
Like!!
Komen!!
Vote!!
*
Langkah kaki Rika terseret-seret.
Berusaha menyamai langlah panjang Riko.
Karena jika tidak seperti itu mungkin Rika
sudah terjatuh di buatnya.
Walau pertarungan telah usai dan dimenangkan oleh Riko tapi entah
kenapa kemarahan Riko belum mereda
juga.
Hal itu terbukti dengan dimasukannya
Rika secara kasar ke dalam mobil.
Setelahnya Riko pun ikut masuk.
Gledegggg,,,,,,!!!!
Bahkan suara bantingan pintu mobil turut mewakili kemarahan Riko.
" Tu,,tuan. Anda kenapa? "
Tubuh Rika meringsuk di sudut mobil dikala Riko mendekatinya dengan mata
merah menyala-nyala seperti lampu
di sisi jalan raya.
_- Ya Tuhan, Kenapa dia jadi marah pada ku sih?? Memangnya salah ku dimana? Aku tidak memintanya untuk memihak ku.
Jika tidak iklas ya jangan membantu
ku!! _-
" Kenapa kata mu?? "
Riko mencengkram pipi Rika. Serangannya tak terduga. Mata Rika memblalak seketika. Mulutnya mengkrucut seperti bebek.
Tidak mungkinkan Riko akan membunuh ku disini? begitu tanyanya dalam hati.
" Kenapa kamu tidak melawannya tadi hah? Kenapa diam?? Kenapa diam saat pria itu mengancam mu??
Kau selalu bisa menjawab ucapan ku tapi kamu bungkam saat berhadapan dengannya.
Apa kau ingin menghina ku hah?? "
Konyol sekali Riko melempar banyak pertanyaan namun tetap mencengkram keras pipi Rika.
Ya mana bisa Rika menjawab. Mulutnya mengkrucut seperti itu.
_- Lepaskan dulu sialan!! Mana bisa aku menjawab. Mulut ku bimoli ( Bibir Monyong Lima centi ) seperti ini.
Aku pasti terlihat sangat jelek sekarang. _-
Rika benar-benar tersiksa akan pipi yang di pencet keras seperti itu.
Rasanya rahang atas dan bawah mulai remuk, gigi pun terasa ingin rontok
Yakin jika Riko tidak kunjung melepaskan maka akan ada lesung pipit
karya Riko disana.
_- Tuan tolong lepaskan!! Sakit,,!! _-
Pekik Rika memelas lewat sorot mata kucingnya.
Berharap Riko bisa mengartikan mata berkaca-kaca itu.
_- Cengeng sekali cihhhh,,,,!!! Belum juga aku jarit mulut licinnya itu._-
Sebelum menangis sungguhan sebaiknya lepaskan saja!!
Fikir Riko akan repot jika Rika menangis.
Sadar juga sikapnya agak berlebihan.
Ini bisa menimbulkan kesalah pahaman
tak terluruskan.
_- Aghhh,,, Wajah ku sakit sekali.
Sialan!!
Tidak tahu apa ini wajah titipan mis kecantikan. Aghhh,,,, rasanya kaku. Awas kau ya kalau aku sampai jelek. _-
Untuk mengurangi rasa sakit Rika melakukan olahraga wajah.
Itu bisa sedikit membantu mengembalikan kelenturan wajahnya.
" Tuan saya tidak melawan karena dia mengancam. Anda juga pernah mengancam saya kan!! Saya kalah saat itu.
Dan saat ini saya juga kalah. "
Sedikit mengingatkan. Rika masih memegangi pipinya.
" Aku tidak perduli."
Tiba-tiba saja acuh. Sembari merapikan jasnya ia menatap ke depan.
Kembali dengan kewibawaannya setelah tadi kerangsukan setan.
_- Hei,,, tadi kamu bertanya sampai memencet pipi ku ini dan sekarang bilang tidak perduli??
Lucu sekali kamu ya.
Mau aku tabok muka sok tampan mu itu hah?? Sakit nih pipi tahu. Aishhh,,,,,_-
" Ah begitu ya. Tapi saya tetap berterima kasih anda telah membantu
saya Tuan."
Berterimakasih saat menerima bantuan dari orang lain adalah hal yang sudah
ditanamkan keluarga Rika sejak dini.
" Kenapa berterimakasih??
Kan aku sudah bilang tidak ada yang boleh membuat mu menangis selain...??? "
" Tuan."
" Pintar. Sekarang cepat keluar!!! "
_- Ya, ya aku tahu. Kau menyelamatkan ku hanya untuk membawa aku ke dunia
neraka mu.
Soal nanti lepas dari genggaman mu akan aku fikirakan nanti caranya.
__ADS_1
Yang penting hari ini lepas dari terkaman buaya darat. _-
" Tadinya saya kira itu adalah bantuan.
Ternyata tidak ya,,,, haha,,,,!!! "
Pura-pura **** saja!! begitu fikirnya.
" Berhenti tertawa!! Kau membuat telinga ku sakit. "
_- Bagus dong telinga mu sakit.
Itu kan kebahagiaan ku. Hahahaha,,,,,,!!!! _-
" HAHAHAHA,,,, lucu Tuan.!! HAHAHA,, Saya kira anda baik hati ternyata sama saja ya,,,,!!! "
Sama busuknya!!
Dan lebih gilanya lagi Rika tertawa keras berlawan dengan tintah Riko.
Huppp,,,,!!!!
Jengkel Riko akhirnya menyumpal
mulut Rika dengan 4 lembar foto.
" Musnahkan foto itu!! "
Kata Riko seketika membuat mata dan telinganya terkejut.
Meski hampir saja Rika keselek fotonya sendiri.
_- Dia mengembalikan foto ku? Dia tidak menjadikan ini sebagai alat untuk menindas ku.
Ada apa dengannya?
Inikan bisa dia jadikan senjata kelemahan ku??
Apa tiba-tiba dia menjadi bodoh? _-
" Tuan Terimakasih."
Berterimakasih yang kedua kalinya fikir Rika itu tidak merugikan.
" Hmmm. Jangan berfikir aku memberi mu perlakuan khusus!! Tidak sudi aku menyimpan
foto seperti itu. "
Riko mengambil tisu basah " Ahhh,,,, baru saja tangan ku yang berharga terkontaminasi kuman."
Bukan Riko namanya kalau melewatkan kesempatan menghina Rika.
Rika menatap tangan Riko, bukan jengkel karena si Riko terlalu lebay bin alay tapi warna merah disana membuat hatinya terenyuh.
" Tuan, tangan anda terluka."
Hati Rika tak tega melihatnya. Tanpa sadar meraup tangan Riko.
Warna merah itu begitu kontras di antara kulit Riko yang putih bersih.
Huh,,,!! Huh,,,!! Huh,,,!! Mulut Rika bertambah maju 1 cm. Meniup adalah tolongan pertama yang bisa diberikan.
" Pasti sakit ya!!! Disini ada obat tidak?? Sebentar ya Tuan!! Tahan dulu!! Obatnya dimana ya?? "
Rika panik namun lucunya ia tidak melepas tangan Riko.
Hingga di detik tertentu Rika terdiam.
Sekelebat bayangan Riko yang menatapnya seperti orang aneh terlihat sekilas.
Rika menoleh ke arah Riko, dilanjutkan menoleh ke tangannya lalu menyengir kuda.
" Tangan saya yang nakal Tuan. Bukan saya, sumpah. Hehehe,,,, "
" Cihhh,,,,"
Berdecih. Fikir Riko itu pasti hanya akal-akalan Rika agar bisa menyentuh tangan
berharganya. " Tidak ada obat disini. Jangan sok-sokan baik pada ku!!
Kau senang kan aku terluka?? "
Kekhawatiran tulus Rika mendapat sebuah fitnahan. Niat untuk membantu seketika
berhamburan lari.
Rika memperbaiki posisi duduknya kembali.
" Tuan anda suka sekali berfikiran buruk tentang saya ya? Saya jadi tersinggung.
Tadinya saya khawatir tapi karena anda menuduh jadi saya akan menjadikan
tuduhan anda itu nyata.
Ya, saya sangat senang anda terluka Tuan. HAHAHAHA,,,, anda terluka saya
bahagia!!! "
Rika mengatakannya dengan wajah cerah, suara tawa keras, mulut selebar gua.
" Kau!!!!! "
Melotot menatap Rika geram. Urat lehernya kelihatan sepertinya akan putus.
Bulu Rika sudah menerima sinyal akan terjadinya gempa di dalam mobil.
" Tuan Riko, anda cepat sekali ya
marahnya.
Sayakan hanya menjadikan ucapan
anda sebagai kenyataan.
Biar tidak jatuhnya ke dosa.
Saya baikkan?? "
Tidak mendapat jawaban malah matanya
Riko makin keluar.
" Ahh,,, ternyata udara di mobil itu
panas sekali ya. Padahal tadi tidak panas.
Kalau begitu saya keluar sekarang ya Tuan.
Bye,,, Tuan!!
Semoga tensi anda tidak naik!! "
Sudah membuka pintu. Kakinya sudah turun satu. " Kalau pun naik RS dekat kok dari
sini Tuan. "
Seluruh badan Rika sudah ada di luar. " Saya pergi sekarang ya Tuan.
Bye,,,,!!! "
Rika secepat laju montor gp kabur dari amarah Riko membawa tawa jenakanya
__ADS_1
meninggalkan Riko yang sudah keluar
asap dari hidung dan telinga dengan wajah merah dilengkapi tanduk banteng.
_- Bocah Sialan!! Awas kamu ya.
Semoga saja di tengah jalan ban motor rongsokan mu itu meletus. Cih,,,,!!
Dia pasti sangat senang mendapat fotonya kembali. Rika fikir hidupnya akan aman.
Hahaha,,,, tapi tidak semudah itu!! Riko bukan
pria yang polos.
Dasar bocah tengik yang bodoh!!
Dia tidak sadar akan sesuatu. Hahahah,,,, _-
Riko dengan gumaman dan tersenyum sinis menatap kepergian Rika.
Kiranya apa yang membuat Riko tiba-tiba bahagia, tertawa dalam batinnya?
Jika diflasback, Graha mengancam Rika dengan 5 foto namun Rika pergi membawa 4 fotonya.
Jadi fikirkan saja yang 1nya lagi lari kemana!!
*
Antara bahagia dan sedih. Sembari tarik gas tipis-tipis Rika memikirkan banyak hal.
Ini adalah hari yang panjang sekaligus melelahkan.
Bahagianya Rika, baru saja ia membuang foto-foto aibnya ke dalam laut.
Kasihan ikan-ikan disana pasti serangan jantung semua melihat foto-foto itu.
Sedihnya Rika, gadis itu tidak tahu apa yang
harus dikatakannya nanti pada teman-teman
di toko bunga.
Malu sekali rasanya Rika, mereka semua sampai segitu bahagianya dan ternyata hasilnya zonk.
Tante Meri juga sedari tadi menelfon.
Sengaja Rika tidak mengangkatnya. Tahu apa yang akan dikatakan Tente Meri. Pasti ucapan selamat.
Beruntung Ibunya belum tahu.
Semua fikiran itu membuat Rika bad mood.
Bad mood juga untuk mengendarai
motor.
Bawa'annya pengen nyerempet orang saja.
Rika pun menepi di sebuah taman.
Duduk dibangku taman, termenung dalam, sendirian, tidak ada kawan. Pacar pun tak ada tapi
musuh sejuta.
Tidak punya teman untuk menampung keluh kesahnya.
1 kata untuk Rika, Rip your life!!
Memang siallah nasib gadis malang yang
satu ini.
Pasalnya dalam lamunan yang tak habis memakan waktu 20 menit itu tiba-tiba saja Rika dikagetkan dengan kedatangan
2 pria berbadan super padat namun berotak super idiot.
_- Gawatt tingkat darurat!! Ada si gandal gindul. Aishh,,,,!! Sialll!!! Kenapa mereka harus
disini sih?? _-
Rika hendak lari namun kalah gesit.
" Etsss,,,, mau kemana kamu Rika?? Mau lari lagi hah? Sekarang sudah tidak bisa."
Gandal memegang lengan Rika.
" Hehehe,,,, tidak kok bang Gandal. Aku cuma mau olahraga lari.
Olahraga bereng yuk bang!!
Kita olahraga lari!!
Aku lari duluan nanti abangnya yang
ngejar. "
" Hahaha,,,!! Kita tidak akan tertipu lagi.
Kita sekarang sudah tidak bodoh. Walaupun kepala kita gak ada rambutnya tapi
otak kita gak kosong, ya gak ndal? "
Katanya yakin.
" Hahaha,,,,!!! Iya dong ndul."
_- Waduhh,,, Sepertinya Gandal Gindul sudah di beri les privat oleh majikannya.
Aku tidak bisa lari dengan mudah sekarang.
Huaaaa,,,, Mereka akan menjual ku. _-
" Sekarang ayo ikut kita!! "
Tangan Rika ditarik.
" Eh bentar dulu dong!! Aku kan sudah janji akan membayar kalau sudah punya uang.
Aku janji kok bang.
Demi Tuhan gak bohong. "
" Alah,,,, Kita sudah kenyang makan janji.
Janji mu janji manis buat kita lama-lama diabetes tahu."
" Ihhh,,, Kan akunya belum punya uang.
Nanti kalau sudah ada bakalan bayar kok."
" Jangan tertipu Ndul!! Kita bawa saja dia!!
Nanti kabur lagi. Repot lagi kita kena marah sama majikan. Udah botak sering-sering di gampar lagi sama majikan gara-gara kamu tahu.
Ngerepotin saja. "
Kesalnya Gandal.
5 bulan Rika berhasil mengelabuhinya.
_- Ya Tuhan, gandal gindul beneran gak idiot lagi. Sudah susah di tipunya. _-
__ADS_1
Karena Gandal Gindul sudah jadi anak pintar, jadinya Rika langsung dibawa pergi.