
Jangan lupa likenya ya!!
Komen juga guys!!
Vote seiklasnya!!
Maaf author suka telat up.
Sama kek kalian pasti kerjaannya bukan cuma nungguin up novel kesuka'an kalian kan? Pasti punya kerjaan lain ( kerjaan utama) Ya author juga sama!!
meNulis cuma Author jadikan hobi di waktu luang. Author juga kerja sampai jam 4 sore. Punya kerjaan rumah juga. Baru bisa nulis dari jam 8 malam sampai jam set 12.
Itu pun kalau kuat.
Kalau moodnya bagus juga baru bisa nyelesain atu naskah.
Besoknya kerja pagi lagi.
Terus kayak gitu!!
Untung-untung sempet nulis di tempat kerja kayak sekarang.
Nah kan jadi curhat.
***Netizen mancingin sih:v
Yasudahlah!!
Selemat membaca!!
Jangan lupa likenya di setiap episode ya!!
Coba di panjatin bentar siapa tau ada yang ketinggalan***!!
*
_- Menyerah aku menyerah!! Aku tidak tahan lagi!! Ini membuat ku gila. Aghhh,,,,!!! _-
Riko ambruk di samping Rika.
Ia frustasi setengah mati.
Tidak tahu apa yang harus di lakukan untuk menenangkan miliknya.
Alih-alih ingin menakut-nakuti Rika dengan berpura-pura ingin memperkosa malah dirinya yang di lecehkan
oleh gadis ini.
Terasa jiwa dan raganya telah ternodai.
Tidak sesuci sungai gangga lagi.
Mana dia bilang punyanya kecil lagi.
Disetrum baru tahu rasa.
" Apa itu yang berdiri??" Polos sekli Rika bertanya apa itu berdiri.
Sambil menunjuk juga.
Rasanya Riko ingin menguliti Rika sampai ke tulang-tulang.
" Ehh,,, kok gerak-gerak?? Jangan-jangan ada tikusnya lagi."
Rika melihat ada yang bergerak-gerak dari balik celana Riko.
Karena penasaran ia menjulurkan tangan
ke arah benda itu.
" Jangan menyentuhnya!!! Kau cari mati
hah?? "
Membentak dengan nada penuh penekanan.
Sudah sangat tersiksa sekali Riko dan sekarang Rika malah ingin
menyentuh belut listriknya.
" Aghhhhhh,,,, Wanita sialan!! Aku harus melepaskan malam-malam seperti ini."
Dan itu gara-gara ulah Rika.
Malam ini Riko harus mengocok krim kocok di dalam kamar mandi.
Itu adalah cara lain menidurkan belut listriknya.
" Melepaskan apa Tuan? Melepaskan tikus ya?? Ikutttttt,,,,,,,!!!! "
Rika berlari mengejar Riko.
Entah bagaimana cara otaknya bekerja sampai-sampai mengira benda di balik
celana Riko adalah Tikus.
Anak kecil saja tahu itu apa.
Tidak berhenti juga aksi menjengkelkan Rika sampai di sini.
Kepala Riko benar-benar ingin meletus.
Jika itu gunung pasti sudah menyemburkan lahar panas.
Pasalnya Rika terus menggedor-gedor pintu.
Aku ikut melepaskan tikusnya Tuan!! teriaknya terus merengek.
Tikus apanya sialan, dengus Riko
geram.
Dia jadi tidak bisa menuntaskannya dengan tenang.
BRAKKKK,,,,,!!!!
Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka menampakam sesosok pria bertelanjang dada dengan balutan handuk kecil di pinggangnya.
Sepertinya usaha untuk menenangkan belut listriknya gagal.
Terlihat dari ekspresi Riko yang semakin
frustasi.
" Hihihi,,,, AkhirnyaTuan membuka pintunya."
Menepuk dada Riko manja.
Difikir itu dada murahan apa? main
colak colek.
__ADS_1
" Eh Tuan tikusnya belum di lepaskan ya?? Sini biar aku yang lepaskan."
Melihat masih ada yang berdiri
kokoh di balik handuk.
Jika ada orang ketiga di sana maka akan bergumam,
Astaga Rika!!! mohon hentikan
kebodohan mu ini!! Tikus mana yang ingin kau lepaskan?
Yang ada tamat riwayat mu jika benda yang kau sebut tikus itu dilepaskan.
Habis kau nanti disetrumnya hingga
kejang-kejang.
Dengan cepat Riko menahan tangan lancang Rika. Dari cengkraman tangannya saja
sudah terlihat bagaimana
amarah Riko menguasai
jiwa dan raganya.
Riko menatap Rika tajam. Sedikit melotot juga.
Cukup sudah!! Mari akhiri saja semua ini!! begitu arti sorot mata Riko.
Setelahnya ia menyeret Rika lalu melempar tubuh Rika ke atas kasur.
Gadis itu jatuh terlentang.
Konyolnya lagi bukannya takut Rika malah tersenyum lebar.
Rika menyukai di lempar seperti tadi.
Ada kenyot-kenyot empuknya gitu.
Akhirnya posisi panas itu terulang untuk kesekian kalinya.
Riko dengan hasrat yang membara sudah memposisikan diri di atas tubuh Rika.
Tangannya yang kekar dijadikan
sanggaan.
Hanya dengan sekali tekukan maka kedua tubuh itu akan menyatu.
Untuk hari ini
lupakan tentang derajat!! Lupakan tentang siapa aku siapa dia!! lupakan harga diri!! lupakan segalanya!!
Persetan dengan semua itu.
Aku sudah tidak bisa menahannya lagi.
Ini terlalu menyiksa, batin Riko.
Mata dan hatinya sudah tertutup.
Tidak bisa membedakan
mana yang benar dan
mana yang salah.
yang selama ini sudah susah payah
menjaga
kehormatan dari goda'an setan,
dari kerasnya efek kemajuan zaman.
_- Ini semua terjadi karena mu. Jangan salahkan aku jika malam ini
aku menyetubuhi mu!! Besok dan seterusnya kau akan menghilang dari dunia ku!!
Anggap saja malam ini tidak pernah terjadi dan jalani hidup dengan baik!! _-
Sudah memberi pesan
lewat tatapannya namun Rika tidak bisa mengartikan
malah Rika tersenyum pasrah.
Seperti berkata, ya lakukanlah!!
Lakukan apa yang kau mau!! Lakukan sebanyak yang kau inginkan!!
Rika dengan sejuta
kebodohannya.
Semakin lekat Riko memandangi wajah Rika semakin ia terdorong untuk mencumbu
setiap jengkal wajah itu.
Sifat alaminya sebagai seorang pria
mulai muncul.
Dengan tidak tahu malunya Riko sudah
mengintai bagian mana
yang akan menjadi pendaratan bibirnya.
Mulai dari kening, pipi kiri, pipi kanan, hidung,
dagu sampai bibir tipis yang
menggairahkan.
Namun entah karena apa Riko masih memandangi saja wajah Rika.
Belum memulai aksinya karena sesuatu yang aneh seketika disadari.
Ada yang bergejolak dalam tubuhnya.
Ada yang berdetak kencang.
Ada yang berdesir.
Apakah itu?
_- Kenapa ini? Apa yang terjadi?
Seharusnya aku tidak seperti ini kan?
__ADS_1
Ada apa dengan ku? Tidak!! Tidak mungkin!! Ini gila. Aku pasti sudah tidak waras.
Haha,,, Ini mustahil. _-
Riko menepis sebuah sinyal sakral yang masuk dalam dirinya.
Selama ini hanya Dinda yang mampu mengguncang hatinya.
Hanya Dinda seorang!!
Getaran yang getir ini hanya muncul saat bersitatap muka dengan Dinda.
Tapi apa yang terjadi saat ini??
Apakah ini pantas di sebut keajaiban atau hanya kebetulan?
Bisakah ini dimasukan kedalam daftar tujuh keajaiban dunia?
" Tuan!! "
Tiba-tiba saja Rika berucap.
Riko tidak menjawab dengan suara tapi dengan ekspresinya.
Ya, ada apa?? begitu artinya.
" Kenapa kau jahat sekali pada ku hiks,,,,"
Menangis tanpa air mata namun terlihat begitu dramatis mengalahkan dewa acting.
" Apa salah ku hah?? "
Sudah berani membentak. Kata hah di kalimat terakhir menyemburkan udara tak sedap ke wajah Riko.
" Cih,,, pria kejam!! Pria macam apa yang mejadikan penderitaan seorang wanita adalah kebahagiaannya?? Dasar
tidak waras. Pria Iblis!! "
Blis,,,blis,,blis,,blis,,,!!!! jika ini sebuah tebing maka sudah bergema ucapan Rika.
Deg,,,,,,!!!
Bukan batu lagi yang menghantam Riko tapi sudah naik
level yaitu meteor yang jatuh tepat
di atas kepalanya.
Iblis? Begitu Riko bertanya mengulang tidak percaya Rika menyebutnya iblis.
Dari sabang sampai meraoke, dari gadis desa sampai gadis kota, dari muda sampai tua, seumur-umur Riko tidak pernah
disebut iblis.
Dari mananya pantas disebut iblis? fikirnya.
Sudah tampan begini.
Mana ada iblis tampan kan!!
Ketampanannya dari orok sampai sekarang, dari jaman purba sampai jaman jigem selalu di puja-puja bangsa,
di gila-gilai kaum muda, kaum tua sampai kaum janda.
Tentu Riko tidak terima di beri gelar iblis.
Menjadikan fisiknya sebagai landasan sebuah ketidak pantasan di sebut iblis.
Padahal Rika tidak melihat dari fisik
karena memang dari fisik Riko bagaikan arjuna wiwaha bukan iblis!!
Begitu sempurnanya setiap inci tubuh Riko.
Tapi Rika melihat dari segi hatinya.
Fikir Rika, Riko adalah pria tidak berhati, tidak berprikemanusian, tidak punya cinta, apalagi belas kasih dan rasa kasih sayang
sesama umat dan sesadat.
Wajah Riko seketika merah padam.
Matanya maju 1/4 cm hampir jatuh dari wadahnya. Geram akan ucapan Rika tadi
yang menyebutnya iblis.
Seprey di jadikannya tempat menyalurkan emosi lewat cengkraman tangannya.
Di saat emosi Riko meroket sepeti ini eh Rikanya tiba-tiba malah tidur.
Seperti tenang sudah mengatakan sebuah kata yang selama ini di pendamnya.
Tidak tahu ketika esok hari ia membuka mata mungkin sudah di gantung di tiang listrik
oleh Riko.
_- Iblis? Kau sebut aku iblis? Hahaha,,, Kau wanita pertama yang menyebut ku iblis.
Wah,,,, Riko kau di sebut iblis, Hahahhaha!!!! Aku ingin tahu sebutan apa lagi yang kau berikan untuk ku. Sialan!! _-
Riko memutuskan pergi dari kamarnya dengan sejuta kekesalan.
Ia menuju kamar David sembari terus mengumpat.
Awas kau!! Lihat saja nanti!! Aku akan memberimu pelajaran. Aku akan menembel mulut mu itu. Gadis Sialan!! begitu katanya dalam hati.
Hingga sampailah di kamar David.
Dengan mood yang begitu amburadul, Riko naik ke ranjang David, ikut nebeng
tidur disana.
Tentu tanpa sepengetahuan David yang sudah
tertidur begitu pulas.
Karena setiap kata dari mulut Rika, setiap tingkah gilanya, setiap bayangan wajahnya bahkan senyumnya itu masih terasa
panas di hati Riko, Riko pun tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Di dalam kegelapan Riko berusaha mencari-cari bantal guling yang bisa ia peluk
namun sialnya si David tidak punya guling.
Alhasil guling tidak ada David pun
jadi.
Sungguh menggelikan!!
Masak iya guling meluk guling sih?
__ADS_1