Beauty Inside

Beauty Inside
Teras Rumah.


__ADS_3

Sepertinya permohonan Rika meminta perlindungan tidak akan terkabul.


Kenapa?


Rasanya aneh sekali saat melihat bintang yang jatuh itu.


Saat dilihat baik-baik lagi ternyata cahaya yang berkelip-kelip bergerak perlahan


itu bukan bintang tapi


pesawat terbang.


Pantaslah David tidak mau membuat permohonan.


_- Pesawat sialan!! Besok-besok kalau mau lewat itu bunyikan suara mu biar aku tidak salah kira kamu itu bintang.


Lagian pesawat kok adem ayem gitu sih.


Untung aku bukan pasukan militer.


Kalau tidak sudah ku tembak kau dengan meriam. Aihhh,,,, bikin malu saja!! _-


Rika mengecutkan wajahnya ke samping saat tahu itu pessawat bukan bintang.


Rasanya amatlah malu sekali. Pasti terlihat konyol di depan David.


" Apa kau merasa senang dengan apa yang sudah kau lakukan? Apa itu membuat mu


merasa terhibur?? "


Setelah tadi tidak bersuara hanya menatap dengan tatapan dingin, sekarang akhirnya


David membuka mulutnya.


" Apa Tuan? "


Pura-pura tidak mengerti.


" Melihat seseorang di tampar dan menguping pembicaraannya apa itu membuat mu bahagia? "


David menatap mata Rika. Namun Rika tidak berani menatap tetap mata David karena


merasa bersalah.


Rika gugup dan berusaha mencari objek


lain untuk matanya.


" Maafkan saya Tuan!! Mohon anda jangan salah paham!!


Melihat seseorang mendapat perlakuan buruk bukanlah hal yang patut dijadikan kebahagiaan.


Dan itu,,, mmmm,,,,!! Sebenarnya tadi,,, saya hanya kebetulan lewat tidak sengaja mendengar percakapan anda dan Nyonya.


Seharusnya saya pergi saat itu.


Maafkan saya Tuan!! "


Sampai disini Rika masih dengan rasa bersalahnya karena telah menguping.


" Benar!! Seharusnya kamu pergi!!


Tidak semua orang mau percakapannya di dengar orang lain.


Tapi kenapa kau tetap tinggal di sana dan menguping?? "


" Ahhh,,, Tuan!! " Rika memukul manja dada David. Gadis ini ringan tangan ringan mulut.


" Anda naif sekali. Itu sifat alami


manusia. Rasa ingin tahu manusia


itu sangatlah besar. "


Katanya sambil tersenyum bermaksud melunturkan ketegangan.


" Aku tidak bercanda!! Berani sekali kau tersenyum saat aku menatapmu


serius."


Glekkkk!!! Rika menelan air liurnya dalam.


Senyumnya langsung di hapus.


Dilempar jauh-jauh senyum itu.


David terlihat marah meski tidak


membentak.


_- Astaga,,,!! Ternyata dia lebih garang dari pada Tuan Iblis. Seharusnya aku


tidak berbicara sambil tersenyum.


Malam-malam seperti ini ditemani pria galak rasanya aku mau terjun saja ke dasar


laut. _-


" Ma, maaf Tuan!! "


" Berapa banyak percakapan antara aku dan ibu yang sudah kau dengar?? "


_- Aku jawabnya jujur apa tidak ya?? _-


" Jujur!!! "


_- Eh dia kok tahu fikiran ku sih? _-


Jelas dari ekspresi Rika yang gugup.


Seperti mempertimbangkan mau jujur atau berbohong.


" Tuan saya mendengar semuanya. Tapi Tuan jangan marah!! Saya sama sekali tidak


mengerti pembicaraan anda dan Nyonya."


Katakan saja tidak mengerti!! Itu lebih aman.


" Kejadian ini jangan pernah kau katakan pada Kak Riko!!


Terutama saat aku di tampar.


Dan lain kali jangan lakukan ini lagi!! Kau masih aman aku yang melihat mu. Jika itu Ibu maka sudah keluar kau dari


rumah ini."


Benar kata David. Segalak-galaknya David rasanya lebih aman tertangkap olehnya ketimbang Nyonya besar.


Apalagi saat melihat sikap kasar Nyonya Santi pada David.


Rika tidak bisa membayangkan dirinya yang tertangkap Nyonya besar.


Tamparan yang di dapat David bisa didapatnya 10 kali lipat.


" Baik Tuan. Saya tidak akan memberi tahu Tuan Ib,,,,!! "


Ops!! Hampir keceplosan. Rika


langsung tutup mulut.


" Maksud saya Tuan Riko. Hehe,,, "


Katanya membenahi saat David bertanya dengan matanya.


Tuan ib,,,,?? Begitu David mengulang.


" Aku menaruh kepercayaan pada mu.


Awas jika sampai Kak Riko tahu."


Aku cincang kau!! Bahkan ancaman David sama menyeramkannya dengan Riko.

__ADS_1


" Saya janji Tuan. Suwer!!! "


Dengan 2 jari di dekat pipi sambil menyengir kuda Rika meyakinkan David.


David hanya berdecih melihat usaha Rika yang berlagak imut.


" Hmmm,,,!! Kau itu sebenarnya mengasihani ku kan?? "


Siapa pun yang melihatnya di tampar seperti itu pasti memunculkan rasa iba.


Apalagi bukan sekali dua kali tapi tiga kali tamparan di pipi.


David yakin Rika pasti mengasihaninya.


" Hmmm... Pasti sakit ya Tuan? "


Tidak mau menjawab karena tahu David tidak akan nyaman.


Lelaki model David, sepertinya bukan pria yang suka dikasihani.


Sama seperti kakaknya, Riko.


" Kau mau tahu bagaimana rasanya di tampar?? "


Tiba-tiba saja David melayangkan tangannya ke udara.


Posisi ingin menampar Rika.


" Tidak,,,,!!! "


Sontak Rika menoleh ke samping dengan mata terpejam sambil melindungi


pipinya.


" Hahahaha,,,,,!! Dasar penakut."


Melihat Rika yang ketakutan membuat David tertawa.


_- Setan Sialan!! Dia tertawa usia menggertak ku. Huh!! Pipi tirus ku aman._-


Andai Rika sederajat dengan David, sudah di tampar balik pria itu.


Namun karena David lebih unggul posisinya jadi Rika hanya bisa meremas tangannya geram.


" Aku tidak berani mengangkat tangan pada boneka mainan kakak ku.


Haha,,,!! "


Sudah jelas-jelas itu David sedang mengejek.


_- Dia tahu aku jadi boneka mainan kakaknya??


Tuan Iblis terkutuk!! Pasti dia yang sudah memberi tahu Tuan David.


Kenapa tidak beri tahu saja sekampung kalau aku jadi boneka mu hah??


Umumkan di puncak monas biar seluruh negeri tahu!! _-


" Apa yang kau fikirkan? Siapa yang sedang kamu kutuki."


Melihat wajah merah Rika, David tahu dia sedang mengutuki orang.


" Ah tidak Tuan. Saya orang baik. Saya tidak pernah mengutuki orang. Saya takut dosa. "


Tapi bo'ong!!


" Cihhh,,,,!! Bukan manusia namanya jika takut dosa. "


Gumamnya pelan kemudian berbalik bersandar di tepi teras.


Sekarang wajah David sudah tidak setegang tadi.


Rika sekarang bisa bernafas sedikit santai.


" Tuan, Apa saya boleh bertanya?? "


Suasana yang sudah berubah membuat Rika lebih berani berkomunikasi.


" Tanyakanlah!! "


" Siapa itu Dinda dan Amella?? "


Sontak David menoleh pada Rika. Gadis ini ternyata memiliki rasa penasaran dengan 2 wanita yang bersangkutan dengan Riko.


_- Gila!! Aku pasti sudah gila. Bisa-bisanya aku bertanya seperti ini.


ahhh,,, dasar tidak tahu malu. _-


" Aku kira kau tidak tertarik dengan kehidupan kak Riko. "


" Haha,,, Tuan. Jangan salah paham!! Saya tidak tertarik sama sekali.


Saya hanya,,,,,,,,"


Sialnya otak Rika buntu. David semkin menggodanya membuat Rika semakin gugup.


" Hmmm!! Kau itu belum menjadi siapa-siapa untuk pantas tahu kehidupan Kak Riko."


Rika sudah terpojok. Kasihan melihatnya berpeluh dingin tidak bisa menjawab.


Jadi David berhenti mengintimidasi Rika.


" Memangnya saya perlu menjadi siapa untuk pantas tahu kehidupan Tuan Riko? "


Rika yang bodoh masih saja bicara.


Dengan senyum sringai di bawah sinar bulan David mendekatkan wajahnya.


" Menjadi kakak ipar ku!! Baru kau pantas tahu siapa itu Dinda dan Amella."


Deg,,,,,!!!


Seketika itu juga nafas Rika terasa berat untuk dihembuskan. Matanya menegang mendengar ucapan David.


Mengerikan saat ucapan itu menembus telinganya.


Istri?? Rika ingin berlari sambil berkata, TIDAKKKK MAUUU,,,,,,!!!!


" Hahaha,,,,,!! Kenapa kau tekejut? Jangan tahan napas mu!! Nanti bisa mati. Aku yang repot."


Perlahan Rika menghembuskan nafasnya teratur. Dengan mata tidak percaya ia membalas David.


Tidak percaya David berbicara di luar akal sehat.


Fikir Rika karena tamparan itu membuat otak David kegeser jadi miring.


" Tu,tuan. Ucapan anda mengerikan sekali.


Saya hampir kehilangan nafas mendengarnya. Haha,,, Bulu saya menjerit. "


Seraya mengusap-ngusap kulit tangannya, menenangkan bulu-bulu yang tegang.


" Memangnya apa salahnya menjadi istri Kak Riko? Dia tampan, mapan, berwibawa, auranya sangat kuat."


David si pemuja Riko.


Hanya menyebutkan nilai + dari kakaknya.


_- Kejam harus dimasukan juga!! Kejam, mengerikan, tidak berhati. Dia itu iblis berkedok mansia tampan tahu!! _-


" Haha,,, Tuan. Sesempurna apa pun Tuan Riko, saya tidaklah pantas menjadi istrinya.


Apa anda tidak meringding dengan perkataan anda sendiri?? "


Saya saja hampir pingsan, katanya dalam hati.


" Siapa yang pantas untuk siapa? Jika sudah di takdirkan maka bisa berbuat apa?


Jika sudah jodoh, yang tidak pantas akan menjadi pantas.


Benarkan?? "

__ADS_1


_- Hentikan aku mohon!! Hati ku tidak kuat lagi. Ada apa dengan pria ini?


Kesurupan apa dia? Siapa pun yang merangsuki tubuh Tuan David aku mohon keluarlah!!


Kenapa kau membuat pria yang sudah mengerikan jadi tambah mengerikan?? _-


" Tuan, tahukah anda hari ini saya merasa bahwa di kehidupan sebelumnya anda adala dewa cinta.


Kata-kata anda sangat mendalam. Tapi maaf!! Anda berbicara hal seperti itu kepada orang yang salah. Simpan kata-kata itu untuk orang yang tepat!! "


Saran Rika dari lubuk hati terdalam.


" Baiklah, baiklah!! Awas saja nanti kau jatuh cinta dengan kakak ku, aku orang pertama yang akan menertawakan mu.


Sekarang belum!! Siapa tahu nanti takdir membelokan hati mu."


_- Membelokan hati ku?? Memangnya tikungan ada belok-beloknya.


Semakin larut semakin aneh pula satu orang ini. Iiiii,,,,!! Bangun lagi bulu kuduk ku. _-


" Itu tidak akan pernah terjadi Tuan.


Saya jamin itu.


Dan mungkin Tuan sudah tahu tentang ini, saya sangat membenci Tuan Riko."


Tidak ragu lagi mengatakannya kepada David karena sepertinya David perlu


obat penyadar bahwa Rika dan Riko itu bagaikan magnet sama kutub.


Saling tolak menolak.


" Benci lama-lama bisa menjadi cinta."


Sebuah kata mutiara yang sangat pasaran.


Sering di dengar di mana-mana.


" No, no, no,!! " Menggoyangkan jari telunjuknya. " Kita itu hidup di dunia nyata bukan dalam drama ataupun novel."


Rika benar-benar mengcopy kalimat David.


Mengubahnya menjadi senjata makan tuan.


" Wahhhh,,, Kau pandai sekali berbicara ya."


David berdecak kagum. " Apa tidak malu mengambil kalimat orang lain? "


" Maaf Tuan!! Saya tidak malu."


David tidak punya hak cipta resmi jadi sah-sah saja mau ngejiplak tidak ada


hukumnya.


" Aishhh,,,,!! "


Hanya bisa mendengus saat Rika tidak tahu malunya berbicara sambil tersenyum.


" Kenapa kau membawa kotak obat? "


Sambungnya lagi penasaran. Sebenarnya David dari tadi melihat kotak obat itu hanya saja


niat bertanya baru muncul.


" Oh ini!! "


Mengangkat kotak obatnya. " Ini untuk mengobati tangan Tuan Riko."


" Ada apa ini? Katanya kau membenci Kak Riko? Wah,,, kau harus lebih menjaga ucapan mu!! "


Baru saja Rika mengatakan membenci Riko dan sekarang ingin mengobati Riko, fikir David.


" Anda salah paham lagi ya,,haha,,!!


Tuan Riko terluka karena saya jadi apa salahnya saya mengobatinya?


Saya inikan manusia yang berhati mulia."


Katanya dengan bangga.


" Benarkah?? "


Meragukan.


" Tentu!!! "


Yakin.


" Kalau begitu sana pergi obati tangan Kak Riko!!


Tapi aku peringatkan, jangan menatap wajah Kak Riko saat tertidur!! "


Begitu serius David memperingati hingga membuat Rika menatap penasaran.


" Kenapa?? "


" Karena saat tidur ketampanan Kak Riko biasanya meningkat drastis. Aku takut kau tidak bisa menjaga ucapan mu."


Ucapan tentang tidak akan pernah jatuh cinta pada Riko.


" Haha,,, tenang saja Tuan!! Saya permisi


dulu. "


Rika pamit undur diri. Setampan apa pun manusia jika sudah di cap sebagai iblis maka hati Rika takan tergoyahkan.


Hmmmm!! Itu kata Rika dulu.


" Ya, silakan!! "


David mengijinkan dengan sepenuh hati.


Rika pun berbalik. Mulai melangkah meninggalkan David yang masih menatap ke langit.


Saat satu langkah pertamanya Rika masih tidak menyadari sesuatu.


Langkah keduanya, barulah ia berhenti karena melihat kaki di dalam kegelapan.


Tidak ada lagi langkah ketiga saat jantungnya mulai berdetak tak karuan.


Rika melihat sepasang kaki itu berdiri rapat di hadapannya.


Itu bukan David. Sudah jelas David ada di belakangnya.


Takut tapi penasaran, Rika mulai menaikan pandangannya dengan jantung yang kian berdebar.


Takut itu adalah hantu arwah penasaran.


Dan saat Rika melihat wajahnya, ternyata lebih menyeramkan dari arwah penasaran.


" Kenapa berhenti? Katanya mau ke kamar Kak Riko? "


David merasakan Rika berhenti berjalan. Lewat sudut matanya ia melirik gadis


itu masih di sana.


" Saya tidak perlu kesana Tuan. Orangnya sudah ada di sini. Di depan saya."


Rika masih mematung.


Tidak berani berkutik. Dia tahu yang di depannya bukan hantu tapi ia gemetar.


" Apa???"


David langsung berbalik.


Jeng,,!! Jeng,,!! Jeng,,!!


" Astaga!!!."


David terkejut hingga tubuhnya mundur kebelakang.

__ADS_1


Riko berdiri di sana membawa pisau dengan senter di arahkan ke wajahnya ditambah tatapan kosong tak bernyawa.


Siapa yang tidak takut dan terkejut??


__ADS_2