di Pagi Hari yang Cerah.


__ADS_3

**Ingat like, vote and coment'a ya guys!!


Kalau gak sibuk jempolnya tolong di geser bentar ke deskripsi!!


Klik di pojok kanan yang ada penanya!!


Klik semua bintang lalu kirim!!


Trimkasih!!


Selamat membaca**!!


*


Surganya pagi dirasakan


semua penduduk Kota Jakarta.


Setelah malam kemarin langit menangis begitu derasnya kini tergantikan


oleh senyum mentari yang menyemburkan cahaya hangat penuh


dengan sinar terang.


Biasan cahaya masuk lewat celah kamar membangunkan setiap kemalasan orang-orang yang masih betah


dengan bantal dan selimut mereka.


Seperti halnya Rika sekarang.


Tidak terpengaruh oleh alrm alam.


Tetap saja ia memejamkan matanya.


Merasakan kenyamanan yang belasan tahun tidak ia rasakan.


Tidur di kasur yang super empuk.


5 menit lagi!! memberikan waktu kepada dirinya sendiri tapi


tidak kunjung bangun saat 5 menit sudah terlewatkan. Hingga bermenit-menit kemudian,,,,


Greggggggg,,,,,,!!!!!


Rika sedikit mengerjap. Menutup mata yang sipit karena silau akibat 80% cahaya


masuk.


Terdengar gumaman kesal karena tidurnya


terganggu.


Fikirnya kesal siapa sih yang sudah membuka tirai kamar?


Tidak tahu masih ngantuk apa?!!


Rika mengumulkan seluruh nyawa


yang masih berkelana entah kemana tidak tahu hilangnya.


Mencoba melihat dengan jelas bayangan samar-samar di dekat jendela.


Tahu bayangan itu sedang memperhatikannya.


_- Siapa sih itu? Apa Ibu ya? Kok ibu badannya kekar ya?? Kayaknya bukan deh. _-


Merasakan keanehan.


Ibunya yang berbadan super lemak masak dalam semalam berubah super berotot.


Tidak mungkin kan!!


_- Astaga!!!! _-


Demi Tuhan Rika terkesiyap melihat siapa dia.


Itu adalah Riko Nataraha berdiri disana dengan


sorot matanya tidak sedap di pandang.


Apa ini yang namanya neraka di pagi


hari?


" Tuan. Sedang apa anda ada di kamar


saya?? "


Kebiasaan baru bangun lihat dulu kek ke sekeliling!!


Ini kamar siapa!!


Mustahil pakai kuadrat seorang Riko mau menginjakan kaki di


kamar pembantu.


_- Cih,,,!! Sudah melek masih saja bermimpi. _-


" Kamar mu? Apa kamar mu ada kasur seempuk itu?? "


Menunjuk ke arah kasur.


" Tidak."


Jawabnya apa adanya.


" Apa kamar mu ada lukisan 100 jutanya?? "


Menunjuk ke arah karya seni bernilai tinggi yang tertempel di atas tempat


tidur Riko.


" Tidak."


Menjawab setelah menyalin arah jari telunjuk


Riko.


Riko terus bertanya apa ada ini ada itu sambil menunjuk barang-barang mewahnya setelahnya diikuti gelengan Rika.


Perlahan barang-barang Riko mulai menunjukan betapa mustahilnya


barang-barang itu berada di kamar seorang pembantu.


" Apa ini terlihat seperti kamar mu? "


Pertanyaan terakhir memiliki 100% point memicu kesadaran yang telah mengikis


efek wine kemarin.


Rika menyebar pandangannya ke setiap


sudut rungan.


Memang kamar ini terlihat tidak asing.


Tapi 1 yang pasti kamar ini bukan kamarnya.


Kamar dengan luas entah berapa ini tidak sebanding dengan kamarnya yang

__ADS_1


luasnya 3 x 3.


" Tidak!!."


Menambahkan gelengan kepala tidak lama


kemudian,,,


_- Ya Tuhan!!! Mati aku mati!! _ -


Terkejut dengan ucapannya sendiri.


Rika terpelonjak dari tempat tidur Riko.


Sadar ini kamar siapa.


Senyum berdecih Riko muncul lagi.


Akhirnya gadis ini sadar juga, fikirnya.


Karena Rika, dia harus tidur bersama David.


Karena Rika, malamnya bagaikan neraka.


Pokoknya hal-hal buruk kemarin semua karena Rika.


Di ingat-ingat Riko jadi semakin jengkel.


_- Astaga,,,,!!! Kenapa aku bisa ada di sini sih?


Apa yang sudah terjadi kemarin malam?


Gila!! Apa yang sudah aku lakukan di tempat tidurnya??


Jika aku tidur di tempat tidurnya lalu kemarin dia tidur dimana dong?? _-


Sudah merinding Rika memikirkannya.


Jangan sampai seorang Riko tidur di sofa!!


Ya masih mending di sofa.


Tapi bagaimana kalau kemarin Riko


tidur di lantai??


Agggghhhhh,,,,,!!!!! Berteriak frustasi karena tidak bisa mengingat kejadian kemarin.


Rika hanya bisa berharap dia tidak melakukan yang aneh-aneh.


Meski yakin kemarin malam bukanlah malam yang menyenangkan bagi Riko.


" Apa tidur mu nyenyak?? "


Hanya ingin sedikit basa basi.


Tahu si Rika tidur dengan damainya.


Tidak mungkin gadis ini bermimpi buruk setelah berhasil membuat pemilik kamar


mengungsi ke kamar sebelah.


_- Ah aku jawab apa ini?? _-


Di jawab nyenyak takutnya malah jungkir balik dengan keadaan Riko.


Itu pasti membuat Riko marah.


Di jawab tidak nyenyak tapi Riko sudah melihat bagaimana nyamannya Rika


tidur


dengan balutan selimut.


Meminta maaf sajalah!! Fikirnya untuk menetralisir kemaran Riko.


Lagi pula dirinya yang salah


sudah lancang tidur di kamar baginda


raja.


" Cih,,,!! Apa ini cara meminta maaf yang benar?? Angkat kepala mu!! Tatap mata


ku!! "


Perintah Riko.


_- Tuan iblis ini bagaimana sih?? Kemarin-kemarin di suruh menundukan kepala sekarang disuruh angkat.


Yang konsisten dong!! Yang benar itu menunduk atau di angkat?? _-


Rika jadi kesal.


" Aku bilang angkat kepala mu!! "


Sudah berteriak karena Rika tidak


menuruti perintahnya.


Amarah Riko di pagi hari.


Itu adalah pertanda ajal akan segera menjemput.


_- Tidak mau!! Jangan menatap matanya Rika!! Atau kau akan pingsan nanti


melihat mata merah melototnya itu. _-


Menunduk adalah keamanan yang masih bisa Rika peroleh dari tatapan


mengintimidasi Riko.


Jangan harap bisa melihat mata menyejukan Riko saat ini!!.


Itu bagaikan macan berkokok, gajah melompat, anjing mengeong.


Mustahil adanya!!


" Oh tidak mau ya rupanya. "


Riko langsung mengangkat dagu Rika hingga


kepala Rika mendongak, wajahnya bersitatap


dengan wajah Riko.


Sudah di duga, neraka! neraka! neraka!


Rika bisa melihat dengan jelas ada bayangan neraka di wajah Riko hingga


membuatnya takut dan gemetar.


" Kemarin malam!! Apa kau ingat yang terjadi kemarin malam?? "


Kemarin malam adalah malam yang sangat sangat sangat tidak menyenangkan bagi ku.


Begitu arti ekspresi Riko saat ini


menjawab pertanyaannya sendiri.

__ADS_1


" Saya tidak ingat Tuan."


Ya memang Rika tidak ingat kemarin malam itu ceritanya seperti apa.


Walau sudah bisa disimpulkan siapa yang menjadi korban kemarin.


" Apa perlu aku ingatkan apa yang sudah kau lakukan di kamar ini ?? "


Menawarkan jasa pengingat memori yang terlupakan.


Terutama tentang bagimana Rika menginjak-injak bantal kesayangan Riko.


Sudah seperti harga dirinya ikut terinjak


-injak.


Yang lebih pentingnya lagi bagaimana Rika menidih belut listrik jagoannya.


Membuat belut listrik itu membrontak semalaman hingga Riko tersiksa.


" Tidak Tuan!! Saya akan mengingatnya sendiri!! "


Bencana tambahan jika Riko sampai membantu mengingatkannya.


Riko membantunya terdengar sudah seperti membantu meloncat ke jurang


kematian.


" Bagus!! Ingatlah baik-baik tingkah gila mu itu!! "


Melepaskan dagu Rika sediki kasar.


_- Memangnya segila apa sih aku kemarin?? Oh Tidak!! Apa aku sudah memaksanya untuk meniduri ku??


Atau aku menawarkan diri ku sendiri untuk di tidurinya?? Lebih parahnya lagi apa aku tidak sadar menanggalkan seluruh pakaian ku lalu menari india aca-aca di depannya?? Menggoyang-goyangkan pinggul ku??


Kenapa aku tidak bisa ingat sih??


Aghhh,,, Sial!!! _-


Rika dengan sejuta duga'annya.


Merinding dengan duga'an terakhir.


Merasa ingin mati saja jika itu benar terjadi.


" Kau tidak bisa keluar dari kamar ini dengan mudah sebelum meminta maaf


yang benar!! "


Riko duduk di sofa.


Ia tertarik melihat wajah pias Rika dari kejauhan.


Tentu saja karena skalanya lebih


luas.


Riko bisa melihat dari atas sampai bawah.


_- Memangnya versi minta maaf yang


benar mu itu harus seperti apa sih? _-


" Ayo cepat lakukan!! "


" Maaf Tuan. "


Mungkin meminta maaf sambil menunduk 30 derajat adalah maksudnya.


Rika melakukan sesuai petunjuk


naluri yang katanya,


menunduk Rika menunduk!!!


" Cih,,, Aku bilang lakukan yang benar!! Apa aku meminta mu meminta maaf dengan cara


kuno seperti itu hah?? "


Sebenarnya Riko sudah memberi kode.


Matanya sesekali melirik ke bawah.


Artinya berlutut!!


_- Memangnya kamu ada ngomong aku harus meminta maaf bagaimana? Kamu fikir aku


mbah dukun yang bisa baca fikiran kamu apa??


Dasar Iblis jahanam!! _-


" Maaf Tuan. Saya bukan orang sakti yang bisa tahu semua isi kepala anda."


Termasuk maunya Riko. " Jadi tolong katakan saya harus bagaimana?? "


Jangan membuatnya rumit!! Katakan saja pointnya saya harus apa?!


senyum Rika berbicara seperti itu.


" Berlutut!! Aku mau kau berlutut!! "


Sesungguhnya bagi Riko berlutut tidak


sebanding untuk menebus prilaku Rika


malam kemarin.


Tapi difikir-fikir lagi Rika pantang untuk berlutut jadi ia merasa


tertantang


hasratnya untuk menundukan Rika.


Jika kali ini berhasil maka selanjutnya


Riko berencana untuk


menjinakan Rika.


Mengendalikan gadis itu seperti sunggokong yang dikendalikan oleh gurunya.


" Tidak mau!! Saya tidak mau."


Menolak keras.


Harga diri harga mati bukan NKRI saja yang harganya mati!


_- Iblis busuk!!! Aku saja tidak tahu apa kesalahan ku. Bagaimana kalau


kemarin aku tidak melakukan kesalahan dan cuma numapang tidur doang??


Oh,, jangan-jangan kamu mau memanfaatkan kodisi ingatan ku yang masih


karatan ini ya?? Sialan kau ya!!


Tidak maulah!! Tidak mau aku berlutut.


Cih,,,,,!!! Tidak sudi aku!! _-

__ADS_1


Rika anak yang berbakti, sebenarnya!!


Tidak mau berlutut di bawah kaki orang lain kecuali kaki ibunya.


__ADS_2