
Riko membawa Rika ke perusahaannya karena jika dikirim ke rumah yang ada nantinya malah kabur.
Terbayang bagaimana gegernya StarLight saat pujaan hati mereka membawa seorang wanita? Gempar, heboh, iri, berdecak kagum, sinis, cemburu, panas, gerah hati gerah body dan beragam lagi respon para karyawan disana.
Kejadian waktu itu tentu masih segar di kepala mereka.
Seorang gadis yang pernah menyulut kemarahan Riko di pengeras suara dan hari ini Riko membawa kembali gadis itu.
Terbelah sudah hati para fans, kian merasa sakit saat kalah saing dengan Rika
yang penampilannya bahkan masih mengenakan baju tidur doraemon.
_- Aishhh,,,,!! Aku bahkan tidak bisa berjalan dengan kepala tegak. Aku malu!! Tuan Iblis tidak memberiku waktu untuk berganti pakaian. Dia pasti sengaja ingin mempermalukanku.
Iya, dia pasti sengaja!!
Manusia macam apa yang masih memakai piyama ke kantor?
Manusia macam aku!!! Hiks,,!! Ini semua karena Tuan Iblis. Dia tidak perduli dengan harga diri ku. _-
Rika berjalan menundukan kepala namun ia bisa merasakan semua mata tertuju padanya.
Terdengar juga bisik-bisikan iblis yang iri pada Rika karena bisa berjalan
dia antara dua SuperStar.
Padahal dalam hati Rika ingin berteriak, TIDAK USAH IRI PADA KU!! TIDAK ADA ENAK-ENAKNYA BERADA DI DEKAT IBLIS, SIALAN!!! BUBAR KALIAN SEMUA BUBAR!!!!
Sampai di depan liftpun para karyawan masih menatap Rika sinis.
Mereka seperti anjing yang memberi hormat di depan tuannya sambil menjilat namun dibelakang mereka menggonggong.
Dan gonggongan panas itu ditunjukan pada Rika yang malang.
" Dav!! "
Panggil Riko namun tidak sedikit pun melirik. Riko menatap dingin pada pintu lift yang perlahan terbuka.
" Iya kak."
David tahu apa yang akan dikatakan Riko. Karena David juga menyadari kelakuan para karyawannya saat ini sudah melewati
batas kesopanan.
" Tahan semua gaji pegawai yang melanggar aturan di perusahaan ini!! Stop semua tunjangannya sampai mereka benar-benar menjadi karyawan yang profesional!! Jika ada yang protes lempar saja kejalanan!!
Perusahaan tidak butuh karyawan yang banyak mulut, kau mengerti?!! "
" Baik, kak!! "
Riko masuk ke dalam lift sedangkan David tidak ikut karena harus menjalankan perintah Riko.
Karyawan yang merasa masuk dalam kategori gaji di tahan dan tunjangan distop itu spontan ingin meminta ampunan namun terhenti karena David memberi kode untuk diam di tempat!!
Atau masalah akan lebih runyam, jadi diam!! begitu kata David lewat mata yang dimana David juga seperti sedang marah pada karyawan yang semakin berani.
_- Wkwkkw,,,, Rasakan itu!! Kena getahnya kan kalian pada ngurusin urusan orang lain.
Uuuu kasihan dehh looo gajinya ditahan.
Uuuu,,, cup,,,cup,,,cup,,!! Jangan nangis!!
Tuan Riko dilawan, diakan rajanya iblis yang kejam. Jadi ditahankan tu gajinya, Hahaha!!! _-
Gumam Rika seakan rasa kesalnya terbalaskan.
Dia bahagai lahir dan batin namun tidak bisa tertawa secara terang-terangan jadi dia tahan tawanya dan dinikmatinya sendiri.
" Apa yang kau lakukan? cepat masuk!! "
Perintah Riko pada Rika yang bisa Riko lihat wajahnya tidak murung lagi seperti tadi.
Seperti tadi saat orang-orang membicarakannya.
" Baik Tuan."
Karena suasana hati Rika dalam mode berbunga-bunga jadi dengan senang hati ia masuk dalam lift mengikuti Riko
yang entah akan dibawa kemana dirinya.
Ternyata di bawa keruangannya!! Riko dan Rika keluar dari lift.
Terlihat serkertaris Riko sudah menyambut dengan ramah.
Katanya selamat pagi Tuan dan Riko hanya berlalu seperti robot.
Serkertaris itu juga memberi hormat pada Rika dan tersenyum sopan tidak
seperti beberapa karyawan dibawah.
Rika membalas dengan senyum lalu masuk bersamaan dengan Riko.
" Duduk disana dan diam saja!! jangan mengganggu ku kerja!! "
Menyuruh Rika duduk di sofa. Riko sendiri lngsung menghampiri setumpuk kekasihnya di atas meja.
_- Ihhh,,, siapa juga yang mau ganggu!! _-
" Baik Tuan."
Rika duduk di sofa. Dia menjadi anak yang penurut untuk waktu 20 menit. Namun setelah 20 menit ia merasa bosan hanya duduk membaca majalah dan memainkan ponsel yang hanya digeser kekiri dan kekanan.
Biasa jomblo chat sepi!!
__ADS_1
Rika juga mulai berbaring di sofa, tengkurap seraya membaca majalah lainnya. Namun tetap saja ia merasa bosan walau sudah berulang kali merubah posisi.
Hingga posisi terakhirnya yaitu kakinya berada di atas sofa, tubuhnya di sofa dan kepalanya dijatuhkan ke bawah sofa.
Bayangkan saja itu bagaimana posisi Rika sekarang saking bosannya dia!!
" Apa yang kau lakukan? "
Bertanya setelah tadi sempat menahan tawa melihat kelakuan Rika yang aneh.
" Sepertinya darah di otak saya membeku Tuan. Ini salah satu olahraga yang bisa membuat darah di otak mengalir lancar."
Entah dari mana Rika memplajari
olahraga seperti ini.
" Kalau seperti itu kau akan tambah pusing."
Riko lebih masuk akal.
Alih-alih ingin darah di otak lancar malah sempoyongan karena pusing.
" Akan tambah pusing lagi jika saya terus berada di sini Tuan." Rika kembali ke posisi normal. Yang dikatakan Riko benar!! Rika pusing.
" Tuan, kepala saya berputar. Saya pusing. Saya mau jalan-jalan sebentar ya Tuan!! Sebentar saja!! Saya tidak akan kabur."
Rika mengelurkan jurus mata kucing. Berharap Riko luluh hatinya.
_- Dia itu sebenarnya bodoh atau pintar? Bagaimana bisa kepala berputar? Is,,, is,,,, is,,,,!!! _-
Riko jadi ragu Rika itu lulusan jalur murni atau jalur sogokan? Yang ada pandangan berputar bukan kepala. Kepala berputar ngehoror dong jatuhnya.
" Silakan!! Jalan-jalan saja asal jangan mengganggu ku!! " Kata Riko santai lalu kembali pada berkas.
Seakan pintu surga baru saja terbuka, Rika tersenyum lebar.
" Benarkah Tuan? Anda mengijinkan saya jalan-jalan?? "
Memastikan dengan semangat.
" Hmmm "
" Baiklah!! Saya artikan itu iya!! Terimakasih Tuan. Saya pergi dulu."
Rika artikan saja Hmmm itu iya. Gadis ini sudah berlari kearah pintu. Siapa yang melepas kesempatan keluar dari ruangan yang membosankan ini?
" Berhenti!!! Mau kemana kau?? "
Tiba-tiba saja Riko menghentikan Rika yang sudah memegang ganggan pintu, tinggal di cklek,,, pintu terbuka lalu keluar.
_- Mau kemana? Heiii jangan bilang kau sedang mempermainkan ku!!
Ayolah!! Jangan membuat aku mengutukimu lagi wahai Tuan Iblis._-
" Kan Tuan sendiri yang bilang Silakan!! Jalan-jalan saja asal jangan mengganggu ku!! Nah ini saya mau jalan-jalan keluar Tuan."
Hehehe,, Tuan pikun ya? begitu arti senyum Rika.
" Ya, Jalan-jalan saja tapi diruangan ini bukan di luar!!! "
Deg,,,,!!!
" APA?!!!! "
Riko tersenyum!!!
_- TUAN IBLIS PENIPU,,,,,,!!!! AAAAAAAAA,,,,, AKU BENCI DIRIMU!!!!! Aku lompat saja dari gedung ini agar bisa keluar. Tapi aku takut mati huaaa!!! _-
Rasanya sakit sekali hingga remuk hati ini saat diberi harapan palsu.
~~
" Tuan, apa tidak ada buku cerita disini? "
Rasa putus asa sudah menyelimuti Rika saat ia tidak kunjung menemukan buku yang menarik di rak buku besar yang ada di depannya.
Bertanya pada yang punya adalah jalan singkatnya.
" Ada."
Tanpa melirik.
" Apa judulnya Tuan?? "
Dalam hati, akhirnya ada buku manusia yang akan menemaniku disini. Rika semangat dan senang. Semua buku yang ada hanya
buku tentang berbisnis.
" Cerita Perjalanan Menuju Kesuksesan Dalam Berbisnis."
_- Demi Tuhan aku sumpahi kesamber petir ini orang!!7 Aku lempari kau ya, aku lempari!! Sialan!!! Aghhhhh,,,,!! _
Rika memang suka bisnis tapi bukan berarti dia suka membaca buku bisnis yang tebalnya sudah menyerupai KBBI.
" Ada apa dengan mu? Sepertinya kau sedang mengutiku."
Riko melempar tatapan curiga. Rika seperti manusia yang sebentar lagi akan berubah menjadi samson dan melempari Riko dengan buku beserta raknya.
_- Yaiyalah aku sedang mengutukimu. Memangnya aku sedang memuja-muja mu apa?? Selama kau itu menjadi iblis aku tidak akan memujimu. Tidak sedikit pun!!! _-
" Ah tidak Tuan. Saya ini selalu mendoakan anda umur panjang."
Kebalikannya tapi.
__ADS_1
" Cihhh,,,,!!! "
Riko berdecih. Tahu betul apa yang ada di fikiran Rika.
Usai dengan rak buku yang tidak bisa memberikan kebahagian sekarang Rika beralih pada lukisan besar yang tertempel di dinding.
Sudah pasti ini lukisan yang bernilai tinggi. Rika suka seni jadi ia menatap lukisan itu lama dan memberanikan diri untuk merabanya. Sangat halus.
" Kau suka itu?? "
Ternyata Riko sedang mengamati Rika.
" Iya Tuan. Indah sekali."
Tatapannya masih terlena pada lukisan. Dia jadi ingin tahu siapa pelukis yang membuat lukisan begitu sempurna.
Rika ingin belajar.
" Harganya 450 juta. Berhati-hatilah dengan tanganmu agar tidak menggores lukisan ku!! "
Sontak Rika langsung menarik tangannya. Mengamati lukisan itu dengan teliti. Takut ada yang tergores.
Huftt!!! Menghela nafas lega saat tidak menemukan cacat di lukisannya.
Cepat-cepat Rika pergi dari lukisannya. Indah tapi mengerikan bagi Rika setelah Riko
menyebut harganya.
Dibelakang Riko ada meja dimana ada patung-patung kecil berjejer. Rika tertarik dan memberanikan diri untuk kesana.
Dia hanya ingin melihat-lihat saja. Tidak mungkinkan itu mengganggu Riko, fikirnya begitu.
Lagi pula Riko mengijinkannya untuk berjalan-jalan disini.
" Hmmm,,,,!! 1 patung harganya 300 juta. Berhati-hatilah!! "
_- Iya iya ini aku tidak jadi menyentuhnya. Aishhh,,, rusak satu juga tidak bikin kamu jatuh miskin. _-
Dari komputer yang mati Riko bisa melihat bagaimana Rika langsung menarik tangannya saat harga patung disebutkan. Riko tersenyum. Bisa mengerjai Rika seperti ini sangatlah menyenangkan.
Bosan dengan patung yang tak bisa disentuhnya Rika mencoba mencari objek lain. Gadis itu berbalik lalu melihat kesekeliling, tidak ada lagi yang menarik.
Saat pandangannya diturunkan ia bisa melihat bagian belakang tubuh Riko yang sedang duduk. Riko juga sepertinya sedang serius.
Tringggg,,,,,!!! Hingga Rika menemukan ide untuk mendapat kesenangannya sendiri.
Karena Rika berada di belakang Riko jadi tidak mungkinkan Riko bisa melihat dirinya, fikir Rika begitu.
Jadi aman!!
_- Blekkkk,,,,!!! Belekkk,,,!!!
Wle,,,wlee,,wle,,,!! Nye,,,nye,,,nye,,,!! Blekkk,,,!!! hlu,,,hlu,,hlu,,!!
Lo kalo mencak-mencak kayak kodok. lo kalau mencak-mencak kayak kadal. Gak usah melotot!! santai aja dong tu muka!! Gak usah pakek nyolot!! nye,,,nye,,nye,,nye,,,nye,,,!!_-
Ampuni ketidak warasan makhluk yang satu ini!! Ternyata Rika lagi tiktokan versi dirinya sendiri.
Saat sedang sibuk-sibuknya memeriksa laporan, tiba-tiba saja bulu tengkuk Riko merinding.
Seperti ada yang aneh dari belakang. Dan teringat di belakang itu ada Rika. Tanpa ragu lagi Riko memutar kursinya 180° dan, Doengg!!
Riko melihat Rika yang sedang meledekinya.
Ups!! Ketahuan deh!!
" Apa yang baru saja kau lakukan di belakang ku?? "
Riko menatap Rika tajam. Dia terlihat marah.
Riko tidak suka diledeki seperti itu.
Walau Rika terlihat lucu tapi menyebalkan baginya.
" Tuan saya permisi mau pipis, saya sudah tidak tahan lagi."
Kabur adalah cara menyelamatkan diri setelah tertangkap basah. Sayangnya Rika kalah satu langkah.
Riko lebih dulu menarik tangannya hingga Rika jatuh di atas pangkuan pria itu.
Deg,,,,!!!
Seketika Rika beku di atas pangkuan Riko. Percaya tidak percaya tapi ini nyata. Rika sekarang berada di atas pangkuan Riko dan itu membuat jantung Rika seakan berhenti untuk sesaat hingga akhirnya
jantung itu benar-benar bergejolak.
" Berani sekali kau mencoba untuk kabur dari ku."
Ucapnya dingin seolah-olah sedang marah namun Riko semakin mengeratkan lingkaran tangannya di tubuh Rika.
_- Apa yang dia lakukan? Kenapa dia selalu saja seperti ini? Kenapa dia selalu bisa membuat jantungku berdebar? Ini tidak adil!! Dia tidak seharusnya bersikap seperti ini!! Hanya aku yang akan tersiksa jika terus seperti ini. _-
Kali ini Rika sadar lebih cepat. Dia ingin melepaskan diri tapi Riko semakin menahannya dengan kuat.
" Diam!! Jangan mencoba membrontak!! Ini hukuman karena mencoba kabur dari ku dan karena telah berani meledeki ku. "
Hukuman?? Jika ini adalah hukuman maka ini adalah hukuman yang mematikan bagi Rika. Rasanya ia lebih baik dihukum menangkap 100 ikan mas atau menangkap 100 jentik nyamuk dikolam renang dari pada
jantungnya terus berdebar tanpa
pertanggung jawaban.
Ini sungguh tidak adil!!
__ADS_1