
Bersikap acuh!! Tidak perduli entah itu suara kaca pecah yang sengaja dilempar
atau jatuh sendiri di dorong dedemit Rika tidak perduli. Jika sudah memutuskan pergi maka tidak ada kata berbalik!!
Seperti itulah Rika saat keluar dari ruangan Riko.
Ciptaan Tuhan yang satu itu benar-benar tidak tahu cara membuat wanita senang, bisanya hanya menghancurkan mood.
Wanita mana yang senang hidupnya di akusisi? Hidup seseorang bukan saham sebuah perusahaan!!
Jika uang yang Riko keluarkan maka uang pula yang harusnya dia terima!! begitu
otak Rika tidak terima.
Hidup dan kebebasannya bukan milik siapapun selain dirinya dan Tuhan bukan
Riko Natarahara!!
" Nona!!! Berhenti disana!! "
Serkertaris Riko keluar dari lift, berteriak meminta Rika berhenti kemudian berlari.
Rika dengar itu ada suara yang berteriak tapi dia abaikan saja. Lagi pula banyak nona nona disini. Siapalah itu nona yang dimaksud
dimintai berhenti.
Para karyawan yang melihat Serkertaris Riko berlari dan berteriak pada gadis berbaju
doraemon itu jadi penasaran drama apa lagi yang terjadi di kantor ini.
Tak sanggup lagi berlari, serkertaris memberi kode pada scurity untuk menutup pintu agar Rika tidak bisa keluar.
" Hei pak!! Kenapa pintunya ditutup?? Saya mau keluar ini.
Cepat buka!!" Pak Satpam hanya diam dari luar pintu kaca dengan ekspresi, Maaf Nona anda tidak bisa keluar. " Bapaknya jangan buat saya kesal lagi ya!!! Nanti saya kempesin itu badan bapak yang gede biar lempeng seperti telur dadar, mau?!! "
Sudah menaikan lengan bajunya. Otot yang menyedihkan diperlihatkannya dengan penuh emosi.
Scurity geleng-geleng kepla. Berfikir dari manakah Tuan Riko memungut
gadis yang mengidap gangguan mental kronis ini?
" Nona!! Huh!! Huh!! Huh!! "
Serkertaris menghampiri Rika. Dia terlihat ngos-ngosan, bersusah payah menyambung nafasnya kembali. " Pak anda boleh pergi!! "
Scurity itu pergi.
Rika menatap serkertaris Riko dari atas sampai bawah sembari bertanya dalam benak apa yang membuat wanita ini
berlari sampi ngos-ngosan?
" Nona, mohon ikut saya sebentar ya!! "
" Kemana? "
Rika sudah merasakan aura negatif. Ini adalah serkertaris Riko. Pastilah semuanya berhubungan dengan Riko.
" Kita keruangan Tuan David. Nona diminta Tuan David untuk menunggu disana!! "
Jadi ceritanya saat Rika keluar dari ruangan Riko, serkertaris Riko masuk ke dalam karena merasa khawatir setelah
mendengar kaca pecah.
Dan benar saja saat masuk ruangan itu sudah berantakan.
Bukan hanya kaca tapi buku di rak semuanya berserakan, kertas-kertas yang berasal dari berkas sebagian menutupi lantai.
Ruangan ini seperti baru diamuki monster.
Serkertaris semakin terkejut dan tercengang melihat Riko duduk di kursi dengan tangannya sudah meremas serpihan fas bungay yang terbuat dari kaca.
Darah keluar dari celah-celah jari jemarinya. Tatapan Riko yang mengerikan membuat serkertaris tidak berani mendekat.
Akhirnya serkertaris menghubungi David.
David pun datang.
Tidak butuh 1 menit saat David masuk dia langsung mengerti apa yang telah terjadi. Rika tidak ada, ruangan berantakan, Riko? kondisinya sangat menyedihkan, sudah pasti mereka bertengkar.
David bertanya dimana wanita yang seharusnya ada disini. Dia sudah keluar beberapa menit yang lalu, kata serkertaris. David langsung memerintahkan serkertaris untuk mengejar Rika dan membawa Rika keruangannya.
Jadi seperti itu ceritanya.
" Nona, ikutlah bersama saya!! Bukan keruangan Tuan Riko tapi keruangan Tuan David."
Serkertaris berusaha membujuk Rika yang terus menolak.
_- Heii,,, mau itu Tuan Riko mau itu Tuan David mereka sama saja tahu!! Yang satu iblis yang satunya adik iblis, setan!! _-
" Pokoknya aku tidak mau!! Aku harus segera pergi. Jangan mencoba menghentikan ku lagi!! Diam kau disana!! "
Menunjuk ke lantai, meminta serkertaris tetap berada di posisinya.
Rika segera membuka pintu namun dia sadar dirinya tidak akan dibiarkan pergi begitu saja.
__ADS_1
Pintunya masih terkunci dari luar.
" Buka pintunya!! "
Mintanya masih bisa tersenyum.
" Tunggu sebentar Nona!! "
_- Sekarang apalagi yang akan dilakukan serkertaris ini? Huft!! Kenapa keluar saja susah sekali? Aishh,,,,!!! _-
Serkertaris mengambil ponsel dari saku jasnya lalu sedikit menjauh dari Rika.
Dia menghubungi David dan mengatakan Rika sangat sulit dibujuk.
Mustahil untuk membawa gadis keras kepala ini.
Jadi serkertaris meminta kesempatan agar dirinya saja yang bicara dengan Rika.
Karena seperti yang terlihat, Rika sangat tidak mau bertemu David apalagi Riko.
Setelah mendapat ijin serkertaris kembali menghampiri Rika.
" Nona, maukah anda ikut dengan saya?? "
Meminta dengan amat sopan.
" Sudah aku bilang aku tidak mau!! "
Tegas dan terlihat kesal.
" Ini bukan ke ruangan Tuan David Nona. Saya hanya ingin berbicara dengan anda sebentar. Berdua! Saya tahu sudah terjadi masalah antara anda dengn Tuan Riko.
Saya tahu anda memiliki pandangan buruk tentang Tuan Riko.
Saya ingin bicara sebentar dan anda bisa menentukan bagaimana anda nantinya akan menilai Tuan Riko. Saya harap anda tidak keberatan mendengarkan saya sebentar!! "
Kesopanan, ketulusan dan keseriusan wanita ini terlihat begitu jelas.
Rika jadi penasaran apa yang akan dibicarakan
bawahannya Riko yang satu ini.
" Hmmm!! Baiklah. "
Melipat kedua tangan.
Terlihat sombong untuk menyamarkan rasa ingin tahunya dan serkertaris hanya membalas dengan senyum.
Akhirnya, gadis kepala batu ini mau juga, begitu artinya.
Sementara di tempat yang berbeda,
Namun Riko tidak menghiraukan ucapan David.
Seolah tidak mendengar dan tidak merasakan kehadiran adiknya itu.
" Berani sekali wanita itu menolak dan pergi. Dia wanita tidak tahu cara berterimakasih. "
Katanya entah pada siapa.
Riko berbicara dengan tatapan yang mengerikan ke arah pintu. Rasanya pintu itu akan hancur sebentar lagi.
" Aku mengerti kau marah tapi lepaskan dulu pecahan kacanya!! "
Tahu Riko tidak akan melepaskan genggamannya, David mencoba membuka genggaman itu dan mengambil pecahan kaca yang tertusuk di tangan Riko.
Amarahnya tidak bisa membuat pria itu merasakan sakit. Seperti mati rasa.
Setelahnya David mengambil kotak obat.
" Ceritakan semuanya pada ku!! Apa yang terjadi? "
Seraya membersihkan luka Riko yang tatapannya masih tertuju pada pintu.
" Wanita itu menolak dan pergi begitu saja. Aku sangat membencinya sekarang. Aku akan menghancurkan hidupnya."
Gigi yang digertakan menggambarkan betapa seriusnya dia akan ucapannya.
Padahal Rika pergi atas perintahnya sendiri.
" Menolak lalu pergi? Pasti ada alasannya. Memangnya apa yang sudah kakak katakan pada Rika. "
Berfikir semua pasti ada sebabnya.
" Aku meminta gadis untuk melayani ku karena aku sudah menolongnya saat di klub tapi dia menolak lalu dia pergi. Dia sangat berani!!
Aku membenci keberaninannya itu. "
David mulai mengoleskan obat. Riko tidak meringis dan mengeluh walau rasanya pasti sangat menyakitkan.
" Apa hanya itu yang kakak katakan? "
Memastikan.
" Tidak!! " Sepertinya Riko akan jujur pada David.
__ADS_1
" Lalu apa lagi?? "
" Aku memberitahunya bahwa hidupnya adalah milik ku. Aku katakan dia adalah boneka mainanku. Dia harus membuatku bahagia.
Tapi dia tidak mengerti juga. Dia malah menangis."
Dan aku tidak tega melihatnya menangis jadi aku lepaskan saja dia.
Melihatnya benar-benar keluar membuatku semakin marah.
Begitu kata lanjutan yang tak Riko ucapkan.
Huft!! David hanya bisa menghela nafas. Disini Riko yang salah tapi malah dirinya yang seolah-olah terluka.
" Jadi kakak mengatakan secara langsung bahwa Rika adalah boneka mainanmu?? "
Riko menatap David seolah tidak suka dengan nada suara David yang seperti menyalahkannya.
" Dia memang boneka mainan ku lalu harus aku sebut apa dia? Pujaan hatiku? "
Haha!! Harga diri mana harga diri?? Ya begitulah Riko Natarahara.
Setelah mencium Rika, membawanya ke atas pangkuan dan memeluknya tapi masih saja sok-sokan menjujung harga diri.
Ini adalah harga diri yang akan menyiksa diri.
Dengan rasa tidak percaya David membalutkan perban. Kakaknya ini benar-benar kejam. Kejam pada Rika dan pada dirinya sendiri.
Kejam karena tidak mau mengakui perasaannya pada Rika.
" Dia menangis saat kau menyebutnya boneka mainan apakah kakak tidak merasa
bersalah? " Entah ini disebut rasa bersalah atau bukan tapi saat mata itu mengeluarkan air Riko jadi tidak tega.
" Dia punya hati, dia bisa merasakan. Wanita mana yang tidak sedih saat mereka dijadikan boneka mainan?
Seharusnya kakak tidak mengatakan itu!! Jika Rika adalah aku mungkin aku sudah menampar mu. "
Maksud David, dulu iya Riko pernah mengatakan hal itu pada Rika saat di klub tapi kini situasinya berbeda.
Mengatakan, Kau adalah boneka mainanku setelah menciumnya sangatlah tidak manusiawi.
" Lalu apa menurutmu aku tidak punya hati? Apa aku tidak bisa merasakan? "
" Memangnya apa yang bisa kakak rasakan? " Dengan nada meremehkan.
Riko terdiam. Malu untuk berkata bahwa ia sakit hati saat Rika menolaknya. "
Jika kakak punya hati maka kakak tidak akan mengatakan hal itu!! "
Mendengar ucapan David Riko jadi kesal kemudian menarik tangannya yang baru selesai diperban.
David berkata seolah-olah dirinya benar tidak punya hati. Riko tidak terima!!
" Jika kakak tidak ingin Rika pergi maka perlakukan dia dengan baik!! Setidaknya jaga ucapan mu yang bisa menyinggung perasaannya!! Ucapan itu lebih menyakitkan dari perbuatan. Luka fisik bisa diobati tapi luka di hati tidak bisa. "
Entah kata-kata mutiara yang David selipkan sukses mempengaruhi Riko atau tidak.
Raut wajahnya susah di baca.
" Memangnya kau tahu perasaannya terluka? Kau bahkan tidak ada disini tadi."
Fikirnya David sok tahu dan sok bijak.
" Apa kakak memukulnya? "
" Tidak."
" Apa kakak mencubitnya?? "
" Tidak."
" Apa kakak mencengkram pipinya? "
" Tidak."
" Kakak tidak melakukan kekerasan tapi dia menangis. Menurutmu apanya yang terluka? "
Perasaannya dan hatinya!! Raut wajah Riko tiba-tiba berubah.
David bisa melihat pria ini mulai berfikir. Sepertinya Riko mulai mengerti dimana letak kesalahannya.
" Ruangannya akan dibersihkan jadi ayo kita keluar!! Kita ke klub!! "
Dari belakang David memegang pundak Riko. Sedikit menunduk hingga wajahnya berada tepat di sisi wajah Riko.
" Jangan terlalu difikirkan!! Semua akan baik-baik saja!! Dia akan kembali pada mu jika kakak mau memperlakukannya sedikit lebih baik lagi!! "
" Yaa,,,!! Apa maksud mu? Berhenti melihatku sebagai pria yang menyedihkan!!
Aku tidak terlalu memikirkannya. Entah dia mau kembali atau menghilang aku tidak perduli, kau dengar itu?!! "
Berteriak pada David yang sudah berjalan menuju pintu.
" ya,,,ya,,ya,,,!! Aku dengar aku dengar."
__ADS_1
Bilang saja dengar!! Agar Riko berhenti bicara. Padahal David malas mendengar ucapan Riko yang tak bisa dipertanggung jawabkan itu.
Nanti saja kalau benar Rika menghilang Riko akan seperti cacing kepanasan.