Beauty Inside

Beauty Inside
Kegilan Rika.


__ADS_3

Like!!


Vote!!


Komen!!


*


Kamar yang sangat luas menggambarkan bagaimana mewahnya kehidupan


seorang Riko Natarahara.


Kamar yang terlalu besar untuk ukuran seorang manusia.


Perlengkapan kamar dan hiasan yang mengkilap di setiap sudut ruangan


mewakili selera Riko.


Harga barang-barang yang ada di kamar Riko menyentuh angka ratusan juta per barang.


Fantastis bukan?


Kiranya wanita mana yang tidak ingin bersanding dengan Riko?


Kiranya juga siapa wanita beruntung yang akan melengkapi kekosongan


tempat tidur berukuran triple king itu?


_- Yang benar saja!! Kenapa aku terus memikirkan ucapan gadis itu? Aishhh,,,, Dasar otak memalukan!! _-


Tidur tidak bisa tidak tidur pun mata


sudah tinggal 1 watt.


Berguling ke kanan dan ke kiri. Sampai-sampai semua bantal terjatuh ke lantai.


Memang mata Riko tertutup tapi tidak dengan


fikirannya.


Kebiasaan Riko tidur dengan memeluk bantal guling. Biasanya itu berhasil membuatnya


masuk ke dunia alam bawah sadar.


Sayangnya tidak untuk hari ini.


Tak, tek, tak, tek, tak, tek, tak tek!!!


Suara saklar diikuti dengan lampu yang mati menyala mati menyala.


_- Siapa ini? Ada apa dengan lampunya? _-


Jujur saja bulu tengkuk Riko tiba-tiba merinding. Ia semakin menenggelamkan wajahnya di balik bantal.


Gemuruhnya hujan semakin membuat suasana menakutkan.


" Dav!! Berhenti memainkan saklarnya!! Aku tahu itu kau. Kau ingin menakut-nakuti ku kan?? "


Riko diam setelah berucap.


Menunggu jawaban penuh harapan itu benar David.


Hanya David yang berani masuk ke kamar Riko. Jika ini bukan David maka siapa lagi?


Hantu!!!


Sudah merinding dengan fikirannya sendiri.


Riko semakin memeluk erat bantal.


" Dav!! Itu kau? Jangan bercanda!! Aku bunuh kau nanti. Aku tidak suka dengan


permianan mu ini. "


Mengancam adalah satu-satunya cara untuk menghentikan tindakan David.


_- Kenapa tidak ada jawaban? Sial, apa ini benar-benar David? Jangan-jangan setan??? _-


Iblis kok takut sama setan toh??


Is,,,Is,,Is,,,!!!


Biasanya Jika Riko sudah mengatakan tidak suka maka David akan menghentikan


leluconnya.


Tapi apa ini? Malah semakin menjadi-jadi.


Saklar di mainkan secara cepat.


Bisa-bisa lampu meledak jika terus seperti ini.


" Aku bilang hentikan!!! " Berteriak memberanikan diri membalikan badan.


Melihat siapa yang iseng


membuat lelucon horor seperti ini.


" Aaaaaaaaa!!!!! Hantuuu,,,,!!!! "


Berteriak dengan mulut selebar gua.


Terlihat bagaimana level ketakutan dan keterkejutan Riko.


Riko melihat dengan mata kepala sendiri seorang wanita berdiri dengan rambut


terurai ke depan menutupi wajahnya.


Biasanya gitu kan, rambut hantu


itu di modif sedemikian rupa untuk menutupi wajah mereka yang menakutkan.


Belum sempat Riko menarik selimut hantu itu malah meloncat ke arahnya sambil


ikut berteriak, mana hantu? mana hantu?

__ADS_1


Begitu hantu itu bertanya panik lalu


merebut selimut Riko dan menutup seluruh tubuhnya.


Doengg....!!!!


Tangan yang tadinya ingin merebut


selimut diam seketika.


Ada yang aneh. Riko merasakannya.


Di fikir secara logika saja mana ada hantu takut hantu iya kan?


Ini hantunya malah ikut nyungsep di tempat tidur.


Ditambah lagi suaranya tidak asing.


Wahh,,,ada yang tidak beres fikir Riko.


Karena merasa hantu yang satu ini diragukan ke asliannya, Riko pun menarik selimut.


Kejutannn!!!!!


" Kau!!!!!! "


Mata Riko membulat melihat siapa yang berada di tempat tidurnya sekarang.


Hantu jadi-jadia'an.


" Pergi kau dari sini!! Turun dari tempat tidur ku!! Cepat!!!! "


Rasanya Riko ingin melempar Rika


ke planet neptunus tapi ia hanya mendorong-dorong


dengan tangan.


Berani sekali seorang dayang berbaring di tempat tidur sang raja.


" Tidak, tidak mau!! Ada hantu. Aku takut hantu. Tidak mau!! Aku tidak mau pergi."


Rika berusaha bertahan dengan posisi memeluk


selimut mata tertutup.


" Oh takut hantu ya? Tidak mau pergi ya? Baiklah...!!! "


Riko beranjak, menarik kaki Rika hingga tubuh wanita itu merosot kebawah dan terjatuh.


Sampai seperti itu Rika tidak mau pergi juga.


Ia malah merangkak naik ke atas ranjang lalu Riko menarik kembali dan terus seperti itu sampai 10 menit kemudian.


" Kemari kau!! Aishh,,, Hei,,, menjauh dari bantal kesayangan ku!!! Sialan kau ya,,,,


Turun tidak kau hah!! Cepat!! "


Riko frustasi.


Bagaimana tidak kelakuan orang mabuk di luar kendali.


Sekarang Rika kembali naik ke atas kasur, ia melompat-lompat di atas bantal kesayangan Riko.


Riko merasa kepalanya terinjak-injak.


Berdenyut denyut.


Di cari ke kriri larinya ke kanan. Di cari ke kanan


larinya ke kiri. Gesit sekali Rika menghindari Riko.


Seperti pemain film ronaldowati si ceking.


Dan dengan susah payah, dengan penuh perjuangan, penuh dengan tekad akhirnya Riko bisa menangkap Rika setelah tadi anak itu


dengan konyolnya ingin memanjat dinding.


Menempel seperti cicak


bahkan mengikuti cara cicak berjala di atas dinding.


Ya mana bisalah naik ke atas.


Baru naik seperempat sudah melorot ke bawah.


" Tidak!! Aku ingin tidur disini. Lepaskan aku!! Kaki ku sakit!! "


Maksudnya tangannya yang sakit. Maklum orang mabuk tangan di bilang kaki, kepala di bilang pantat.


Itu sudah sangat-sangat mengambarkan bagaimana fikiran orang mabuk bekerja.


" Lepaskan!! Dasar jahat!! Huaaaa,,,,,.aku ingin tidur di sini. Huaaa,,, Lepaskan!! "


Rika membrontak seperti sedang berusaha


kabur dari penculik.


Namun Riko mencengkram tangannya kuat dan menyeret Rika keluar.


" Aghhhhh,,,,. "


Pekik Riko sontak melepaskan pegangannya saat gigi tajam Rika menancap


di kulit bersihnya hingga meninggalkan bekas ke biruan.


" Wanita liar brengsek!!! Aghhh,,, tangan ku yang berharga."


Masuk kembali ke dalam kamar.


Bayangkan bagaimana frustasinya Riko menghadapi Rika.


Wajah tampannya yang memerah menahan tingkat kemarahan yang luar biasa akan


terlihat sangat lucu.

__ADS_1


Hanya Rika yang mampu membuat urat-urat Riko hampir terptus.


Di dalam kamar Rika sudah berbahagai dengan tempat tidur yang empuk.


Sepertinya ia sangat nyaman dengan tempat itu.


Terlihat bagaimana ia menikmati fasilitas mewah milik Riko dengan


tangan dan kakinya di buka lebar lalu di kembang kuncupkan secara beraturan.


" Ahhh,,,,, nyaman sekali. Aku ingin tidur di sini. Heiii,,, kau!! Jangan mengusir ku lagi!!


Kamar ini milik ku. MILIK KU!!!! kau mengert?! "


Dari mananya milik Rika?


Sudah gila Rika menyatakan dengan nada penuh penekanan bahwa


kamar ini miliknya.


" Milik mu ya?? Kau ingin tidur di sini??"


Di tengah derasnya hujan dan kilatan petir yang berjatuhan di rambut bumi tiba-tiba saja ekspresi


Riko berubah.


Penuh senyum penuh arti penuh kelicikan. Jika Rika sadar sudah merinding dan lari terbirit-birit dirinya ketakutan.


" Emm!! Ini milik ku!! Bukan milik mu!! "


Merespon begitu polos dan menggemaskan.


Tidak menyadari bahaya sedang


menghampirinya.


" Baiklah. Kamar ini akan menjadi milik mu malam ini. "


Sudah berjalan perlahan ke arah Rika.


Tangan Riko sudah membuka satu persatu kancing bajunya dari atas sampai bawah.


Pernah melihat bagaimana ekspresi bajinga*n yang ingin menyergap mangsanya? Seperti itu Riko membuat ekspresinya agar mendukung acting yang ia lakoni.


Acting ingin memperkosa.


Cuma acting!!!


" Untuk selamanya!! Bukan untuk semalam!!".Kata-kata yang tanpa di sadari memiliki


sebuah arti.


" Benarkah?? "


Riko mencoba menakut-nakuti Rika.


Sudah membuka kemeja, membiarkan dadanya yang ada roti sobek terekspos.


Fikirnya hanya dengan cara ini agar Rika keluar dari kamar.


Bukannya takut Rika sedikit pun tidak perduli.


Ia abaikan saja Riko yang sedang berjalan ke arahnya.


Seperti berkata, ahh,,, udah sering mah aku lihat yang begituan.


" Ya. Milik ku, milik ku. Huuuu,,,, milik ku.


Yeyyyy,,, milik ku,,,"


Melempar bantal-bantal ke atas seperti sedang merayakan kemenangan karena telah berhasil merebut milik lawan.


Tanpa membuang-buang waktu lagi Riko langsung menerkam Rika.


Mengunci tangan gadis itu otomatis tubuhnya tidak bisa bergerak.


Ekspresi Riko sudah di buat buas sedemikian rupa.


Kiranya agar Rika takut dan lari dari sini.


Tapi tidak sesuai rencana, Rika malah menatapnya penuh tanya seperti orang bodoh.


Bertanya ini anak mau ngapain? kiranya seperti itu.


_- Sial. Kenapa dia tidak takut? Aku sudah sampai seperti ini dan dia bahkan tidak gemetar. Apa penjiwaan ku kurang menakutkan ya? _-


Sebenarnya Riko sudah melakukan yang terbaik.


Tapi memang Rikanya saja yang tidak bisa merasakan kebuasan Riko.


Tidak mungkinkan Riko harus membuka celana demi totalitas.


" Kamu mau apa? "


Rika benar-benar polos.


" Aku mau memperkosa mu."


Mungkin dengan mengatakan secara langsung otak gadis ini bisa mengerti arti takut yang sebenarnya, fikir Riko.


" Hahahha,,, kecil begitu mana kuat."


Mengangkat lututnya hingga mentok di area terkeramat Riko lalu


dengan kegila'annya Rika menggerakan lututnya naik turun.


" Ahhhhh,,,, Sialan!!! Ahhhh,,,, Jangan bangun!! Oh tidak.!!! "


Ada yang berdiri tapi bukan keadilan.


Gila!! Otak Rika sudah tidak berfungsi dengan benar. Sadar tidak sadar tapi baru saja Rika menidih milik Riko dengan lututnya.


Membut belut listrik di balik celana itu menegang karena terkejut mendapat perlakuan.


Riko merasa tersiksa menahan miliknya.

__ADS_1


Seperti belut listrik itu ingin meminta pertanggung jawaban tapi Riko menolak karena masih waras.


Berdoa saja agar belut listrik Riko tidak menyengat.


__ADS_2